
bunga bembeli beberapa makanan dan minuman untuk Liam ... lalu menuju ruang dosen untuk memberikan nya pada liam ....bunga menyusuri lorong kampus menuju ruangan dosen.. terlihat Lania dan Liam sedang mengobrol serius ....menujukan sesuatu di ponselnya ... Liam mengalihkan pandangannya pada bunga yang terlihat menghapiri mereka ..
"kamu belum makan dari tadi ..." bunga mencoba memberikan roti dan minuman pada Lian ..
"apa yang kamu lakukan ,perempuan murahan? setelah berusaha menggoda pacarku.. apa lagi yang akan kamu perbuat , gak tau malu sekarang kamu bawain mkanan untuk Liam " Lania menjambak rambut bunga secara tiba-tiba
"apa maksud kamu ? aku ga mengerti " BRAAaaKk bunga terjatuh karna dorongan lania ...membuat semua makanan yang dia bawa berserakan
"cukup lania..urusi saja pacarmu itu ..biar bunga jadi urusanku "
Liam yang melihatnya pun melerai mereka ..
Liam merangkul membangunkan bunga ..dan menyembunyikannya di balik punggung nya
"kalo aku jadi laki-laki aku gaakan Sudi punya pacar kaya dia ciih.."
suasa di situ penuh dengan cacian lania yang tak kunjung berhenti ...
dosen endruw keluar dari ruangannya karna mendengar sebuah keributan ...Ia pun ikut melerainya .
"ada apa ini, ribut ribut ? "
"gada apa-apa kok pak ... " Liam yang merasa tidak enak berusaha menutupi
karna takut terjadi masalah yang lebih besar lagi
" apapun masalahnya bersikaplah dewasa , kalian bukan anak SMP , kalian kembali sekarang atau ikut saya ke ruang dekan."
Lania meninggalkan mereka lalu di susul bunga dan Liam ... beberapa mahasiswa yang menyaksikan itupun ikut membubarkan diri ....
sebenarnya bunga masih tidak mengerti kenapa Rania bisa semarah itu padanya ..mungkin karna dia yang menemui Radit tadi .."
"apa mungkin Liam juga tau ? " gerutu bunga dalam hati kemudian melirik Liam yang atmosfernya nya sangat dingin saat ini
"Liam..."
"iya ada apa ? "
liam menoleh tapi tatapan Liam seolah menyimpan kemarahan
"sebenarnya ada apa? apa yang kamu omongin sama lania tadi?"
"kamu lebih tau , dan harus nya kamu yang menjelaskan " jawaban Liam sangat dingin
" menjelaskan apa?"
"kenapa tidak bilang kalo kamu cuma mencintai Radit ?"
" a...aku... dan Radit cuma masa lalu"
" tapi aku kecewa , tidak bisakah kamu mencoba mencintaiku? hah?"
"aku sayang kamu Liam ..."
"tapi mencintai Radit ? benarkah begitu ?"
"bukan begitu maksudku"
"lalu apaaaa? aku pikir kita benar-benar berpacaran ...aku pikir kamu benar-benar menerimaku ..ternyata aku salah "
"jangan salah paham ..."
" aku tidak salah paham ...kamu tau itu"
"kamu salah paham tentang aku"
"iya aku salah paham ,, karna merasa kamu menerima aku "
" aku dan Radit masa lalu liam ...aku dan Radit hanya membahas kesalah pahaman yang harus di luruskan ...itu aja "
bunga masih tetap melamun ... sambil melangkah mengikuti Liam bunga tidak menyangka semua bisa sehancur ini karna dirinya,, bahkan Liam sangat marah padanya ...
Liam memasuki mobilnya dan memberi isyarat untuk bunga cepat menaiki mobil...
dengan langkah yang sedikit dipercepat bunga menghampiri mobil sport berwarna hitam yang sudah di naiki Liam terlebih dahulu itu
" kamu ga ikut kelas berikutnya liam?" bunga bertanya sambil membuka pintu mobil dan duduk di samping liam
"kayanya enggak ..." Liam melajukan mobilnya melewati pintu gerbang yang di himpit patung yang menjulang tinggi di kedua sisinya ...
" kamu masih marah ? aku minta maaf" bunga menghapkan wajahnya pada liam...yang hanya terdiam mendengar pertanyaan nya ..
" apa sekarang kita putus aja ? aku gamau hubungan kita begini " sambungnya kembali karna merasa tidak enak pada Lian yang sudah sangat baik dan mencintainya tulus .
" kamu mau kita putus ? astaga ... shiitt" Liam memukul stir kendali dan lalu memberhentika mobilnya di depan taman kota terdiam sejenak menundukan kepala pada stir kendali di depannya . ...
" apa kamu bahagia kalo kita putus?" Liam kembali bersuara menatap dengan tatapan yang tidak bisa di artikan
bunga pun menggeleng pelan dengan mata berkaca-kaca ....terlihat kesedihan di mata bunga.
ia kembali mengalihkan pandangannya pada luar jendela ....
Liam mengangkat kepalanya dari stir. ..meraih tangan bunga .. dan menggenggam nya erat ...
bunga membalikan badannya masih terus menunduk memandangi tangan liam yang menggamnya... terasa kehangatan di hatinya. yang sedari tadi begitu dingin
" Apa kamu cinta sama aku.?" timpal Liam lembali bertanya sambil mengangkat dagu bunga yang terus menunduk
" aku tidak tau pasti
...apa itu tapi yang pasti aku tidak mau kehilangan kamu" bunga meneteskan air matanya dengan deras sambil menurunkan tangan Liam yang berada di dagunya....
"bunga ...." panggilnya lirih. lalu menghapuskan air yang mengalir di pipi bunga yang begitu putih dan indah lalu mengelus-elusnya ....dengan ibu jari ... bunga hanya terus menunduk ... saat Liam mendekatkan wajahnya .. perlahan mendekatkan bibirnya pada bunga ..dan menciumi bibir bunga dengan lembut ..... bunga hanya terdiam memejamkan matanya ...
Liam sangat merasakan candu yang luar biasa pada bibir mungil itu
begitupun bunga yang merasakan kehangatan di hatinya ...
Liam sesaat melepaskan ciumannya dan menempelkan keningnya pada kening kekasihnya itu hidung mereka di tempelkan satu sama lain
" kamu tau aku sangat mencintaimu ,, aku cuma mau dengar dari bibir kamu ini kalo kamu hanya mencintaiku bukan yang lain"
ucapan Liam lirih sambil mengelus bibir bunga dengan lembut lalu kembali menciumnya .... kali ini ciuman itu begitu lama... dan semakin menuntut....
tangan Liam mulai meraba dengan lembut .dalam baju bunga ..mulai dari pinggangnya dan berusaha membuka pengait bra di punggungnya ....... lalu kembali meraba perutnya dan kemudian ke arah gunung kembar milik bunga ...tubuh bunga sedikit menggeliat ..
ciuman itu semakin lama semakin dalam .... Liam dengan ganas ... meremas-remas gundakan kenyal yang di genggamnya.....
tapi tiba-tiba bunga teringat kejadian di bioskop dengan Radit .... dan teringat kata-katanya .." jangan biarkan siapapun menyentuhmu "
bunga pun mendorong tangan Lian yang sudah berada di pangkal pahanya. .. lalu mendorong tubuh Liam dengan kasar ... membuat Lian tersentak ...
bunga langsung merapihkan bajunya yang sudah tidak beraturan ... dan berusaha mengaitkan kait bra di belakang punggungnya..... karna sepertinya bunga begitu kesulitan ...Liam berusaha membantunya dengan merangkulkan kedua tangannya memasuki baju bunga dan mengaitkan tali bra di dalamnya....
Liam berusaha meneruskan .... Liam kembali berusaha mencium bibir bunga tapi bunga malah menolak dan mengalihkan wajahnya kearah jendela .... liampun beralih menciumi leher jenjang bunga ...dengan penuh gairah. ...
bunga menggeliat karna merasa geli ...liam menurunkan posisi tubuh bunga... memencet tombol pada sandaran jok agar berganti posisi tertidur .... Liam berusaha menindih tubuh bunga .... sampai benda keras terasa menempel di paha bunga ...bunga tersentak
"udah Liam ....nanti ada yang liat..."
sambil mendorong tubuh Liam .... sesaat Liam terdiam meremas-remas rambutnya dengan kasar ...
membuang pandangannya ke arah depan sedangkan tangan satunya memencet tombol jok agar kembali seperti semula ...
"maaf ..karna aku tidak bisa mengendalikan diri ..." Liam mencium kening bunga lembut...l dan kembali menjalankan mobilnya