
Fang yin terkagum kagum dengan keindahan yanh ada di hadapannya ini. Tapi dia merasa aneh karena satu hal
"Ngomong-ngomong mengapa tadi aku tak melihat bangunan sebesar ini? Padahal tadi yang aku lihat hanyalah sebuah tanah lapang dengan satu pohon di ujung sana dan terdapat beberapa rumput di sekitarnya" ucap Fang yin sambil menunjuk ke arah dimana kerajaan itu berada.
"Itu karena di sana terdapat segel yang membuat korban tak bisa melihat kerajaan di sana" jelas Dewa petir dan di ikuti beberapa anggukan oleh kedua orang itu
"Tapi, mengapa aku bisa melihat kerajaan itu? Bukankah kau bilang terdapat segel di sana? Lalu mengapa aku bisa melihatnya dengan jelas?" tanya Xiao yao bertubi-tubi
Dewa petir terdiam sejenak memikirkan apa yang akan ia jawab karena tidak mungkin dia mengungkap kebenaran yang seharusnya tidak ia lakukan.
"Itu karena kau istimewa" ucap Dewa petir pada akhirnya dengan singkat namun bagi xiao yao itu tampak seperti teka-teki yang membigungkan.
Sementara Fang yin yang seolah mengerti dengan perkataan pamannya ini hanya bungkam untuk menutupi sebuah kenyataan dan ternyata itu membuat Xiao yao curiga
Dia merasa ada yang di sembunyikan oleh kedua orang ini, tidak lebih tepatnya kedua Dewa itu. Karena jika ada yang mengatakan bahwa mereka berdua adalah manusia, mereka salah total karena kenyataan nya derajat mereka lebih tinggi dari manusia yang sangat hebat sekalipun.
"Apa yang kalian sembunyikan dari ku?" tanya Xiao yao penuh dengan selidik
"Tidak … tidak ada yang kami sembunyikan kok. Memangnya untuk apa kami menyembunyikan sesuatu dari mu?" jawab Fang yin tenang
Lalu Xiao yao beralih menatap Dewa petir untuk memastikan tak ada yang di sembunyikan dari nya.
Dan Dewa petir mengangguk membenarkan perkataan Fang yin
Tiba tiba Fang yin menarik tangan Xiao yao. Sontak perbuatan nya itu membuat Xiao yao terkejut
"Ayo kita pergi!. Jangan banyak bicara, aku sudah lelah berdiri terus!!" seru Fang yin sambil terus menarik tangan Xiao yao #aula raja kerajaan pelangi
"Yang mulia ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ucap pengawal kerajaan sambil menyilangkan dada
"Bawa dia masuk" ucap kaisar pelangi
Lalu datanglah dua orang yang tak lain adalah Xiao yao dan Fang yin.
Disana Fang yin melihat seorang pria tua yang berpakaian seorang kaisar yang tengah duduk di kursi kebesarannya.
"Hormat kami yang mulia semoga yang mulia di berkati dan panjang umur" hormat Xiao yao dan Fang yin bersamaan
"Berdirilah" ucap Kaisar pelangi
(Nama kaisarnya kan Hong jadi dipanggilnya kaisar Hong aja ya readers:»)
"Ada apakah gerangan pangeran kerajaan petir kemari?" tanya kaisar Hong
"Yang mulia boleh kami meminta izin untuk pergi menemui putri?" tanya Xiao yao
Kaisar Hong terdiam, lalu … "boleh boleh saja. Namun, mengapa pangeran ingin menemui putriku?" tanya Kaisar Hong
"Sebenarnya bukan pangeran yang ingin menemui putri, melainkan hamba yang mulia" ucap Fang yin sopan
Lalu Kaisar menoleh ke arah Fang yin "Siapakah wanita yang berada di sebelahmu ini pangeran?" tanya Kaisar Hong
Lalu kaisar bertanya "Apakah dia pelayanmu pangeran?" tanya kaisar Hong
Pantas pertanyaan itu membuat amarah Fang yin mencapai titik vitam
"Kaisar ini cerewet sekali. Jika bukan karena Luo yi mungkin kepala mu itu sudah tak berada di tempatnya lagi. Cih merepotkan!!!" gerutu Fang yin dalam hati
"Maaf maaf saja ya, yang mulia. Bukannya aku lancang tapi jika sekali lagi kau menyebutku pelayan maka kepalamu itu tak lagi berada di tempatnya" ancam Fang yin
Sontak perkataan Fang yin membuat kaisar marah dan langsung berdiri dari kursi kebesarannya sambil menunjuk nunjuk ke arah Fang yin
"Kau ja**ng!Mau apa kau! Berani beraninya kau mengancamku!!" Teriak Kaisar
Tak mau Fang yin memperpanjang ini lagi. Akhirnya Xiao yao pun bicara
"Maafkan atas kelancangan teman saya yang mulia. Sepertinya dia tak bisa menahan diri ingin bertemu dengan Putri jadi beginilah hasilnya" ucap Xiao yao melerai kedua orang yang sedang bersilat lidah itu
Fang yin menghela nafas "maaf atas kelancangan hamba yang mulia. Mungkin perkataan kakak benar. Aku ingin segera bertemu dengan putri " Fang yin mengalah
Perkataan 'kakak' tadi membuat kedua tidak lebih tepatnya ke tiga lelaki yang berada di sana terkejut
({Ada tiga lelaki di ruangan itu. Yang pertama Kaisar, kedua Xiao yao, dan ketiga Dewa petir})
"Kakak?" tanya Kaisar Hong
"Apa yang dimagsud 'kakak' itu Pangeran Xiao yao?" lanjut Kaisar Hong
"Iya yang mulia. Saya adalah adik pangeran Xiao yao" ucap Fang yin santai
"Apa?! Sejak kapan dia menjadi adikku? Umurnya saja 100 tahun lebih tua dariku" batin Xiao yao
(Umur Fang yin: 120thn. Wah umur kemerdekaan Indonesia aja baru75thn lah ini 120thn kayak KFC aja wkwkwk>_<)
"Oh maaf atas kelancangan ku tadi putri. Ku pikir kau bukan saudara pangeran Xiao yao karena tak ada kemiripan sama sekali" ucap Fang yin
"WTF Dude!! Andaikan kau bukan kaisar, mungkin hari ini kau sudah tak melihat cahaya terang lagi" gerutu Fang yin
Beberapa saat sebelum menjawab Kaisar cerewet itu. Tiba tiba seekor kucing datang entah dari mana.
"Meong"🐈
Mereka yang ada di ruangan itu terkejut karena kedatangan kucing ini. Tiba tiba kucing itu datang menghampiri Fang yin
-----------------»bersambung«----------------
Dih ini percaya atau gk, chapter ini adalah 2chapter yg di gabung tapi mo gimana lagi gk bisa kurang dari 500 kata sih jadinya kek gini deh. Tapi gpp yang penting kalian senang:)
See you next chapter. Jangan lupa Like, komen, Rate, and Love supaya author makin semangat bikinnya😘
✳❤✳