
Seorang pria berjalan dengan langkah cepat dan tergesa-gesa. Entah apa yang dikejarnya, kita semua tidak tau. Tapi, sorot matanya menunjukkan bahwa itu adalah sesuatu yang sangat penting.
Ia terus saja melangkah di dalam ruangan itu tanpa memperdulikan orang-orang yang menyapanya.
Akhirnya, ia sampai di sebuah ruangan. Kosong. Itulah kata yang tepat untuk mengambarkan suasana di ruangan itu. Tidak ada satu pun orang yang berada di dalam ruangan itu. Hingga tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.
"Bos"
Pria itu berbalik melihat seseorang yang memanggilnya. Tampak didepannya terdapat seorang pria dengan jas dan sebuah buku kecil di tangannya. Dari name tag yang ada di dadanya bisa kita simpulkan bahwa ia bernama 'William Wijaya'
"Dimana klien kita?"
Pria yang dipanggil 'Bos' itu bertanya dengan nafas yang masih terengah-engah akibat berlarian tadi.
"Sudah pergi setengah jam yang lalu"
Jawab pria yang bername tag 'William Wijaya' itu dengan masih mengamati sebuah buku kecil seperti note itu dengan seksama.
"Ugh, sial!"
Pria yang dipanggil 'Bos' itu mulai melangkah ke suatu ruangan. Ia duduk di sebuah kursi yang di mejanya terdapat tulisan 'Direktur Muda Steifh George'
"Jadi, kenapa kau bisa terlambat cukup lama, bos?"
Pria yang berpangkat 'Direktur' itu mengacak-acak rambutnya frustasi. Apalagi setelah mendengar pertanyaan dari 'asisten pribadi'nya itu.
"Aku terlambat bangun"
William membuang nafasnya kasar setelah mendengar jawaban dari bos nya.
"Bos, aku sarankan agar kau berhenti kuliah dan fokus pada pekerjaan mu"
Steifh menatap William. "Baiklah. Aku akan berhenti bekerja dan fokus pada kuliah ku saja!"
William terkejut mendengar perkataan bos sekaligus sahabatnya itu.
"Apa kau sudah gila? Siapa yang akan mengurus perusahaan ini selain kau?"
Dan kali ini, giliran Steifh yang membuang nafasnya dengan kasar.
"Aku akan menelponnya"
Steifh mengeluarkan ponselnya dari kantung celananya dan mulai mengetik sebuah nomor.
"Hei, bos! Dia kan sedang berlibur!"
William berusaha mengingatkan. Tapi apalah dayanya. Bos nya tidak mendengarkannya. Dan sekarang, si bos sedang sibuk berkutik dengan ponsel yang ada di tangannya.
Seorang wanita masuk.
"Permisi pak"
"Iya, ada apa?"
"Perusahaan PT. Alexa membatalkan kerja samanya dengan kita"
Kini, William dan Steifh sama-sama terkejut. Tapi steifh berusaha mengendalikan dirinya dan memasang ekspresi datar seperti biasa.
"William, tolong urus yang satu ini"
"Baik, bos!"
William dan wanita itu keluar dari ruangan meninggalkan Steifh yang kini mengerang frustasi.
Steifh mengambil ponselnya yang tadi di letakkannya di meja lalu mengetik sebuah nomor dan menelpon nomor tersebut.
'Halo'
Terdengar suara dari sebrang sana.
"Sudah selesai bersenang-senangnya! Segeralah pulang dan urus pekerjaan ini!"
'Hei, tapi aku sedang berlibur!'
"Aku tidak peduli! Mulai besok aku akan berhenti bekerja!"
'Hei, kau--'
Steifh mematikan panggilan secara sepihak.
"Saatnya kembali ke lab kimia ku!"
Steifh keluar dari ruangannya.
🌺🌿
"Hei, itu bukannya Steifh George, ya?"
"Bukannya dia mengambil kelas malam?"
"Dia pria yang dijuluki 'Prince of Kampus' itu, kan?"
"Aaaa dia sangat sempurna!"
Seperti itulah kalimat-kalimat yang terdengar oleh telinga Steifh. Ia sadar kalau semua orang yang ada di kampus sedang memperhatikannya. Dan ia sama sekali tak memperdulikannya.
Tampak empat pria berjalan mendekati Steifh.
"Yo whatsapp! Lihat siapa yang datang!"
Sapa seorang pria yang memakai kaos cokelat yang bertuliskan 'I'M HERE'.
"Hei, sudah lama tidak bertemu, ya"
Ucap salah seorang pria yang memakai hoodie berwarna putih.
"Bukannya kau mengambil kelas malam?"
Kini giliran pria yang memakai jaket jeans hijau muda yang bertanya.
"Mulai sekarang aku akan mengambil kelas pagi"
Teman-temannya sangat senang ketika mendengar jawaban dari Steifh.
🌺🌿
"Pagi semua!"
Dosen menyapa seluruh mahasiswa yang ada di kelas.
"Pagi pak!"
Seluruh mahasiswa menjawab sapaan dari dosen.
"Bapak absen dulu ya"
"Hani Widya Putri"
Seorang wanita bersurai panjang sepinggang dan berponi mengangkat tangannya sembari berkata, "Ada pak"
"Kai"
"Hadir", kali ini giliran pria berbaju coklat bertuliskan 'I'M HERE' yang menjawab.
"Nilandri"
"Ada", ucap pria yang memakai hoodie putih.
"Sasa Saputri"
"Ada pak", ucap seorang wanita yang bersurai panjang sepunggung sambil mengangkat tangannya.
"Seven"
Seorang pria yang memakai hoodie berwarna hijau tua nengangkat tangannya tanpa bersuara sedikit pun.
"Syahzan Adijaya"
"Iya", ucap pria yang memakai jaket jeans berwarna hijau muda.
"Oke. Siapa namanya yang belum terpanggil?"
Steifh mengangkat tangannya.
"Ah, Steifh. Bukannya kau mengambil kelas malam?"
"Aku pindah ke kelas pagi"
"Oke, baiklah!"
Dosen menulis nama Steifh di buku absennya.
"Hari ini kita akan belajar tentang percampuran"
Dosen mulai menjelaskan tentang materi percampuran.
🌺🌿
Bel istirahat berbunyi.
"Sekian pelajaran kita. Besok kita akan membuat tim yang beranggotakan dua orang"
Dosen keluar dari kelas dan para mahasiswa pun mulai berhamburan. Ada yang tetap di kelas dan ada juga yang langsung keluar dari kelas.
"Bro, kantin yuk!"
Kai mengajak teman-temannya untuk pergi ke kantin.
"Ayo lah. Aku lapar nih!"
Jawab Syahzan. Para pria yang dijuluki 'Prince of Kampus' itu pun keluar dari kelas dan menuju ke kantin. Dan jangan lupakan teriak-teriakan para wanita yang sangat memekakkan telinga itu.
"Sasa itu siapa?"
Steifh bertanya setelah mereka berlima sudah duduk di kursi panjang kantin.
"Sasa? Kenapa nanyain dia?"
Tanya Kai atas pertanyaan dari Stief.
"Ya ngga ada sih. Cuma belum pernah lihat aja"
Jawab Steifh acuh.
"Sejak kapan kau peduli pada wanita-wanita itu?"
Tanya Seven mengintimidasi.
"Hei, aku kenal seluruh teman kelas ku! Dan aku bertanya hanya karena aku tidak pernah melihatnya di kelas kita!"
Jawab Steifh meyakinkan teman-temannya.
"Sudahlah kalian! Pesanan kita sudah sampai nih!"
Ucap Syahzan melerai agar tidak ada pertengkaran di antara teman-temannya.
Mereka berlima mulai memakan makanan mereka yang diselingi dengan sedikit candaan.
"Kalau boleh jujur, aku risih dengan tatapan para wanita ini!"
Ucap Nilandri sambil melirik para wanita yang menatap mereka terus-terusan. Teman-temannya menyetujui apa yang di ucapkan oleh Nilandri. Kecuali Kai yang menggelengkan kepalanya.
"Tidak. Aku suka tatapan para wanita cantik ini!"
Ucap Kai sambil mengedipkan matanya pada wanita-wanita yang menatapnya yang mengakibatkan para wanita itu berteriak senang.
"Dasar fakboy!"
Ucap Syahzan dengan masih terus memakan makanannya.
"Eh, itu Sasa yang kau tanya kan?"
Tanya Seven kepada Steifh sambil menunjuk jari telunjuknya ke arah Sasa dan Hani yang sedang duduk.
Mereka berlima mengedarkan pandangannya ke arah Sasa.
"Dia anak baru. Baru seminggu yang lalu saat kau mengambil kelas malam"
Jelas Nilandri pada Steifh yang ditanggapi dengan anggukan kepala.
"Aku tidak suka wanita itu!"
Ucap Kai yang membuat teman-temannya beralih memandangnya.
"Kenapa?"
Tanya Nilandari.
"Dia tidak pernah menyoraki ku. Lalu saat aku mencoba menggodanya, ia tidak tergoda sama sekali dan berkata 'Maaf, aku tidak tertarik padamu' dan itu membuat ku kesal!"
Jelas Kai sambil mengepalkan jarinya.
"Sepertinya performa mu menurun ya"
Ucap Syahzan yang membuat teman-temannya tertawa. Kecuali Kai yang kesal dan Steifh yang masih memandangi Sasa.
..."TERIMAKASIH KARENA SUDAH MEMBACA NOVEL KARYA SAYA INI. JIKA ADA KESALAHAN DALAM PENULISAN DAN CERITANYA YANG TERBELIT -BELIT, SAYA MOHON AGAR KALIAN MEMBERIKAN KRITIK DAN SARAN DI KOLOM KOMENTAR DI BAWAH. TERIMAKASIH:)"...
IG||•fikafadillah_