First Love In The Past

First Love In The Past
BAB 2



Bunga merapihkan pakaian dan riasannya, dan bergegas keluar dari toilet.


Dengan hati2 karna takut Radit melihat keberadaannya.


Dia langsung berjalan cepat menuju lift untuk kembali ke ruang devisinya.


"Huh yaa ampun " bunga membuang nafas beratnya sambil memencet tombol lift.


Ting..... pintu lift berbunyi sepertinya ada yang masuk ke lift yg sama dengan bunga.


Bunga pun sama sekali tidak peduli bunga sibuk dengan smartphone di tangannya .


"Kenapa harus menghindar ? sadar yah punya dosa sama aku ?" suara laki -laki di depan bunga.


Membuatnya terkejut dan menjatuhkan ponsel yang di genggamnya.


"Ya tuhaaann ponselku !" teriak bunga kesal


Terlihat Radit hanya tersenyum melihat ponsel yang terjatuh karna ulahnya tanpa rasa bersalah.


"Astaga mimpi apa aku semalam sial banget hari ini " gerutu bunga sambil memungut ponsel yang layarnya sudah menjadi hitam sebagian.


Tanpa mempedulikan Radit di sampingnya.


Raditpun menyandarkan badannya ke dingding lift sambil melipatkan tangannya ke depan


"Nga...? " panggil Radit sambil menarik tangan bunga yg sedang jongkok agar sejajar dengannya.


"Ada apa Radit ? jangan ganggu aku, tolong !aku cuma pengen hidup dan bekerja dengan tenang " jawab bunga memelas berusaha melepaskan tangan Radit dengan nada memohon.


Tapi Radit malah semakin mengeratkan genggamnaya.


" Apa kamu tidak merindukan mantan pacarmu yang ganteng dan keren ini ?" menghimpit badan bunga ke dingding lift dengan mata melotot.


Bunga benar-benar terkejut tapi saat ini tidak bisa di pungkiri jantung bunga berdetak cepat Seperti bersepeda seharian tanpa berhenti.


Apa lagi wajah Radit semakin mendekat ke wajah bunga yg mulai panas dan berkeringat.


"Lepasin pak. Lepasin... aku minta maaf kalau bapak masih membenci diriku di masalu.


Tapi, maaf aku sudah melupakan semuanya , dan aku mohon agar bapak bisa membiarkanku bekerja dengan tenang !" Nada suara bunga memohon dengan kalimat yang formal sambil mendorong badan Radit dengan kuat.


"Ting"


Suara lift terbuka membuat bunga lega dan langsung pergi meninggalkan Radit dalam lift .


Berjalan cepat tergesa gesa Radit pun mengikuti langkah bunga sampai ke ruangan devisinya.


Sambil memperhatikan gerak gerik bunga yg menurut Radit sangat lucu


"Dasar bodoh " grutu radit sambil tersenyum langsung berjalan mundur lagi beberapa langkah lalu berbalik menuju ruangannya.


"Prog Radit"


"Dia masih tetap bodoh seperti yang dulu " Radit tertawa sambil melihat sebuah foto yang ada di dompetnya.


Mengelus gadis berambut panjang seatas pinggang, berkulit putih, terlihat sangat imut. Yang tidak lain adalah bunga gadis yang dulu sangat ia cintai.


"Apa mungkin aku masih cinta pada gadis bodoh, ceroboh, mengesalkan, ambekan dan penghiyanat ! " ucap Radit menekankan kata penghiyanat sambil menutup dompet dan melemparnya kedalam laci.


"Radit .. kenapa bisa bersikap menjijikan seperti tadi " kesal Radit pada diri sendiri sambil menjedotkan berkali-kali kepala nya pada meja kerja di depannya


"Yang kencang dong sayang jedotinnya " saut Renata yg tiba2 masuk sambil tertawa geli.


Raditpun langsung menegakan badannya berpura-pura menjadi Radit yg cuek seperti biasanya.


"Ada apa kesini ?" tanya Radit


"Kebetulan lewat, emang salah mampir ke tunangan sendiri ? " jawab Rena tertawa sambil duduk di sofa ruangan Radit


"Apa sih " jawab Radit berpura2 fokus pada laptopnya


"Oh..yaaaaaahhhh... maaasaaa...? " timpal Rena sambil menutup laptop yg di main kan Radit.


Dengan wajah kesal dan cemberut Radit menyilangkang tangannya bersandar pada sebuah bangku yang di dorongnya kebelakang.


"sebenernya mau ngapain ke sini ? " tanya Radit ketus


"Iya. aku di suruh calon mami mertua supaya memaksa anaknya supaya pulang lebih cepat karna akan ada pertemuan keluarga kita " jawab Rena males-malesan


"Astaga mami. aku tidak bisa menikahi kamu. tidak mungkin ! hal yang mustahil aku hanya menganggap kamu teman tidak mungkin bisa lebih " Jawab Radit kesal mengepalkan tangannya di atas meja.


"Sedih akutuh di tolak" Saut Rena sambil mengucekucek matanya seperti orang menangis lalu tertawa.


( segitunya kamu tidak suka sama aku dit , padahal aku cinta sama kamu ) dalam hati Rena sedih karna memang dalam hati Rena sangat mencintai Radit dari waktu kuliah mereka sahabatan tetap aja Rena tidak pernah ada di hati Radit sedikitpun.


Tidak lama mereka berbincang Rena pun berpamitan, Untuk segera pergi ke pertemuan keluarga.


"Ya sudah aku cabut deh , terserah mau Dateng atau tidak, ngomong aja sendiri sama Tante " Pamit Rena melambaikan tangan sambil keluar dari ruangan Radit.


Rena benar- benar terkejut melihat sosok wanita keluar dari pantry yg sedang membawa secangkir teh di tangannya.


Mereka pun saling pandang seperti saling mengenal.


" kak Rena, apa kabar? " sapa bunga setelah mengingat orang di depannya.


"Bunga? kamu cantik banget sekarang?" puji Rena sambil memutar-mutar tubuh bunga yang terlihat lebih seksi dari sebelumnya. bunga yang sekarang memiliki dada dan panggul yang lebih berisi dan berbentuk sempura.


"Sudah ka aku pusing nih ... Kaka juga cantik banget " timpal bunga sambil menyolek lengan Rena menggoda


"Sejak kapan kamu kerja di sini bunga ?"


Pikiran Rena benar benar kalut saat ini ternyata alesan Radit bertingkah aneh karna ada bunga rasanya sakit buat Rena menerima nya.


tapi sebagai sahabat yang baik buat Radit Rena harus berpura2 tidak apa2 .


"Baru hari ini ka, oh iya ngomong-ngomong Kaka ngapain disini , kerja di sini juga? ." Tanya bunga karna emang bunga sangat penasaran.


"Oh iya , kebetulan lewat aja terus mampir ke tempat kerja calon suamiku. " terang Rena


"Oh gitu kak, waaaah selamat yah ka ? eamng siapa kak calon suami kakak kerja di seini juga ?"


"Iya , CEO mu " jelas Rena seolah menegaskan.


"Oh... ih..selamat Iyah sekali lagi. Tapi sayang kita tidak bisa mengobrol lama-lama. Tidak mungkin kan aku bekerja dan di pecat di hari yang sama ! " jawab bunga


"Oke.. aku paham , yaudah selamat bekerja yah " Saut Rena melambai


( ternyata benar keliatan banget masih suka sama Radit , sebaal..sebaaal..seebaal ... ) gerutu Rena dalam hati.


( benar2 merasa kesal sama gadis itu dari dulu Sampe sekarang masih aja membayang-bayangi kehidupan Radit bener-benar menyebalkan )


Sementara itu terbesit rasa kecewa dan keegoisan dihatinya , rasa iri dan ingin memiliki Radit kembali. tidak menyangka kalo Raditya sudah bertunangan sama Renata membuatnya sedikit tidak fokus pada file-file yang harus di selesaikan secepatnya


"Bunga sadar diri, kamu bukan siapa-siapa. kamu tidak boleh baper sama perlakuan Radit. aaaahhh asaga bunga otak kamu ini " grutu bunga sambil menampar-nampar pelan pipinya.


 


Jam kerja pun selesai tapi bunga belum menyelesaikan pekerjaannya.


Teman kerjanya pun satu persatu pamit meninggalkan bunga sendiri.


Bunga melirik jam di pergelangan tangannya sudah jam 17:30 dia terburu-buru menyelesaikan kerjaannya , lalu merapihkan berkas-berkasnya kembali.


 


Tiba-tiba bunga terkejut dengan kehadiran laki-laki di depan meja kerjanya sambil menyilangkan ke dua tangannya .