
Aya yang memiliki dua abang laki-laki tidak pernah melindunginya.Saat Aya mendapat perlakukan bullying di sekolah dasar(SD) sama tempat mengaji.
Padahal Aya dan Ari disekolahkan dan mengaji ditempat yang sama,tetapi Ari tidak perduli sama sekali terhadap adiknya.
"(kepala Aya dipukul pakai botol berisi air) Aaaakhh sakiiiit.....! Pakai otak kalau mukul",kata Aya sambil menahan sakit.
"Udah jelek hitam lagi koq bisa hidup kau....!!! Kalau jelek udah di rumah aja",Ucap kata anak laki-laki yang melakukan bullying.
Anak laki-laki tersebut beda kelas tapi sesama angkatan sama Aya.Namanya Fikram.
Fikram memukuli kepala Aya sampai 10 x.Yang dia saja tidak sadar sampai berkali-kali Mukuli kepala Aya.
"(Nangis).....Awas kau ya !!!" kata Aya.
Keesokan hari Aya melapor ke mama dengan rasa sedih antara mau cerita apa enggak,karena Aya juga gak terima perbuatan Fikram jadi Aya beranikan diri untuk bilang.
"Mak,semalam kepala Aya dipukuli pakai botol air sama ada anak laki-laki,dia gangguin Aya mak.memang dia paling bandel disekolah",ucap Aya dengan berlinang air mata.
"Jadi si Ari kemana pas kau dipukuli gitu...?" kata mama sambil heran.
"Gak tau...mungkin main sama temannya",kata Aya.
"Ya udah besok mama datang bilang sama kepala sekolahmu",ucap mama.
Akhirnya mamanya datang juga ke sekolah Aya karena kasus itu.Aya kira mamanya gak akan peduli seperti biasa.
"Bu gimana anak saya kemarin kepalanya dipukuli pakai botol air,itu bagaimana?" kata mama.
"Siapa yang mukulin Aya....?" tanya Bu kepala sekolah ke Aya.
"Si Fikram Bu,yang mukuli kepala Aya sampai berkali-kali",ucap Aya.
"Sebentar ya,ibu panggil dia dulu...!!!
Bisa-bisanya dia ngelakuin gitu padahal masih SD",kata ibu kepala sekolah sambil marah.
Dan akhirnya Aya di pertemukan sama Fikram.Saat bertemu Aya benar-benar kesel sama marah lihat Fikram.Ibu kepala sekolah langsung menyuruh mereka bersalaman dan Fikram harus meminta maaf dengan berjanji agar tidak mengulangi perbuatannya.Mereka bersalaman tapi Aya merasa tidak puas.Tapi permasalahan itu terselesaikan.
Untuk kedua kalinya Aya mendapat pembullyan dari teman laki-lakinya di tempat mengaji.
"Hei,sini kau....! jangan pergi(Sambil membawa kertas yang tebal berbentuk tongkat dan bisa dibuat memukul)",kata Azis.
Azis itu adalah anak laki-laki yang mengganggu Aya saat di jalan pulang setelah mengaji.Padahal Aya anak yang tidak banyak bicara saat beranjak remaja dan tidak punya teman laki-laki.Dia hanya berteman dengan perempuan saja
Padahal Aya posisinya sedang di bonceng naik sepeda sama Ari.
"(Keplak)....Suara bunyi tongkat kertas tersebut mengenai tangan sisi kanan Aya sambil ngomong kotor",perbuatan Azis.
"Aaakh....Apaan sih,maksud kau apa hah...!!" kata Aya dengan kesal.
Aya yang gak pernah ganggu orang tapi kenapa Aya selalu di ganggu orang sekitarnya dan Aya selalu diusik.
Di kira Aya,Ari akan membelanya.Setelah mengadu karena mereka satu boncengan dan Ari pun tau kejadiannya tapi dia justru bilang.
"Turunlah kau ya,aku mau pulang duluan",kata Ari.
Waaah.....ada ternyata Abang yang tak perduli dan tidak membela adiknya sendiri saat dibully.Memang banyak terjadi di masyarakat umum.
Aya pun langsung tercengang karena Ari berkata begitu.Setelah Aya menahan emosi melihat tingkah abangnya sekaligus teman ngajinya.Aya pun turun dari sepeda.Dan Aya langsung membalas apa yang dilakukan oleh Azis .
"Sini kau kalau berani.....!!! (Datangin Azis,langsung narik kerah baju Azis lalu menunjang *********** dengan keras karena Aya ingat itu kelemahan
laki-laki)".Ucap Aya sambil tersenyum sinis dan puas melakukannya.
"Mampus kau kan.....! hahahhaha" lanjut Aya.
Azis pun menahan rasa sakit dan langsung kabur dari Aya yang berani melawan tindakannya.
Dua hari berlalu saat jumpa Aya dingaji,justru Azis yang menghindarinya.Kali ini Aya sendiri yang menyelesaikan kasus bullying itu tanpa perlu bantuan Abang atau siapa pun.
Aya yang sudah remaja dan berani tanpa takut siapa pun.Dia melatih mentalnya dan selalu berpikir tidak ada yang menyelamatkan dia selain dirinya sendiri.
Sejak Aya mulai dewasa,Ari suka cari masalah dan ribut sama Aya dirumah.Perkaranya sepele Ari yang bisa melakukannya sendiri,tapi justru Aya selalu disuruh-suruh sesuai kemauannya.Urusan surat lamaran saat Ari mau melamar pekerjaan juga Aya yang disuruh membuatkan kalau kurang puas hati Ari,pasti ada saja kesalahan yang dicarinya agar Aya mengulang kembali apa yang dikerjakannya.
Aya saat itu selalu menahan emosi agar tidak terjadi pertengkaran.Karena Aya posisinya tidak bekerja dan hanya membantu mama menjahit.
Tapi suatu hari dimana Ari selalu marah-marah dirumah,marah tidak jelas ntah apa permasalahan.Terkadang masalah kecil jadi besar sama Ari.Pergaulan Ari di luar rumah sudah salah,Ari justru memakai benda-benda terlarang dan mengkonsumsinya.Itu membuat tingkahnya labil dan suka marah-marah dirumah tanpa sebab.
Dan akhirnya Aya yang sudah lama menahan emosi.Terpancing untuk menjawab Ari pada saat Aya lelah melakukan apa pun yang disuruhnya.
"Ya belikan rokok sama buatkan aku kopi",kata Ari dengan angkuhnya.
"Koq aku yang terus-terusan kau giniin ya.Beli rokok kau sendiri sama buat kopimu sendiri,tangan kau gak ada ya...!!!",ucap Aya begitu muak dan marah.
"Apa kau bilang......! Oh gak mau kau ngelakukannya,ku bunuh kau nanti ya ?"kata Ari.
"Coba aja",jawab Aya dengan berani.
Tanpa pikir panjang Ari langsung nyecek lehek Aya dan Aya membalas dengan menunjang ***********.Karena itu adalah metode yang mudah melumpuhkan lawan.Ari pun melepaskan tangannya lalu dia menahan rasa sakit.Setelah itu Ari pun langsung masuk kamar dengan membanting pintu dengan keras.Ari pun malas melanjutkan pertengkaran karena tau Aya berani melawannya.
Aya justru dimarahi mamanya karena tidak nurut dan membuat masalah seperti itu.Bukan malah Aya yang dibela.
"Itulah anehnya".
Dari kejadian itu lima hari Aya gak mau cakapan sama Ari.Aya pun justru senang karena gak bakal di suruh-suruh olehnya.
"Jangankan orang luar bahkan orang yang paling dekat denganmu bak keluarga sendiri bisa jadi musuh dan membuatmu jadi tidak nyaman".
"HARUSNYA RUMAH ADALAH TEMPAT BERLINDUNG JUSTRU SEBALIKNYA,SEBAGIAN ANAK RENTAN DAN TIDAK JARANG JADI KORBAN BULLYING".