
Hari semakin sore, warna langit pun telah berubah memerah. Perjalanan panjangnya pun berakhir disebuah bangunan indah dan megah sepertinya sebuah villa berinterior Eropa klasik.
Beberapa maid menyambut Raditya dan bunga dengan ramah.
"Buat apa kesini? dan ngapain juga ngajak aku kesini?" ucapan bunga dengan nada kesal
" Besok aku tunjukin tempat favorit aku. sekarang udah terlalu gelap " Saut Radit sambil menarik tangan bunga kesebuah kamar.
"Kamu mau apa sebenarnya? apa maumu?, Aku mau pulang sekarang Radit , aku mohon , bisa habis aku kalau Kaka tau aku menginap disini sama laki-laki"
"Telpon Kaka mu sekarang , biar aku yang bicara padanya"
"Kamu gila ya? kamu mau aku di bunuh sama kaka ku "
"Telpon aja aku yang tanggung jawab"
Bunga menuruti Radit mengambil ponsel disakunya , dengan ragu melakukan panggilan suara pada Kaka nya. tidak begitu lama terdengar suara perempuan cempreng dari balik telpon.
" Bungaaa mau mati kamu, kamu dimanaaa ?." suara galak Kaka nya terdengar menyeramkan buat bunga membuat tangannya sedikit bergetar.
"Hmm ..kak" sebelum menjawab Radit langsung menarik ponselnya dan mengambil alih
"Halo, malam kak? aku pacarnya bunga kak" Bunga seketika melotot mendengar ucapan Radit pada kakanya .
"Jangan bohon setauku bunga tidak pernah punya pacar "
"Hmm berati bunga berbohong kak, aku pacarnya "
"Bunga mana?"
"sekarang kami sedang ada acara sama teman-teman karna besok off kelas kak, jadi aku meminta ijin pada Kaka "
"Yakin kalian rame-rame tidak cuma berdua " Radit memberi isyarat pada semua maid untuk mengiyakan.
"Iya kak" saut maid itu serentak. meyakinkan Mita.
"Iyaudah kak ini bunganya " Radit memberikan ponselnya lagi bunga mengambil nafas dalam lalu berusaha keras menghilangkan rasa takutnya . karna baru pertama kalinya bunga berbohong pada kakak nya.
"Kak, tidak apa-apa kan ka? lirih bunga
"Oke.. kalau gitu , hati-hati jaga jarak jangan macem-macem "
"Iya ka terimakasih ka " bunga lalu memutuskan panggilan.dan kembali membuang nafas nya berat
"Kenapa kamu berbohong sih aaghhh" teriak bunga kesal pada Radit yang berbohong tentang hubungan mereka.
"Udah jangan berisik " sambil tersenyun tangan Radit mengisaratkan semua maid untuk meninggalkannya berdua
Radit menarik tangan bunga memasuki sebuah ruangan ,sepertinya sebuah kamar ... dengan lantai motif kayu yang senada dengan dindingnya . kamar yang begitu luas . membuat kamar itu begitu nyaman.
"Ngapain bawa aku kesini , Kamu jangan macem-macem yah , awas aja " bunga menunjuk satu jari peringatan pada Radit
"Ooh ya, aku lebih takut kalo aku ya g di apa-apain sama kamu" jawab Radit asal-asalan sambil tersenyum seolah mengingatkan kejadian di rumah bunga.
berhasil membuat bunga sangat malu dan terdiam kaku
hari ini tepat tiga bulan bunga menjadi mahasiswa di kampus itu ....
bunga juga .. sedang bingung dengan ke tiga laki-laki yang sangat gencar mendekati nya ( Devan,Jefry dan Raditya ) ....
membuatnya sangat tidak nyaman karna menjadi bahan gosip di kampusnya
*Devan
dia adalah laki2 yang baik dia satu jurusan dengan bunga
( jurusan ekonomi internasional)
dia cukup cerdas ... dan bunga mengagumi ke cerdasaan nya ....
walupun belum lama kenal tapi bunga cukup mengerti karakter Devan yang sangat bijaksana dalam menyelesaikan setiap masalah ...
dia anak yang mudah bergaul dan berwawasan luas ....
jangan di ragukan lagi penampilan nya pun sangat fashionable .... dan keren
di tunjang dengan wajahnya yang cute , berkulit putih khas Asia dia lebih mirip seperti pemain film Philipina karna mungkin dia ada turunan Philipina , perawakannya tinggi dan berdagu runcing ...
*jarry
sedangkan Jerry dan Radit satu jurusan yaitu
( perhotelan )
Jerry ini salah satu pacar impian bunga ... karna Jerry sangat tampan dan berkepribadian baik
Jerry berwajah ketimuran karna dia turunan turki dan indonesia. ...
dia berbadan tinggi,, berkulit tidak terlalu putih tapi sangat bersih ... dia juga berhidung mancung dan ber bibir tipis ....
dia sangat populer di kampus karna dia salah satu idola di kampus itu ...apalagi bagi para junior yang selalu histeris saat kehadiran Jerry ...
*Raditya
Raditya ini terkenal arogan dan sombong dia selalu dingin pada setiap wanita yang mendekatinya
tapi walupun begitu dia tetap memiliki banyak teman .... banyak juga perempuan yang tergila-gila pada sosok Radit yang kata nya cool dan hot itu . ...
( udah kaya dispenser aja ada cool dan hot )
dia berawakan tinggi,, berkulit putih bersih , berhidung mancung , bibirnya merah agak berisi dan tercetak indah .... dan dia memliki daya tarik tersendiri.... dia memiliki lesung pipi saat tersenyum ....membuatnya sangat manis.. tapi juga memiliki tatapan yang sangat tajam .... yang memperlihatkan galak dan arogannya ....
sebebarnya menurut bunga Radit bukan mendekatinya ...melainkan penggangu ketentraman hidup nya.....
bunga juga masih sangat kesal dengan kejadian di masa orientasi mahasiswa jadi dia tidak begitu menghiraukan Radit ....
meski tidak jarang Radit mencuri-curi pandang pada bunga dengan tatapan dinginnya .... seolah-olah siap menerkam bunga kapan saja ....
" bunga hari ini ada waktu ngak? "
sapa Devan yang berdiri di samping bunga .. sedikit melirik ke bunga
" hari ini aku ...lagi ada acara Dev Sama leta dan Vera"
tolak bunga karna merasa tidak enak selalu di jadikan bahan gosip di kampusnya
" leta emang mau pada kemana ..?" tanya devan pada leta....
leta melirik bunga dan bunga memberi isyarat kepada leta agar berbohong pada Devan
" ehmm..mau ada acara khusus perempuan " katanya simpel bungapun tersenyum lega
" emang kamu perempuan? aku baru tau let ?" ejek Devan dengan mata berkedip-kedip
" emang kamu ga bisa bedain nama perempuan sama laki-laki .... gini-gini aku normal emang kamu ga normal " balas leta tertawa geli
" enak aja ,, mau aku buktiin kejantananku ini ... " terangnya melotot mendekatkan wajahnya pada leta
"iihh apa siih gelliii..." teriak leta wajahnya memerah dan langsung mendorong Devan ...
bunga dan Vera hanya tertawa melihat pertengkaran Devan dan leta
yang hampir tiap hari mereka dengar ....
...
mereka menuju kantin bersama-sama .... memesan makanan dan minuman ....
mereka berempat duduk di satu meja ....
disusul Sinta yang kebetulan beda jurusan dengan mereka ....
terlihatJery tersenyum pada bunga dari kejauhan dan melangkah mendekati bunga ....
sementara itu beberapa pasang mata terus memperhatikan Jerry ...dan menyapanya Jerry dengan ramah membalas mereka dengan senyumnya ... yang manis ...
beberapa kelompok perempuan terlihat iri. yang terus berbisik-bisik memperhatikan Jerry yang mengambil bangku dan mendekatkan nya pada bunga .....
"udah pesen belum?" tanya Jerry sambil memegang jari bunga dan mengelusnya....
bunga sangat kaget dengan tikap Jerry ... tapi tidak di pungkiri bunga memang menyimpan perasaan pada Jerry ....
jadi tingkah Jerry yang seperti ini mampu membuat bunga berbunga-bunga dan tersenyum malu ....
sementara itu Devan sangat geram dengan tingkah Jerry yang memperlihatkan perhatiannya pada bunga
tapi Devan tidak menunjukkannya .... Devan ...hanya terdiam dan melipat tangan di atas dadanya ... dengan wajah yang cemberut
" cup..cup..udah jangan nangis...malu.." bisik leta menepuk-nepuk punggung devan pelan
membuat Devan menyabitkan matanya pada leta yang menghiburnya sekaligus mengejeknya itu
" leta ikut aku .... sekarang" devan menarik tangan leta dari keramaian ...
"cie Devan ada apa nih .." Vera melirik arah tangan Devan yang menarik leta
Devan seketika melepaskan tangannya ...
dan memberi isyarat pada leta agar mengikutinya
" ada pa Devan... cepetan ngomong " leta dengan nada kesal
"leta.. bunga dan Jerry pacaran ? " ucapnya pelan dan ragu-ragu
"kenapa emangnya ?" timpal leta ...
sebenarnya leta cukup paham kalo Devan menyukai bunga .... dari awal leta tau Devan menjadikan kedok persahabatan hanya untuk mendekati bunga ...
" enggak leta ....nanya aja .... menurut lu gantengan siapa gue apa Jerry ?" tanyanya serius
" yaaa ampuuun.... ya jauuuhlah "
"gantengan gue kan? " sambung Devan memotong pembicaraan leta sambil melirik arah bunga yang sedang terlihat asyik bercanda dengan Jerry dan Vera
" jaauuhhh gantengan Jerry lah kemana2 .... udah ganteng ,,, cowok banget ....Maco gitu looh" timpal leta dengan mata meledek ...
" sialaan .... kamu pikir aku ga Maco gitu?" tanya nya kesal
" ehmm gimana yah .... agak tidak meyakinkan aja " jawabnya sambil berlari karna takut Devan menjitak kepala nya
( seperti biasa nya)
" eeeyyy aku belum selesai letaaaa" Devan ikut berlari ke arah leta yang kembali duduk di bangkunya
" ada apasih ? senang banget kayanya " tanya sinta melirik leta dan Revan bergantian
" pacaran yaaahh? ayoo ngaku " ucapan Jerry berhasil membuat leta dan Devan salah tingkah
" oh iyayah ...kalian pacaran ? " sambung Vera tertawa
" ngaku aja udah ngaku "bunga menimpali dengan wajah menyelidik
" ih najis ..." kata leta melirik Devan dengan tatapan aneh
" apaan sih... kamu tuh nga.... padahal kamu tau perasaan aku buat siapa? " gumam devan kesal ...
. membuat bunga juga salah karna tak enak hati pada devan
karna 2 hari sebelumnya devan menyatakan perasaannya ... tapi bunga belum menjawabnya karna takut menyakiti perasaan Devan
" memangnya siapa nga ? yang Devan suka? " tanya Jefry menyelidik .... padahal jefry tau... kalo yang di maksud Devan adalah bunga
" ehmm... aku ke toilet dulu yah sebentar " ... bunga memilih pergi meninggalkan mereka .... karna tidak ingin menjawab nya ...