Hy Stupid, I Love You

Hy Stupid, I Love You
Bab 03



"Ah, aku baru saja selesai membaca buku itu!"


Sasa berucap sambil menunjuk sebuah buku berjudul 'Rumah Sunyi' yang sedang di pegang oleh Steifh.


"Oh, ini?"


Ucap Steifh sambil menunjukkan buku yang di sebutkan oleh Sasa tadi. Sasa hanya menganggukkan kepalanya antusias sebagai jawaban.


"Ayo, aku akan merekomendasikan beberapa buku yang sudah selesai aku baca!"


Sasa membalikkan badannya lalu berjalan mendekati sebuah rak buku yang isinya adalah kumpulan-kumpulan novel bergenre horor yang di jual di toko buku tersebut.


Tapi saat berjalan, Sasa tidak sengaja menyandung kakinya sendiri dan tangannya yang reflek menarik sebuah buku membuat beberapa buku bergeser yang mengakibatkan buku-buku yang ada di rak tersebut menjadi berserakan dan jatuh menimpa dirinya yang terkulai di lantai.


"Akhhhh!"


Sasa berteriak saat merasakan buku-buku yang berjatuhan mulai menghantam tubuhnya.


"Dasar bodoh!"


Ucap Steifh sambil menahan tawanya.


"Apa kau bilang?!"


Tanya Sasa sambil menyingkirkan beberapa buku dari tubuhnya.


"Kau tuli ya?"


Ucap Steifh sarkastik.


"Aku tidak bodoh! Aku juga tidak tuli!"


Sergah Sasa atas pertanyaan Steifh.


"Aku tidak peduli"


Jawab Steifh.


"Hih! Menyebalkan!"


Gumam Sasa.


"Ah, sudahlah! Ayo, bantu aku berdiri!"


Sasa mengulurkan tangannya ke arah Steifh. Tapi Steifh tidak membalas uluran tangan Sasa. Steifh malah membuang mukanya ke arah yang berlawanan dari Sasa.


"Hei, kau tidak dengar apa yang aku bilang ya"


Ucap Sasa bingung dengan apa yang dilakukan oleh Steifh. Dan Steifh? dia malah pergi menjauh dari tempat Sasa terjatuh.


"Hei!"


Dan sekali lagi, Sasa berteriak memanggil Steifh yang mulai menjauh.


"Berdirilah sendiri! Kau itu wanita yang kuat!"


Steifh berbicara sambil memasukkan tangan kanannya ke saku celananya. Ia terus melangkah maju dan tidak berbalik sama sekali.


"Ah, aneh!"


Gumam Sasa yang masih bisa terdengar oleh telinga Steifh.


🌺🌿


Steifh sampai di kafe tongkrongan biasanya. Di dalam, 'The Prince' sudah menunggunya.


"Hei, bro! Kau tidak sibuk seperti biasanya ya"


Kai berkata sambil menepuk pundak Steifh yang duduk di sampingnya.


"Aku sudah tidak mengurus perusahaan lagi"


Jawab Steifh sambil melihat daftar menu makanan yang di berikan oleh pelayan.


"Oh, berarti kak Ian sudah pulang, ya?"


Tanya Syahzan pada Steifh. Steifh hanya mengangguk dan masih fokus pada buku menu yang ada di tangannya.


"Mbak, saya mau pesan spaghetti marinara dan caramel macchiato"


Pesan Steifh pada seorang pelayan wanita yang menuliskan semua pesanan Steifh di bukunya.


"Ada lagi?"


Tanya pelayan itu pada rombongan 'The Prince'.


"Fish and chips satu"


Pesan Seven pada pelayan yang langsung mencatat pesanannya.


"Baiklah! Kami akan segera mengantarkan pesanan kalian!"


Pelayan wanita itu pun pergi.


15 menit kemudian, makanan yang di pesan oleh Steifh dan Seven datang.


Spaghetti marinara dan caramel macchiato untuk Steifh dan fish and chips untuk Seven.


"Eh, ada cewek cantik tuh!"


Ucap Kai yang membuat semua temannya melihat ke arah seorang wanita yang di lirik oleh Kai.


"Biasa aja sih!"


Syahzan berucap sambil memainkan handponenya dan sesekali memakan keripik yang di pesannya sebelum Steifh datang.


"Lebih cantikkan kak Harissa!"


Ucap Nilandri yang membuat Kai beralih menatapnya.


"Hei, jangan bawa-bawa kakak ku!"


Kai berucap dengan sesekali tangannya menggapai keripik yang ada di depan Syahzan dan memakannya.


"Aku hanya berkata jujur! Kakak mu itu sangat cantik!"


Nilandri berucap sambil sesekali menyeruput jus mangga yang ada di hadapannya. Tak lupa juga tangannya yang terus mengetikkan sesuatu di handponenya dengan cepat.


"Kau menyukai kakak ku, ya?"


Kai bertanya dengan masih mengunyah keripik yang di ambilnya dari Syahzan.


"Jika aku bilang cantik bukan berarti aku menyukainya!"


Nilandri menjawab dengan mata masih fokus ke handphonenya.


"Oh, itu bagus! Karena aku juga tidak mau jika kau menjadi kakak ipar ku!"


Celetuk Kai yang membuat teman-temannya tertawa.


Ucap Kai yang membuat Steifh yang sedari tadi diam memakan makanannya dengan hening kini beralih menatapnya.


"Matikan!"


Perintah Steifh pada Kai.


"Eh, kena--"


Ucapan Kai terputus karena Steifh memotong pembicaraannya.


"Matikan saja!"


Perintah Steifh, lagi.


"Oke-oke!"


Turut Kai pada Steifh. Steifh pun nelanjutkan acara makannya dengan hening.


🌺🌿


Steifh memasuki kediamannya yang mewah. Ia ingin cepat-cepat beristirahat dan merebahkan tubuhnya di kasurnya yang empuk.


"Steifh, kenapa kau tidak mengangkat telpon ku?"


Steifh berbalik ke arah suara. Yah, kakaknya yang memanggilnya.


"Handphone ku mati"


Jawab Steifh sambil melanjutkan langkahnya.


"Kau pergi tadi siang dan baru pulang malam ini! Lalu handphone mu juga tidak bisa di hubungi! Aku juga menghubungi Kai dan tidak di jawab olehnya! Kau membuat ku khawatir, Steifh!"


Ucap kakaknya Steifh yang bernama Rei. Rei George.


"Tenanglah, kak!"


Jawab Steifh yang berdiri di samping tangga.


"Bagaimana aku bisa tenang?!"


Rei bertanya pada adik tersayangnya.


"Meninggalkan ku sendirian dengan pekerjaan mu dalam seminggu saja kau bisa tenang! Kenapa sekarang tidak bisa?"


Ucap Steifh sambil melanjutkan perjalanannya menaiki anak tangga.


"Hah..... selalu saja begitu!"


Gumam Rei ketika melihat punggung adiknya yang mulai menjauh.


🌺🌿


Paginya, Steifh datang ke kampus dengan menggunakan mobil sportnya. Yah, teman-temannya sudah sampai di kampus. Memang dia selalu datang lebih lambat dari teman-temannya yang lain. Tapi, ia tidak pernah terlambat masuk ke kelasnya.


"Hei, bro!"


Sapa Kai sambil mengangkat tangannya untuk mengajak Steifh tos tangan yang langsung di balas tos juga oleh Steifh.


Geng 'The Prince' pun berkeliling di lingkungan kampus yang memang selalu mereka lakukan setiap paginya hanya untuk 'tebar pesona' eh, sebenarnya bukan mereka semua, hanya Kai saja.


"Eh, itu kenapa orang-orang pada berkumpul disana?"


Ucap Syahzan ketika melihat kerumunan orang yang membentuk lingkaran.


"Entahlah, tapi.... itu kan anak buahnya Karen Devisco dari jurusan biologi!"


Nilandri berucap ketika melihat beberapa orang yang seperti menjaga sesuatu yang berada di tengah-tengah mereka.


"Ah, mungkin saja si Karen itu sedang membully seseorang lagi. Itu tidak penting!"


Ucap Kai dengan nada yang seperti meremehkan.


"Ayo kita lihat!"


Steifh berjalan mendahului teman-temannya.


"Hei, itu hanya hal yang biasa! Tidak perlu di pedulikan!"


Ucap Kai pada teman-temannya yang sudah berjalan meninggalkannya di belakang bersama Syahzan.


"Ayolah, Kai! Siapa tau kita bisa melihat sesuatu yang menyenangkan disana!"


Ucap Syahzan sambil melangkah kan kakinya.


"Ah, iya-iya, baiklah"


Kai berjalan mengikuti teman-temannya dengan tidak bersemangat.


Steifh berjalan melewati kerumunan orang-orang. Alangkah terkejutnya Steifh ketika ia sudah sampai di depan dan melihat hal yang sedang terjadi dengan jelas.


"Kau berani menolak ku?"


Karen berucap dengan seorang wanita yang kini sedang terduduk di hadapannya dan dengan berposisi Karen sedang menjambak rambut wanita itu hingga membuat wanita itu mendongak dan menatap wajah Karen.


"Siapa kau yang berani menolak ku?"


Ucap Karen lagi.


"KAU HANYA WANITA MISKIN YANG LEMAH!"


Karen membentak wanita itu.


"Oke, baiklah! Aku akan memberikan mu satu kesempatan!"


Wanita itu tidak mengatakan apapun sama sekali. Ia hanya meringis ketika merasakan sakit di kepalanya akibat jambakan Karen di rambutnya.


"Minta maaf dan katakan kalau kau ingin menjadi pacar ku!"


Wanita itu masih diam.


"CEPAT LAKUKAN, ******!"


Wanita itu mulai membuka mulutnya.


"Ti-dak a-a-kan!"


Wanita itu berkata dengan suara yang gemetaran akibat rasa sakit yang dia rasakan di kepalanya.


PLAKKK!!!


Karen menampar wanita itu dengan keras hingga nenimbulkan suara 'plakk' yang bisa di dengar dengan jelas oleh Steifh.


Sudah cukup! Ini sudah sangat keterlaluan!, pikir Steifh.


..."TERIMAKASIH KARENA SUDAH MEMBACA NOVEL KARYA SAYA INI. JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN DAN CERITANYA YANG TERBELIT-BELIT, SAYA MOHON AGAR KALIAN MEMBERIKAN KRITIK DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH. TERIMAKASIH:)"...


Ig||•fikafadillah_