GODS AND DEMON

GODS AND DEMON
chapter 11



#Disaat yang bersamaan


#Di kekaisaran langit


Terlihat Fang yin yang baru sampai di kekaisaran langit sambil memeluk kucing yang tak lain adalah Jian Ying.


Ya, jian Ying. Sebenarnya alasan mengapa Fang yin terkejut melihat Jian Ying bukan tanpa alasan melainkan karena setau nya Jian Ying itu sudah mati karena dia adalah hewan kontrak dengan ayah Fang yin, Fang Bei.


Fang Bei sendiri adalah dewa jodoh generasi pertama, namun saat dia berumur ±6.000thn dia meninggal karena berusaha menyadarkan anak semata wayangnya yaitu Fang yin.


Fang Bei meninggal bersama Istrinya yaitu Xia Wei. Dia meninggal juga kerena berusaha menyadarkan putri kesayangannya karena pada saat itu Fang yin tak bisa mengendalikan dirinya, bisa di bilang saat itu Fang yin sedang mengamuk karena tak terima ibunya dibilang melahirkan anak haram.


Walaupun ada darah iblis di dalam tubuh Fang yin namun bagaimanapun juga dia adalah seorang Dewa. Seorang dewa pasti memiliki hati, begitu juga dengan Fang yin. Anak mana yang terima ketika ibunya dihina? Apa lagi menyebut dirinya sebagai anak haram hanya karena ada aura iblis di dalam tubuh Fang yin? Tentu saja tidak kan? Begitu pula dengan Fang yin yang tak terima orang tua nya dihina melahirkan anak haram.


Oleh karena itu Fang yin kecil mengamuk di tengah tengah kerumunan. Walaupun badannya kecil namun kekuatannya berada di atas kaisar langit bahkan jika Fang yin mau mungkin dia bisa memporak perandakan istana langit saat itu juga.


Fang yin mengamuk sejadi jadinya sementara para dewa dan dewi lari berhamburan menyelamatkan diri supaya tak terluka oleh Fang yin yang saat ini sedang mengamuk dengan mode Iblis campuran Dewa nya (bisa di bilang Fang yin itu menggunakan kekuatan iblis namun hawa yang keluar adalah hawa Dewa yang sangat besar begitu pula dengan kekuatan iblisnya)


Sebenarnya Fang yin tak menyerang atau melukai siapapun dia hanya hanya mengeluarkan hawa membunuh yang tak jelas karena hawa itu terdapat hawa Dewa yang bercampur dengan hawa Iblis.


Fang yin membuat semua yang ada di sana ketakutan, tidak bukan hanya yang ada di sana saja melainkan seluruh wilayah Dunia atas atau alam semesta pertama.


Tak sedikit orang yang pingsan karena ulah Fang yin yang saat itu mengeluarkan seluruh kekuatannya. Sementara orang tuanya berusaha menyadarkan Fang yin dengan cara mendekatinya dan memeluknya. Namun hasilnya Nihil karena semakin dekat seseorang mendekati Fang yin maka kematian pun sama dekatnya dengan orang itu.


Mungkin karena tekad dan kasih sayang orang tua yang membuat mereka mampu menarik Fang yin kedalam pelukan mereka dan seperti yang ku bilang, semakin dekat orang itu maka semakin dekat pula kematian yang menjemput orang itu.


Fang Bei dan Xia wei sudah tak tahan dengan aura membunuh yang putrinya keluarkan dan perlahan tapi pasti kesadaran mereka memudar dan bertepatan dengan kesadaran mereka pudar Fang yin sudah kembali normal dan mereka bertiga terjatuh bersamaan dengan keadaan Fang Bei dan Xia Wei memeluk putinya dan tak lupa mereka juga menyungingkan senyuman mereka untuk terakhir kalinya.


Mengigat itu semua Fang yin tiba tiba matanya berkaca kaca dan air mata itu langsung terjun tanpa permisi. Itu membuat Jian Ying terkejut karwna merasa lengan baju Fang yin yang sedikit bash akubat Menangis. Jian Ying yang mengerti keadan pun langsung bicara untuk menghibur Fang yin.


"Anak mana yang rela ibunya di hina? Mungkin hanya anak yang kurang ajar dan biadab yang tak akan mempedulikan harga diri orang tua nya." perkataan Jian Ying membuat tangisan Fang yin semakin menjadi jadi.


"Ta...tapi...Dian zen...hiks...Dian zen juga pergi karena aku...hiks...sudah jelas aku yang salah telah membuat orang orang yang aku sayangi menghilang dari hidupku...hiks...seandainya...hiks...seandainya aku tak terlahir ke dunia ini mungkin hal ini tak akan terjadi dan orang tua ku baik baik saja...hiks...hiks...ini semua salahku...hiks" Jian Ying melompat dari pelukan Fang yin dan berbalik menatap Fang yin


"Berhenti menyalahkan dirimu sendiri! Orang tua mu rela memberikan nyawanya untuk mu karena dia menyayangimu! Dan untuk Dian Zen, bukankah kau yakin bahwa dia masih hidup? Bukankah kau sendiri yang mengatakan bahwa saat ini dia hanya sedang bersembunyi dari mu di tempat yang tak kau ketahui?!" geram Jian Ying


Fang yin tertegun denan ucapan Jian Ying dan mulai berhenti menangis.


"Kau benar, mereka semua belum mati, mereka semua hanya sedang bersembunyi di tempat yang tak kuketahui, mereka semua belum mati, terlebih lagi Dian Zen. Aku tak boleh menyerah dan emosional" ucap Fang yin sambil mengusap air matanya dan memancarkan tekad yang membara.


Mendengar itu Jian Ying langsung menyungingkan senyumannya dan berbalik arah sambil berjalan santai menuju istana langit.


Fang yin yang baru saja menyadari bahwa dirinya ditinggal pun marah karenanya.


"Hei kau kucing kecil kau jangan meninggalkanku!!" teriak Fang yin


Namun dia hanya dianggap angin lalu


"Sial, kucing ini!!! Saat ku jadikan kucing rebus baru tahu rasa kau!!" ketus Fang yin


---------------< >------------


Jangan lupa Like, komen, rate and Love supaya author semangat bikin cerita kelanjutannya😘


✳❤✳