Hy Stupid, I Love You

Hy Stupid, I Love You
Bab 04



"Hentikan ini!"


Steifh melangkah maju ke hadapan Karen yang langsung melepaskan cengkeraman tangannya dari rambut Sasa.


"Steifh George, kenapa? apa kau keberatan dengan perbuatan ku ini?"


Karen bertanya sambil melangkahkan kakinya mendekati Steifh. Kini, seluruh pasang mata yang ada di sana tertuju pada dua orang yang saling berhadapan itu.


"Ini sudah keterlaluan!"


Steifh menarik kerah baju Karen.


"Eitss! Sabar dulu bro!"


Karen berusaha menepis tangan Steifh yang menarik kerah bajunya. Tapi ia tidak bisa melakukannya sebab tangan Steifh mencengkeram kerah bajunya dengan sangat kuat.


"Aku tidak punya masalah dengan mu! Jangan membuat ku emosi atau aku akan--"


"Kau akan apa? Membully ku di depan kampus, HAH?!"


Steifh memotong ucapan Karen dengan emosi. Steifh mulai mengangkat tangan kirinya yang kosong dan hendak memukuli wajah Karen sebelum teman-temannya menghentikannya.


"Steifh! Cukup! Tahan dulu emosinya, bro!"


Kai berucap sambil tangannya menahan tangan kiri Steifh yang hendak memukuli wajah Karen.


"Kalian jangan menghentikan ku!"


Steifh masih terus berusaha untuk memukuli Karen, tapi itu tidak bisa sebab kini bukan hanya Kai saja yang menahan tangannya, tapi Seven juga mulai ikut-ikutan menahan tangan kirinya itu.


"LEPASKAN TANGAN KU!"


Steifh berteriak sangat keras hingga membuat semua yang ada disana menjadi terkejut. Termasuk Kai dan Seven, tapi mereka tidak sedikit pun melepaskan pergelangan tangan kiri Steifh yang ditahan oleh mereka.


"Steifh! Masalah ini bisa membuat nama keluarga mu menjadi jelek! Lebih baik kau lepaskan dia dan mari kita selesaikan masalah ini secara baik-baik!"


Steifh mulai menurunkan tangan kirinya yang hendak memukuli Karen dan juga melepaskan tangan kanannya yang sedang mencengkeram kerah baju Karen setelah mendengar perkataan eh bukan, lebih tepatnya nasihat dari Syahzan.


Disisi lain, Steifh melihat Nilandari yang sedang membentak anak buahnya Karen karena menahan Hani agar tidak bisa mendekati Sasa.


Setelah lepas dari anak buahnya Karen, Hani langsung berlari ke arah Sasa yang masih terduduk lemas di tanah.


"Apa masalah mu dengan ku, HAH?!"


Kini, giliran Karen yang menarik kerah baju Steifh.


"Wooo, udah di bilangin jangan pakai emosi!"


Kai berucap sambil mendorong tubuh Karen hingga membuatnya terdorong cukup jauh yang otomatis tangannya terlepas dari kerah baju Steifh.


"Dia tu yang duluan! Nggak ada hujan, nggak ada angin datang langsung marah-marah!"


Karen berucap sambil menunjuk Steifh menggunakan dagunya.


"KALIAN SEMUA BUBAR-BUBAR!"


Teriak Seven pada seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang sedari tadi menontoni mereka.


Para mahasiswa dan mahasiswi yang tadinya menontoni mereka, kini mulai pergi menjauh dan menjalani aktivitas mereka yang tadi tertunda akibat insiden Karen.


Kenapa tidak ada yang berani menolak? ya, karena mereka semua tidak ingin terlibat ke dalam masalah itu.


"Steifh, kenapa kau membuat masalah dengan anak dari keluarga Devisco itu?"


Kai bertanya pada Steifh yang terlihat sedang menahan emosinya.


"Aku tidak suka jika ada seorang pria yang bertindak kasar terhadap seorang wanita seperti tadi!"


Steifh menjawab pertanyaan dari Kai setelah emosinya sudah bisa ia kontrol kembali.


"Jangan sok menjadi pahlawan kesiangan!"


Ucap Karen meremehkan Steifh.


"Yang beraninya sama wanita jangan sok jago!"


Balas Steifh pada Karen yang sudah meremehkannya.


Karen tampak mulai mengepalkan jari-jarinya.


"Karen, kenapa kau melakukan itu pada Sasa?"


Karen tampak memutar bola matanya bosan ketika mendengar pertanyaan dari Syahzan.


"Karena dia sudah menolak ku!"


Jawab Karen atas pertanyaan Syahzan padanya tadi.


"Dia mempunyai hak untuk menolak mu! Kau pun tidak mempunyai hak untuk memaksanya seperti itu!"


Ucap Syahzan.


"Aku melakukan itu karena dia sudah menolak ku! Kau tau bagaimana rasanya aku yang kaya ini di tolak mentah-mentah oleh seorang wanita yang miskin seperti dia? Rasanya sangat memuakkan!"


Karen menjelaskan apa yang ia rasakan.


"Iya, aku setuju dengan mu! Dia juga pernah menolak ku. Dan itu membuat ku sangat kesal!"


Kai ikut menimpali yang langsung di hadiahi jitakan di kepalanya oleh Syahzan.


"Hei!"


Syahzan memelototi Kai yang membuat Kai bergidik ngeri.


"Ah, iya maksudku itu memang sangat memuakkan. Tapi kau juga tidak bisa memaksanya seperti itu!"


"Kenapa aku tidak bisa menjadi seperti kalian?"


Karen berucap dengan masih mengepalkan kedua tangannya.


"Hah? apa maksud mu dengan 'tidak bisa menjadi kami'?"


Nilandri bertanya mewakili seluruh teman-temannya yang juga tidak mengerti dengan perkataan Karen.


"Secara kan kita sama-sama dari keluarga terpandang dan juga termasuk donatur di kampus ini. Tapi kenapa aku tidak bisa menjadi populer seperti kalian?"


Mendengar pertanyaan dari Karen, para 'The Prince' menjadi tertawa. Kecuali Steifh yang hanya menampilkan senyum tipisnya.


"Hei, kenapa kalian menjadi tertawa seperti ini?"


Karen bertanya lagi.


"Gini ya Karen, itu semua karena kau itu kurang tampan dan tidak keren!"


Ucap Kai sambil menepuk-nepuk pundak Karen.


"Hm, rambut mu itu seperti durian!"


Ucap Seven jujur.


"Dan mata mu itu terlalu sipit!"


Kini Syahzan yang berucap.


"Dan lagi, apa-apaan pakaian mu itu? terlalu kuno!"


Dan kini, giliran Nilandri yang berucap.


"Ya, itu semua benar!"


Salah satu dari anak buahnya Karen menyetujui apa yang di katakan para 'The Prince' kecuali Steifh yang masih diam membisu.


"Beraninya kau!"


Karen memelototi anak buahnya yang tadi menyetujui perkataan 'The Prince'.


"Hehe maaf, bos."


Jawab anak buahnya Karen.


"Kenapa kalian berbicara begitu?"


Karen berucap sambil memasang wajah sedihnya.


"Eh, itu kan fakta!"


Jawab Kai yang terlalu jujur.


"Hei, kalian ini! Kenapa kalian begitu jahat pada Karen?"


Steifh yang sedari tadi diam kini mulai mengeluarkan suaranya.


Steifh melangkah maju mendekati Karen dan menepuk-nepuk pundaknya.


"Mulai sekarang perbanyak sadar diri ya! Cobalah sesekali bercermin dan lihat lah wajah mu di cermin itu! Kau sangat jelek!"


'The Prince' juga Hani dan Sasa tertawa mendengar perkataan dari Steifh. Emang ya ni orang, berbakat bamget bikin orang sadar diri :D.


Karen hanya diam saja. Tampak dari raut wajah dan gestur tubuhnya, ia seperti sedang menahan emosinya.


"Kau harus bisa menghormati wanita dulu baru bisa menjadi tampan! Karena tampan itu harus pria dan jika kau belum bisa menghormati wanita maka kau belum menjadi pria seutuhnya. Dan kau tidak akan bisa menjadi tampan!"


Jelas Steifh panjang lebar yang membuat Hani dan Sasa menjadi kagum. Bagaimana tidak kagum? seorang pria tampan yang di juluki 'Prince Of Kampus' sedang membela para kaum hawa.


Aaaaa meleleh aku bang:)


Karen pergi bersama para anak buahnya.


"OI, KAU BELUM MEMINTA MAAF PADA SASA!"


Kai berteriak dengan keras hingga membuat semua orang yang ada di sekitar mereka memperhatikannya.


Karen makin mempercepat langkahnya. Sedangkan para 'The Prince' beserta Hani dan Sasa tertawa terbahak-bahak ketika melihat Karen yang salah tingkah saat di perhatikan oleh semua orang yang di lewatinya.


"Sasa, apa kau baik-baik saja?"


Nilandra bertanya pada Sasa. Kini, seluruh anggota 'The Prince' berbalik dan menatap Sasa yang notabenenya adalah korban dari permasalahan ini.


"Hm," Sasa menganggukkan kepalanya antusias.


"Iya, aku baik-baik saja!"


Lanjut Sasa.


"Sejujurnya aku sedikit kesal padamu. Tapi, mau bagaimana lagi? aku juga tidak berhak memaksa mu waktu itu."


Ucap Kai merasa menyesal atas tindakannya di masa lalu.


"Yah, kalau begitu aku minta maaf karena sudah menolak mu dulu. Karena memang aku sedang menyukai seseorang saat ini!"


Sasa berucap sambil tertawa pelan yang di ikuti oleh Hani yang juga ikut-ikutan tertawa pelan.


'The Prince' memilih untuk tidak bertanya siapa pria yang di sukai oleh Sasa karena mendengar alarm handphone Seven berdering yang menandakan bahwa sekarang adalah waktu mereka untuk masuk ke kelas.


..."TERIMAKASIH KARENA SUDAH MEMBACA NOVEL KARYA SAYA INI. JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN DAN CERITANYA YANG TERBELIT -BELIT, SAYA MOHON AGAR KALIAN MEMBERIKAN KRITIK DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH. TERIMAKASIH:)"...


ig||•fikafadillah_