First Love In The Past

First Love In The Past
BAB 4 mengenang masa lalu



Hari itu hari pertama bunga menjadi mahasiswa di salah satu kampus swasta populer Jakarta


Bunga sangat bersyukur kakak laki-laki nya Hanri dari Jepang bersedia menguliahkannya. Walaupun ibu tiri mereka sangat jahat tapi kakanya bunga sangat bertanggung jawab apa lagi semenjak hanri mengetahui perlakuan ibunya pada kedua adiknya dia tidak pernah sekalipun melupakan bunga dan Mita.


***


Setelah semua sudah siap , bunga langsung beranjak dari kamar dan duduk di meja makan,, di atas meja sudah di siapkan nasi goreng , susu hangat. dan sebuah note


"Kaka berangkat yah nga ,,, hati2 di jalan juga ini jajan kamu juga ,, Kaka harus kerja lebih pagi hari ini "


Bunga mengangkat piring yg di bawahnya sudah ada lembaran uang dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum .


"Kakak.. kakak,, makasih ka ,,, " Gerutu bunga sambil memandang note itu dan langsung menyantap sarapan buatan kakak nya.


Setelah selesai dia mencuci piring dan gelas dengan cepat ,,,


Dia langsung beranjak pergi dan mengunci pintu,,, meninggalkan rumahnya ,,,


Dia berjalan menuju halte bus 200 meter dari rumah nya. Tidak menunggu lama bus pun datang ,,, dia langsung menaikinya ....


***


Tidak lama. Bunga turun dari bus di halte dekat kampusnya.


Bunga sangat canggung. Karna beberapa orang meliriknya dengan tatapan yg tidak bisa di artikan.


Benar saja dia semakin canggung saat sekelompok mahasisa berbisik-bisik seolah mengagumi sosok perempuan yang melewati mereka.


Dia memasuki ruangan yang di arahkan oleh dosen penerimaan mahasiswa.


Berlihat kampus ini sangat indah. di samping kampus terdapat tamanan yang terawat, Tanaman hijau dan bunga warna warni menghiasi taman itu , Dengan bangku bangku panjang di pinggir taman. Dan di tengah kampus terdapat lapangan basket. Bunga melewati beberapa ruangan lalu terlihat ruangan yang di carinya.


Kelas jurusan ekonomi internasiol terlihat beberapa mahasiswa telah mengisi kelas bernuansa klasik dengan cat dinding perpaduan warna cream dan putih. Dan beberapa hiasan quote tentang jurusan itu di dingding nya.


Bunga memilih bangku tengah. Yang di depannya ada sekelompok mahasiswi di depannya.


"Hayy ,,,, nama mu siapa ?" Sapa gadis tomboy yang duduk di depan bunga


Kedua temannya ikut menoleh ke arah bunga


" Iya kenalan donk, namaku Sinta " Saut Sinta yang duduk di pinggir kanan bunga sambil menyodorkan tangannya.


"Namaku bunga ayura. panggil aja bunga salam kenal yah " Jawab bunga menyalami ke tiga temen barunya itu. Mereka pun menyebutkan nama mereka.


Leta si tomboy tapi dia sangat manis. dengan baju kaos gombrong berwarna cream yang senada dengan sepatu yang ia kenakan dan celana pensil ketat berbahan denim.


Ada Sinta gadis cantik dengan baju dreas coklat muda selutut membuat kulit putih nya sangat mencolok, Dis bertubuh mungil dan terlihat gadis yang mudah bergaul


Dan Vera gadis berkulit sawo matang bermata belo dengan poni depan yang memperlihatkan pribadinya yang lemot da lucu.


Bunga sangat bahagia karna ternyata disini dia punya teman-teman baru yang baik. Ternyata kehidupan kampus tidak seburuk yang di fikirkan bunga.


Mereka semua sangat baik dan mereka semua tidak membeda-bedakan. Status sosial siapapun.


Kebetulan bunga orang yang sangat mudah bergaul. Walupun dia agak pendiam tapi bunga tipe gadis idaman para mahasiswa di kampusnya.


Dia berkulit putih mulus berparas cantik. dengan mata yang kebiruan. dengan rambut yang sedikit pirang yang selalu di ikat ke belakang .Tidak ada yang menyangka bunga dari kalangan orang biasa karna parasnya bak seperti bangsawan buleyang terdapat di film film . Berbeda dengan Mita yang berparas Indonesia seperti ibunya bunga lebih mirip seperti ayahnya yang blasteran Jepang dan amerika


Kehidupan bunga tidak seberuntung yang terlihat. Karna terlahir sebagai anak dari istri kedua ayahnya. Itu alesan pertama kenapa hidup bunga tidak mudah.


***


Seminggu berlalu bunga menjadi mahasiswi di kampus itu.


Bunga sangat bersemangat kali ini. Karna mendapatkan tugas kelompok.


Anggotanya terdiri dari leta, Mira, Anton dan Raditya .


Di kelompok itu hanya Raditya manusia yang tidak ada wujud hanya ada namanya


" Kalian harus mencari Raditya dan tantangan kalian harus membuat Raditya mau ikut dengan kelompok kalian " Itu kalimat terakir sebelum dosen meninggalkan ruangan mereka


" minta ganti kelompok aja let ?" Mira yang seolah tidak yakin bisa membujuk Radit


"Tenang aja Radit itu sepupuku, aku bakal paksa Tante untuk bujuk Radit supaya Dateng ke rumahku" Saut leta sangat yakin


***


Rumah leta :


Sepulangnya dari kampus leta mengajak teman-teman nya untuk mengerjakan tugas di rumahnya.


Leta juga sudah menghubungi Tantenya.


Sampai semua tugas hampir selesai mahasiswi yang bernama Raditya itu belum juga menunjukkan batang hidung nya.


Sepertinya leta gagal kali ini.


Mira sudah berpamitan agar bisa pergi lebih cepat karna akan ada acara di keluarga nya. Karna merasa tugasnya telah selesai. Tinggal tugas Radit yang akhirnya terpaksa bunga kerjakan.


"Telat banget, pulang lagi aja sana. Nanti aku kasih tau pak Sapto kalau Raditya Nugroho tidak mengikuti kelompok " Saut leta dengan nada yang sangat kesal.


Bunga masih tetap menulis sisa tugas yang hanya tinggal beberapa baris. Anton tiba-tiba duduk yang sebelumnya tertidur di sofa dengan nyaman. mendengar kehadiran radit. sedangkan Mira terus-menerus menatap Radit yang berdiri di belakang bunga. Seolah terdapat keindahan di belakang kepala bunga .


Bunga yang sedikit penasaranpun membalikan tubuhnya. menatap laki-laki di belakangnya.


Wajahnya terukir sangat sempurna, tidak pernah terbayang sebelumnya seorang Raditya setampan dan sekeren itu. bunga memalingkan pandangannya. Karna gugup Radit menoleh ke arahnya .


"Iya udah sekarang, mana yang harus aku kerjakan" Radit duduk di samping bunga sambil menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan. bunga menyodorkan buku tebal dan bulpen di depannya, dan menunjuk beberapa baris kalimat yang harus Radit salin.


"Oke " Radit menyalin kalimat itu sesekali melirik bunga beberapa detik di sampingnya. Lalu kembali berfokus pada tugas nya.


"Ya udah kita balik duluan yah let, nga " Mira bergegas pergi


"Aku juga pergi aja deh ..tugasku juga udah selesaikan? sekalian bareng Mira aja " sambung Anton merapihkan tasnya lalu juga menyusul Mira


Setelah melihat leta dan bunga mengguk, Anton tidka bergeming langsung meninggalkan teman-temanya itu.


***


Beberapa menit kemudian Radit sudah hampir menyelesaikan tugasnya. Omelan Mita tidak berhenti-henti menghujani Radit yang tampak tidak perduli pada apa yang di dengarnya.


"Radit antarin bunga pulang yah nanti ? kan gara-gara kamu telat" pinta leta dengan nada paksaan


"Tidak usah kok let, Aku sendiri aja, lagian jam segini masih ada taksi kok." bunga menolak


" Tungguin aja ! sebentar lagi aku juga selesai" Saut radit mempercepat gerakan tangannya


" Iya nga tunggu aja, ini udah malam, taksi harus di ujung jalan " sambung leta mendudukan bunga yang semula dengan posisi berdiri


" Iya udah , Terima kasih tidak perlu cepat-cepat ko santai aja nulisnya."


"Uuhh ini udah selesai. ayooo.." Radit menyerahkan naskah tugasnya pada leta, Lalu bergegas keluar rumah leta dan di ikuti bunga di belakangnya .


"Kenapa lewat sini sih ? " langkah nya terburu-buru melewati teras samping rumah leta yang terdapat kolam ikan besar dengan batu-batu alam mengihasi pinggiran kolam. Sebuah jembatan dengan di penuhi lampu warna-warni kecil .. dan sebuah pintu keluar di sisi lain jembatan.


"Aauuu" Teriak bunga merasa kakinya terkilir saat menaiki tangga jembatan


"ish" Radit berbalik dan sejenak terdiam melihat gadis yang terduduk di tangga jembatan sambil mengelus-elus pergelangan kakinya itu.


"Tidak punya mata yah?" sambung Radit sambil berjalan kembali ke arah bunga lalu terduduk di samping bunga menarik kaki jenjang bunga ke pangkuannya. Memijat mijat kakinya pelan.


Bunga hanya terdiam memalingkan wajahnya karna merasa malu. dan sesekali meringis kesakitan saat Radit dengan sengaja mengeraskan pijatan nya.


"Udah mendingan?" Tanya Radit sambil menurunkan kaki bunga dari pangkuannya. bunga beranjak dari duduk nya ke posisi berdiri berpegangan tangan Radit


"Belum masih sakit " bunga menjawab pelan karna merasa malu.


"Sini biar cepat Sampe mobil " Radit membopong tubuh bunga melewati jembatan.


Jantung bunga berdetak sangat kencang darahnya seperti membeku, dadanya sesak menahan nafasnya. karna sedekat itu dengan seorang Raditya membuatnya salah tingkah dan wajahnya memerah seketika.


Radit menurunkannya saat sampai depan pintu mobil yang terparkir tepat di depan pintu. kemudian membukakan pintu mobil untuk bunga , dan menutupnya kembali saat terlihat bunga sudah nyaman duduk di dalam mobilnya. raditpun melajukan mobilnya dengan cepat .


Beberapa kali bunga kedapatan melirik Radit tapi lalu berpura-pura tidak melihatnya lagi. Radit memergokinya. Itu sangat membuat Radit merasa lucu dengan tingkah gadis di sampingnya itu.


Tidak ada pembicaraan apapun di perjalanan itu , pada akhirnya sampai lah di sebuah kawasan perumahan kecil . bunga memberhentikan Radit saat telah sampai tujuannya . bunga memasuki sebuah rumah minimalis perpaduan hitam dan abu-abu, beberapa tanaman hias di depannya , Radit masih terdiam melihat bunga yang melangkah memasuki sebuah rumah di depannya .


"Makasih udah mau repot-repot nganterin aku ke sini .. " dengan canggung bunga berusaha mencairkan suasana


"Mau mampir dulu atau minum atau apa " sambungnya semakin salah tingkah melihat Radit tidak membalas ucapannya malah terdiam menatap bunga dengan tatapan misteriusnya .


"Kok ga jawab , yasudah kalo tidak mau juga tidak apa-apa , aku masuk yah ?"


" Yaudah ayo masuk ?" Radit tiba-tiba keluar dari mobilnya menarik bunga dan memasuki rumah di depannya itu


Duduk di sebuah sofa panjang berwarna abu-abu , sepertinya juga sebuah sofa bed yang multi fungsi yang juga di gunakan untuk menonton Tv.


Bunga membuatkan teh hangat untuk Radit lalu memberikannya pada Radit .


"Silahkan di minum "


"Hmmm" gumam Radit sambil menatap meja di sebelahnya . berfokus pada sebuah bingkai berisi foto gadis SMP berponi dengan bando biru di kepalanya tersenyum manis dengan meletakan kedua tangan di kedua sisi pipi .... sambil memiringkan kepalanya. Entah kenapa Radit tertarik dengan foto yang menurutnya sangat menggaskan.


Bunga yang menyadari hal tersebut yang awalnya bunga hanya berdiri langsung mengambil posisi duduk di samping Radit yang begitu sempit dengan berdesak-desakan. meraih bingkai tersebut lalu menyembunyikan di balik punggung nya.


Jantung bunga sudah tidak bisa di kendalikan lagi , kalau bukan ciptaan tuhan mungkin sudah terlepas dari tempatnya sedari tadi.


Apalagi dengan posisi Radit yang begitu dekat menghadap padanya seolah tidak mau memalingkan pandangannya. semakin mendekatkan wajahnya .. bunga memejamkan matanya dengan rapat ... Radit tersenyum melihat tingkah gadis itu lalu mengambil sweter yang di simpan di belakang bunga.


Lalu berdiri dan meninggalkan bunga yang masih memejamkan matanya .


"Aku pulang , makasih tehnya " dengan cuek Radit langsung pergi sementara bunga terbengong duduk di tempat semula.


Bunga semakin malu gimana Tidak bunga mengira Radit aken menciumnya . dan bodohnya bunga seperti merespon.


" Gimana ini kenapa kesannya aku murahan banget yah ..bodoh..bodoh..bodoh..." gerutu bunga menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal , dan menggertakkan kakinya karna merasa kesal dengan dirinya sendiri.