
seluruh manusia di dunia memiliki sekumpulan memori yang kadang kala sulit untuk di lupakan ....mungkin terlalu indah atau terlalu menyakitkan .... yang pasti adalah waktu akan tetap berjalan tanpa melihat masa lalu ....
Bunga ayura, seorang gadis blasteran Indonesia dan Jepang kini hidup sebagai yatim piatu bersama kakaknya Amita azura ..
Ibu dan ayahnya meninggal di sebuah insiden kecelakaan tunggal saat bunga masih 15 tahun sedangkan Amita belum genap satu semester di sebuah universitas...
Mereka harus menelan pil pahit saat seluruh harta peninggalan kedua orang tuanya di rampas paksa oleh istri pertama ayahnya . karna ibunda mereka hanya seorang istri simpanan ayahnya.
***
Raditya Nugroho laki-laki tampan yang pernah mengisi hari-hari nya menjadikan hari nya begitu indah dan menyakitkan secara bersamaan ....
Raditnya laki-laki yang cukup di kagumi yang banyak di gilai semua mahasiswi di kampusnya meski Radit terkenal cuek dan dingin tapi wajah tampan dan dikenal sebagai salah satu pewaris dari pemilik saham di kampus itu seolah cukup dijadikan modal sebagai idola di kampus.
***
Hari ini, Tidak seperti biasanya. bunga bangun lebih cepat.
Bunga bersiap-siap berangkat ke tempat kerja nya yang baru.
Dengan memakai rok span atas lutut dan jas yg sangat pas di tubuhnya, sedikit berdandan terlihat bunga sangat mempesona hari ini ,
Dia sangat bersemangat, bagai mana tidak dia harus memikirkan bagai mana caranya mendapatkan uang yang cukup untuk membayar hutang dan memenuhi kehidupan sehari-harinya dengan sang kaka.
" Bunga sarapan dulu " Tegur Mita ( Kaka satu-satunya bunga) Sambil menyodorkan nasi goreng buatannya
" Siap Kaka sayang " Sahut bunga sambil memberi hormat
"Nga...Kaka sangat bahagia dan bersukur ,Kaka bisa membuat kamu seperti sekarang ini " ucap Mita sambil memandang bunga dan mengusap sedikit air mata haru yang keluar dari matanya
"Kakaaa, sejak kapan se melow ini ? biasanya juga marah-marah terus hihihi" ledek bunga sambil menjulurkan lidahnya dan tertawa terbahak
" Bungaaaaa ... " teriak Mita kesal sambil menjewer kuping bunga
"Naahh ini baru Kaka hahahaa " bunga kembali menggoda sambil berlalu pergi ... dan melambaikan tangan nya
"Dasar anak ini ... awas aja nanti " gerutu Mita gemas tapi dia tetap melambaikan tangannya ke adik kesayangannya itu.
Bunga harus berlari hari ini ke halte bus karna bunga tidak mau telat Sampe kantornya yang baru.
Tak lama menunggu sebuah bus mendekat ke arah halte. Lalu berhenti tepat di depan bunga yang berdiri di halte tersebut.
Bunga langsung memasuki bus itu dan duduk dengan nyaman sesekali merapihkan baju dan dan roknya yang terlihat sedikit kusut.
Bus itu menuju arah kantor yang di tujunya .lalu berhenti di depan sederetan Gerung pencakar langit yang menjualang . Bunga berhenti di sebuah halte pemberentian yang berjarak 100 meter dari pintu masuk gerbang perusahaan.
Sekitar 10menit bunga sampai di pintu masuk perusahaan NUGROHO PRODUCTION perusahaan yang berkembang di multi bidang .
Perusahaan ini, perusahaan yang sangat terkenal dan sangat besar
"Waaaahhh besar sekali kantor nya " kagum bunga sambil celangak celinguk melihat-lihat sekitar kantor ...
Tidak menunggu lama dia langsung ke tempat receptions , untuk menanyakan ruangan nya.
Resepsionis pun mengarahkan bunga dengan ramah, menjelaskan lantai yang bunga tuju. dan sebagainya.
Bunga langsung pergi dan tidak lupa mengucapkan terimakasih setelah mengerti penjelasan resepsionis cantik di depannya tersebut.
Bunga langsung memasuki lift menuju lantai 11 dan di susul 2 orang laki2 memasuki lift itu.
Dari salah satu orang itu seperti nya bunga sangat mengenalnya.
Iya.... benar dia RADITYA mantan pacar nya yang dulu sangat membuatnya kecewa.
Bunga pun dengan sigap langsung mengalihkan pandangannya.
Berpura2 tidak melihat atau mengenalnya.
Bunga selalu merasa sesak dan kecewa saat harus mengingat perlakukan Raditya dulu padanya.
Sepertinya raditpun menyadari kehadiran bunga. Sesekali Radit melirik untuk memastikan.
Betapa tidak. Mungkin 6 tahun lebih Radit tidak pernah melihat gadis itu.
Gadis yang membuat nya kecewa, juga sangat marah.
Tapi tidak bisa di bohongi hati Radit sangat bahagia bisa melihat dia lagi.
Orang yang sesungguhnya sangat dia cinta dan rindukan.
Raditpun memundurkan langkahnya agar sejajar dengan bunga yang di belakangnya.
"Bungaaa... bener dia bungaa.. " gerutu hati Radit .
Tapi raditpun masih sama seperti dulu angkuh dan masih meninggikan ego dan gengsinya.
Saat pintu lift terbuka Radit langsung meninggalkan bunga berpura2 tidak mengenalnya tanpa menoleh sedikitpun ke arah bunga.
Sementara itu bunga tetap menunduk sampai tubuh Radit mulai menghilang. Dari pandanganya.
Bunga pun langsung melangkah ke ruangan ketua devisinya.
"Selamat pagi Bu " Sapa bunga di depan pintu yg kebetulan dibuka oleh ketua devisinya.
FEBRI RENATA nama yg tertulis di papan nama
"Selamat pagi, pasti anda bunga Aayura kan? kariawan baru di devisi saya ? " Sambut Febri menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
Bunga pun mengangguk dan menyambut jabat tangan dari Febri dengan senyum semeringah.
Karna bunga tidak menyangka akan bekerja sama dengan ketua devisi yg sangat baik dan ramah seperti Febri.
" Ayo saya tunjukan ruangan kamu " tangan Febri mengisyaratkan untuk bunga mengikuti nya.
"Disini ruangan kamu , itu tempat yang kosong , selamat bergabung dg tim kami yah ?" febri menunjuk bangku kosong di sebelah kanan bunga berdiri dan langsung menjulurkan tangan pada bunga.
" Terima kasih bu , mohon bimbingannya " Jawab bunga sambil menjabat tangan Febri .
Bunga langsung di sambut baik oleh tim di devisinya , merekapun berkenalan dan berbincang-bincang sebelum akhirnya fokus pada laptop mereka .
"Bunga tau ga CEO kita ganteng banget loh " bisik Devi mendekatkan bangku dorongnya pada bunga yg duduk di sebelahnya .
Bunga hanya memandang Devi lalu tersenyum
Devi: Udah liat belum nga ? tanya Devi penasaran
Bunga: Aku belum pernah liat Dev . jawab bunga singkat
Devi: Pokonya yah nga ganteng banget udah gitu cool tapi juga hot .. uhh bikin jantung dah Dig duh pokonya " Cerita Devi antusias.
"Kerja woy rumpi aja pagi-pagi " Tegur Revan yg langsung membuat Devi menjauhkan bangkunya lagi
****
Jam makan siang pun tiba bunga mendapatkan waktu istirahat buat makan selama 1 setengah jam .
Bunga bersama Devi menuju kantin kantor kebetulan semua kariawan mendapatkan jatah makan siang gratis setiap hari.
Jadi bunga agak lega tidak perlu keluar uang lagi buat makan siang.
Karna keuangan Kaka nya sedang tidak setabil semenjak di phk di konveksi tempat dia bekerja .
Kaka nya pun berinisiatif berjualan online untuk menambah penghasilan sambil mencari pekerjaan lain .
Bunga kuliahpun karna dorongan sang kaka supaya bisa punya kehidupan yg lebih baik dari dia ....
Itu yg dia harapkan dari bunga
itu sebabnya bunga rela melakukan apapun demi Kaka nya karna kakanya adalah satu-satunya keluarga bunga saat ini.
Bunga dan Devi mengantri untuk mengambil makan siangnya.
Sementara itu Radit melihat nya dari kejauhan.
Tiba-tiba raditpun berniat makan siang di kantin juga bersama kariawan nya.
"Rido kita makan di kantin aja hari ini !" ajak Radit pada Rido sekertaris nya
" Tapi kenapa pak ? " tanya Rido heran
" Ya sayakan CEO di sini saya cuma memastikan makanan yang di makan kariawan saya bergiji dan layak makan" Jelas Radit meyakinkan.
Rido pun mengikuti Radit yg langsung mengambil posisi untuk makan di kantin.
Rido memberi isyarat pada pelayan kantin untuk membawa kan beberapa menu .
Radit memang sengaja duduk tepat di belakang bunga agar bisa melihat bunga lebih dekat.
Bunga dan Devi di kejutkan dengan bisikan rekannya yang dengan sengaja menyenggol tangan devi seolah menandakan ada yang menarik di depan mereka.
"Di belakang liat ganteng banget ya tuhan"
"ya ampuuunn gantengnyaaa.. lagi makan aja seganteng itu rasanya mau meninggal aku.
Tidak hanya Devi kariawan yang lainpun berbisik - bisik kagum pada CEO itu.
Bungapun penasaran seperti apa CEO yang katanya ganteng Sampe bikin Devi rela meninggal .
Reflek bunga menoleh ke arah radit.
" uhhukk uhhukk" dengan terkejut bunga tersedak dan langsung memalingkan wajahnya ke arah piring setelah tau yang di maksud Devi CEO yang hot itu adalah Raditya.
Yang saat itu juga bunga yakin Radit melihat dia . jantung bunga berdetak kencang antara takut , malu , rindu, kecewa bercampur aduk.
Akhirnya bunga memilih berdamai dengan dirinya sendiri berpura-pura santai , tidak peduli dan melupakan masa lalu .
Bunga langsung pergi meninggalkan kantin Dan pergi ke toilet berharap Radit segera pergi dari kantin