HOPEFUL

HOPEFUL
8.Ada Keinginan Untuk Mati



Terkadang disaat ujian datang bertubi-tubi itu membuatku jadi lemah tidak berdaya dan tidak tau apa yang harus dilakukan.Menangis menjadi cara terbaik meluapkan semua amarah dan rasa bosan.Emosi pun jadi naik turun bawaannya ingin marah tapi gak terlampiaskan.


Selalu saja yang ada di pikiran "Kenapa aku tidak mati saja daripada menyusahkan orang lain".


Sampai aku berpikir kenapa banyak orang yang ingin bunuh diri itu ya karena tekanan hidup yang tak ada habisnya.


Ingin rasanya ikut ke jalur ini tapi ada ketakutan untuk tidak menyakiti diri sendiri.Bahkan rasanya gak tega.


Kalau bisa menghilang mungkin ini cara paling ampuh lari dari kenyataan dan gak perlu kembali lagi.


Terkadang apakah tuhan tidak mendengarkan jeritan hati manusia atau membiarkannya...?


Gelapnya kehidupan yang dijalani bahkan tak ada setitik cahaya terang menyinarinya.


Ntah kapan bantuannya datang atau pun mungkin tak akan datang menghampiri manusia yang sedang kesusahan.Seperti gak ada istilah malaikat penyelamat.


Aku yang tidak memiliki pekerjaan dan selalu berusaha tapi seakan ada tembok besar yang menghalangiku untuk mendapatkan pekerjaan.Seolah apa yang aku inginkan sulit untukku capai.


Sumpah frustasinya disitu gak ada jalan keluar.


Melihat masalah keluarga yang sebenarnya bisa selesai tapi karena manusianya itu sendiri,seperti si Ari tidak mengerti dia kalau di rumah tak datang rezeki ada aja tingkah yang dia buat yang membuat orang palak lihatnya.Udah si bang Zul pun gak berpikir untuk nyari pekerjaan supaya bisa bantu mama.Harusnya dia jadi anak pertama lebih bertanggung jawab dengan bekerja keras.Justru aku anak cewek dulu bekerja satu harian pulang malam udah macam aku anak laki-lakinya di rumah karena sekarang aku lagi nganggur aja perkara semua kerjaan pakai kontrak,gak ada ongkoslah atau gak ditempat kerja selalu gak nyaman(toxic).Ini bang Zul malah memanfaatkan tenaga orang saja,rugi dia rasa mengeluarkan tenaganya.


Gimana gak stress di rumah menghadapi manusianya.Diluar pun bekerja ada aja yang gak suka,yang gak senang dan yang iri hatilah.


Jadi serasa dunia yang dijalani gak ada indah-indahnya.Hahahaha


Terkadang kita yang selalu disisi Tuhan pun belum tentu jalan yang kita lalui akan di beri kehidupan yang mulus sesuai dengan yang kita inginkan selalu ada cobaan dari setiap usaha.Bagiku jalan kehidupan kami begitu bercabang-cabang gak hanya satu jalur.


Seakan dunia ingin menghancurkan.


Keadaan pun bukan makin membaik justru makin memperparah suasana.


Kemiskinan terus melanda keluargaku.Tak ada yang ngerti dan tak ada bala bantuan.Sementara aku ingin mengubah hal tersebut karena rezeki tak kunjung datang.Tapi tidak menemukan jalan keluar.Seperti kami diam di tempat.


Orang lain sudah melalui banyak hal hingga sukses,tapi kami seperti tidak bergerak sama sekali.Gitu-gitu aja seterusnya......


Gak adil memang tapi mau bagaimana lagi selain berusaha mau menyerah gak bisa,kehidupan terus berjalan.


Kematian yang diinginkan pun tak kunjung datang.Malaikat pencabut nyawa pun seakan menunda.


Padahal dosa masih banyak tapi rasanya udah pasrah sama kematian.


Kadang aku berpikir orang yang justru tidak ingat Tuhan yang selalu kejalur maksiat dan mencari rezeki yang tidak halal tapi kenapa mereka selalu mendapatkan rezeki yang lancar dan kehidupan yang mulus.


Tapi sudahlah itu rezeki orang pasti berbeda-beda.Ntah kenapa seakan sulit banget bagi kami untuk mendapat rezeki.Bahkan untuk rezeki diri sendiri juga susah.Berusaha sudah,actionnya juga udah.Mungkin hanya ujian saja dari yang diatas saja supaya kami harus bersabar kali ya...!


Melihat tetangga toxic,teman toxic,tempat kerjaan toxic dan keluarga juga toxic,itu membuatku semakin tidak menemukan arah kebaikan yang seperti aku harapkan.Setidaknya di pertemukan dan didekatkan dengan


orang-orang yang baik.


Bahkan saat stress dirumah aku selalu berharap bisa mati secepatnya dari pada jadi makhluk yang tidak berguna dan selalu berharap kiamat segera datang hahahaha.....


Atau sebuah bencana besar yang membuatku bisa kehilangan nyawa.Hanya itu harapanku saat di rumah dengan begitu banyak masalah yang menimpaku juga keluargaku.


Mau mati aja terasa sulit,padahal yang kuharapkan adalah kematian tapi kematian aja enggan untuk menjemputku entah kenapa....?


Pas azan kadangkan sengaja ini ngucap cepat mati aja napa? Maksudnya biar di ijabah sama malaikat.Itu pun seperti gak didengarkan oleh malaikat.


Hidupku seperti ibarat pepatah


"Hidup segan,mati tak mau".


Harapanku hanya saat aku mati jika pun akan bereinkarnasi kembali jangan sampai di beri kehidupan yang sama seperti ini setidaknya bisa lebih bahagia dan tidak menghadapi kehidupan yang serba sulit.


Memang kita tidak bisa memilih kehidupan seperti apa yang kita inginkan ?


Tapi setidaknya jangan terulang kembali hal seperti itu.


Musibahku pun banyak kali sampai kadang heran kenapa cobaan yang selalu kuhadapi gak kelar-kelar sampai aku berpikir pingin sekali bunuh diri tapi aku selalu tidak mampu melakukannya dan mikir dosanya juga berat untuk ditanggung.


Apalagi tuhan paling membenci hal seperti itu.Tapi kayak gak ada jalan lain selain pilihan itu.


Kalau dipikir-pikir dulu udah pernah hampir mati kenapa gak pasrah sama keadaan aja.Justru malah berusaha untuk menyelamatkan diri.


Padahal dulu aku masa SD,waktu berenang bersama teman sekelas dikarenakan ada tugas sekolah untuk nilai olahraga.Sempatlah aku tenggelam tapi itulah Tuhan masih aja sayang samaku.Ada teman laki-laki yang menarik tanganku ke atas permukaan dekat pinggir kolam dan akhirnya aku pun diselamatkannya.


Dalam hati kenapalah di selamatinnya aku saat itu.Padahal dulu kalau gak diselamatinnya pasti berakhir seperti itu gak bakal sampai dewasa gini nahanin pahitnya penderitaan.


Memang saat kecil gak ada berpikiran untuk mati.Saat dewasa gini aja pingin mengakhiri kehidupan.


Kejadian kedua saat pulang kerja pada saat bulan puasa mendekati hari raya,biasanya kan memang bawaannya panas kalau mendekati hari-H asik ada aja kecelakaan.Jadi aku sempat tabrakan motor hingga membuat wajah dan badanku hancur penuh luka,disitu juga dadaku terhempas ke aspal nafasku udah sesak saat itu.Aku berpikir kenapa saat itu gak di ambil aja sekalian nyawaku sama tuhan jika dia benaran sayang.Jadi gak perlu nahan sakit double lagi.


Semenyerah itu rasanya....!


Gak ada semangat hidup.


Tapi bagaimana pun karena masih dikasih kehidupan mau gak mau harus tetap dijalani,berharap suatu hari ada perubahan.Badan pun harus di isi dengan asupan agar tetap kuat menghadapi kenyataan.


Aku hanya bisa terus berusaha lagi dan lagi tanpa henti....


Gak tau sampai kapan.


Yang terpenting bisa mengubah jalur kehidupan menjadi lebih baik lagi dan gak perlu ngerasain pahitnya kehidupan.


Semoga di beri kesempatan dan semoga harapan ku bisa tercapai walaupun dikabulkan cuman sekali.