First Love In The Past

First Love In The Past
BAB 14



mentari pagi mulai menyelusup masuk dalam sela-sela jendela yang tertutup gordeng pink pada sudut kamar bunga .. ...


bunga mulai membuka mata yang masih merasa sepat lalu menguceknya ....dan melirik posel di meja samping kasur....


membuka ponsel berharap Radit sudah mencoba menghubunginya ayu setidaknya mengimpan pesan singkat .... tapi ternyata cuma ada 22 pesan masuk dari Jerry dan teman-teman nya ....


lalu bunga membalasnya satu persatu ....


lalu bergegas beranjak dari posisi nyamannya menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya ....


sebanarnya ini kali pertama bunga merasa sangat malas untuk mengikuti kelas di kampusnya .... karna masih bingung harus bersikap seperti apa pada Radit nanti...


tapi bunga juga tidak harus menyia-nyiakan masa depannya hanya untuk Radit ....


selesainya mandi bunga langsung memasak menu sarapannya .... karna sepertinya Mita sudah berangkat lebih pagi..karna hari ini Mita akan melakukan wawancara kerja. di kantornya yang baru .... kakanya melamar sebagai office girl.... di sebuah perusahaan yang lumayan besar ...


setelah menghabiskan sarapan nya bunga langsung bersiap-siap untuk berangkat ke kampusnya ....


" bunga ,,, Kaka mau jemput. tadinya malah disini " sapa laki-laki di atas motor ....dishalte dekat perumahan yang bunga tinggali ... laki-laki itu adalah Jerry


...sambil menyodorkan cadangan helm pada bunga .... karna bunga hanya diam ... tidak menjawab iya ataupun tidak Jerry berinisiatif memakaikannya pada kepala bunga ....


" kemarin sibuk banget yah ...sama sekali tidak balas chat yang Kaka kirim" Jerry mendorong bunga mendekati motor...lalu jerry menaiki motor di depannya dan memberi isyarat pada bunga agar menaiki jok belakang ... ...


bunga lalu menaiki motor Jerry karna merasa tidak enak menolak jerry yang sudah repot-repot kerumahnya ....


"iya maaf ka ... kemaren sangat sibuk ... " jawab bunga singkat


berpegangan pada Jerry saat menaiki motornya ....


sementara itu di kejauhan radit mperhatikan mereka ....apa lagi bunga yang terlihat sama sekali tidak ada penolakan pada Jerry ... itu membuat Radit semakin geram ..


.awalnya Radit ingin merendahkan egonya ...


dengan menjemput bunga pagi ini ....meskipun Radit harus pagi-pagi buta berangkat ke rumah bunga yang jaraknya lumayan jauh dari rumahnya ....


tapi setelah pemandangan itu Radit hanya bisa mengepalkan kedua tangannya karna merasa kekecewaannya pada bunga bertambah besar ...


"brengsek " teriak Radit dalam mobil nya sambil memukul berkali kali stir kemudi di depannya ....


Radit lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi ...


***


sesampainya di halaman parkir kampus... radit sudah terlebih dahulu sampai di kampusnya ....


tidak menunggu lama motor yang di kendarai Jerry dan bunga sampai .... bunga turun dari motor ... begitupun Jerry ...


.jerry menghampir gadis di belakangnya lalu melepas pengait helm lalu membuka helm dari kepala bunga ... lalu membantu bunga yang merapihkan rambutnya


" cantik ..." gumam Jerry pelan .... membuat bunga tersenyum malu-malu


"kakak bisa aja ... kakak juga keren hari ini" ...bunga balas memuji Jerry sambil mengangkat ibu jarinya pada Jerry dan tersenyum manis ....


terlihat mobil Devan memasuki lapangan parkir juga .... dan keluar dari mobilnya .. lalu tersenyum pada bunga ....


" tumben ga telat " sapa Devan pada bunga sambil menutup pintu mobil bagian kemudi


"iya soalnya tadi ga naik bus .... " jawabnya ... lalu mengajak Devan ... untuk memasuki kelasnya bersama-sama....


"bareng yuu" bunga meng gandeng lengan Devan .... membuat Devan tersenyum semeringah ....


"maksih yah ka tumpamgan nya ...hehe" bunga melambaikan tangan arah Jerry ...


" iya sama-sama " ..jerry menimpali sambil mengacak-acak rambut bunga sambil tersenyum...


" dasar murahan " radit sudah sangat muak melihatnya ... Radit yang sedari tadi memperhatikan sikap bunga dari dalam mobilnya


lalu keluar setelah bunga sudah menjauh dari pandangannya ....


sambil berkali-kali kesal pada diri sendiri yang terus memikirkan gadis yang membuatnya sangat kecewa ....


apa lagi tempat itu tempat pertama kali mereka berciuman ...jadi Radit tidak bisa sedetik pun melupakan kenangannya bersama bunga ....


sementara itu bunga mengikuti kelas dengan seksama ....


" apa Radit sangat marah dengan sikapnya kemaren ...Sampat untuk mengirim chat aja ga..... apa sikapnya ketelaluan "


gerutu bunga dalam hati sambil tetap melihat arah dosen pengisi materi hari itu ....


setelah kelas selesai bunga , leta dan Vera menuju kantin...sedangkan Devan ...menyuruh mereka lebih dulu karna devan harus menyelesaikan tugas untuk jam berikutnya


" let gue pinjem tugas lu dong ..males mikir nih" pinta Devan Pada leta Sabil menaikkan alisnya ...


"tumben banget Devan ....biasanya lu semangat " saut Vera ..


"lagi males aja ..mana let " mintanya lagi


"niih ...nanti gantian yah kalo gue kesulitan " leta meletakan buku di atas meja Devan sambil menunggu persetujuan Devan agar menuruti leta yang meminta imbalan ..


" siap bawel " Devan mengangguk ...


***


di perjalan menuju kantin ...bunga melihat-lihat sekelilingnya mencari sosok Radit .... yang tidak terlihat seharian ini ....


"cari siapa nga" tanya Sinta yang mendekati meja bunga .... kebetulan Sinta adalah satu-satunya teman bunga selain Jerry yang satu jurusan dengan Radit


bunga hanya menggeleng dengan wajah datar...


sampai bunga tidak menyadari ketiga temannya melihat bunga yang terlihat sangat gelisah


"aku tau bunga cari siapa" kata Sinta sambil berbisik ke teman-temanya ...


"Jerry" saut Vera dan leta berbarengan seolah yakin dengan jawabannya


"salah .." timpal Sinta sambil menggelengkan kepalanya pelan ... lalu kembali berbisik pada teman-temannya yang begitu penasaran ...


"Raditya .." bisik sinta kembali .


" Sinta pelanin suaranya " saut bunga melotot


" benarkan aku ...let ..ver" Sinta mengangkat angkat alisnya bergantian


"dari mana kamu tau bunga cari Radit" . tanya Vera pada sinta .


".emang kamu ada hubungan apa sama Radit ? " sambung Vera bertanya pada bunga ..


"suuutttt" Sinta dan leta berbarangan meletakkan telunjuk mereka pada mulut yang di manyunkan .... memberi isyarat agar Vera berhenti bertanya pada bunga yang terlihat seperti sangat sedih dan tidak bergairah


" nga ... Radit ga masuk kelas hari ini padahal mobilnya terparkir di depan ..." .. jelas Sinta heran


"kalian ada masalah nga?? ceritain dong? " leta menyambung menenangkan bunga ....


"enggak ada masalah apa-apa kok tenang aja" jawaban bunga meyakinkan


"kemaren kalian pergi ke bioskop kan .... " saut Sinta menyelidik


"dari mana kamu tau sin?" jawab bunga heran


"kan kemaren gue liat ...waktu lu dan Radit memesan tiket sambil berpegangan tangan mesraaaaa banget " jawab Sinta sambil memanjangkan kata huruf vocal A padakata mesra


sementara itu leta dan Vera melongo merasa sangat kaget mendengar rahasia besar yang di sembunyikan bunga ....


" dan sepertinya ada sesuatu terjadi di bioskop kemaren ... soalnya aku mendengar sedikit des..." bunga membekap mulut Sinta yang lemes karna merasa kata-kata yang akan di ucapakan Sinta pasti akan buat bunga malu dan tidak akan habis di cecar pertanyaan oleh teman-temannya itu....


"apasih bunga ga asik main rahasia-rahasia an sama sahabat sendiri " saut Vera kesal dengan nada kesal karna penasaran ...