
begitu terkejutnya Chelsea saat melihat ponsel miliknya memiliki banyak notifikasi yang masuk, ia mengecek satu persatu pesan yang masuk beberapa pesan berasal dari mamanya dan juga fanya yang menanyakan keberadaannya
dengan cepat Chelsea mengetik sebuah pesan untuk mamanya dan juga fanya , ia ingin memberitahukan kepada mereka bahwa sekarang keadaannya baik Baik saja. ia mencoba untuk menghubungi fanya tapi fanya tidak mengangkat telfonnya. setelah membalas beberapa pesan yang masuk ia meletakkan ponselnya di nakas, ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar itu. kamar richard cukup luas, rapi, bersih, dan sangat nyaman . ada sebuah dinding kaca yang menghubungkan langsung antara kamar dan juga balkon , tampak terlihat jelas pemandangan pohon Pinus yang berjejer rapi dan sangat menyejukkan bagi siapapun yang melihatnya, Chelsea yang merasa jenuh berada diatas tempat tidur mencoba untuk beranjak ,tetapi saat kakinya menyentuh lantai ,Richard kembali memberikan tatapan tajam kepadanya
"jangan membuatku kesal nona chelsea" kata richard dengan tegas
"ti--tidak aku hanya bosan ,aku ingin ke balkon mencari udara segar" ucap Chelsea
"ya, jangan lama-lama sebentar lagi dokter Sam datang, kamu harus di Rontgen " richard dengan tatapan dingin
"baiklah"
Chelsea segara bangkit dan berjalan dengan langkah tertatih menuju balkon ,ada rasa sakit dibagian belakang tubuhnya ,ia berusaha untuk menahan rasa sakit itu
Chelsea menarik nafas dalam- dalam untuk menghirup oksigen segar agar masuk kedalam paru-parunya ,memejamkan mata untuk kembali meresapi setiap udara yang masuk melalui indera penciumannya itu.
"sangat segar dan pemandangan disini indah sekali,coba ada fanya pasti kita akan berselfie ditempat seperti ini" gumam Chelsea
"dasar kampungan!" kata Richard yang entah sejak kapan berdiri di pintu memperhatikan Chelsea
Chelsea yang kaget dengan cepat menoleh ke arah sumber suara itu berasal
"mengapa kamu disini, pergi sana!" perintah Chelsea
"ini kamarku ,jadi terserahku mau melakukan apapun" jawab Richard dengan cuek
"dasar laki -laki ini ,ingin sekali ku robek mulutnya itu ,kurang ajar sekali dia mengatakan aku kampungan" gumam Chelsea dalam hati
Chelsea yang merasa moodnya tiba-tiba menjadi tidak baik segera melangkahkan kakinya untuk masuk kedalam ,rasanya hari ini begitu lelah untuk meladeni Richard berdebat ia lebih memilih untuk masuk kembali kedalam kamar
terdengar suara ketukan pintu yang berasal dari luar.
Tok
Tok
Tok
Richard yang mendengarnya langsung menuju pintu dan memegang handle pintu untuk membuka
ceklekkkk
"permisi tuan, dokter Sam akan datang untuk memeriksa keadaan nona Chelsea" kata asisten Lee
"cepat suruh dia masuk, aku tidak ingin perempuan itu berlama lama dikamarku" perintah Richard
dokter Sam pun masuk dan menghampiri Chelsea ,Chelsea kembali diperiksa untuk memastikan apakah ada cidera serius dibagian tulang belakangnya atau tidak. setelah mendapatkan beberapa informasi dari Chelsea apa yang mengakibatkan ia mengalami cidera dokter Sam pun melakukan Rontgen dan kondisi tulang belakangnya pun baik baik saja hanya mengalami memar dan cukup bengkak.
"kamu harus beristirahat ,jangan terlalu banyak bergerak, " kata dokter sam
"terima kasih dokter, apakah aku bisa kembali ke tenda sekarang??" tanya Chelsea dengan ragu-ragu
"ya tentu saja, tapi kamu tidak boleh mengikuti kegiatan dulu ya, cukup beristirahat saja dulu" jawab dokter Sam dengan menampakkan senyum yang sangat manis diwajahnya
"baiklah dokter, sekali lagi terima kasih dokter" ucap Chelsea dengan senyum sumngriah diwajah cantiknya
ditempat lain setelah Bram bersama dengan teamnya sampai ditenda. Bram menyuruh taemnya segera beristirahat ke tenda masing masing sementara fanya yang masih belum sadar membuat semua panitia menjadi panik terlebih Bram, ia sangat khawatir dengan kondisi fanya yang tiba-tiba pingsan pada saat mereka mencari Chelsea dan disaat bersamaan Alex bersama dengan Billy yang sedang berjalan menuju tenda sembari menikmati pemandangan sekitar dibuat sedikit terkejut tiba-tiba saja panitia menjadi heboh untuk mencari pertolongan untuk fanya. Billy dan Alex yang penasaran pun segera mendekat
"ada apa ini??" tanya Alex yang penasaran
"ada seorang adik tingkat yang pingsan saat offroad "kata seorang panitia
"benarkah?, dimana dia sekarang aku ingin melihatnya"
"ada ditenda milik Bram!!" salah satu panitia itu menunjuk tenda yang ia maksud dengan menggunakan jari telunjuknya
Billy dan Alex langsung melihat kearah yang ditunjukkan oleh salah satu panitia itu.
"ayo kita ke sana" Alex mengajak Billy dan Billy pun mengiyakan ,mereka segera menuju tenda milik Bram dan setelah masuk ke dalam tendaa, Alex pun sangat terkejut melihat seseorang yang saat ini sedang pingsan, ia pun membulatkan matanya
"fanya" Alex setengah berteriak
Bram dan Billy pun tak kalah terkejutnya saat Alex berteriak memanggil nama fanya
"kenapa dia bisa pingsan?!!" tanya Alex dengan tatapan tajam yang mengarah ke Bram
"aku juga tidak tau!! saat kami offroad ada salah satu team kami terjatuh dari mobil dan kami mengetahuinya saat fanya berteriak histeris, dan ahkirnya dia menangis terus menerus didalam mobil ,aku sudah mencoba untuk menenangkannya " tutur Bram
Alex pun mengerutkan dahinya siapa yang dimaksud oleh Bram yang terjatuh dari mobil
"siapa yang terjatuh dari mobil??" tanya Alex yang kembali penasaran
"namanya Chelsea, dia teman dekatnya fanya itu sebabnya fanya sangat histeris saat tau temannya tidak ada bersama kami lagi" tutur Bram kembali
Alex begitu terkesiap saat mendengar perkataan Bram
"apa?!! dimana Chelsea sekarang !!" teriak Alex yang tidak dapat menahan emosinya yang sudah memenuhi ubun-ubunnya
"aku tidak tau dia dimana sekarang, tadi ada seseorang yang menghubungiku dan berkata Chelsea sudah ketemu . itu sebabnya kami kembali kemari" kata Bram
"kau?!! bagaimana bisa kau langsung percaya dengan perkataan orang lain, apalagi orang itu tidak kau kenal" bentak Alex yang sudah diluapi emosi
"jangan berteriak Lex!! Lo harus tenang ,gue yakin Chelsea baik-baik aja" kata Billy yang berusaha untuk menjadi penengah diantara Bram dan juga alex
"lo gak usah ikut campur bil!! gue bakal bikin perhitungan sama ini anak, dia harus tanggung akibatnya " Alex yang mencengkram dengan erat kerah baju yang digunakan Bram
"Lo jangan main hakim sendiri Lex , lebih baik Lo hubungin Juan, biar dia yang mencari dimana Chelsea sekarang, daripada Lo marah-marah gak jelas " ucap Billy yang kembali menjadi penengah
"sialan Lo ya, kalau sampai terjadi apa-apa dengan Chelsea Lo berhadapan dengan gue!!" ancam Alex dengan penuh penekanan
"dan lo bill, urus fanya Lo kan dokter
gue mau ketemu Juan untuk mencari keberadaan Chelsea " kata Alex yang meninggalkan Bram dan Billy didalam tenda mereka hanya diam dan saling melemparkan pandangan satu sama lain .
to be continue
❤️❤️❤️