
Billy yang sempat kaget mendengar Alex memanggil nama fanya, ingin sekali Billy bertanya kok dia bisa kenal dengan fanya??
padahal ini perempuan yang tempo hari Billy ceritakan ke Alex namun Billy urungkan untuk bertanya sekarang tatkala Alex yang sedang emosi saat ini..
"ternyata Alex kenal sama perempuan mesum ini" gumam Billy dalam hati
billy memperhatikan wajah fanya dari dekat dan semakin intens, entah hal apa yang membuatnya semakin tertarik untuk memperhatikan perempuan ini.
"hei, cepat beri pertolongan kepada teman saya jangan hanya menatapnya saja!" ucap Bram yang sedari tadi memperhatikan fanya
"maaf, aku hanya memastikan keadaanya saja" tutur Billy yang sedikit panik
"aku akan mengambil peralatan medis ku, tunggulah sebentar, jaga dia!!" perintah Billy yang segera keluar dari tenda dan menuju ressort tempat ia menginap ,jarak antara tenda dan ressort tidak jauh dan Billy dengan cepat kembali menuju tenda milik Bram
setelah Billy memeriksa keadaan fanya ,ia memberikan minyak angin untuk dioleskan sedikit dibagian penciuman fanya agar dia cepat sadar. fanya yang mencoba menggerakkan matanya yang masih terpejam
"sepertinya fanya sudah sadar" kata Bram yang dengan tampang sedikit lega
"ya ,sepertinya begitu sebentar lagi ia akan siuman ,bisakah kamu mengambilkan dia air mineral? " tanya Billy kepada Bram
"ya tentu saja!! aku akan keluar dulu , aku titip fanya padamu" kata Bram yang keluar dari tenda dan meninggal Billy dan fanya berdua
fanya yang mulai sedikit demi sedikit membuka matanya,mencoba mengedarkan pandangannya disekitarnya ,dia mengerutkan dahinya kemudian di ikuti oleh kedua alisnya seperti tempat asing yang ia tidak ketahui, memegang kepalanya yang sedikit terasa pusing seperti berputar-putar
"gue ada dimana??"katanya dengan nada lembut yang keluar dari mulutnya, ia tidak sadar ada sepasang mata yang terus memperhatikannya
" ahkirnya Lo sadar juga" Billy yang mulai mendekati fanya...
fanya yang menoleh kearah sumber suara itu terbelalak dengan sempurna ,
"kok Lo bisa disini?" tanya fanya dengan penuh selidik
"gue barusan cek keadaan Lo ,kan Lo pingsan" kata Billy dengan membuang muka
"apa Lo bilang ?? jangan-jangan Lo ambil kesempatan kan supaya bisa pegang-pegang tubuh gue, dasar laki-laki mesum!" teriak fanya
"Lo itu harusnya terima kasih sama gue sudah tolongin Lo,sebagai dokter ya gue lakukan tanggung jawab gue" ucap Billy dengan nada cuek
"ha??!! Lo bilang Lo dokter??
jangan -jangan Lo itu cuman ngaku-ngaku aja kan, dasar dokter gadungan!" seru fanya yang tidak terima dengan jawaban Billy barusan
"eh perempuan bar-bar!! Lo itu gak tau sopan santun ya sama gue,sudah gak tau terima kasih, malah nuduh gue dokter gadungan, nyesel banget gue tolongin Lo barusan"
Bram yang menuju tenda mendengar suara keributan yang berasal dari dalam tenda miliknya ,dengan cepat ia masuk kedalam tenda
"fanya kamu sudah sadar??" tanya Bram yang mendekati fanya dan duduk disamping perempuan itu
"kak Bram.. tolong aku,tolong aku" kata fanya yang tidak kuasa menahan air matanya
"loh kenapa menangis,ada yang sakit??" tnya Bram yang mencoba membelai lembut rambut fanya
"ini semua karna laki-laki ini kak Bram" fanya menunjuk Billy menggunakan jari telunjuknya Billy pun menatapnya dengan tajam
"sudah-sudah kenapa kalian jadi bertengkar seperti anak kecil sih!! suara kalian kedengaran sampai keluar " Bram yang mencoba menjadi penengah
"kak Bram laki-laki ini mesum, dia ngaku-ngaku sebagai dokter supaya bisa pegang-pegang aku" tutur fanya dengan nada manja seolah olah mencari perhatian dari Bram
"dasar perempuan gila!!, berani banget sih Lo ngatain gue mesum, Lo itu yang mesum!!" bantah Billy dengan melototkan mata kepada fanya
"tuh liat dia kak Bram berani sekali dia bilangin aku perempuan gila dan juga mesum,padahal aku kan begitu kak Bram" Rajuk fanya dengan nada manja
"fanya, betul yang dibilang oleh dokter Billy, dia adalah dokter , dan waktu kamu belum sadar dia yang tadi menangani kamu ,dan menyuruh saya untuk mengambilkan kamu air mineral untuk kamu jika kamu sudah sadar" jawab Bram yang mencoba memberikan penjelasan kepada fanya
fanya yang mendengar penjelasan Bram menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya begitu malunya dia, sudah menuduh Billy sebagai dokter gadungan ,terlebih lagi fanya mengatakan Billy laki-laki mesum
"astaga ****** gue, bodoh banget Lo fanya cari masalah lagi sama ini cwo, cari mati Lo fanya dasar bodoh!!"gumam fanya dalam hati
fanya mengutuk dirinya sendiri yang bertindak bodoh lagi, selalu mendapat mendapat masalah dengan laki-laki yang berada didepannya saat ini
Billy yang menatap fanya hanya memberi senyum mengejek , ingin sekali ia tertawa sekeras mungkin didekat telinga fanya ,Namun ia urungkan karna ada Bram.
"malu deh Lo sama gue, dasar perempuan genit sok sok cari perhatian sama cwo lain"batin billy
"maa--af" kata fanya yang menundukkan wajahnya menahan malu
"hemmmm" jawab Billy dengan gumaman ,dia sungguh malas jika harus berdebat dengan fanya
"fanya ini,minumlah kamu pasti haus" Bram yang menyodorkan sebotol air mineral kepada fanya
fanya yang menatap botol itu dan kemudian menatap Bram dan tersenyum ,ia segera meminumnya
"terima kasih kak Bram"
"aku keluar sebentar ya fanya,mau ketemu dengan ketua panitia untuk memberitahukan bahwa kamu sudah sadar" kata bram
"baiklah kak"kata fanya
"dasar ganjen" celetuk Billy
"apa Lo bilang?!!"kata fanya melototkan matanya
"ganjen!! keliatan banget ya Lo naksir Bram, dimana-mana cwe kalau naksir cwo itu jaim gak kayak Lo, dasar perempuan bar-bar" kata Billy
"kenapa emangnya, biar aja gue gak peduli" ucap fanya acuh
"terserah Lo yang jelas urusan gue dan Lo belum selsai, tunggu aja gue balas Lo" ancam Billy yang meninggalkan fanya sendirian didalam tenda .
jangan lupa vote ya and like
and follow Ig : Mersi.lilycantika
to be continue
❤️❤️❤️❤️❤️❤️