
🌺🌿
"Pagi, semuanya!"
Sapa dosen pada para mahasiswa.
"Pagi, pak!"
Jawab para mahasiswa atas sapaan dari pak dosen.
"Sesuai dari apa yang bapak sampaikan kemarin, hari ini kita akan membentuk kelompok yang beranggotakan dua orang!"
Pak dosen mulai membagikan kelompok.
"Steifh George bersama....."
Pak dosen menggantung perkataannya sambil mencari-cari nama yang tepat. Sementara para wanita yang berada di dalam kelas mendengarkan dengan seksama dan berdoa agar nama mereka disebutkan.
"Steifh George bersama Sasa Saputri akan menjadi kelompok 1."
Pak dosen mengulangi perkataannya dengan menyambung kalimat yang tadi di gantungnya. Hingga seketika seluruh wanita yang ada di kelas menatap Sasa yang merasa cuek dan tidak peduli.
"Kelompok 2 Hani Widya Putri bersama Kai."
Ucap pak dosen yang membuat Hani dan Kai saling melihat satu sama lain sambil mengacungkan jarinya berbentuk 'ok'. Memang hubungan Kai dan Hani itu sangat dekat. Mungkin karena Hani merupakan sepupu dari Nilandri yang notabenenya adalah sahabat Kai. Kai memang pernah menyukai Hani, tapi perasannya itu hanya bertepuk sebelah tangan sebab Hani sudah mempunyai seorang kekasih. Hihih sedih banget di friendzonein wkwk.
"Nilandri dan Tania akan menjadi kelompok 3."
Ucapan sang dosen membuat seorang wanita yang duduk di belakang Nilandri menjadi senyam senyum sendiri. Ehm, itu adalah Tania yang memang sangat mengagumi Nilandri.
"Lalu....Syahzan akan membentuk kelompok 4 bersama Tari."
Ucap sang dosen. Wanita yang bernama Tari itu malah terlihat emm.....seperti tidak......senang. Kenapa dia tidak senang? entahlah aku pun tak tau.
"Lalu Randi akan bapak kelompok kan dengan.....Seven dan kalian akan menjadi kelompok 5."
Lalu selanjutnya pak dosen mengelompok kan tim yang lainnya lagi.
.
.
.
.
"Sekarang, kita sudah punya 10 kelompok. Silakan kalian pergi ke ruang lab kimia dan duduk di meja kelompok sesuai nomor kelompok kalian masing-masing."
perintah pak dosen yang langsung di laksanakan oleh para mahasiswa dan mahasiswi.
.
.
.
.
Para mahasiswa dan mahasiswi sudah duduk di meja yang sesuai dengan nomor kelompoknya masing-masing saat pak dosen masuk ke lab kimia.
"Oke, sekarang kita akan mencoba mencampurkan zat-zat yang akan menghasilkan garam."
Ucap pak dosen yang langsung di pahami oleh para mahasiswa dan mahasiswi.
"Sebelum itu bapak akan jelaskan apa itu garam."
"Dalam ilmu kimia, garam adalah senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion), sehingga membentuk senyawa netral (tanpa bermuatan). Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa. Komponen kation dan anion ini dapat berupa senyawa anorganik seperti klorida (Cl−), dan bisa juga berupa senyawa organik seperti asetat (CH3COO−) dan ion monoatomik seperti fluorida (F−), serta ion poliatomik seperti sulfat (SO42−). Natrium klorida (NaCl), bahan utama garam dapur adalah suatu garam."
Jelas pak dosen panjang lebar.
"Yaiyalah bahan utamanya garam. Kalau nggak garam ya, nggak garam namanya!"
Bisik Kai setelah pak dosen mengakhiri penjelasannya yang membuat Hayla tertawa geli.
"Kai, Hayla! Sudah selesai berguraunya?"
Tegur pak dosen yang ternyata melihat Kai yang berbisik pada Hayla.
"Ah, iya pak maaf!"
Ucap Hayla yang merasa bersalah karena sudah bergurau di jam pelajaran. Ya, dia juga sadar kalau itu bukan salahnya, tapi salah si fakboy kelas kakap yang sekarang sedang menatapnya tanpa wajah bersalah sedikit pun.
"Ada banyak macam-macam garam. Garam yang terhidrolisa dan membentuk ion hidroksida ketika dilarutkan dalam air maka dinamakan garam basa. Garam yang terhidrolisa dan membentuk ion hidronium di air disebut sebagai garam asam. Garam netral adalah garam yang bukan garam asam maupun garam basa. Larutan Zwitterion mempunyai sebuah anionik dan kationik di tengah di molekul yang sama, tetapi tidak disebut sebagai garam. Contohnya adalah asam amino, metabolit, peptida, dan protein."
Pak dosen melanjutkan penjelasannya.
"Larutan garam dalam air (Misalnya natrium klorida dalam air) merupakan larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Cairan dalam tubuh makhluk hidup mengandung larutan garam, misalnya sitoplasma dan darah. Tapi, karena cairan dalam benda ini juga mengandung banyak ion-ion lainnya, maka tidak akan membentuk garam setelah airnya diuapkan."
Semua mahasiswa dan mahasiswi yang ada di dalam ruangan itu tampak mengerti dengan apa yang di jelaskan oleh pak dosen.
"Reaksi kimia untuk menghasilkan garam antara lain :
Reaksi antara asam dan basa, misalnya asam klorida (HCl) + amoniak (NH3) → amonium klorida (NH4Cl).
Reaksi antara logam dan asam kuat encer, misalnya Mg + 2 HCl → MgCl2 + H2. Tapi, logam mulia umumnya tidak bereaksi dengan cara ini.
Reaksi antara logam dan nonlogam, misalnya, Ca + Cl2 → CaCl2
Reaksi antara basa dan oksida asam, misalnya, 2 NaOH + Cl2O → 2 NaClO + H2O
Reaksi antara asam dengan oksida basa, misalnya, 2 HNO3 + Na2O → 2 NaNO3 + H2O
Garam juga dapat dibentuk apabila 2 garam yang berbeda dicampur. Ion-ion mereka akan membentuk campuran baru, misalnya : Pb(NO3)2(aq) + Na2SO4(aq) → PbSO4(s) + 2 NaNO3(aq)."
Jelas pak dosen panjang lebar.
"Kalian mengerti?"
Tanya pak dosen pada para mahasiswa dan mahasiswi.
Jawab para mahasiswa dan mahasiswi yang sebenarnya ada beberapa orang yang tidak mengerti.
"Oke, baiklah kalau kalian sudah mengerti. Sekarang di depan kalian sudah ada dua botol kaca yang berisi dan dua botol kaca yang kosong."
Pak dosen menjelaskan.
"Di dua botol yang berisi itu ada labelnya."
Ucap pak dosen yang membuat mereka semua melihat ke arah botol kaca yang berisi sebuah air bening di dalamnya.
"Yang satu Natrium dan yang satu lagi Klorida."
Para mahasiswa dan mahasiswi masih memperhatikan dua botol kaca yang berisi itu sambil mengangguk-anggukan kepalanya tanda mereka sudah paham dengan apa yang di jelaskan oleh pak dosen.
"Ada yang mau bertanya?"
Tanya pak dosen memastikan para muridnya ada yang tidak paham atau sudah paham semuanya.
"Tidak, pak!"
Jawab para mahasiswa dan mahasiswi.
"Oke, baiklah! Jika kalian semua sudah mengerti, maka tugas pertama kalian adalah mencampurkan zat Natrium dan zat Klorida itu ke dalam botol yang kosong lalu amati lah apa yang terjadi selanjutnya."
"Ya jadi garam lah, mau jadi apalagi memangnya? Power Rangers kuning?"
Kai mulai berbisik lagi dengan suara yang lebih kecil dari sebelumnya. Dan itu membuat Hayla menahan tawa gelinya.
"Setelah kalian amati, tulis di buku kalian masing-masing lalu presentasi kan di depan kelas. Paham?"
"Paham!"
jawab para mahasiswa dan mahasiswi.
Seluruh kelompok sudah mulai mencampurkan bahan-bahan yang sudah di sediakan di atas meja.
"Ingat! Jangan sampai ada yang jatuh atau menetes! Karena zat kimia itu sangat berbahaya!"
Pak dosen memperingati para muridnya sambil berjalan berkeliling melihat pekerjaan para muridnya.
"Ini bagaimana?!"
Tanya Sasa pada Steifh yang sedang sibuk menulis sesuatu di bukunya.
"Masukkan cairan itu ke dalam botol itu!"
Perintah Steifh pada Sasa tanpa memalingkan wajahnya dari buku tulisnya.
"Oh, oke!"
Sasa bersiap menuangkan cairan ke dalam botol sesuai perintah Steifh tadi. Tapi, Steifh tiba-tiba menarik tangan Sasa hingga botol yang di pegang oleh Sasa menjadi bergoyang dan menumpahkan sedikit airnya ke tangan Steifh.
"Sshhh!"
Steifh sedikit meringis ketika merasakan kulit tangan kanannya melepuh akibat cairan yang tumpah mengenai tangannya.
"Steifh, kena--"
Sasa tidak bisa melanjutkan ucapannya ketika ia melihat kulit tangan Steifh yang masih mencengkeram pergelangan tangannya menjadi sedikit melepuh.
"Kau salah, bukan cairan itu! Jika kau memasukkannya, maka tangan mu yang akan melepuh!"
Ucap Steifh tanpa memperdulikan rasa sakitnya.
"Steifh! Kau harus ke UKS!"
Perintah pak dosen pada Steifh yang terlihat kesakitan tapi tetap menutupinya.
"A...aku yang akan mengobatinya!"
Sasa berbalik hendak membawa Steifh ke UKS tapi, dengan tidak sengaja ia menyenggol botol kaca yang berisi cairan yang berhasil mendarat tepat di bawah kakinya. Botol itu pun menjadi pecah dan cairannya mengenai kaki Sasa.
"Aww!"
Teriak Sasa kesakitan sambil menunduk dan memegangi kakinya sendiri. Pak dosen pun hanya bisa menepuk jidatnya ketika melihat betapa cerebohnya muridnya yang satu ini.
"Bodoh! Kenapa kau sangat bodoh!?"
Steifh berucap sambil ikut menunduk dan mengambil ancang-ancang untuk menggendong Sasa.
"EEEH!?"
Pekik Sasa terkejut.
"Steifh, tangan mu?"
Tanya pak dosen pada Steifh yang sekarang sedang menggendong Sasa ala-ala bridal style.
"Ini hanya luka kecil!"
Jawab Steifh sambil membawa Sasa ke UKS.
.
.
.
.
Note : semua informasi yang berkaitan dengan zat-zat kimia dan sebagainya, itu adalah hasil dari karangan saya berkat membaca google. Jadi, jangan percaya dulu ya hihi:)
..."TERIMAKASIH KARENA SUDAH MEMBACA NOVEL KARYA SAYA INI. JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN DAN CERITANYA YANG TERBELIT -BELIT, SAYA MOHON AGAR KALIAN MEMBERIKAN KRITIK DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH. TERIMAKASIH:)"...
^^^ig||•fikafadillah^^^