
Pagi pun mulai menjelang, saat ini Putri sedang bersiap-siap untuk berangkat ketempat ia akan memulai pekerjaan yang baru. Ia berharap tidak terlambat datang dan pekerjaan nantinya berjalan dengan lancar.
Selesai bersiap, Putri pun menuju kedapur untuk menyiapkan bekal makan siang untuk dirinya bawa ketempat ia bekerja. Karena ini hari pertama Putri bekerja, Putri belum mengetahui letak kantin berada dan hitung-hitung menghemat pengeluaran. Selesai membuat bekal, Putri mencari ibunya untuk berpamitan.
"Bu, Putri berangkat kerja dulu ya bu!" pamit Putri saat melihat ibunya berada dihalaman rumah sedang menyapu teras rumah.
"Kamu sudah mau berangkat, Nak, Kamu sudah sarapan? tanyanya
"Putri sudah sarapan, Bu. Titip Sakha ya, Bu. Kalau ada apa-apa langsung telepon Putri ya Bu."
"Iya, Nak!" jawab ibu
"Ya sudah, Putri berangkat ya Bu. Wasalamualaikum." pamit Putri sambil menyalami ibunya
"Walaikumsalam, hati-hati dijalan ya, Nak."
"Iya Bu!" jawab Putri sambil berlalu keluar rumah menuju halte.
Dihalte, tak berapa lama saat Putri sedang menunggu, bis yang menuju Jaksel pun tiba. Putri pun langsung menaiki bus tersebut. Beruntung saat Putri berangkat belum begitu banyak para pekerja yang berangkat menuju kantornya, membuat banyak orang berdesak-desakkan. Putri memilih tempat duduk yang berada didekat pintu agar memudahkan saat ia turun.
Perjalanan menuju tempat Putri bekerja membutuhkan waktu 1 jam perjalanan. Tak terasa Putri sampai pada tempat tujuan. Karena letak perusahaan WK Group bersebrangan dengan tempat Putri turun dari halte, Putri harus melalui jembatan. penyebrangan terlebih dahulu. Saat berada dijembatan penyebrangan putri melihat begitu banyak gedung-gedung yang menjulang tinggi. Andai ia bisa bekerja didalamnya, pasti menyenangkan. Ia mengingat kembali saat mendiang suaminya meminta Putri kuliah, namun ia menolaknya karena ingin fokus dalam rumah tangganya merawat suami dan anaknya kelak. Namun siapa yang dapat menduga disaat Putri mengandung, Putri pun kehilangan sang suami. Aah, andai ia kuliah dulu! Apa kehidupannya akan sama seperti saat ini? Putri pun tersadar dari lamunannya, Putri tidak menyesali sedikit pun apa yang Putri jalani saat ini. Mungkin saat melihatnya memang menyenangkan, namun ia tak pernah tau saat menjalaninya. Mendiang suaminya pun sering pulang malam saat mendiang bekerja dahulu. Mungkin bila Putri bekerja didalam kantor akan mengalami hal seperti itu, dan ia tidak dapat memperhatikan putranya. Putri bersyukur, meskipun Putri bekerja, Putri tetap dapat merawat dan mencurahkan kasih sayangnya kepada putranya.
Putri pun sampai didepan gedung WK Group. "Bismillah ..Semangat Putri!" gumam Putri dalam hati, menyemangati dirinya.
Putri menapaki kakinya menuju perusahaan tersebut. Saat melewati pos, Putri melihat petugas yang Putri tanyai kemarin Putri pun menyapanya.
"Assalamualaikum ...Selamat pagi, Pak!" sapa Putri, saat didekat petugas tersebut.
"Walaikumsalam, Eeh si Ibu. Jadi bekerja disini?" tanyanya
"Alhamdulillah, jadi Pak. Nama saya Putri, panggil Putri aja Pak." ucap Putri
"Atuh si eneng cantik, kenapa jadi office girl, kenapa tidak melamar jadi karyawan kantor aja. Oiya, nama bapak Tono." ucap pak Tono, balas memperkenalkan dirinya.
"Tidak apa-apa, Pak. Mungkin rezeki saya disana sabagai office girl. Mari Pak, saya permisi dulu." ucap Putri sambil tersenyum
"Owh iya neng, silakan. Semoga betah ya bekerja disini." ucap pak Tono
"Iya Pak, terimakasih."
****
Sebelum memulai pekerjaan, Putri menghadap bu Siska terlebih dahulu.
"Ini seragam untuk kamu dan ini kunci loker kamu untuk menyimpan barang-barang kamu. Ingat ya, jangan membuat kesalahan sedikitpun. Lalu jangan lupa sediakan kopi untuk pak Aldrich, ceo perusahaan ini. Setelah selesai disana, baru kamu bantu teman-teman kamu." ucap bu Siska mengingatkan.
"Baik Bu."
Putri pun meninggalkan ruangan bu Siska, menuju ruang ganti office girl. Saat sampai didepan pintu ruang ganti, Putri mengetuk pintu dan mengucapkan salam.
Tok tok tok
Putri kemudian membuka pintu tersebut dan masuk kedalam ruangan tersebut. Putri melihat beberapa wanita didalam ruangan tersebut sepropesi dengan dirinya, Putri pun menyapa dan memperkenalkan dirinya.
"Assalamualaikum ...Perkenalkan nama saya Putri, tolong bantu arahannya ya dalam pekerjaan ini." ucap Putri
"Walaikumsalam ...Hai, nama aku Mila, salam kenal juga ya." ucap seorang wanita yang berbadan kecil dan mungil bernama Mila, mengulurkan tangannya memperkenalkan dirinya, dan Putri membalas uluran tangan tersebut.
"Hai,kalau aku Nia." ucap wanita yang berwajah hitam manis, dan badan sedikit berisi. Mengulurkan tangannya juga dan Putri menyambutnya.
Putri memperhatikan wanita yang berparas cantik yang berada diujung loker belum memperkenalkan dirinya, namun Putri tak mempermasalahkannya.
"Yang diujung namanya Cindy, jangan kaget melihat dia seperti itu." ucap Nia, memperkenalkan Cindy, karena wanita yang diujung loker diam saja.
"Woi Cin, diam aja kamu. Putri sedang memperkenalkan diri juga, bukan perkenalkan diri kamu." ucap Mila memanggil Cindy.
"Lah ..itu dia, udah tau nama gw. Nggak perlu dong gw perkenalkan diri gw lagi." ucap Cindy sinis.
"Cih, dasar kamu. Ratu ubur-ubur!" ucap Mila mengejek
"Apa loe bilang?" ucap Cindy melototkan matanya
"Sudah-sudah, kalian itu ribut terus. Sudah waktunya kerja tau." ucap Nia, menghentikan pertengkaran antara Cindy dan Mila
"Kamu bagian apa, Put?" tanya Nia
"Aku diruang ceo, ka Nia." sahut Putri
"Woow ...ruang ceo ternyata dia! Hati-hati ya bekerja disana jangan sampai salah sedikitpun, bisa langsung kena pecat kamu." ucap Nia
"Oya Ka? Masa sih. Memangnya ceo perusahaan ini galak ya ka?" tanyanya
"Bukan galak sih, pak Aldrich itu orangnya dingin dan perpect. Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun. Dalam sebulan ini, sudah 5 kali ganti office loh!" jelas Nia
"Ko aku jadi takut ya ka."
"Tenang aja, yang penting kamu jangan buat kesalahan. Jadi kamu tidak akan dipecat." ucap Mila
"Ya sudah, ayo kita mulai bekerja. Sudah waktunya, apalagi kamu Putri, kamu kan bekerja diruang ceo." ucap Nia
"Selamat bekerja ya." ucap Nia berlalu menuju pintu, menepuk pundak Putri perlahan.
"Iya ka."
"Selamat bekerja ya, Put." ucap Mila Kemudian menyusul Nia
"Iya ka, terimakasih."
Cindy pun juga berlalu menuju pintu, melewati Putri begitu saja.