GODS AND DEMON

GODS AND DEMON
Chapter 4: kemarahan Fang yin



❇♥GODS AND DEMONS♥✳



Setelah Xiao yao mengatakan bahwa hanya orang bodoh yang akan menjatuhkan dirinya sendiri dari langit hanya untuk kesenangan pribadi membuat Fang yin marah namun dia tetap sabar dan menjelaskan semuanya.



Walaupun penjelasan yang dia berikan pada Xiao yao ditaburi oleh sedikit kebohongan karena dia tak ingin pangeran kerajaan petir tahu kalau dirinya takut ketinggian.



Namun kebohongan nya itu dibongkar oleh Dewa petir yang tiba tiba muncul di sisi kanan Xiao yao sambil mengatakan bahwa Fang yin takut ketinggian.



Sontak Xiao yao dikejutkan oleh pengakuan sang Dewa petir sehingga amarah yang tadinya Fang yin tahan pun menjadi tak tertahankan.



\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-< <\> \>\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-\-


"Dia berbohong, sebenarnya dia tak bisa terbang bukan karena kultivasinya rendah melainkan karena dia takut ketinggian" ucap Dewa petir.


Sontak Xiao yao terkejut akan hal itu, dia langsung melihat ke arah Fang yin untuk mamastikan bahwa yang dikatakan Dewa petir tadi hanyalah omong kosong.


Namun saat dia memalingkan wajah ke arah Fang yin dia malah melihat wajah yang cukup menyeramkan.


"Beraninya.......kau.....membongkar........ rahasiaku!" Bentak Fang yin


Setelah itu dia berdiri dari ranjang nya dan memusatkan aliran qi di telapak tangan nya lalu memukul roh Dewa petir dengan sekuat tenaga hingga membuat nya terpental dan menghantam tembok.


Bukkk


Duak


Duarrr


Roh dewa petir menghantam tembok dengan begitu kerasnya hingga membuat sebuah kawah di tempat Dewa petir berada.


Xiao yao yang saat itu berada di ruangan yang sama dengan Fang yin, menyaksikan betapa menakutkannya wanita yang berada di depannya ini saat sedang marah.



Xiao yao ternganga dengan kekuatan Fang yin yang bisa menyentuh roh Dewa petir yang bahkan dia sendiri belum bisa menyentuh Dewa petir kecuali dia menggunakan tubuh aslinya.


"Kau......kau bagaimana kau tahu bahwa di sini ada orang lain selain kita?" tanya Xiao yao yang masih terkejut


"Bagaimana kau bisa menyerang roh Dewa petir yang bahkan akupun belum bisa mennyentuhnya sama sekali?" tanya Xiao yao sambil ternganga


"Bagaimana kau bisa melihat roh Dewa petir, bukankah hanya aku satu satunya manusia yang bisa melihat Dewa petir?" tanya lagi Xiao yao


Xiao yao terus menanyakan hal yang menurutnya penting karena Dewa petir bilang bahwa hanya dirinyalah satu satunya manusia yang bisa melihat Dewa petir.



Sementara kenyataannya ada orang selain dirinya yang bisa melihat bahkan menyerang roh Dewa petir.



Namun Fang yin mengabaikan Xiao yao karena pada saat itu dia masih marah pada Dewa petir



Fang yin berjalan mendekati Dewa petir yang masih terduduk kesakitan karwna serangan kejutan dari Fang yin


Ketika mendengar kata 'Bibi petir' dia langsung menonggakan kepalanya dan pada saat yang sama tubuh yang awalnya penuh luka karena serangan mendadak dari Fang yin perlahan sembuh.


"Kenapa tak percaya ya, ingatlah Bibi petir sangat membelaku lho" ucap Fang yin meyakinkan Dewa petir


Bibi petir adalah istri dari Dewa petir namun karena dia dan Dewi petir sangat akrab jadi Fang yin memanggil istri Dewa petir dengan sebutan Bibi.



Karena merasa ter asing kan Xiao yao yang sejak tadi penasaran pun menjadi tak tertahankan.


"Hei jawab dulu pertanyaan ku yang barusan mengapa kau bisa melihat, merasakan bahkan menyerang dewa petir yang bahkan aku sendiri belum bisa melakukan hal itu?" tanya Xiao yao yang menyela pembicaraan Fang yin


"Bukan kah sudah jelas mengapa aku bisa melihat dan merasakan keberadaan dewa petir yang tak bisa di rasakan oleh manusia berkulfivasi tingkat tinggi sekalipun ditambah lagi aku bisa menyerang Dewa petir yang berbentuk roh dan memanggil istrinya dengan nama bibi?" tanya balik Fang yin


"Apa magsudmu adalah.........tidak mungkin........sebenarnya siapa kau ini?!" ucap Xiao yao


"Aku? Tanyakan saja pada Dewa mu itu" jawab Fang yin


Xiao yao langsung memalingkan wajah pada Dewa petir untuk menanyakan hal yang di tanyakan Fang yin.


Namun belum sempat dia mengatakan nya, Dewa petir langsung berbicara.


"Hais, walaupun bibi petir mu itu selalu membelamu tapi itu juga karena kau mau berteman dengan putra kami jika bukan karena hal mungkin bibi petir mu itu tak mungkin selalu membelamu" jawab Dewa petir sambil bangkit dari posisinya yang sebelumnya.


"Tetap saja dasar Dewa tengik!" ucap Fang yin sambil menjulurkan lidahnya ke luar


"Huh dasar Dewa benang" balas Dewa petir tak kalah


"Dewa benang apanya, benang tak memiliki seorang dewa kau harus ingat itu!" teriak Fang yin marah


"Tunggu tunggu jadi magsudmu kau adalah......" belum sempat Xiao yao menyelesaikan nya tiba tiba Fang yin menyela perkataannya


"Ya aku adalah Dewa jodoh generasi ke dua" ujar Fang yin sambil tersenyum tipis pada Xiao yao


"Ohhhh" timpal Xiao yao


"Hais bocah ini..." gunam Fang yin seraya menepuk dahi


"Oh ya ngomong ngomong siapa yang akan menjadi jodohku kelak?" tanya Xiao yao dengan wajah kepo nya


"Ho....wani piro" ucap Fang yin dengan wajah konyolnya


"Cih, bilang saja jika tak ingin memberi tahu ku" ucap Xiao yao kesal


"Hoho, itu adalah rahasia ku, tak ada yang boleh mengetahuinya bahkan jika yang menanyakan hal tadi adalah kaisar lagit sekali pun aku tak akan memberi tahunya" jelas Fang yin


"Cih paman dan ponakan sama saja" ketus Xiao yao


"Sama saja matamu!" ujar Dewa petir dan Fang yin bersamaan


----------------< >-------------


holla disini author🙋😝


auhor baru sadar sesuatu nih. itu judulnya kok ada dua yak?😅 aku lupa, sungguh, ku kira gk ada bjir:v


dah lah yang lalu biarkan berlalu sekarang mari melihat ke depan!!


jangan lupa tinggalkan jejak ya dengan cara like, komen, vote, love and rate!!


salam manis dari author😘😍❤