HOPEFUL

HOPEFUL
14.Kepergian Aya Dari Rumah



Saat ini Aya berusaha keras untuk menabung.Setiap Aya belanja pasti selalu disisihkannya uang balikkan agar terkumpul untuk ongkos. Supaya Aya bisa mencari pekerjaan.


Aya pun dengan gigih melakukannya.


Aku sudah banyak kirim email untuk pekerjaan karena selama ini aku sulit untuk keluar karena tidak memiliki ongkos.Jadi ada beberapa panggilan interview untuk wawancara kerja tapi berhubung gak memiliki uang,aku selalu melewatkan kesempatan itu begitu saja.


Padahal dalam hati sudah berontak ingin sekali bisa menghadiri interview tersebut.Tapi aku hanya bisa pasrah.Dulu semasa usiaku di angka dua puluh tiga aku sering dapat interview kebanyak perusahaan tapi banyak juga yang gagal hanya ada beberapa saja yang menerimaku.Mau dari perusahaan besar mau pun kecil ada beberapa yang menerimaku bekerja mungkin mereka tau aku punya niat.Tapi sayangnya saat aku sudah masuk bekerja,misalnya baru dua hari kerja aku tidak memiliki ongkos untuk pergi bekerja.Terpaksa aku tidak lanjut bekerja.Jadi aku sering menangis karena aku ingin bekerja tapi kenapa rezekiku untuk membiayai ongkos bekerja saja gak pernah ada.Dan kesekian kalinya aku harus merelakan pekerjaan itu dengan sia-sia.Padahal aku bersusah payah menghabiskan waktu dan uang pada saat melamar pekerjaan,dari ngurus berkas lamarannya,ongkos menghadiri interview dan yang aku hadapi saat interview melawan puluhan orang untuk bisa diterima di perusahaan itu.Serasa terbuang sia-sia semua apa yang aku usahakan.


Mamaku pun tidak mengusahakan agar aku tetap bisa bertahan bekerja,masalah aku hanya di ongkos saja.Hanya itu permasalahannya.Sementara jika si Ari yang kerja tapi gajinya gak jelas dia tetap bakal ngusahakan mencari uang untuk ongkos si Ari perharinya.


Di saat aku mau membantu perekonomian keluarga setidaknya jika aku yang bekerja,aku selalu berusaha memenuhi kebutuhan dirumah dan mampu membayar utang mama juga.Tapi kenapa mama jarang sekali mau mengusahakanku justru dia lebih senang jika aku membantunya dirumah untuk menjadi pembantu.Salah aku dimana guys....?


Disaat aku mau bekerja tapi justru mamaku nyuruh untuk tetap dirumah bantuin dia ngurus rumah.Tapi disaat dia mengeluh karena lelah bekerja apalagi usianya sudah semakin menua,mamaku selalu bilang 'Aya kau gak mau cari kerja?' itu selalu yang dia katakan padaku.Padahal aku bukanlah tipe anak yang malas bekerja malah aku selalu berpikiran untuk menjadi seorang pekerja keras.Hanya saja aku tidak pernah mendapat keberuntungan seperti orang lain.Seperti jalan yang sedikit mulus.


Memang mamaku sempat kecewa samaku saat dia bantuin ongkos aku dulu untuk melamar kerja.Kita jugakan gak tau perusahaan mana yang menerima kita begitu banyaknya lamaran yang sudah dilempar ke banyak perusahaan.Jadi mamaku selalu bilang saat aku gagal diterima.


'Habis-habis aja uang untuk ngongkosin kau tapi gak ada perusahaan yang mau nerima kau ya?'


Siapa yang gak berkecil hati jika orang tua sendiri berkata seperti itu ke anaknya.Bahkan usahaku aja gak dihargainya !


Terkadang heran aku lihat orang tua lain diluaran sana,mereka ingin anaknya sukses walaupun bekerja hanya di perusahaan kecil tapi mereka bahagia anaknya mendapat kerja.Setidaknya mereka dapat dukungan dari orang tuanya.


Jangankan dukungan,aku butuh support dari mamaku aja aku gak pernah mendapatkannya.Serasa aku hanya hidup di dunia ini seperti sendiri tanpa siapa pun.


Jadi dari situ aku selalu berusaha menyisihkan uang lagi agar aku bisa melamar kerja.Dan akhirnya aku berhasil ngumpulin uang sampai bisa buat ongkos bekerja jika aku mendapat pekerjaan nantinya.Usahaku melamar kerja langsung maupun dari email membuahkan hasil ada beberapa yang mau memberiku kesempatan untuk interview.


Hatiku selalu senang jika dapat panggilan interview entah kenapa itu menjadi suatu penyemangat agar aku tidak menyia-nyiakan kesempatan lagi.Akhirnya ada satu perusahaan besar yang menerimaku bekerja.


Yeay... Sumpah senang banget dapat kabar baik itu.


Aku pun meneken kontrak kerja sama perusahaan itu untuk dua tahun saja.Belum tau kedepannya masih dikasih lanjut atau tidak.Yang terpenting saat ini berikan hasil kerja yang maksimal supaya bisa dapat kesempatan neken kontrak untuk selanjutnya.


Setelah setahun mereka menilai kinerja aku bagus.Masuk tahun kedua mendekati tanggal habis kontrakku,masih tetap sama kinerjaku dinilai bagus.Berharap saat itu bisa lanjut kontrak kerja tapi sayangnya tiba-tiba ada musibah masuknya wabah virus covid-19 ke daerah tempatku saat itu.


Terjadilah pengurangan karyawan awalnya satu persatu tidak ada yang dilanjutkan kontrak kerjanya.Mau gak mau perusahaan di tempatku bekerja harus gulung tikar dikarenakan tidak ada pelanggan yang membeli.Aku pun akhirnya terkena dampak dari wabah virus covid-19 tersebut,kontrak kerjaku tidak dilanjutin oleh perusahaan dan aku pun dengan berat hati harus berhenti bekerja.


Sedih gak tau harus berbuat apa,akhirnya aku pun harus dirumah lagi.Dua tahun aku harus menganggur sampai wabah virus covid itu kondusif.Begitu besar pengaruhnya kepada kami,saat itu barulah kami merasakan krisis ekonomi paling terburuk selama hidup.


Banyak pekerjaan yang sudah dilamar tapi masih belum ada yang menerima.Aku mulai khawatir dengan usiaku saat itu karena maksimal usia yang diterima perusahaan rata-rata diusia dua puluh lima.Akhirnya aku kesulitan di usia,saat mau melamar kerja.


Lama juga aku baru mendapatkan pekerjaan setahun berlalu.Sudah tiga tahun aku tidak bekerja ini benar-benar membuat aku frustasi.Karena sama sekali tidak dapat penghasilan hanya mengandalkan uang tabungan terakhir yang ku punya.


Saat ada loker buka untuk dikirim ke luar kota posisi yang di cari adalah SPG lapangan.Ini termasuk perusahaan besar juga.Makanya aku tertarik kebetulan pengalamanku juga sebagai SPG.


Coba-coba ngelamar kerja situ eh taunya dapat panggilan interview secara online.Semangat dong?


Aku antusias banget tapi yang harus kuhadapi adalah puluhan orang pelamar saling bersaing agar bisa diterima.Jurusku hanya perlu meyakinkan HRDnya supaya mau memilih aku.Hahahaha...


Gak mudah tapi harus tepat sasaran,kalau aku udah gugup saat ditanyai interview takutnya salah-salah jawab atau takut gak nyambung.


Berusaha nenangin diri,aku gak henti-henti terus berdoa agar diterima.


Setelah interview HRD tersebut bilang tunggu panggilan berikutnya jika dihubungi kembali berarti anda lolos.


Akhirnya.....Yeay aku dapat chat dari perusahaan itu bahwa aku diterima.Aku disuruh datang ke kantor yang sudah di tentukan untuk membahas keberangkatanku.


Aku pun dengan semangat akhirnya punya kesempatan keluar kota sesuai dengan apa yang ku inginkan(Tersenyum bahagia).


Perusahaan itu juga menanggung dari tiket pesawat sama tempat tinggal(mess) yang sudah dipersiapkan itu membuatku sedikit lega.Setidaknya aku pun punya uang pegangan selama disana sampai dapatkan gaji.


Mamaku seakan tidak rela aku pergi tapi itu memang tujuanku.Tidak ada lagi yang bakal mamaku suruh-suruh dan tidak ada lagi yang menemani nya belanja.


Saat hari keberangkatan aku pun merasa sangat senang.Setelah sampai dikota tujuan aku diberi alamat tempat tinggal(mess)yang disediakan perusahaan.Barulah dimulai kehidupan aku di kota orang.Gak nyangka bakal merantau.


Aku sangat bersyukur sama tuhan karena do'aku akhirnya terkabul.Dari situlah aku dapat jalan keluar untuk memperbaiki perekonomian keluarga.Setidaknya aku tidak menyusahkan mamaku lagi.Kalau di rumahkan hanya makan,tidur dan bersihin rumah itu saja yang terus-terusan aku lakukan hingga bosan.Jadi aku merasa seperti tidak produktif.Sekarang aku merasa bebas tidak seperti terkurung lagi.


Sekarang jalurku sudah berbeda.Aku bisa memenuhi kebutuhanku sendiri dan juga keluarga.Aku juga tidak lupa mengirim uang pada mamaku,biar rumahku juga bisa diperbaiki.


Syukurnya aku di mudahkan dengan teman kerja yang baik dan merangkul.Lokasi bekerjanya juga nyaman dan membuatku senang karena itu termasuk bidang pekerjaan yang aku kuasai.Kesulitannya hanya pada saat menawarkan barang harus benar-benar bisa meyakinkan customer hingga sampai bertransaksi.


Jadi saat disana aku pun merasa sangat betah dan nyaman.