
PAGE 5 #
Pagi hari telah tiba dan disambut oleh nyanyian para burung-burung yang indah. Pagi yang indah dan sama apa yang dirasakan oleh Gabie. Semalam ia tidak menyadari kalau Alex telah menenangkan dirinya dan pada malam pertama pada tejadinya mimpi buruk itu hadir ia sadar kalau Alex ada dan ia berbicara kepada Alex. Ia memang mengalami trauma. Sekarang ia telah berada diruang makan bersama Alex yang sedang duduk berjauhan dengan Gabie.
"Aku ada janji dan harus pergi" kata Alex sambil menyingkirkan piring kosongnya kekanan. Gabie memperhatikan Alex yang sedang berdiri. Sedangkan Alex juga memperhatikan Gabie yang sedang mengambil atau menyendok makanan keatas piring.
"Dengan Leona?" Tanya Gabie sambil menatap Alex yang sedang mengangguk.
"Have fun ya" lanjutnya sambil menaruh piring yang telah berisi penuh makanan itu. Makanan pagi mereka adalah salad yang mengandung serat.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Alex
" Oh tentu saja untuk Lynx"
" Dia kan punya kaki"
" Ya dia punya, tapi dia sedang sakit" Gabie mengingatkan Alex. Dengan kesal Alex pergi dari ruang dapur itu tanpa menoleh kerah Gabie lagi.
" Uh dasar untuk apa kesal sama dia" gumam Gabie. Ia tidak tahu menahu sikap Alex yang cuek itu dan sebenarnya mereka berdua sama bersikap kesal dipagi hari ini.
Selagi berjalan untuk menyebrang ke-jembatan penyebrangan, Alex tetap bersikap kesal. Pagi hari yang sibuk dan bete kenapa pulka ia harus merasa kesal dengan apa yang dilakukan oleh Gabie. Perhatianya selalu ditunjukan kepada orang asing yang ada dirumah dan kenapa ia lebih akrab dengan cowok? Entah mengapa ia berpikir kesana. Karena Gabie merasa aman dengan teman se-cowoknya karena mereka sama-sama mengetahui watak mereka masing-masing jadi Gabie hanya merasa nyaman dan terlindungi saja. Dan lagi pula yang paling ia percayai adalah Captennya yaitu: Ryandi. Setelah ia sampai dihalte bus dan menunggu bus tujuanya tiba ia mendengar lagu dari i-podnya agar pikiranya tenang atau membuang pikiranya yang sedang kalut dan kesal gara-gara Gabie. Tiba-tiba saja ia merasa penasaran kalau ia meninggalkan Gabie dengan Lynx berduan saja dan apa yang akan mereka lakukan? Apakah ia harus kembali atau melanjutkan rencananya dengan Leona untuk berkencan dihari jum'at yang indah ini? Tapi ia ingin tahu apa yang akan dilakukan oleh mereka berdua dirumah itu. Dan ia berusaha menghapus penasaranya dan sekarang ia berada didalam busnya. Mereka telah janjian akan bertemu disebuah mall. Setibanya disebuah Mall yang berdiri megah itu, Alex masuk kedalam Mall kini ia menuju keatas, lantai tujuh dengan lift, karena disana ia telah ditunggu oleh Leona didalam bioskop yang temaram atau bernuansa remang-remang. Beberapa orang berlalulalang dan berdiri didepan pengumuman film yang akan ditayangkan atau ditayangkan untuk esok harinya. Alex celengak-celenguk dan sekaligus membuka matanya lebar-lebar agar ia mudah menemukan Leona disekitar orang-orang yang sedang hiruk-pikuk itu. Wajahnya terlukis senyuman yang indah dan ia pun mendekati Leona yang berada disudut ruangan bioskop ini didekat tangga. Wanita itu sedang menatap sebuah poster film aksi. Dengan sikap percaya diri, Alex menyapa Leona sambil menepuk bahu wanita yang ada disamping kirinya.
" Maaf aku telat karena terlambat bangun." Terus-terang Alex sambil menunduk untuk menatap mata wanita yang berada disampingnya. Tinggi Leona sekitar seratus enam puluhan, sedangkan tinggi Gabie sekitar seratus tujuh puluh pas. Leona hanya tersenyum dan berbalik kearah Alex.
" Apakah kau sudah memilih film yang akan kita lihat?" Tanya Alex ketika ia berdiri dengan tegaknya.
"Ya sudah" jawab Leona sambil memeluk tangan Alex.
Siangharinya Gabie membawa cemilan dan teh maupun kopi kekamar Lynx. Karena harini begitu bete dan jenuh bagi Gabie sehingga mau tak mau ia mencari teman untuk mengobrol. Jadi disinilah dirinya sedang memakan cemilan yang dibuat olehnya sendiri bersama Nanya. Nanya adalah pembantunya atau bisa juga sebagai walinya karena kedua orangtuanya sedang berpergian yang amat panjang.
" Aku tak sengaja masuk kekamarmu" kata Lynx dengan nada penyesalan. "Karena kau berteriak" lanjutnya sambil membetulkan bantalnya yang ada dibelakang punggungnya,
"Bolehkah aku bertanya?" Lynx mulai berani bertanya.
"Ya silakan" Gabie mempersilakan Lynx.
" Mengapa kau bisa bermimpi buruk disetiap malam, mungkin saja." Gabie menghirup udara dari hidungnya dan ia keluarkan dari hidungnya dengan pelan-pelan. Kemudian ia berkata atau memberikan jawaban kepada Lynx yang telah menunggu persekian detik itu.
" Aku secara kebetulan berada ditempat yang salah dan menyaksikan yang tidak boleh kulihat." Ia berhenti dan memandang keluar jendela.
"Apa yang kau lihat?" Tanya Lynx dan Gabie pun berbalik melihat kearah Lynx.
" Pertama suara senapan dan aku mengikuti arah suara senapan itu dan aku melihat bayi serigala yang telah menjadi mayat." Gabie menjelaskan sambil menutup mata agar kenangan bayi srigala itu lenyap dari pikiranya. Tanpa disadarinya airmatanya menetes keluar.
" Seandainya aku lebih peka lagi, bayi-bayi itu pasti tidak akan mati sia-sia." Ia tidak menyadari kalau Lynx mencurigai dirinya yang telah membunuh atau telah membantai bayi-bayi serigala dan srigala dewasa lainya.
" Dan akhirnya aku menemukan Alex yang sedang sekarat dengan peluru yang bersarang didalam tubuhnya beserta cakaran yang begitu dalam dipunggungnya yang memanjang. Kami saling mencurigai dan hal itulah bagian terlucu bagi kami."
"Apa yang membuatmu mencurigai Alex?" Tanya Lynx sambil melipat tanganya.
"Karena hanya dirinya yang berada dihutan itu dan dipikir-pikir lagi aku juga. Dirinya yang sedang terluka parah. Sedangkan dirinya mencurigaiku karena aku adalah manusia salah satunya manusia yang berada dihutan. Tapi aku melihat beberapa orang mengangkut mayat-mayat serigala dewasa ke-pickup mereka sebelum aku menemukan Alex."Ada sebagian yang diralat Gabie.
" Jadi dari sanalah mimpi burukmu terjadi seolah bagaikan hantu yang mengejarmu?" Tanya Lynx.
" Ya setiap malam. Yang membuatku sedih adalah aku tidak bisa menolong bayi-bayi itu padahal aku ada disana"
"Untuk apa kau berada disana?"
" Aku hanya pencinta alam. Benar hanya itu dan inilah kecelakaan pertama yang kudapati" tunjuk Gabie pada kaki kirinya. Mereka berdua tidak menyadari kalau dibalik pintu ada Alex yang sedang mendengar pembicaraan mereka. Selama kencan mereka berlangsung Alex merasa gundah dan resah tentang perasaanya terhadap kedua orang itu yang sedang bercakap-cakap dengan tenangnya sedangkan dirinya sedang resah. Oh ya satunya bukan orang tapi melainkan serigala. Ralat Alex. Mengapa wanita itu bisa merasa tenang menceritakan semuanya kepada orang asing. Hardik Alex pada dirinya sendiri. Walaupun Alex tahu kalau Lynx tidak akan menyerang Gabie, tapi bukan itu yang membuat ia resah tapi melainkan ia merasa kesal kalau Gabie terlalu lengket dengan Lynx tapi bukan dengan Lynx saja tapi dengan Andres mantanya Gabie apalagi dengan Ryandi. Cemburukah dirinya? Huh ia membuang atau menghela nafas dan langsung beranjak dari sana. Itu tidak mungkin wanita itu jauh dalam kateria idamanya, itu ada didalam pikiranya.