First Love In The Past

First Love In The Past
BAB 5



Keesokan harinya.


Bunga duduk di bangku taman kampus. Sambil memainkan ponsel nya.


Sementara itu sosok laki-laki mendekati bunga. Sambil tersenyum kepadanya. Dengan sangat ramah bunga membalas senyumanya.


Laki-laki itu adalah Jerry. Dia senior di sekolah menengah atasnya dulu. Sebelumnya mereka sudah sangat dekat. bisa dibilang mereka sempat PDKT sebelum Jerry akhirnya berkuliah. semenjak itu Jerry jarang menemui atau sekedar mengabarinya lewat chatting.


" Lagi ngapain nih asyik sendiri aja ?" Sapa sosok mahasiswa senior itu ramah.


"Iya kak , lagi santai aja kok " jawab bunga santai


" Tidak disangka bisa bertemu Bunga lagi di sini. lama banget yah kita tidak mengobrol begini ?"


"Iya kak, bunga juga senang bisa bertemu kakak lagi disini, semakin banyak orang yang kita kenalkan semakin bagus "


"Jadi hanya sebatas itu nih ? Tidak ada kesempatan kedua ?"


" Maksudnya ?"


"Boleh pinjam ponsel nya ?"


"Boleh ka nih" bunga menyodorkan ponsel pada Jerry


Jerry langsung mengambil ponsel bunga mengetik digit nomor telpon dan membuat panggilan beberapa detik kemudian.


Terdengar ponsel di sakunya berbunyi.


Ternyata itu modus Jerry meminta nomor telepon bunga. Bunga hanya terbengong dan tersenyum kecil.


"Terima kasih no telponnya?"


"Itu namanya pencurian terang-terangan " sindir bunga menyabikkan matanya dan memanyunkan bibirnya


"Hahaha kalau tidak begitu. Mana mau kamu kasih no kamu! iyakan ? " Jerry mengacak-acak rambut bunga pelan sambil berlalu pergi.


" Masih sama seperti dulu. Semaunya sendiri". Gumam bunga dengan nada kesal


"Uhuk..uhuk " Suara batuk dari balik pohon membuat bunga terkejut , Lalu mengikuti asal suara yang bisa jadi sudah menguping sedari tadi.


"Radiiit , kamu nguping?" Teriak bunga pada Radit yang duduk di bangku panjang belakang pohon berpura-pura memejamkan matanya dengan lengan di atas kepala .


"Dasar tidak jelas, pura-pura tidur iya?" bunga memajukan wajah nya yang tepat di atas kepala Radit memastikan Radit benar-benar tertidur.


"Dasar mesum , bisa-bisa nya gadis sepertimu mau mengambil kesempatan mencium laki-laki yang sedang tertidur"


Bunga langsung mematung seketika berdiri tegak. dengan wajah melotot jengkel sekaligus terkejut dengan apa yang di katakan Radit padanya. sedangkan Radit masih berpura-pura menutup matanya dengan lengan.


"Iisshh ..kamu yang fikirannya mesum, siapa juga yang mau mencium kamu . cuma mau mastiin aja kamu tidur atau mati , soalnya ini kampus bukan hotel." Bunga meninggalkan Radit sambil mengeluarkan makian-makian dengan volume suara yang kecil karna takut terdengar si empunya.


Sedangkan Radit hanya tersenyum kecil karna menurutnya sangat menyenangkan membuat gadis yang sudah berlalu pergi itu kesal.


***


Jam mata kuliah penting nya kali ini telah berakhir. Membuatnya bernafas lega karna sebelumnya sangat tegang dengan guru killer yang mengisi materi di kelas nya tadi.


Saat bell berbunyi, tidak menunggu lama bunga dan teman-teman nya meninggalkan kelas tersebut


"Gayss.. kita jalan yu nonton ke " ajak leta bersemangat


" Aku tidak bisa ikut deh kayanya. lagi ada acara sama pacarku " kata Vera dengan nada kecewa


"aku juga udah janjian sama pacarku " saut Sinta


"Ya sudah lah, nanti aja kapan-kapan tidak seru kalau cuma berdua, Main ke rumah ku aja yu nga?" leta menggandeng tangan bunga


" Nanti aja let. kakakku bilang suruh pulang lebih cepat" timpal bunga sambil menunjukan ponselnya yang sudah ada pesan dari sang kakak sambil nyengir menunjukan semua giginya pada leta.


"Yaah payah nih kalian semua, Iya ayo lah pulang " saut leta kecewa


"Makanya pacaran biar ada yang di ajak jalan" timpal Vera sambil tertawa


Kedua temannya mendahului mereka. karna telah di jemput pacar mereka masing-masing.


" Aku duluan yah nga , let " Vera melambaikan tangan sambil berbonceng pada pacarnya membuat leta dan bunga saling berpandangan.


" Nasib jomblo" Saut leta dan bunga serentak berpandangan dan tertawa terbahak.


Tak lama leta pun pamit pulang juga karna jemputannya datang.


"Letaaa" sapa laki-laki dalam mobil di depan gerbang


Leta menarik bunga ke arah mobil itu


"Kak nih kenalin temen aku bunga ,,,, cantik yah ?" Leta mencubit tangan kakanya sambil menaikkan kedua alisnya.


Anwar kakak leta ini orang yang sangat cuek pada perempuan. Jadi leta berkali-kali mencoba menjodohkan kakaknya itu. tapi tidak pernah berhasil.


" Salam kenal kak aku bunga " sapa bunga sambil melambaikan satu tangannya


" Iya salam kenal " Saut anwar tersenyum manis.


" Bunga mau Kaka Anter aja sekalian ?" sambung anwar ramah


"Tidak usah kak. bunga mau mampir mampir dulu soalnya, lagian nanti ngerepotin kakak" tolak bunga sopan.


"Padahal tidak repot sama sekali kok " senyum anwar mengembang. Bunga balas tersenyum.


"Tumben banget ramah sama perempuan ?" Lindir leta dengan nada mengejek


" Iya sudah kalo bunga tidak mau Kaka antar Kaka duluan yah" Sambung Anwar melambaikan tangannya. leta yang melihat pun berusaha menutupi jendela . karna mengetauhi anwar tidak mengalihkan pandangannya.


"Ih apasih dek" kesal Anwar pada adiknya itu. Mobil itupun melaju pelan meninggalkan bunga . Bunga berjalan beberapa meter. menuju halte pemberhentian.


Lalu duduk di halte menunggu bus yang menuju ke rumah nya.


tiba-tiba mobil Ferrari F12 Berlinetta berwarna hitam berhenti di depannya....


"Masuk " suara itu berasal dari dalam mobil,


"Cepat,. Tidak akan ada bus lewat sini." sambung nya sambil membuka jendela mobilnya.


Orang itu adalah Raditya, sosok laki-laki tampan dengan segala pesonanya , tapi juga sangat pemarah ,dan entah jelmaan dewa es dari mana yang jelas sangat menyebalkan kalau mengobrol dengannya.


" Tidak usah , aku naik angkot aja kalau begitu" Tolak bunga


Bunga berjalan menghindari Raditya .


Tiba-tiba Radit keluar dari dalam mobilnya menarik paksa bunga dan di dudukan di dalam mobilnya. dengan wajah kesal menahan amarahnya. bunga


Berusaha membuka pintu mobil yang sudah terkunci.


" Pakai belt nya ! " Radit mengambil belt di samping bunga , bunga dengan cepat menghindar saat Radit mencoba memasangkan belt .


"Biar aku aja " Bunga merasa sangat gugup karna tubuh Radit sangat dekat dengannya.


Radit menyalakan mesin mobilnya setelah bunga memasang belt. kemudian mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Beberapa menit menyelusuri jalan yang sebenarnya bunga sendiri tidak mengetauhi niat Radit membawanya. Sebenarnya semenjak Radit membopongnya saat bunga terjatuh bunga sangat yakin Radit tidak akan menyelakainya , itu menjadi alasan bunga percaya padanya.


" Ini mau kemana sih ?" bunga merasa jalan yang mereka lewati bukan jalan arah ke komplek perumahan bunga.


"Aku mau ajak kamu ke tempat favoritku" Radit tersenyum ramah tidak seperti biasanya . membuat bunga merinding melihat tinggah Radit


"Ini namanya penculikan tau, dasar menjengkelkan , manusia kulkas" gumam bunga dengan nada kesal. Radit hanya terdiam tanpa menjawab apapun hujatan bunga yang terus-menerus menyerangnya . Bunga kembali terdiam merasa tidak ada respon dari radit.


Tidak ada pembicaraan apapun lagi keduanya membisu. seketika dalam mobil terasa hening . Ini perjalanan terlama yang pernah bunga lalui.


Tanpa bunga sadari Radit terus-menerus melirik ke arahnya . yang seperti lebih tertarik melihat balik jendela dengan wajah cemberut yang menggemaskan menurut Radit.