
Tanpa pikir panjang Fang yin langsung pergi keluar di susul oleh Lian zhen yg sedari tadi ketakutan karena junjungannya bertingkah aneh.
"Panggasus!" ucap Fang yin dal telepati
Tak lama kemudia datanglah kuda berwarna putih dengan sayap pelagi yg indah di halaman Paviliun mawar.
Lian Zhen yang menyaksikannya secara langsung pun terkagum karena melihat kuda bersayap yg sungguh cantik
Saat penggasus datang. Dia melihat nonanya sedang menunggu kedatangannya pun langsung memberi hormat pada Fang yin.
"Kau … bisakah kau mengantarkan benda ini pada seseorang?" tanya Fang yin dengan nada yg sangat dingin sampai mampu membuat Lian Zhen dan penggasus membeku di tempat dengan gemetar ke takutan.
"Ba....baik nona. Tapi..."
"Hmm?" tanya Fang yin bingung
"Kemana saya harus mengantar benda ini?" tanya penggasus
Fang yin tersenyum tipis
"Aku lupa memberi tahu mu" ucap Fang yin yang sedikit melembut
Lalu Fang yin mendekat ke arah Penggasus dan menempelkan tangannya. Saat tangannya menempel ke dahi Penggasus, tangan Fang yin bersinar. Setelah beberapa lama, Fang yin melepas Tangan nya dari Dahi Penggasus dan berjalan mundur ke belakang.
Tiba tiba Penggasus bergetar hebat karena membaca informasi yang di berikan nonanya.
"No...nona, kau tak akan mengirim ku kesana kan?" tanya Penggasus
"Tentu saja. Jika tidak?" jawab Fang yin sambil mengeluarkan senyum manis nya
"Ta....tapi nona" saat penggasus membuka mulutnya, Fang yin memberikan pil berwarna Hitam untuk Penggasus.
Karena tak siap, tak sengaja penggasus langsung menelannya dan------------------------------------------------------------------------------------------------------------- #*A VIEW MOMENS LATER*#
Tak terjadi apa apa_-
"Apa yang kau berikan padaku?" tanya Penggasus
"Hanya sebuah pil" jawab Fang yin santai
"Aku tahu itu pil. Maksudku adalah pil apa yg kau berikan pada ku!" ucap Penggasus menahan marah
"Pil.... Hitam?" tanya Penggasus
"Hm, itu adalah pil hitam. Pil itu berguna untuk menerobos masuk ke dalam istana yg kau tuju dan kau bisa menyembunyikan Aura cahaya milik mu dan menggantinya dengan aura hitam" jelas Fang yin dengan wajah serius
Tanpa berkata apa pun lagi. Penggasus langsung melesat ke arah tujuannya yaitu salah satu sakte sesat di luar daratan elemen
"Nona. Apakah itu adalah spirit beats milik mu? Tapi ku rasa tak ada spirit yang berbentuk kuda dengan sayap pelangi. Hewan apa itu nona?" tanya Lian zhen
"Intinya spirit jenis ini tak ada yang memiliki nya selain aku. Jikalau pun ada, pastinya sangat sulit membuat kontrak dengannya karena dia adalah jelmaan sebuah bagian dari separuh jiwa seseorang. Kecuali aku dan ayah ku. Tapi sepertinya, Penggasus milik ayah pun sudah turun ke bumi karena ayah sudah meninggal" jelas Fang yin sambil melihat ke langit
"Nona......" Lian zhen merasa iba dengan nona nya. Tapi...
"Ehk.....tunggu dulu. Apa magsudnya turun ke bumi?" pekik Lian zhen
"Terkadang, memiliki banyak informasi juga bukan hal yang baik. Malah itu akan menyebabkan kesalahan fatal. Jadi aku hanya tak ingin kau di siksa oleh dewa kematian hanya karena mengetahui rahasia ku secara di sengaja dan tanpa seijin kakek tua" jelas Fang yin sambil tersenyum tipis
Lian zhen mengangguk tanda mengerti dan tiba tiba ada utusan raja datang menghampiri mereka.
"Salam pada yang mulia putri" ucap utusan itu sambil membungkuk hormat
Fang yin terkejut dengan kehadiran utusan istana itu dan kemudian mengerutkan dahi
"Putri? Putri pala mu! Magsudnya aku?" tanya Fang yin heran
"Ya putri, anda di minta untuk pergi ke ruang singgasana oleh yang mulia raja" ucap utusan itu
Fang yin mengangguk "Baiklah, aku akan pergi ke sana"
#Di ruang singgasana
-------------< >--------------
Mengapa Fang yin di panggil ke ruang singgasana?
Jangan lupa Like, komen, rate and love. Supaya author semangat bikin kelanjutan nya😘
✳❤✳