God Hand

God Hand
Dunia yang dipenuhi kebusukan




Di dunia yang di dalamnya hanya menyisakan ⅛ daratan dari betapa luasnya lautan terdapat sebuah benua baru yang dihasilkan dari beberapa pecahan benua dan pulau-pulau kecil yang seiring berjalannya waktu menjadi satu, membentuk sebuah negara baru bernama 'County of Rulers'.


Di negara dengan popularitas penduduk yang lumayan padat ini terbagi menjadi ke dalam 26 kota, yang masing-masing berurutan sesuai dengan huruf alphabet dari mulai A sampai Z. Semakin rendah hurufnya semakin rendah pula kualitas penduduknya.


Di setiap kota di negara ini dibagi lagi menjadi 3 golongan, dimulai dari golongan atas, golongan menengah dan rendah. Dari mulai kota A sampai R merupakan penduduk golongan atas, yang di mana kota-kota tersebut merupakan kota paling maju diantara kota-kota lainnya.


Setiap mereka yang menempat di situ merupakan orang-orang yang mempunyai taraf hidup yang mumpuni dibanding kota-kota di bawahnya. Namun, meski kehidupan mereka terlihat baik, akan tetapi ada peraturan di negara ini yang mengharuskan mereka untuk membayar pajak dari ¼ penghasilannya, yang membuat sebagian dari mereka muak untuk menempati tempat itu.


Mereka semua yang menempati kota ini harus mau menyisihkan 25% hasil kerja kerasnya untuk pembangunan kota di setiap kota yang mereka tempati. Jika ada diantara mereka yang tidak sanggup melaksanakan kewajiban tersebut maka mau tidak mau harus di pindahkan ke kota yang berada di bawahnya, menjadi penduduk golongan menengah ataupun golongan rendah.


Penduduk golongan menengah ditempati oleh orang-orang dari kota S sampai W. Mereka mempunyai kehidupan yang sederhana. Di kota ini mempunyai perbedaan, karena pajak yang harus mereka bayar setiap bulannya telah dikurangi dari 25% menjadi 15%.


Biarpun pajak tersebut telah dikurangi, penghasilan sehari-hari yang mereka dapatkan terbilang cukup kecil, hanya cukup untuk sesuap nasi. Orang-orang di kota ini biasa mencari penghasilan dengan cara berdagang, bertani, berkebun, beternak atau pekerjaan-pekerjaan sederhana lainnya.


Dan terakhir penduduk golongan rendah yang menyisakan kota X sampai Z. Mereka yang tinggal di kota ini hanyalah orang-orang buangan, sampah masyarakat yang tidak layak menempati kota-kota yang berada di atasnya. Kebanyakan yang tinggal di sini adalah seseorang yang telah melanggar hukum peraturan yang ada di negara ini.


Lebih tepatnya tempat ini merupakan sebuah penjara bagi mereka yang telah melakukan tindakan kriminal. Seperti mencuri, membunuh, menipu, korupsi ataupun melakukan hal-hal yang bisa merugikan aset negara, termasuk mereka yang menunggak banyak hutang atau mereka yang tidak mampu membayar pajak.


Setiap kota mempunyai otoritasnya masing-masing untuk memilih siapa saja yang pantas untuk dibuang di kota yang dipenuhi orang-orang busuk ini.


Kelayakan di kota ini tidak pernah membuat mereka senang. Seakan-akan tempat ini bagaikan neraka bagi mereka. Di sana hanya akan terlihat tempat-tempat kumuh yang dipenuhi dengan limbah dan sampah. Tumbuh-tumbuhan tidak pernah tumbuh baik di tempat ini—meski ada sebagian yang tumbuh. Air yang bisa mereka konsumsi hanya ada sebagian karena kebanyakan telah tercemar.


Seperti gelandangan, mereka biasa mencari penghasilan untuk mengisi perut dari hasil mengemis, mengais sampah untuk mencari barang yang bisa dijual, atau berkreasi membuat sampah-sampah itu menjadi barang yang berguna agar bisa dijual. Meski penghasilannya tidak pernah cukup untuk sesuap nasi sekalipun mereka masih tetap berjuang untuk bertahan hidup di dunia yang dipenuhi kebusukan ini.


Natural Rule, atau yang biasa disebut hukum rimba adalah nama sistem peraturan yang mengatur negara ini. Yang kuat memangsa yang lemah, yang dimangsa hanya bisa berdiam diri dan pasrah. Kejam, peraturan yang sangat tidak bermoral. Itu mungkin alasan mengapa pemimpin tertinggi di negara ini memberi namanya seperti itu.


Karena sistem peraturan di negara ini tidak dilihat berdasarkan seberapa banyaknya kekayaan yang kamu miliki, seberapa pintarnya otak kamu, atau seberapa hebatnya gelar yang kamu punya. Gelar, martabat, keayaan atau apapun itu semuanya bisa kamu miliki jika kamu bisa memiliki kekuatan yang biasa disebut 'Quirk'.


Quirk adalah kekuatan luar biasa yang dimiliki oleh manusia yang membuatnya berbeda dengan manusia pada umumnya . Kekuatan yang tidak biasa ini kadang muncul tidak terduga. Baik muncul dari seseorang yang baru lahir maupun ketika remaja. Bahkan ada yang muncul ketika umur mereka sudah kepala tiga.


Kekuatannya bermacam-macam, dan di dunia ini hanya sebagian dari mereka saja yang beruntung bisa memilikinya. Mereka yang beruntung memiliki Quirk bisa hidup dengan senang atau bisa berkuasa di negara ini. Termasuk para pemimpin yang memimpin negara ini.


Pemimpin di negara ini terbagi ke dalam 18 pemimpin. Dengan julukannya yang biasa orang-orang sebut sebagai 'Tuan Kota', dimulai dari kota A sampai R. Para pemimpin di kota-kota tersebut mempunyai Quirk yang sangat kuat. Mereka berada di dalam deretan 18 pengguna Quirk terkuat yang ada di negara ini. Terutama pemimpin tertinggi yang menempati kota paling atas.


Pemimpin tertinggi di negara ini mempunyai kekuatan yang sangat menakutkan, walau hanya sebagian dari mereka saja yang tahu semenakutkan apa kekuatannya itu. Dia beserta keluarganya adalah orang yang mempunyai kewenangan untuk mengatur negara ini bagaikan seorang Dewa, dan juga sekaligus orang yang pertama kali mencetuskan peraturan diskriminatif di dunia seperti ini.


*~*


Sebuah ledakan besar berasal dari toko pakaian terdengar keras menggema di udara. Semua orang yang berada di dalam toko tersebut panik berusaha keluar untuk menyelamatkan diri. Ledakan itu menghasilkan gumpalan asap hitam begitu tebal, beserta api yang perlahan menjalar ke berbagai rumah dekat dengan ledakan itu.


"Tolong…! Anakku masih ada di sana…! Tolong selamatkan dia! " Teriakan histeris dari


salah seorang Nyonya Muda yang berusaha ingin menyelamatkan anaknya yang masih terjebak di dalam toko tersebut.


"Jangan, Nyonya! Di sana terlalu berbahaya!" Usahanya itu dihentikan oleh dua orang pelayan perempuannya.


"Jangan berbuat nekat seperti itu, Nyonya!"


"Lepaskan! Aku ingin menolong Anakku! "


Pelayan perempuannya itu masih berusaha menahannya sampai akhirnya Nyonya Muda itu terjatuh lemas.


"Aku mohon seseorang tolong selamatkan anakku…!! Aku akan membayar kalian berapapun yang kalian mau...! " Nyonya muda itu terjatuh lemas sembari memukuli tanah karena merasa frustasi tidak bisa berbuat apa-apa. Teriakannya perlahan memudar tidak bisa mengalahkan teriakan orang-orang yang masih panik berhamburan keluar .


"Aku mohon… Berapapun itu aku akan—"


"Mamah… !"


Nyonya Muda yang kini terjatuh lemas berhenti bersuara sesaat setelah mendengar dari balik asap tebal itu seorang anak kecil memanggil dirinya. Dia tidak menyangka anak kecil itu ternyata adalah anaknya yang saat ini tengah terlepas dari gendongan seorang pemuda yang telah menyelamatkan nyawanya dan berlari menghampiri dirinya. Tangisan haru membasuhi wajah Nyonya Muda itu, dia memeluk anaknya dengan erat dan tidak henti-hentinya berterima kasih ke pemuda yang telah menyelamatkan nyawa anaknya.


"Berapa uang yang bisa aku terima dari menyelamatkan anakmu itu?" suara pemuda itu terdengar sombong saat di hadapan Nyonya Muda yang masih menangis memeluk anaknya. Nyonya Muda itu berhenti menangis, menyeka air matanya dan melepas pelukan dari anaknya.


"Tentu saja aku akan memberikanmu hadiah yang sangat besar karena telah menyelamatkan anakku. Pelayan, segera ambilkan tas di mobil!"


"Baik, Nyonya..." Pelayan itu segera melaksanakan perintahnya dan kembali dengan membawa tas suruhannya.


"Ini Nyonya..." Nyonya Muda itu mengambil tas tersebut dan mengeluarkan uang yang sangat besar dari tasnya.


"Apa segini cukup? " Dia memberikan segepok uang yang sangat besar ke pemuda yang telah menyelamatkan anaknya. Pemuda itu tersenyum lebar mengambilnya dengan senang hati.


"Tentu saja cukup, Nyonya. Terimakasih karena kau telah menepati janjimu. Kalau kau butuh bantuanku, teriaklah sekencang mungkin. Disaat itu juga aku akan datang menolongmu," ucapnya dengan penuh gaya


"Sekali lagi terima kasih, Anak Muda..."


"Sama-sama, Nyonya. Baiklah aku pergi dulu."


Pemuda itu pergi menjauh sambil melambaikan tangan meninggalkan mereka, menghilang tanpa jejak dari pandangan Nyonya Muda itu.


"Nyonya! Uhuk… uhukk.. "teriakan dari salah satu pelayan laki-lakinya yang lain terdengar dari balik asap yang masih menggumpal.


"Nyonya! Uhuk.. uhukk.. Pemuda yang tadi Nyonya berikan uang itu…! Adalah orang dibalik kejadian ini!"


Nyonya Muda itu bagaikan disambar petir saat mendengar perihal yang sebenarnya dari kejadian tersebut, emosinya memuncak setelah tahu dirinya telah ditipu.


"Apa?!! Suruh seseorang untuk menangkapnya segera !! " teriak Nyonya Muda itu dengan lantangnya.


"Baik! Nyonya! "


"Sialan! Berani-beraninya dia menipuku!"