
"Saya mau bicara bisa ? " Tanya Radit formal sambil mencoba menarik tangan bunga.
Radit juga tidak begitu mengerti kenapa dia sangat ingin berbicara dengan bunga,
Entah Kaliamat apa yang akan di bicarakan olehnyapun, Radit sama sekali tidak tahu.
Satu yang pasti Radit Merasa sangat merindukan gadis di hadapannya Itu.
"Mohon maaf pak saya tidak bisa. Karna tidak yang perlu di bicarakan. tolong lepaskan saya? " jawab bunga meringis kesakitan
Tiba-tiba Radit menarik bunga ke pelukannya dan langsung mencium bibir bunga dengan kasar.
Bunga langsung mendorong Radit lalu menamparnya.
"Maksud kamu apa raditya ? Kamu pikir kamu siapa bisa seenaknya sama saya" Teriak bunga. Bunga sangat marah karna Radit tidak berhak bersikap seenaknya seperti ini setelah dulu Radit meninggalkannya begitu saja.
Radit tidak membiarkan bunga pergi, Radit kembali menarik lengan bunga dengan kasar.
"Terus kamu ngapain kerja disini kalau bukan karna aku ? kamu harusnya tau ini perusahaan keluargaku? ini kan yang kamu mau " Rarik Radit lagi mencium bibir bunga kembali dengan sangat kasar bunga hanya diam sambil menangis karna merasa sudah tidak ada tenanga melawan.
Radit sangat kuat membekap kepalanya.
"tring...tring...tring". bunyi ponsel bunga mengagetkan Radit.
Radit melirik layar yg hanya terlihat tulisan "ANAK BUNDA" karna sebagian layar ponsel bunga hitam dan retak bunga langsung mendorong Radit dan menangis.
"cukup pak , saya kerja disini karna anak saya bukan karna anda ! jadi saya mohon berhenti jangan ganggu saya , kalo anda tidak suka saya di sini anda bisa pecat saya sekarang juga " teriak bunga histeris ...
Sebenarnya bunga sangat takut di pecat karna perusaan ini menggajinya cukup besar dan mencari pekerjaan bukan hal yang mudah
Tapi bunga benar-benar marah saat ini dan sebenarnya nama kontak yang menelponnya tadi adalah ANAK BUNDA tapi itu sukses buat Radit terkejut.
Wajahnya memucat seketika .
anak bunda adalah amika anak kakanya yang di ambil paksa oleh ibu dari orang yang memperkosa kakak nya dulu
" kali ini mika udah bantu tante sayang " gerutu bunga
"Maaf yah pak saya harus segera pulang karna suami saya nungguin di parkiran . permisi " ucap bunga lalu beranjak pergi
"Astaga bunga suami ..hahaha boro2 suami pacar aja ga punya " jiwa jomblo bunga meronta ronta.
Tapi itu cara yang harus dia lakukan agar Radit berhenti menggangunya. Bunga perempuan yang cukup baik-baik yang tidak mau mengganggu calon suami orang lain.
Di perjalanan menuju rumah bunga benar-benar tidak tahu jantungnya terus-terusan berdetak dengan kencang semenjak dicium Radit.
"Udah pulang nga ? gimna kerjanya ? orangnya pada baik2 ga ?" Sambil memegang2 bibirnya bunga sama sekali tidak mendengar ucapan kakanya
Bunga langsung masuk ke kamar nya. Tapi
lamunan bunga buyar saat Kaka nya memukul kepalanya sangat keras. Dengan bantal
"Auuuu kakaaaaa, Kaka ada apa sih " teriak bunga kaget dan kesal
"Ada apa? kamu yang kenapa ? kesambet? " Timpal Mita kesal karna di cuekin adiknya itu
"Tidak ada apa-apa ...emng bunga kenapa ? Jawab bunga santai
"Ya kamu ga waras. Dari tadi cengar cengir pegangin bibir. Kamu abis di cium setan di pinggir jalan yah ? " teriak Mita kesal
"Iya di cium setaaaann ....puuaaass " teriak bunga sambil menutup kepalanya dengan bantal
Bunga benar-benar tidak sadar kalau di sepanjang jalan tersenyum dengan hal yang menjengkelkan yang di alaminya di kantor.
"Oh iya kak. Tadi mika nelpon bunga, ada apa yah?" tanya bunga sambil kembali memposisikan dirinya kembali duduk
"Uuhh..mikaa.. " Wajah Mita seketika berubah menjadi pilu
"Mungkin itu elang dek , bukan mika " sambungnya
"Mau apa dia? "
"Dia ingin menikahi kakak, dan menanyakan keberadaan kita. Tapi Kakak langsung mematikan ponsel kakak, mungkin karna itu dia menelpon ke nomor kamu." Jawab Mita berhasil membuat bunga tersenyum jahat.
"Sebenarnya kabar bagus kak. Kakak bisa bertemu mika setiap hari tanpa ada yang melarang lagi. tapi bukannya dia punya istri?"
"Dia bilang istrinya meninggal di Paris semenjak.Bu Hasbi membawa mika pulang ke rumah itu "
"Lalu Bu Hasbi? bagai mana mau menerima kakak"
"Belum tau dek. sebarnya bisa bertemu mika setiap hari saja kakak sudah bahagia, kakak belum mau menikah apa lagi dengan dia yang dulu sangat kakak benci, kenapa baru sekarang dia menghubungi kakak "
"Kakak cinta sama dia ?"
"Sama sekali tidak "
"Dan dia cinta sama kakak?"
"Semenjak kita pindah, Dia bilang terus mencari kakak " Mita mengangat bahunya karna tidak percaya
"Sekarang dia mencari kakak lagi karna Bu Hasbi sakit keras. Alasan yang tidak masuk akal" sambungnya
"Kenapa orang kaya selalu seenaknya yah kak?" Ucapan bunga menghakimi
"Menurut kakak tidak semua orang kaya sepeti itu, buktinya Radit tidak begitu , dia baik dan tulus kamunya aja yang seenaknya " jawab mita seolah mengerti maksud ucapan adiknya itu
"Looh kok kakak bahas Radit sih ? Jangan ngomongin dia lagi kak, malas!! " bunga kembali merebahkan tubuhnya di atas ranjang
"Kalau gitu ceritakan gimana kerjaan kamu yang sekarang?"
"Iya biasa aja . Apa lagi CEO perusahaan itu Radit kak uuh bunga benar-benar merasa dunia ini sangat sempit "
"Apa ? Radit? waahh bagus dong bisa CLBK" Teriak Mita antusias
" Udah tunangan tapi " sambung bunga sedih
"Ehem ... ada yang cemburu nih Yee" timpal Mita mengolok-olok
"Aaahh apa sih kakak, Radit tuh cuma mantan pacar yang sangat egois menurut bunga " jelasnya asal-asalan.
"Sebelum janur kuning melingkar, Radit bukan milik siapa-siapa" saut Mita sambil meninggalkan kamar adiknya
***
Tapi di tempat lain ada Radit yang benar-benar merasa kecewa karna mengetahui bunga sudah menikah dan punya anak.
Radit membayangkan bunga bermesraan di kamar dengan lelaki lain.
Radit merasa sangat merindukan gadis itu. Dan semakin menggebu saat melihatnya lagi. Tapi juga sangat kecewa membayangkan bunga tidur dengan laki-laki lain
Pertemuan keluarga di rumah Radit. Di hadiri keluarga inti Renata dan Radit.
Mereka menyambut Radit yang baru pulang kerja. Merekapun berbincang bincang segala hal pembahasan tapi pikiran Radit tetap pada gadis itu.
Radit lepas kendali di depan bunga. Dia selalu bersikap bodoh dan tidak bisa mengendalikan emosinya.
Karna Radit merasa bunga tetaplah bunga yang dia cintai dulu. Hangat dan lembutnya bibir bunga tetap bunga yang dulu. Masih polos saat pertama kali mereka berciuman
Radit sangat penasaran dengan bunga.
Akhirnya Radit tersadar sedang berada di tengah-tengah keluarganya yang terlihat bingung dengan tingkah kesal Radit
"Piih.mih, Radit tidak bisa nikah dengan Rena Radit nganggap Rena hanya sebagai adik Radit tidak lebih " Jelas Radit dengan sopan semua orang di situ hanya terdiam terlihat raut kekecewaan di wajah mereka semua .
Raditpun berpamitan untuk beristirahat di kamarnya.