
Roselina turun dari kereta dengan emosi, Diego keluar dengan santai. akhirnya mereka sampai di kota cahaya yang sangat terkenal akan kunang-kunang yang seterang cahaya bulan.
Roselina menyembunyikan telinga panjangnya, dengan tudung. Diego hanya mengikuti Roselina ke manapun gadis berambut perak itu pergi.
' hari ini apa pekerjaan mereka udah selesai kah? pembangunan kapal terbang sudah jadi setengah, Karena kerajaan rovinstevls memiliki danau suci maka lebih baik membuat wisata dayung ' pikir Roselina
kaki jenjang Roselina menuju orang yang menjual buah, paman itu terlihat sangat senang. saat dirinya datang ke jualannya.
" paman berapa harga apel, mangga, jeruk ini? " tanya Roselina
" 5 koin tembaga saja nona " ucap paman itu
Roselina mengangguk, membeli beberapa apel, manga, dan jeruk. mata Roselina menemukan sebuah toko roti cukup unik karena menjual roti-roti modern, namun bedanya hanya roti tawar tanpa isian.
Diego mengikuti Roselina menuju toko itu, ia menatap toko berwarna coklat tua. mereka di sambut dengan hangat.
" nona anda membeli roti apa? " tanya penjual roti
Roselina menunjuk beberapa roti, karyawan toko langsung mengambil pesanan itu. dan membungkusnya. setelah membayar mereka pergi...
" Diego " ucap Roselina datar
" hm.."
" tinggalkan aku sendiri " ucap Roselina menatap dingin Diego
" tidak " jawab Diego dingin
mau tak mau Roselina hanya bisa pasrah dengan keadaan, racun di jantungnya membuat Roselina harus menuruti semua kemauan pangeran kekasiaran itu.
" festival cahaya lontion akan di mulai tengah malam, apa kau datang ke sana? "
" ya, aku akan datang ke sana! melihat ribuan kunang-kunang cantik itu "
" rumornya katanya jika kita berhasil mendapatkan tiga kunang-kunang perak maka permintaan kita terkabul kan loh "
" benarkah "
" iya "
bisikan-bisikan para ciwik-ciwik kota terdengar, membahas tentang festival cahaya lentera. mata Roselina berbinar mendengar itu, namun kembali murung mengetahui fakta yang menamparnya.
ada si pangeran kekaisaran yang mengikuti nya...
" oh, terimakasih telah mengizinkan " ucap Roselina
...{ Ding! rasa suka Diego kepadamu }...
... 30% ...
notifikasi muncul di hadapan Roselina, walau angkanya bertambah. Roselina sama sekali tak bahagia karena pria yang menjadi targetnya itu sudah menanamkan racun.
.
.
festival cahaya lontion sudah di mulai...
Roselina menatap berbinar-binar, tempat yang penuh dengan cahaya itu. ia menjadi bersama kunang-kunang yang berterbangan di sekelilingnya. cahaya bulan memantulkan cahaya keperakan di rambut Roselina.
mata Roselina Berubah menjadi emas beberapa saat, dan kembali semula.
" indahnya!!!! " teriak Roselina
" hahahaha " tawa Roselina tanpa beban
sedangkan pria yang sedari tadi bersama Roselina itu hanya diam, sekali-kali tersenyum kecil melihat kebahagiaan Roselina.
" kita akan pulang besok " ucap Diego
kata-kata Diego menghancukan kesenangan Roselina beberapa saat tadi, dengan lesu gadis berambut perak itu berjalan menuju kereta yang membawanya ke penginapan.
" kau bisa bersenang-senang selama beberapa jam kedepan tak perlu sedih " ucap Diego
aura hawa-hawa keluar dari tubuh Roselina, dengan semangat empat lima. ia mengelilingi kios makanan dan suvenir yang berjejer di sana.
sesekali Diego mengikuti beberapa permainan, seperti menembak botol kaca, menangkap ikan kecil, pukul kekuatan, dan lainnya.
semua hadiah di kasih ke Roselina, untuk malam ini Roselina melupakan semua kebenciannya kepada pria berambut putih itu.
" senangnya hadiah-hadiah ini akan aku berikan kepada yuki dan dua twins nanti pulang benar bukan Diego " tanya Roselina semangat
" hm..."