HOPEFUL

HOPEFUL
1.Tak di Harapkan



Saat kecil Aya seperti tidak diharapkan mamanya selama dikandungan.Mamanya pernah bercerita kepada Aya pada saat duduk di bangku kelas tiga SD yang sudah sangat mengerti perkataannya.


"Aya.....sini mama mau cerita!!!" panggil mama.


"Iya Mak" sahut Aya dari jauh.


"Dulu pas kehamilan mama yang terakhir(bilangin Aya),mama kira anak laki-laki yang keluar sesuai prediksi dokter sama suster yang ngeUSG." kata mama.


"Selamat ya Bu,anak ibu berjenis kelamin perempuan pada saat lahiran",kata Dokter dan suster sambil tersenyum.


"Apa dok,perempuan.......? Sini lihat suster.Saya mau lihat dulu(terharu)...!",kata mama yang tidak menyangka.


Padahal pas cek USG di prediksikan anak laki-laki yang akan keluar tapi Allah berkata lain,anak perempuanlah tepatnya.


"Mama hampir mau gugurin kehamilan terakhir ini karena mama ingin anak perempuan,bukan anak laki-laki lagi.Soalnya dokter sama suster itu juga yang bantu dua kali persalinan mama pas abangmu yang lahir".seru mama.


Lanjut ucapan mama tanpa sadar membuat Aya tersinggung.


"Sempat mama kerja berat biar kelelahan.Supaya gugur dengan sendirinya",ucap mama.


Aya ngerasa nyesek dengarnya.


"Jadi sekarang diharapkan atau gak Mak...? Apalagi kalau Aya bisa ngubah kondisi,gimana menurut mama !!" kata Aya.


Mama yang cuma bisa diam membisu dengerin kata Aya.


Saat Aya mulai masuk ke SMA,terulang lagi bahwa mama selalu pilih kasih antara Aya dan Ari(Abang keduanya).


"Mak,Aya masuk ke SMA(dirahasiakan) itu ya soalnya bagus disitu ?" ucap Aya.


"Gak,gak usah disitu.....!!! Lebih bagus SMA(dirahasiakan) itu aja" sahut mama.


Mendengar itu Aya langsung berkecil hati dan tidak semangat.


"Mama ya,asal Aya minta sesuatu kenapa gak pernah bilang iya karena apa yang aya minta juga itu kemauan Aya sendiri.Apa mama ya yang mau sekolah...?" kata Aya.


"Bukan gitu.....udah nurut aja lah !" sahut mama.


"Siapa dari kalian yang dapat juara mama kasih hadiah",kata mama.


Saat Aya benar-benar membuktikan kalau dia mampu,tiga kali berturut-turut juara kelas tapi gak pernah dikasih hadiah.


"Mak.....!! diisuruh wali kelas mama datang hadir untuk ngambil rapot",ucap Aya sengaja biar dilihat.


Karena mamanya gak pernah lihat rapot Aya selama dia sekolah.Ada ya orang tua kayak gitu...!!! Gak habis pikir.


"Mama gak bisa ya,Aya kan tau mama jahit untuk nafkahi kalian tiga.Mana sempat mama ke sekolah ngambil rapot nanti gak dapat uang kita kalau gak siap jahitan ini,Aya aja ya".Kata mama.


Aya seketika kecewa,selama dia SD sampai orang tuanya cerai.Mamanya gak pernah kasih perhatian khusus untuk Aya.


Seakan Aya dituntut untuk mandiri sejak kecil sampai dewasa.


Sementara saat Aya lihat album foto lama,saat Zul(Abang pertamanya) dan Ari setiap ada kegiatan sekolah mamanya selalu ikut andil.Seperti acara lomba menggambar mamanya pun datang dan pada saat Zul jalan-jalan sama mama berfoto di acara pertunjukkan lumba-lumba.Saat Ari ada acara Pramuka juga mamanya nemani ngantar.Hanya Aya yang tidak ada kenangan di foto lama.


"Terkadang aku berpikir...Apa aku anak pungut atau beneran anak mamaku ya....?",pikiran Aya.


Kasih sayang tidak pernah ku dapatkan dari orang tua,ditambah lagi sudah bercerai.Sosok ayah tidak pernah aku rasakan.


"Saat melihat anak perempuan berbelanja sama ayahnya apalagi bersenda gurau.Selalu dalam hati kapan bisa seperti itu....?


hahahaha mimpi jangan sampai kejauhan Aya....!!! Pasti selalu terucap dalam hati seperti itu. karena keluargaku tidak utuh lagi".Ucap Aya dalam hati.


Mamanya Aya hanya memperdulikan Abangnya Ari.Kalau abangnya si Zul sering malah iri dengan Ari,karena perlakuan lebih mama hanya berfokus untuk Ari saja.


Karena apa yang di inginkan Ari harus di penuhi mamanya.seperti minta uang atau pun barang.


"Mama menginginkan anak perempuan,tapi kenapa memperlakukannya acuh seakan tidak peduli",kata Aya namun tidak pernah bilang langsung.


karena Aya pasti sudah tau jawabannya,"Kalau bukan begitu....!!!,


pasti andalannya diam membisu".