HOPEFUL

HOPEFUL
9.Seperti Kutukan



Ntah kenapa dari dulu hingga sekarang tidak ada perubahan dari usiaku 22 hingga 29 tahun tetap saja terasa aneh.


Seperti kesulitan menemukan jodoh,bukan hanya aku,Ari dan bang Zul juga mengalami hal yang sama.Kami tiga bersaudara hampir tidak menikah-menikah di usia yang cukup tua ini.Entah apa yang membuat kami seperti ini apakah karena mindset pemikiran yang tidak berubah atau karena kutukan.


Sering kali aku berpikir apakah ini kutukan untuk keluargaku.Mamaku memang semenjak bercerai dengan bapakku,dia tidak ingin menikah lagi.Padahal aku selalu berkata carilah pasangan hidup mama karena di saat tua mama pasti tidak ada yang mengurus.


Ucapku karena selalu berpikir jika kami bertiga menikah dan mengurusi kehidupan berkeluarga masing-masing siapa yang akan mengurus mama.


Dia pasti akan kesepian karena harus menjalani hidup sendiri,tak bisa ku bayangkan jika terjadi seperti itu.Walaupun kadang aku benci kepadanya.Tapi tetap aja aku kepikiran bagaimana kehidupan mama nantinya akan sendiri dan menua sendiri,pikirku.


Walaupun mama selalu tidak baik memperlakukanku tapi di lubuk hatiku paling dalam gak akan pernah tega melakukan hal itu.


Jika aku menikah,bang Zul menikah dan si Ari pun juga menikah.Kami pasti akan sulit mengurusi mama dan siapa yang akan menjaga mama.Diusianya yang cukup tua pasti akan kesulitan.


Padahal rumah saudara kami dekat dengan kami hanya saja kurang akrab,tapi namanya saudara gak bakal bisa diharapkan.Mau minta tolong sama siapa nantinya dia.


Dan entah kenapa mama yang sudah semakin menua dia jadi lebih sensitif,sifatnya menjadi kekanak-kanakan itu yang membuat dia selalu berucap tanpa sadar,


"Siapa lagi yang ngurusin aku di masa tua kalau bukan kalian(bilangin kami bertiga)"


Itu seakan dia tidak ingin melepaskan anak-anaknya untuk menjalani kehidupan masing-masing nanti setelah berkeluarga.Ntah dia berpikir walaupun kami sudah menikah nantinya ya harus tetap mengurusi dia apapun ceritanya.


Okelah memang itu suatu kewajiban anak.Tapi aku berharap dia bisa punya pasangan lagi agar dimasa tuanya dia gak sendirian dan ada yang ngurusin alias ada yang jagain dan merawatnya jika dia sakit.


Setidaknya ada tempat berbagi keluh kesah,bisa bertukar pikiran dan juga sebagai tempat curhat.


Mungkin ada trauma di diri mamaku karena masa perceraiannya itu iya karena ada kekerasan dalam rumah tangga.Memang sulit untuk menjamin apakah jika dia menikah lagi apakah bisa mendapatkan kebahagiaan.Tapi kan tetap saja kau belum di coba untuk mencari pendamping hidup yang lebih baik dari yang sebelumnya kita gak akan tau kebahagian yang dicari akan berakhir setelah kita mencoba.Memang mamaku sudah memutuskan untuk tidak menikah lagi.


Luka di setiap orang memang berbeda-beda.Kita tidak bisa memaksakan kehendak kita sementara orang lain punya traumanya sendiri.


Karena aku sendiri memiliki trauma melihat orang tuaku bercerai apalagi aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri bapakku melakukan kekerasan terhadap mamaku,itu membuatku sampai sedewasa ini sulit menjalin hubungan.Jika ada yang laki-laki yang mengajakku untuk menikah aku merasa takut.


Yang ada dipikiranku selalu apakah suamiku nantinya akan sama seperti bapakku yang kasar kepada istri atau akankah nantinya aku pun akan bercerai setelah menikah karena melihat diriku lebih mandiri dan aku tidak suka laki-laki yang tidak pengertian yang akan membuatku tidak tahan dengan hidup pernikahan...?


Itu selalu jadi bayang-bayang pikiranku dan membuatku selalu di hantui rasa takut yang berlebihan tentang kehidupan pernikahan.


Hahahaha....


yang padahal itu belum tentu terjadi padaku nantinya.


Aku hanya merasa apakah bapakku memiliki dendam dan berucap sumpahnya sendiri seperti doa yang membuat kami tidak bisa menemukan kebahagian kami masing-masing.Aku hanya meyakini pasti ada mungkin sakit hati kepada kami,keluarganya.


Saat aku pergi ke pasar untuk belanja,ada seorang wanita dia mungkin bisa menerawang.Dia bilang gini ke aku,


"Dek kamu seperti dihalangi oleh ayahmu untuk dalam hubungan percintaan supaya tidak lancar dalam berumah tangga".


Padahal kami tidak mengenal satu sama lain,dia spontan berkata seperti itu ke aku.


Aku pun heran dan terdiam seketika,kenapa dia bilang seperti itu yang membuat aku jadi takut.


Wanita tersebut pun langsung pergi meninggalkanku begitu saja.


Dari situlah seakan satu diantara dari kami bertiga tidak memiliki pasangan sama sekali hingga usia kami setua ini.Asal punya pasangan pasti putus ditengah jalan gak ada yang kokoh hubungan pacarannya sampai ke pelaminan.


Seperti aku yang sudah pacaran empat tahun kandas begitu saja dikarenakan si laki-laki yang selingkuh.Kalau percintaan si Ari yang bikin hubungannya selalu kandas yang karena perilaku si Ari yang membuat wanita tidak ada yang bertahan.


Bang Zul beda lagi kisah cintanya,dia ini paling gak terbuka dan khayalannya selalu tingkat tinggi.Kenapa ?


Karena dia hanya suka sama cewek yang cantik oke wajarlah ya dan yang terpenting sama dia cewek itu kulitnya putih.Dan yang lebih gak wajar lagi dia sukanya sama cewek yang selalu dilingkup teman pacarnya sendiri,kalau enggak yang udah beristri atau sama cewek yang kehidupannya high class.Padahal bang Zul aja gak ada kerjanya tapi ketinggian spesifikasi wanita yang diinginkannya.Awak aja berpikir mana ada cewek zaman sekarang yang mau di ajak susah.Ya gak.....? Apalagi yang gak mau berusaha...!!


Apalagi abangku yang dua itu gak ada kepikiran untuk berumah tangga.Biasa anak lain diluar sana kalau sudah ada pacar pasti ada kepikiran untuk berumah tangga.Justru abangku sama sekali gak ada kepikiran sampai kesitu.Aneh gak....?


Ini lagi tetangga kami yang samping kiri dulu sempat jadi kepercayaan mama sama bapakku.Karena dulu keluarga aku sering jalan-jalan jadikan gak merasa amanlah mama aku jadi dia percayai nih sama tetangga kami yang samping kiri tadi di titiplah kunci rumah sama mereka.


Eh taunya barang dirumah banyak yang berhilangan.Aku pun heran kenapa zaman dulu yang jagain rumah dan titip kunci selalu dipercayai sama tetangga atau sama saudara."Tolong


tengok-tengokan ya rumah kami tuh" pasti selalu terucap seperti itu dulu.


Karena mereka takut rumah mereka kemalingan padahal yang maling sebenarnya itu ya yang jadi kepercayaan tadi.Mereka aja berani masuk kerumah orang dan mengambil barang.Jadi dari banyak banyak barang yang hilang mamaku jadi tidak percaya lagi dan tidak pernah menitip kunci lagi pada tetangga kami.Ntah dari situ tetangga kami mulai berpikiran aku gak bisa ambil barangnya lagi atau karena mereka iri karena tidak memiliki barang yang seperti kami punya.Mungkin dari situ banyak doa yang gak baik yang selalu disampaikan untuk kami.


Yang buat kami sekeluarga seperti kena kutukan.Ya mungkin banyak yang gak senang sama kami padahal kami gak pernah sombong sama orang,kami aja pun miskin apa coba yang mau disombongkan dan di irikan dari kami.


Jadi intinya kami itu seperti sulit mendapatkan kebahagiaan.Contohnya kami bertiga sulit mendapatkan jodoh,rezeki kami gak ada,sulit mendapatkan kerja,menjadi malas dan tidak ada gairah hidup untuk berumah tangga.


Kadang terlintas dipikiran apakah karena di jampi-jampi orangkah atau semacam kutukan dan apakah karena doa orang yang gak baik tadi untuk kami.