HOPEFUL

HOPEFUL
6.Rezeki Datang



Rezeki keluarga Aya tergantung dari jahitan Baju yang datang.Kalau musim kawin pasti banyak orderan seperti buat kebaya,kalau lebaran banyak jahit gamis sama seragaman satu keluarga dan natal pasti lumayan yang jahit kebaya untuk ke gereja.


Aku tidak jarang membantu mama seperti memasang payet.Yang membuat nilai baju tersebut jadi terlihat lebih mahal.Sesuai dengan harga bajunya.


Belajar Payet juga aku lakukan secara otodidak tanpa kursus.Begitu melihat pakaian yang sudah di pasang Payet,aku langsung meniru cara memasangannya.Hanya mengikuti pola yang ada atau imajinasi sendiri aja yang cocok dengan kain dan bentuk baju yang pas untuk dipayet.


Terkadang upahku selalu diambil mama.Cuma upah untuk beli paket internet sama untuk beli jajan yang dikasih.Itupun sedikit tidak banyak.


Mama yang hanya bisa menjahit tapi tidak bisa memayet.Sementara Aya bisa jahit tapi bajunya sendiri belum berani megang kain orang.Dia hanya bisa memasang Payet dan membantu yang dia bisa saja seperti masang kancing dan mengesum jahitan pinggiran.


Aya cuma bisa pasrah kalau upah yang dikasih tidak sesuai.Bahkan tempat lain kalau anggotanya yang pasang payet pasti dapat upah yang sesuai.


Aku tidak bisa pergi melamar kerjaan dikarenakan uang yang di kasih tidak cukup untuk ditabung yang bakal jadi ongkos dan yang membuat aku harus bersabar lagi.


Mamanya juga sengaja supaya Aya tidak memiliki uang agar dia tidak bisa pergi untuk mendapatkan pekerjaan supaya yang jadi pembantu dirumah adalah Aya.


Aku berusaha keras setiap disuruh belanja agar menyimpan sedikit uang agar tidak selamanya terjebak oleh perbuatan mama.


Makanya aku selalu berdoa agar yang jahit selalu rame karena bisa menyisihkan sedikit uang.


Disaat rame pun uang panjar atau ada yang melunasi jahitannya pun selalu yang dipikirkan anak tercintanya Ari.


Uang sudah diambil tapi itu membuatnya jadi malas untuk mengerjakannya.Jahitan terkadang terbengkalai karena mama selalu mengerjakan bahan jahitan yang belum membayar sama sekali karena dia butuh uang lagi.


Banyak juga langganan mereka jahit yang sering berbohong.


Mama sering dibohongi oleh orang-orang jahit dari kapan siapnya sudah ditentukan tanggal akan diambil tanggal sekian,sudah siap jahitan justru langganan tersebut tidak mengambil jahitan tersebut.


Jadi mama sering kesulitan karena uang jahitan masih nyendat dibayar.Sementara sehari-hari harus belanja untuk dimakan.Ada lagi langganan yang sudah mengambil jahitan tapi mereka pura-pura tidak membawa uang.Padahal kalau ngambil jahitan pasti kita sediain uangkan.Tau nya dibilang langganan kami.


"Bu,saya bawa aja dulu jahitan ini nanti saya langsung balik kesini untuk ngasih uangnya" Ucap pelanggan.


"Koq bisa kau lupa bawa uang sementara kau mau ambil jahitan....?" kata mama.


"Iya lupa saya tadi bu....... karena buru-buru(alasan)", sahut pelanggan.


"Ya udah bawalah... tapi ingat balik lagi kau ya soalnya kami belum masak jadi belum belanja karena ibu berharap dari upahmu ini",kata mama.


"Iya bu pasti saya balik lagi ke sini",jawab pelanggan.


Setelah jahitan yang sudah siap tadi di bawa pulang oleh pelanggan.Aku merepet sama mama kenapa mama kasih jahitannya kalau dia belum bawa uang nanti kita ditipu loh....?


Ternyata benar setelah lima jam ditunggu-tunggu oleh mama dan Aya tidak kunjung datang pelanggan tersebut.


"Tuh kan Mak.....lain kali siapa pun pelanggan mama yang jahit harus di akali supaya mereka jangan seperti ini lagi.Kalau dia tidak membawa uang sementara jahitan sudah siap,suruh orang tersebut kembali ke rumah untuk ngambil uangnya baru dia balik ke rumah kita.Oke" Ucap Aya sambil marah.


Keesokkan harinya pelanggan datang ke rumah dan bilang,


"Bu,maaf ya semalam gak sempat ke rumah ibu ngantar uangnya.Karena saya pergi dulu ke undangan ?" Kata pelanggan.


"Kau ya gak mikir ibu nunggu-nunggu kau berharap diantar uangnya biar bisa belanja.Jadi saya harus ngutang ke kedai karena kau dek ...!!"Ucap mama yang sedang marah.


"Iya bu maaf saya gak bakal gitu lagi(kasih uang dan pamit pulang)" jawab pelanggan.


Setelah pelanggan pulang Aku bilang ke mama "Tuh lah udah gak sanggup jahit untuk apa bela-belain jahit,gak ada uang yang iyanya dia mak".


Iya lah memang karena tak ada uang makanya dia gak ngambil jawab mama.


Ada lagi pelanggan yang sudah kami siapkan jahitannya taunya tiga bulan baru diambil.


Yang tah bohong dia mau ngambil tanggal sekian ya bu.Pas hari-H nya tak diambil.Nonggok lagi itu jahitan di rumah tak diambil-ambil.


Ada lagi yang jenis pelanggan utang.


"Bu saya mau ambil jahitan di tanggal sekian.Tapi saya cuma punya uang sekian,bisa gak saya utang dulu sampai gajian bulan depan minta tolong kali saya bu...?" Ucap pelanggan.


"Aduh lama kali la dek,tapi ya udahlah(sambil mikir sayang kalau gak diambil bisa untuk pegangan bulan depan)...!


jangan sampai gak kamu bayar ya dek?" Kata mama.


"Iya bu pasti bulan depan begitu gajian langsung saya setor ke ibu",sahut pelanggan.


Setuju mama dan diambil lah jahitan tersebut.Nunggu lah kami sampai bulan depan dan untungnya kali ini tidak berbohong karena orang tersebut datang untuk menyerahkan uang sisa pembayaran.Dah selesai.


Ada lagi pelangan yang sudah teman lama mama,yang selalu minta korting harga padahal harga yang di buat mama juga sudah dikorting karena harga kawan.Mama tidak membuat mahal jahitan tersebut justru sudah tergolong murah.Untung karena dia teman lama mama.Jadi sudah mengerti pelanggan yang satu itu.


Ada juga yang nitip bahan,tapi bertahun-tahun baru teringat dia jahitannya.Pelanggan tersebut nitip bahan tapi gak mau di ukur dan gak mau dia kasih tau mau model seperti apa bajunya.


Setelah tiga tahun pelanggan tersebut ingat ada bahan kain yang ditinggal di tempat kami.Itupun karena ada saudaranya yang mau pesta dan warna kainnya pas dengan warna yang akan dipakai sama dengan saudaranya yang pesta.Barulah pelanggan tersebut datang dan mau diukur.


Kalau tidak begitu tidak bakal di inget lagi oleh pelanggan itu.


Banyak jenis pelanggan kami dari yang aneh sampai yang baik.


Ada yang pelanggan yang baik,baik banget.Suka memberi bahan pokok yang kami butuhkan dari dulu sampai sekarang mereka pelanggan tersebut tetap baik kepada kami.Dan kami juga memberikan pelayanan terbaik untuknya,hingga pelanggan tersebut tidak pernah pindah menjahit karena sudah cocok jahitannya dengan pola mama.


Kami selalu bersyukur jika pelanggan itu yang selalu menjahit.