HOPEFUL

HOPEFUL
20.Penuh Dengan Harapan



Kepulanganku dari Paris singgah dulu ke Korea untuk mengambil barang-barang yang dibeli oppa sekalian bawa barang dari Paris juga.Terlalu banyak barang jadi harus dipaketkan dari Korea ke jakarta.


Ternyata oppa mau ikut denganku saat aku mau pulang ke jakarta.Oppa gak bilang kalau dia libur sampai empat hari.Di hari ketiga kami kebanyakan ngehabisi waktu di pesawat karena penerbangannya cukup lama.Jadi satu harinya lagi dia ingin menghabiskan waktu bersamaku.Otomatis setelah masing-masing bekerja kami pun harus pacaran jarak jauh(LDR).Padahal aku sangat membenci LDR,tergantung sih sebenarnya.Kalau pasangannya bisa dipercaya bakal tetap baik-baik aja hubungannya.


Semoga oppa tipe yang setia.Akhirnya aku pulang juga ke Jakarta ditemani oppa(tersenyum bahagia).Kami pun sampai jakarta pukul tujuh pagi di hari ke empat.Aku membawanya ke hotel yang bagus,tapi jarak mess aku sama hotel oppa tuh jauh sekitar 20 menitan kalau naik taxi online.


Gak apa-apalah....


Aku yang harus pulang cepat ke mess karena harus kerja jadi aku meninggalkan oppa dulu.Setelah aku sampai di kerjaan aku membagikan oleh-oleh yang aku bawa untuk teman kerjaku dan spv-ku.Di tempat kerjaaanku kedua begitu juga .Aku tidak lupa bilang ke oppa jika mau kemana-kemana nanti kasih tau dan kabari aku.Kalau tidak tau sesuatu juga bilang,aku pun khawatir juga dengannya.Oppa nanya dimana lokasi kerjaku,aku beri tahu padanya.Rupanya dia ingin melihatku bekerja.Pekerjaankukan di lapangan.Oppa pun melihat ku bekerja setelah aku beristirahat.Dia nyamperin aku saat itu juga.Aku pun memperkenalkan oppa ke temanku.Mereka antusias


bertanya-tanya pada oppa.Aku pun jadi penerjemahnya.


Makan siang barenglah kami semua,oppa yang traktir hahahaha. Berceritalah oppa,apa aku lelah atau membutuhkan sesuatu?


Aku yakin oppa pasti gak tega lihat aku yang kerja lapangan seperti itu.Kemudian dia berkata,bagaimana kalau dia aku bawa ke Korea gak perlu bekerja katanya hanya perlu duduk manis dirumahnya?


Mana mungkin aku tidak bekerja.Sementara aku udah biasa bekerja,jika tidak bekerja kepalaku yang pusing.


Oppa juga tahu kalau aku bekerja lagi setelah selesai dari kerjaanku yang pertama ini.Jadi aku tidak bisa menemaninya jalan-jalan sekitaran jakarta.Aku merasa bersalah padanya karena tidak memiliki waktu bersama.


Tapi tidak masalah untuknya,aku aja yang gak enak hati.Lanjut lagi aku bekerja sedangkan oppa pergi ke Monas tempat yang aku usulkan agar saat di Jakarta dia tidak bosan karena terus menungguku.Dia bilang saat aku pulang kerja dia yang akan menjemputmu lalu mengantarkan ku ke tempat kerjaku yang kedua.


Jeon gi oppa benar-benar memiliki sifat yang sangat penyabar.


Padahal oppa tidak suka melihat aku mengerjakan semua pekerjaan tanpa istirahat yang cukup.


Entah kenapa oppa punya niat untuk menikahiku di bulan februari.Itu adalah bulan kelahiranku.


Saat pulang kerja aku beritahu ke oppa dia pun datang dengan taxi online dan membawaku ke tempat kerja kedua.Dalam perjalanan dia bilang abis aku gajian akhir bulan harus resign,'Oppa ingin menikahimu' ucapnya.


Haaa serius oppa....!! Apa oppa bercanda.Baru mau jalan tiga bulan kita kenal,oppa udah memutuskan dengan matang belum?


Nanti yang ada kita kurang mengenal satu sama lain jadi gak cocok dan harus berpisah,aku gak mau kejadiannya seperti itu.Lagian belum ada satu tahun kita kenal oppa !!


Yakin....?


Dia terus mendengarkan perkataanku dan menjawab,aku yakin banget.Kita hanya perlu saling memahami,saling mengerti dan saling melengkapi.Benar gak?


Jika kamu salah aku akan beritahu sebaliknya seperti itu kalau aku yang salah beritahu juga.Yang paling terpenting saling mengingatkan.


Aku tau kamu sedikit keras kepala tapi aku gak keberatan sama sekali justru aku akan belajar menghadapinya.Gak perlu lama kita mengenal jika sama-sama yakin jagiya? Aku tau gak mudah.


Kita bisa menyatukan hati seiring waktu saat kita bersama.


Lagipula usiaku juga sudah matang untuk berumah tangga.Oppa gak mau sendiri terus jagiya.Bahkan kami bicara sambil keluar dari taxi.Supirnya sampai keheranan melihat kami,gak siap-siap ngobrolnya hahahaha.


Setelah oppa siap mengomel aku pun langsung mengambil tangannya untuk Salim memang pengalihan tapi itu membuatnya tertawa.


'Yaaaah jagiya...aku mau bicara lagi?'


'Iya nanti malam kita lanjut ngobrol lagi....oke.Aku gak ada waktu'.


Hmhmmm oppa hanya bisa menarik napas melihatku yang sibuk bekerja.Dia pun pergi mencari tempat lain untuk dikunjungi.Tujuannya adalah pantai ancol,museum fatahillah dan kota tua.Oppa searching tempat yang populer di jakarta,tiga tempat itu yang menjadi pilihnya.Sambil menungguku pulang kerja.


Tempat pertama yang dikunjunginya pantai Ancol karena dilihatnya di google pemandangan sore hari lebih indah.Kebetulan saat itu sore hari.Sayang Aya gak ada disini,ucapnya.


Menjelang malam oppa menuju museum fatahillah.Udah pasti di sana dia bisa melihat rumah peninggalan sejarah berkeliling setelah puas.Pukul sembilan malam dia pun gerak lagi ke tempat terakhir.


Kota tua tujuannya.Disini lebih seru lagi,gak hanya peninggalan sejarah aja yang bisa dilihat tapi bisa mencoba bersepeda.Apalagi sepeda yang digunakan seperti zaman dulu punya yang sudah dicat berbagai warna biar menarik dia pun berkeliling sekitar kota tua.Berfoto-foto dengan bangunan sejarah juga tidak ketinggalan.


Dia suka ditempat terakhir ini karena begitu ramai pengunjung.Lampu-lampu yang menghias kota tua itu semakin menarik.


Jam sepuluh malam aku pun pulang untuk nyamperin oppa.Saat aku menelpon oppa berada di kota tua.Aku langsung mendatangi lokasinya.Akhirnya kami berjumpa juga.Sengaja aku bawa baju ganti supaya gak pakai baju kerjaan saat ingin jalan-jalan malam dengannya.


"Jagiya....Bogo sipeo(sayang,aku merindukanmu)? Aaaaaa"


Sambil memelukku.


"Nado(aku juga)" jawabku.


Oppa mengajakku ke Skye bar & restaurant untuk makan malam disana.Waktunya dinner...!


Aku mengira oppa sudah makan duluan ternyata hanya jajan doang.Kebetulan aku laper banget hahahaha


Aku aja yang tinggal di Jakarta belum pernah ke restoran itu memang terkenal.Makanya aku semangat mau makan kesana.Oppa emang is the best kalau pilih tempat(sambil tersenyum).


Sesampainya disana,aku gak nyangka banget tempatnya ternyata bagus.Pemandangan malamnya indah kali.Bisa melihat lampu-lampu kota.Desainnya seperti ujung kapal.Cakeplah pokoknya.Soalnya aku baru tau pertama kali ke tempat itu hahahaha


Banyak turis yang berdatangan ke tempat restoran ini.Setelah pesan makan kami menunggu sebentar sambil lihat-lihat dan berfoto.Begitu makanan datang kami pun makan langsung karena kelaparan.Kami menikmati tempat itu sampai tutup gedung wkwkwkwk.


Oppa sedikit cemburu saat kami di situ.Ada beberapa bule yang melihatku.Lalu di merangkulku saat duduk berdua.Padahal aku gak memperhatikan sibule hehehehe


Oppa berbisik 'dia gak sadar dilihatin?'


Mungkin karena Aya jelek kok bisa pacaran sama oppa kali?


Yaaaah itu karena kamu cantik jagiya.Makanya dilihatin mereka.Aku gak mau ada yang merampas kamu jagiya?


Ini ya oppa 'udah dapatin oppa aja aku syukur banget !' aku gak peduli mereka lihatin.Yang aku lihat hanya oppa.


Aaaaaaaah jagiya......aku langsung dipeluk oppa.Meleyot oppa dengar kata-kataku hahahaha.


Peringatan tutup disampaikan para staf restoran.Kami berdua pun pulang.Oppa menahanku agar tidak pulang ke mess.Justru ingin membawaku ke hotel tempat dia menginap.


Selagi ada kesempatan bersama oppa gak mau jauh-jauh dariku sebelum dia pulang.


Aku yah ikut aja maunya.Hmhmmm sampai di hotel.Ntah kenapa kami belum bisa tidur.Duduk di tempat tidur bersandar ke dinding.Berceritalah kami melanjutkan obrolan yang belum siap tadi.Saat gajian aku benar-benar harus resign.Untuk membawaku pulang kampung dia ingin bertemu mamaku untuk melangsungkan pernikahan disana walaupun dadakan katanya.


Dikira mamaku aku hamil pula tiba-tiba gitu.Hahahaha


Dia gak mau ngelihat aku bekerja terlalu keras.Oppa berjanji padaku untuk mencarikanku kerja jika mau menikah dengannya dan dibawanya ke Korea.


Pas aku mengatakan jinjja? dihadapannya.Dia menatapku entah setan apa yang merasukinya,kedua tangan kanannya menyentuh belakang kupingku,tangan kirinya menyentuh pipiku.Seketika aku terdiam gak berkata-kata.


(Apakah oppa ingin menciumku? Dalam pikiranku).


Tatapannya berbeda,wajahnya perlahan mendekat ke diriku.Ketika jarak wajah kami begitu dekatku pejamkan mataku.Perasaan nervous menghampiriku.Ternyata dugaanku benar.Terasa melekat bibirnya menyentuh bibirku.Gak ada alasanku menolak ciumannya karena aku sangat menyukai oppa.Terbawa suasana dan hanya bisa menikmati apa yang terjadi.Lumayan lama kami berciuman,dia mengajakku tidur.Seketika kami berbaring tidur,dia berkata 'Aku gak akan melepaskan dirimu jagiya'.Aku senang mendengarnya.


Alarm oppa berbunyi,tapi oppa seakan gak ingin cepat-cepat berlalu.Pukul lima pagi oppa harus ke bandara untuk pulang.Baru terlelap sebentar sudah harus berpisah.Kami pun bangun dan bersih-bersih aku memang mau mengantar oppa ke bandara.Waktunya mepet banget sudah jam empat karena takut ketinggalan kami bergegas cepat.


Sampailah kami di bandara.


Berat rasanya untuk berpisah,baru jadian udah diharuskan LDR.Oppa spontan meluk aku dengan erat dan mencium bibirku.Untung sepi gak ada yang lihat paling cctv saksi bisunya hahahaha


Dia gak bisa berlama-lama denganku,oppa segera harus masuk.


"Saranghae jagiya",akhir bulan oppa datang lagi terus untuk melamar oke ucap oppa yang gak mau berpisah tapi terpaksa.


"Ya oppa,harus....!!(aku pun tersenyum bahagia)" jawabku.


Saling melambaikan tangan,aku tidak melihat oppa lagi.Dia pun sudah masuk ke pesawat karena kondisinya masih gelap aku gak bisa melihat jelas pesawatnya.Pas pesawat mau pergi barulah nampak lampu-lampunya dari pesawat yang akan naik.Aku merelakan oppa pergi.Asal janjinya ditepati barulah aku percaya.....


Aku harap oppa berbeda dari mantanku.Harapanku oppa datang dengan gentle ke rumahku.


Lagipula hanya tinggal hitungan hari jadi gak masalah,tinggal nunggu waktunya aja.


Segera aku kembali ke mess tidur kembali dan melakukan aktivitas seperti biasa.Setiap malam oppa menelponku.Hahahaha


Kami sama-sama merindu apalah daya !


Sebenarnya gak jadi masalah sih karena kami tinggal menghitung hari saja sampai ke akhir bulan Januari.


Semoga kesabaran kami membuahkan hasil.Harapanku semoga oppa adalah takdirku.Selalu berharap mendapatkan pasangan yang lebih baik dari sebelumnya,aku berharap oppa adalah laki-laki yang berbeda.


Sampailah oppa di Korea.Hampir setiap malam oppa selalu video call karena merindu.Aku pun tidak lupa berdoa terus pada Tuhan jika dia jodohku makin dekatkanlah kami untuk sampai ke jenjang serius.


Hari demi hari terlewati dengan baik walaupun hanya dengan melihatnya dari video call.Aku pun bekerja dengan semangat menunggu akhir bulan.Tapi satu hari aja terasa sebulan bagiku sangking lamanya hahahaha.


Tinggal satu minggu lagi menuju akhir bulan.Kami masih terus berkabar.


Seminggu berlalu......


Akhir bulan pun tiba saat aku menerima gajian.Sesuai perjanjian oppa,setelah gajian aku harus resign karena akan menyelenggarakan pernikahan.


Aku pun memutuskan untuk resign dari kedua tempat kerjaku.Padahal spv dan pemilik restoran menyayangkanku jika pun menikah masih boleh bekerja.Tapi aku gak tau bakal seperti apa selanjutnya.


Keesokan harinya oppa seketika hilang begitu saja.Padahal semalamnya masih berkabar dengan baik.Perasaanku langsung khawatir dan cemas.Aku takut oppa tidak bisa memenuhi janjinya padaku.Semoga oppa tidak seperti b*jingan sebelumnya karena sebuah perjanjian(kata-kata itu sudah terlintas di otakku).


Aku heran saatku telepon oppa tidak menjawab,pesanku pun tak dibalas.Rasanya ingin menangis sejadi-jadinya.Udah campur aduk perasaanku.


Rupanya oppa sedang lembur dikantornya guys...?


Dikarenakan oppa esoknya ingin mengambil cuti untuk menikah jadi tugasnya di kantor masih ada yang harus disiapkan hari itu juga.Supaya cepat dia sengaja gak pegang hp satu harian untuk menuntaskan pekerjaannya itu.


Yang padahal oppa sudah jauh-jauh hari pesan tiket keberangkatan jam lima sore.Berhubung dia harus lembur di kantor sampai jam enam.Dari jam tiga sore oppa pun langsung reschedule keberangkatannya jadi ke jam delapan malam.Untungnya ada dan bisa...oppa pun bersyukurlah banget.Tinggal satu jam lagi dia harus siap mengerjakan semua tugas kantornya yang diberikan kepadanya hari itu juga.Oppa pun jadinya kejar-kejaran waktu.


Aku yang sudah berpikiran aneh-aneh dan merasa kesal.Ingin rasanya aku yang pergi ke Korea untuk menemuinya.Kalau seperti itu aku harus menguras semua tabunganku.Aku pun berat hati jadi saat itu juga aku hanya bisa pasrah dan tawakal dengan apa yang terjadi.


Malam pun tiba,akhirnya oppa selesai dari lembur kerjaannya.Itu membuat oppa harus cepat pulang kerumahnya untuk mengambil koper untuk langsung pergi ke bandara.


Aku masih terus berusaha untuk mempercayai ucapan oppa.Karena dia gak mungkin melanggar perjanjiannya,itu bukan dia banget !!


Berangkatlah oppa ke jakarta.Saat itu oppa tidak mengabariku karena kepepet waktunya.Setelah oppa sampai jakarta karena takut mengecewakanku dia pun pesan taxi mengarah ke rumahku.


Saat itu sudah pukul empat pagi.Aku kesulitan tidur karena memikirkan janji oppa.Apalagi aku sudah berhenti bekerja.Karena terlalu banyak pikiran aku pun melakukan shalat tahajud.Sambil berdoa terus menerus.


Oppa memang belum pernah aku bawa ke mess.Tapi dia mempunyai dan menyimpan alamatku saat mengirim barang dari Korea ke jakarta saat itu.


Kemudian sampailah dia di depan mess-ku.


Aku yang besoknya harus pergi dari mess karenakan sudah tidak bekerja lagi.Jadi aku harus angkat kaki dari situ.Aku masih berpikir kenapa oppa tega tidak memberi kabar padaku,menghilang lagi(ucapku saat doa).


Tiba-tiba ada yang mengetuk pintuku di jam segitu.Takutlah aku...


Walaupun takut,aku mendekat ke pintu masih menggunakan mukena.


'Siapa...?' ucapku(posisinya aku udah gemeteran).


'Ini oppa jagiya' jawab jeon gi oppa.


Aaaaaargh apa gak salah dengar aku...'Oppa?'


Memberanikan diri untuk buka pintu sambilku pegang sapu.Oh...Oppa !!!


Dipeluknya aku langsung tanpa berkata apa pun.Sapunya pun terlepas dari tanganku.


'Mianhae' oppa kelamaan datang.


Saat oppa melepas pelukkan.Aku langsung memukul dadanya pelan karena gak nyangka dia datang juga.


Mataku seketika berlinang air mata.Jangan menangis ucapnya.Aku menahan tangisku sambil melihat dirinya yang berantakan dengan dasi yang dilonggarkan dan jas di taruhnya di lengan.Wajahnya terlihat lesu dan kelelahan.


Aku pun berkata 'Oppa gwenchana...? Apa yang terjadi !'.


Oppa lembur kerja tadi makanya kelamaan datang kesini dan gak sempat balas chat apalagi untuk mengangkat telepon jawabnya.


Ya ampun pantes muka oppa lesu banget.Aku pun menyuruhnya duduk dulu dan mengambilkannya minum.Seketika langsungku buka mukenaku.


Jagiya kamu lagi beribadah ya.Iya oppa.Pasti kamu sudah berpikiran aneh-aneh tentang oppa.


Aku hanya takut oppa ingkar janji itu hampir membuatku marah.


Ternyata oppa datang juga.


Udah deg-degan tadinya,untunglah jadi lega dekarang.


Jagiya,kamu pasti nangis karena takut oppa gak datangkan?


Aku pun mengangguk.


Oppa minta maaf kali karena gak sempat kasih kabar.