
Part 4
2 Tahun kemudian
Tok tok tok
"Assalamualaikum ..." ucap Putri didepan pintu rumahnya, sambil mengetuk pintu.
"Walaikumsalam ..." balas bu Liana dari dalam rumah, kemudian membukakan pintu.
"Kamu sudah pulang, Nak?" tanyanya
"Sudah Bu. sakha kem-?" belum selesai Putri berbicara, terdengar teriakan seorang anak kecil dari arah ruang tengah.
"Unda, Unda, tantap aku ...tantap aku." suara seorang anak kecil yang belum fasih berbicara. berteriak sambil berlari meminta sang Bunda untuk menangkap dirinya.
"Haapp ...dapat!" seru Putri, yang sebelumnya berjongkok untuk mensejajarkan tinggi badannya dengan sang anak , sambil merentangkan kedua tangannya untuk menangkap anak kecil tersebut. kemudian Putri memberikan ciuman diseluruh wajahnya membuat sang anak terkekeh karena merasa geli. dan Putri memeluk anak tersebut kedalam dekapannya.
"Hihihihi ...deli Unda." kekeh sang anak
"Hhmmm ...sakha, apa yang harus kita lakukan ketika ada orang yang mengucapkan salam, Nak?" tanyanya dengan lembut kepada sakha.
Yaa ...Arsakha Atahillah, biasa dipanggil Sakha. anak dari Putri dan mendiang suaminya Rizki, yang saat ini berusia 2 tahun. Putri pun merubah penampilannya saat ini dengan mengenakan hijab.
"Ehhmmm ...mentawab salamna, Unda!" jawab sakha
"Lalu, apa sakha sudah menjawab salam Bunda?" tanyanya kemudian
"Walaitumcalam *...*Unda," kemudian mencium pipi sang bunda dan mengedipkan matanya berkali-kali agar bundanya tidak marah. Putri pun mencubit pipi sakha dengan pelan karena tingkah anaknya yang mengemaskan.
"Lain kali jawab salam dulu ya, Nak. saat ada orang yang mengucapkan salam." nasihatnya
"Ote ...Unda!" dengan mengacungkan jempolnya kearah Putri. bu Lisna yang melihat interaksi ibu dan anak tersebut pun tersenyum bahagia.
"Bunda kekamar dulu ya, Nak. Sakha lanjutkan bermainnya, nanti setelah selesai mandi Bunda akan menemani Sakha bermain." ucapnya
"Baik Unda."
****
Sesampainya didalam kamar Putri pun langsung membersihkan tubuhnya yang terasa lengket sehabis bekerja. Saat ini Putri bekerja disebuah restoran makanan china sebagai waitress, karena Putri hanyalah tamatan SMA. meskipun sebagai waitress, Putri pun tak merasa malu karena bagi Putri dapat memenuhi kebutuhan anaknya dan membuat anaknya bahagia adalah yang utama baginya. Selesai mandi dan berpakaian, Putri merebahkan tubuhnya sejenak diranjang. Dengan kaki menjuntai kebawah, Putri menatap langit-langit kamarnya mengingat kejadian saat direstoran tadi siang saat Putri bekerja.
Flashback on
Saat itu Putri sedang merapikan meja, membersihkan sisa-sisa makanan selepas pengunjung restoran meninggalkan meja tersebut. selesai merapikan meja yang dirasa cukup bersih, Putri membawa kumpulan piring sisa makanan dari meja tersebut menuju Scullery (ruang cuci piring). namun saat ingin berbelok, Putri tanpa sengaja bertabrakan dengan seorang wanita memakai dress diatas lutut berwarna putih yang sebelumnya wanita tersebut pun berjalan sambil menatap kanan kiri mencari seseorang, menyebabkan piring-piring dan gelas jatuh kelantai dan membuat noda dibaju wanita tersebut. Para pengunjung yang mendengar suara gaduh, langsung menengok kearah suara gaduh tersebut.
"Maaf Nona, maafkan saya yang tidak sengaja menabrak Nona!" ucap Putri meminta maaf kepada wanita tersebut
"Dasar pelayan tidak tau diri, kalau berjalan itu lihat sekeliling. lihat ini baju saya kotor!" bentak wanita itu
"Sekali lagi, maafkan saya Nona." Putri membungkukan badannya
"Heeh ..apa kamu kira dengan kamu meminta maaf bisa menggantikan baju saya yang kotor ini. Apa kamu tau seberapa mahal baju ini? Apa kamu bisa menggantinya?" cercanya
"Sungguh saya tidak sengaja Nona. Mari saya bantu bersihkan, Nona." ucap Putri, menundukkan kepalanya.
"Bersihkan dengan apa? Kamu pikir noda ini akan hilang sepenuhnya! Saya itu tidak suka memakai baju kotor. Saya mau kamu mengganti baju saya ini." ucapnya
"Baik Nona saya akan menggantinya." Putri menelan salivanya, karena Putri tau harga baju tersebut pastilah sangat mahal.
"Cih, kamu pikir kamu bisa menggantinya? Bahkan dengan gajimu beberapa bulan pun tidak akan mampu melunasinya. Kamu tau harga baju ini? Baju ini harganya 350 juta." Hardik wanita tersebut
"Sa-saya akan mencicilnya Nona."
"Heeh ...kamu pikir itu saya ini kreditur, Kamu harus menggantinya dengan cash." ucap wanita tersebut
Salah satu pelayan memberitahukan kepada sang manajer bahwa direstoran terjadi pertengkaran, sang manajer yang bernama pak Hamid langsung bergegas menuju ruangan tersebut. Sesampainya pak Hamid diruangan, pak Hamid menanyakan apa yang telah terjadi kepada karyawannya.
"Ada apa ini? Apa yang telah terjadi, Put? tanya pak Hamid
"Anda mananjer restoran ini?" tanya Jessica, wanita yang memarahi Putri menatap tajam sang manajer.
"Iya Nona, saya manajer disini." Jawab pak Hamid
"Tolong anda atur karyawan anda ya, karena kecerobohannya membuat bajuku terkena noda."
"Cih, karyawan seperti ini tidak patuh dipertahankan. Saya ingin anda memecatnya." ucap Jessica
"Pak, tolong jangan pecat saya pak," ucap Putri kepada pak hamid, kemudian putri beralih ke jessica, "Nona, tolong maafkan saya Nona." dengan kedua tangan didepan dada, memohon maaf.
Tak jauh dari tempat kejadian seorang pria menonton pertengkaran 2 wanita tersebut, pria tersebut mecebikkan bibirnya saat melihat salah satu wanita tersebut.
"Ck, ternyata hanya wanita sombong dan angguh." gumamnya, kemudian pria tersebut berdiri dari tempat duduknya berjalan keluar restoran. Pria tersebut mengeluarkan ponsel dari dalam saku celana. Kemudian mendial nomor, menelpon seseorang.
tut tut tut
"Hallo Mom ..." ucap pria itu di telepon
"Ada apa Nak?" tanyanya diseberang sana
"Aku tidak ingin meneruskan pertemuan ini Mom. Dia hanya wanita sombong dan angguh, aku hampir malu melihat kelakuannya. Untung saja aku belum bertemu dengannya!" ujar pria tersebut
"Memangnya apa yang terjadi, Nak?"
"Mommy tanyakan saja kepada wanita yang Mommy pilih itu. Dan Mommy, tolong berhenti mencarikan aku wanita." pria tersebut langsung menutup teleponnya, melangkah keluar restoran menuju mobil.
Didalam restoran masih terjadi cekcok mulut. Jessica yang tak menerima bajunya yang terkena noda, meskipun Putri sudah berulang kali meminta maaf. pak Hamid pun mengajak Jessica dan Putri keruangannya karena saat terjadi pertengkaran para pengunjung melihat pertengkaran tersebut. sebagian pengunjung ada yang mencibir Jessica, mengatakan Jessica wanita sombong. Dan ada sebagian pengunjung yang mencibir Putri karena kelalaiannya.
Sesampainya diruang manajer, pak Hamid mencoba berdiskusi dengan Jessica untuk berdamai secara baik-baik. Namun Jessica yang notabene wanita kaya yang sombong, membuat Jessica tak ingin permasalahannya selesai begitu saja.
"Baiklah Nona Jessica, bukankah lebih baik kita selesaikan secara kekeluargaan!" ujar pak Hamid
"Cih, kekeluargaan anda bilang. Enak saja. Anda tau berapa harga dress yang saya pakai ini? karena kejadian ini juga saya sudah membuang waktu saya untuk bertemu dengan seseorang." jawabnya
"Sekali lagi maafkan karyawan kami Nona. sebagai ganti ruginya Nona dapat makan secara gratis selamat 1 bulan direstoran ini."
"Anda kira saya tidak mampu membayar makanan direstoran ini?" Ucap Jessica meninggikan suaranya dan menatap tajam pak Hamid.
Pak Hamid pun mengepalkan tangannya dibawah meja, karena merasa geram dengan wanita sombong tersebut.
"Bukan begitu maksud saya Nona. Baiklah, apa mau Nona?" tanyanya
"Heemmm ...suruh karyawanmu sujud dihadapan ku, aku akan memaafkannya."
"Maksud Nona-?"
"Baiklah Nona, saya akan bersujud kalau dengan itu Nona bisa memaafkan saya." Ucap Putri memotong perkataan manajernya, Putri tak ingin kejadian ini berlarut. Apalagi bila sang pemilik restoran mendengar semuanya, membuat sang manajer menerima imbasnya.
"Put, kamu tidak per-."
"Tidak apa-apa, Pak." jawab Putri, tersenyum getir
Saat Putri ingin menjatuhkan lututnya kelantai, ponsel Jessica berbunyi. Jessica menjauh dari tempatnya berdiri saat ini.
"Hallo ...Tante!" ucap Jessica merubah suaranya menjadi lembut.
"..."
"Aku ada direstoran, tempat yang tante janjikan untuk bertemu dengan anak tante."
"..."
"Apa? Sudah pergi Tante! ehmm ...Ini tante, ada sedikit kejadian direstoran."
"..."
"Baiklah, aku akan kesana tante. Nanti aku akan ceritakan kejadiannya."
"..."
"Bye Tante." Jessica menutup teleponnya. Kemudian Jessica beranjak mengambil tasnya yang berada dikursi, tempat ia duduki tadi.
"Ingat kamu, urusan kita belum selesai." ucapnya, berlalu menuju pintu
Flashback off
"Huft ,,,hari yang melelahkan, semoga saja aku tidak dipecat!" gumam putri, yang masih membaringkan tubuhnya diranjang.