Hunter Family

Hunter Family
Chapter 6



Bab 6#


Malam dingin ini terlihat dua bayangan hitam dibalik pohon yang besar, satu disisi kiri dan disisi kanan, tapi mereka begitu jauh dari arah mereka masing-masing.


Alex mengendap-endap disebuah rumah yang besar, bukan rumah besar lagi, tapi rumah itu terlihat seperti sebuah istina yang amat megah, semua dinding rumah terbuat dari batu marmer dan anak tangga juga tidak tertinggal dipasangi batu marmer yang menuju keruang tamu atau teras rumah. Dan halaman rumah istana istana itu begitu luas dan dengan hamparan karpet hijau yang indah.


Saatnya kerja dan kerja, gumamnya sambil melangkah dengan sangat pelannya bak seekor kucing yang sedang berjalan.


۩*۩͏*۞* ALEX *۩*۩͏۞


Aku sengaja mengajak Lynx karena aku tak ingin Gabie dan Lynx angkrab dan lagipula aku tidak akan tahu apa yang akan dilakukan oleh mereka berdua ataupun si Lynx itu, diakan Werewolf.


Aku selama ini jalan dengan Leona, dan tidak menemukan sebuah tanda dari wangi tubuhnya. Tapi beberapa hari yang lalu aku mencium sesuatu dari tubuhnya dan bau itu begitu kuat, seperti bau obatan dari rumah sakit dan tercampur bau darah serigala lainya. Dan disinilah aku mengawasi rumah ini, walaupun aku tidak pernah datang kerumah Leona, tapi bau itu juga berasal dari rumah ini. Semua tembok dipasangi oleh beberapa kamera dan anjing besar yang menyerupai labrador dengan taring yang tajam dan mata yang amat lihat.


" Hey Lynx, coba kamu ke utara" ucapku melalui headset sambil melirik kearah alroji hitamku.


"Tiga atau enam puluh menit aku akan menemui." Ucapku sambil memandang kearah depanku dan dibawah tepatnya kearah dalam tembok itu. Aku menjadi bingung karena penjagaanya yang begitu ketatnya dan apalagi mereka menggunakan anjing pelacak dan anjing penjaga dengan gigi yang begitu tajamnya dan dengan air liur yang selalu menetes, seolah melihat mangsa didepan mata dan siap untuk menerkam. Aku bisa saja membuat segerombolan anjing pemangsa itu tak berkutik, tapi para penjaganya yang terlihat bagaikan seorang assassins dan bisa saja mereka bukan manusia, tapi melainkan 'TrueBlood'. Karena aku tidak bisa menyimpan bauku, karena itu percuma saja karena mereka adalah TrueBlood.


Aku masih berada diatas pohon sedang memantau kedalam halaman luar. Seandainya aku adalah hantu. Oh iya mengapa tidak terpikirkan olehku, gumamku pada diriku sendiri. Aku pun memantau atau melirik kekanan dan kekiri untuk mencari hantu disekitar rumah besar ini. Dan akupun menemukan hantu seorang pria yang bertubuh kecil dan kurus yang bisa diartikan dengan'hanya kulit yang membalut tulang' nah itulah pria tua itu tanpa baju atasan cuma yang dipakai adalah celana panjang kuno yang bahanya dari kain dan berwarna putih yang telah lusuh akibat sering digunakan. Aku loncat kearah bawah dan aku pun menghampiri dirinya dan berjalan kearahnya. Aku bertanya atau tepatnya aku mengintrogasi pria tua itu.


"Apakah Anda tahu atau mendengar sesuatu tentang pemburuan Srigala" tanyaku ketika aku sudah berada dihadapan pria tua itu.


"Aku tahu apa maksud-mu" pria baru baya itu seolah mengerti maksud kedatanganku kemari. 


"Ceritakanlah pak tua" bujuku tak sabaran.


"Aku tahu dan tidak mendengar dari seseorang.Aku menyaksikanya sendiri. Ia terus saja membuang waktuku dan apalagi para bayaran itu terus saja mondar-mandir. 


"Mereka disekap dibawah tanah yang pengap dan hanya ditemani sinar bulan pada awal tanggal lima belas dalam kalender cina." Aku seolah kehilangan sabaran karena bisa saja mereka mencium bauku dan aku dibekap tanpa hasil yang aku dapat. 


" Bisakah Anda membawa saya kesana" tanyaku langsung.


"Ikuti aku" pintanya dan akupun mengikuti pria itu.


Kami menuju sebuah hutan yang rindang akan pohon apel yang menjulang tinggi, setiap pohon-pohon itu berbaris terdapat jalan yang begitu sempit. Kami terus saja menyusuri jalan setapak itu dan sesampainya disebuah tebing batu buatan, pria tua itu mengulurkan sebelah tanganya kesebuah batu yang menonjol dan iamenyuruhkuuntuk menekan masuk batu itu.  


Tanpa pikir panjang aku pun langsung melakukanya dan pintu terbuka dengan tiba-tibanya.


Ruangan itu begitu pengap dan tercium bau besi(darah yang sudah kering). Ruangan ini begitu pengap dan gelap hanya disinari oleh cahaya bulan sabit, maklumlah ini masih awal tanggal limabelas; kini masih tanggal sebelas. 


Tanpa basa-basi lagi kami terus saja menyusuri lorong dan lorong dan terus tanpa membelok.


Ketika kami menemukan dua cabang jalan, pria tua itu langsung membelok disebelah kirinya dan aku lansung saja mengikutinya dari belakang.


Anggap saja kalau kami memasuki gua tambang atau sebuah lorong yang pengap yang bukan main dan gelap pula. Aku terus mengikuti hantu itu. Aku tidak tahu apakah aku harus berubah diriku menjadi serigala atau tidak usah. 


Aku tahu tujuan dari rencana ini adalah untuk mencari keterangan dan juga menyusun sebuah puzzle yang menyangkut keluargaku dan keluarga Lynx.erada disini dan sudah dekat dengan kepingan puzzle itu. 


Akhirnya kami berdua sampai juga dibeberapa rungan sel tahanan.


Aku melihat begitu banyak pria yang bugil dankurus kering tanpa perawatan dan apalagi didalam sel lainya terdapat serigara hitam besar dirantai didinding dan dilantai. mereka sangat kesakitan karena pemilik tahanan ini membiarkan atap langit-langit didesign khusus dengan dua atap; atap biasa dan kaca. Kaca yang begitu tebalnya dengan anti peluruh.


Didalam hatiku, aku ingin membuka sel ini dan membebas mereka.


"Kita sudah sampai, Tn. Srigala" ucap hantu tua itu.


"Trims kek" Ucapku. Tapi pria tua itu tidak pergi juga, dan akhirnya aku menyambungkan talky-walkyku dengan Lynx.


"Lynx aku sudah berada didalam ruangan penjarah bawahtanah." 


"Ya ok! Aku akan kesana" balas Lynx.


"Roger" Aku menuutup talky-walkyku dan menunggu Lynx muncul dan baru bertindak. 


Aku tidak ingin tergesa-gesa dalam bertindak.


Aku ingin sempurna.


Setibanya Lynx, akhirnya kami bisa bergerak juga dan kami mendekati setiap sel yang ada. 


"Sepertinya mereka terlihat sangat kelaparan dan beringas" perkataan Lynx seprtinya benar dan kami harus extra hati-hati untuk mencari kebenaran dari mereka. Dengan anggukan kepala, kami bepisah aku kekanan dan Lynx kekiri.  


"Lana!" Suara Lynx memecahkan konsentrasi ku dan aku menoleh kearah Lynx dan mendekati pria itu yang seolah-olah kesedihan telah merangkup pria itu. 


" Kau ingat aku, Lana" tanya Lynx sambil mengulurkan kedua tanganya melalui lubang jeruji dan mendekap atau merangku wajah wanita yang ada didalam sel. Wanita itu hanya berpandangan kosong dengan pakaianya yang compang-camping dengan darah yang sudah menjadi kering dan berwarna coklat kehitaman.  


"Lihatlah aku" Lynx memohon atau meminta dengan tetesan air mata yang jatuh dari sela-sela matanya. Aku tanpa memikir apapun atau dengan spontan aku menepuk bahu Lynx.  


Aku terpancing kesebuah suara dan akupun menoleh kedalam balik jeruji yang berada diarah kanan. Seorang pria tegap besar yang berwarna hitam pekat sedang mengajak kami berbicara atau menoleh kearahnya. Pria itu dirantai didinding yang kokoh. Posisi orang itu seperti salib tanpa tiang hanya dinding yang sebagai menyangga dan juga gelang rantai yang sedang melilit diri pria itu, bak seekor ular sanca yang sedang melilit tubuh mangsanya.  


Dengan perlahan-lahan aku meninggalkan Lynx yang sedang berduka. 


"Dari mana asal Tetua" tanyaku ketika aku sudah sampai dan duduk dilantai.  


" Aku berasal dari Duai" jawab Tetua itu sambil mengingat sesuatu. Pria tua ini hanya duduk dan tanpa dirantai hanya saja beliau terlihat aut-autan(tidak rapi dengan rambut grimbal). Kata pria itu ia berasal dari Duai kalau begitu mereka adalah sekampung.  


"Siapa yang menculik anda" tanyaku tanpa mengatakan asal-usulku juga dan aku datang kemari hanyalah tugas untuk mencari tahu kebenaran.


"Keluargaku semuanya dibantai dan aku dijadikan bahan olok-olokan bagi para pengkhianat"jelas pria tua itu.  


Aku hanya mengangguk dan memberi izin untuk melanjutkan ceritanya.


" Para pengkhianat itu bekerjasama dengan keluarga Harry. Dan darah kami diuji dan katanya darah kami akan diteliti dan dijadikan anti virus. Serum antibody. Dan sebagai mana dengan darah vampire yang sedang mereka teliti. Kalau darah kita juga sama berkhasiatnya dengan darah vampire, tapi mereka juga membuat obat kuat dari darah vampire dan obat penyembuh luka tanpa bekas." Jelas panjang lebar pria tua itu. Aku semakin paham mengapa mereka mengincar kami dan membantai kami dan semuanya karena darah. Dan pantaslah sekarang vampir hampir menjadi langkah. Ternyata semua itu karena keluarga Harry.  


"Dan sepertinya darah Vampire dan darah kita akan dicampur menjadi satu. Itu yang hanya ku dengar dan aku tidak tahu apa yang mereka rencanakan kelak." Lanjut pria itu ketika aku sedang melamun atau memikirkan satu hal yang menjadi sebuah keping puzzle yang hilang.


Sementara itu dikediaman Harry yang sesungguhnya, ia terlihat sangat menikmati malam purnama ini dengan ditemani oleh red wine yang keluaran pada tahun 1990an. Didalam benaknya semua telah berjalan dengan sempurna, dan orang terdekatnya telah ia singkirkan, walaupun wanita itu telah memberikan saudari untuk putri tercintanya, Leona. Tapi walaupun cuma saudari tiri, tapi mereka begitu lengket dan saling bersahabat, walaupun mereka tidak menyadari setengah darah mereka sama, walau hanya setengah saja. Tapi kini kedua orang itu telah meninggalkan dunia. Itu semua adalah rencananya dan ia lah sang dalang dalam semua ini dan mencari dan memberikan serum atau sang pencipta serum itu tersebut. Semua ini hanyalah kelinci percobaan saja. Dan kita lihat apa hasil serum itu. Pria itu terlihat tersenyum sendiri sambil menggoyangkan red wine nya yang hanya tinggal setengah saja.  


Tapi ia ingin menjadikan Alex sebagai kelinci percobaanya, dan orang-orangnya tidak sanggup atau tidak menjalankan niat yang telah diberikan oleh atasan mereka sendiri. Karena mereka tidak mengenal siapa Alex. Tapi Resare tahu bagaimana wajah Alex dan mereka adalah bisa dibilang saudara angkat maupun sahabat lama. Tapi sekarang ini mereka adalah musuh. Dan sekarang ia harus mencari Resare untuk mencari tahu tentang Alex dan menyuruh Resare untuk mengsketsakan wajah Alex.


Setelah mendengar penjelasan panjang lebar atau sebuah penjelasan yang telah dirangkum menjadi sebuah cerita apik oleh sang Tetua, aku langsung berkata tanpa memikir apapun resiko itu. 


" Bolehkah saya dan teman saya membebaskan anda dan kawanan lainya" Tetua itu menatapku dengan tatapan yang tidak percaya. 


" Bagaimana mungkin" tanya tetua tetap pada fokusnya. 


"Kita bisa menyamarkan bau kita" jawabku sambil menepuk pundak Tetua itu.  


"Tapi, Resare akan bisa mengenali kita" nama itu keluar begitu saja dari bibir Tetua, dan mengingatkanku dengan kejadian pembantaian yang dilakukan oleh Resare. Ia lah yang telah melukaiku dan sang seorang wanita menembak kakiku dengan peluruh perak. Sebenarnya ia mengincar jantung atau perutku, dan tak tahunya ia meleset membidik sasaranya.  


"Kita bisa meminta tolong kepada penunggu disini untuk mencari jalan keluar" kataku setengah membujuk.  


" Ya baiklah. Mari kita coba" dan aku segera merangkul Tetua untuk memapah beliau keluar. Setelah itu aku menyerahkan Tetua kepada Lynx. Dan aku mulai berbincang dengan mereka dan dengan WereWolf lainya untuk berpencar dan sekarang tinggalah aku, Tetua, Lynx, dan Lana yang ia sebut dalam beberapa waktu tadi. Akhirnya kami bertiga bergerak dengan perlahan-lahan, sedangkan Lynx hanya membopong Lana dan menjadikan perjalanan ini semakin buruk. Dan tentu saja keadaan ini bisaku toreransi, apabila posisi Lynx berpindah kepadaku-aku tidak akan pernah meninggalkan orang yang kucintai. Memikirkan hal itu tiba-tiba saja kepalaku malah memutar memoir Gabbie, padahal ia bukan pacarku dan aku hanya menganggap ia hanya sebagai teman saja, dan lagipula mengapa bukanya aku memikirkan Leona, pada saat romantis ini yang ditunjuki oleh Lynx dan sekarang malah Gabie yang menjadi kabut itu dan membelenggu pikiranku. Dan dengan segera aku enyahkan Gabie dari pikiranku dan aku berkonsentrasi untuk tetap fokus pada sekitarku. Karena ini adalah sarang harimau, eit ini adalah sarang WereWolf.


Aku memfokuskan atau memwaspadai disekitrku sambil membopong tetua dan memberi arah kepada tahanan(WereWolf). setelah semuanya beres dan mereka juga dituntun oleh hantu pria tua yang aku temui tadi.


Ternyata Pria tua itu menuntun kami melewati jalan tikus dan hanya sekejap mata kini kami semua telah berada di luar jauh dari sarang harimau.


Setelah semuanya telah berpencar dan mencari sarang baru bagi mereka, kini saatnya aku menunjukan aksiku, karena aku ingin mencari tahu siapa itu Harry?.


Dan mengapa wangi Leona ada di sekitardirumah ini.