
Pagi hari seorang wanita sedang menatap dirinya didepan cermin, dengan celana panjang bahan berwarna hitam, kemeja putih dipadukan blezer berwarna hitam. Ia sedang mencocokkan pakaiannya, sudahkah pas atau tidaknya pakaian yang ia kenakan hari ini. Ya, wanita itu adalah Putri. Saat ini Putri sedang bersiap untuk mencari pekerjaan, Ia berharap hari ini ia mendapatkan pekerjaan yang baru. Setelah dirasa cukup pantas dengan apa yang ia kenakan. Putri mengambil tas selempang kecil berwarna coklat, tas tersebut merupakan pemberian mendiang suaminya saat Putri berulang tahun yang ke-22. Tak lupa juga ia mengambil map berwarna coklat, untuk ia melamar pekerjaan.
Saat ingin berjalan kearah pintu, Putri melihat anaknya yang masih tertidur dengan pulasnya, Putri menghampiri putranya dan duduk dipinggir ranjang. Putri mengusap kepala Sakha dengan pelan, kemudian Putri mencium kening Sakha. Setelah itu Putri menuju pintu dan menutupnya dengan perlahan agar tidak membangunkan sang anak.
Putri menuju kamar ibunya untuk berpamitan kepada ibunya, namun ibunya tak ada didalam kamar. Putri kemudian menuju arah dapur, saat melihat ibunya, Putri pun berpamitan kepada ibunya.
"Bu ..." panggil Putri
"Iya,Nak! Kamu mau kemana, sudah rapi sekali?" tanya bu Lisna kepada Putri, saat melihat Putri berpakaian rapi.
"Putri mau mencari pekerjaan, Bu. Doakan ya semoga Putri hari ini mendapatkan pekerjaan baru, Bu!" Sahut Putri, meminta doa kepada sang ibu.
"Ibu doakan, Nak. Semoga kamu mendapatkan pekerjaan yang baru dan yang lebih baik." jawab ibunya, mendoakan anaknya.
"Ya sudah, Putri berangkat dulu ya, Bu!" pamit Putri, menyalami ibunya
"Kamu gak sarapan dulu,Put?" tanya ibu
"Tidak Bu, Putri sarapannya nanti saja. Putri pamit ya, Bu. Wasalammualaikum!" Putri pun menuju arah pintu
"Walaikumsalam ..." sahut ibu
****
Tak terasa hari mulai siang, sampai saat ini Putri belum mendapatkan lowongan kerja satu pun. Putri telah mencoba dibeberapa perusahaan dan beberapa restoran namun hasilnya nihil. Putri yang merasa kelelahan memutuskan untuk singgah disebuah rumah makan sederhana, yang tak jauh dari tempat ia berdiri saat ini. Cacing yang ada didalam perutnya mulai meronta meminta untuk diberi makan, karena memang sedari pagi Putri belum mengisi perutnya.
Putri masuk kerumah makan tersebut dan memesan makanannya. Putri melihat sekeliling, hanya ada beberapa pengunjung saja. Mungkin belum memasuki jam makan siang, maka dari itu rumah makan yang Putri singgahi terlihat sepi.
"Makan disini,Neng?" tanya seorang ibu paruh baya dengan tersenyum ramah kepada Putri.
"Iya Bu." balas Putri
"Lauknya mau pakai apa?" tanyanya
"Ehmm ..pake sayur lodeh, telor balado sama tempe gorengnya satu ya, Bu. Minumnya teh hangat tawar saja." jawab Putri, setelah melihat menu yang ada di etalase kaca. Memudahkan Putri melihat lauk pauk yang tersedia.
"Tunggu sebentar ya,Neng."
"Ooh ..iya, Bu!"
Ibu paruh baya tersebut memberikan piring kepada Putri, yang telah tersedia lauk sesuai pesanan yang Putri pesan tadi. Tak lama kemudian ibu tersebut kembali membawakan minum untuk Putri. Ibu paruh baya tersebut, mengajak Putri berbincang sebentar.
"Darimana Neng?" tanyanya
"Sehabis mencari pekerjaan, Bu!" jawab Putri
"Sudah dapat pekerjaannya?" tanyanya kembali
"Sudah melamar keperusahaan "WK Group", Neng?"
"Hemm ..perusahaan "WK Group" dimana ya, Bu?"
"Itu yang ada diseberang jalan, sebelah kiri. Lihat aja gedung yang paling tinggi, nah itu dia gedungnya. Anak saya bekerja disana, katanya sih sedang ada lowongan diperusahaan itu!" Ujar sang ibu, memberitahu Putri.
"Saya belum kesana, Bu. Setelah ini saya akan kesana. Terimakasih ya, Bu. Sudah memberitahu saya." Ucap Putri yang merasa senang.
"Iya sama-sama, Neng. Tapi Neng sepertinya lowongannya untuk menjadi cleaning service gtu. Apa, tidak apa-apa? Neng kan cantik, masih muda lagi. Apa tidak sebaiknya mencari pekerjaan bagian kantor aja." saran ibu paruh baya tersebut
"Tidak apa-apa ko, Bu. Saya ini cuma lulusan SMA, Bu. Zaman sekarang lulusan SMA, susah buat jadi pegawai kantor, Bu." Ucap Putri sambil terkekeh
"Ya sudah, Ibu doakana semoga kamu diterima disana."
"Amin, terimakasih Bu doanya." Ucap Putri. "Ngomong-ngomong, Ibu namanya siapa, Bu?" tanya Putri kembali
"Nama Ibu, Idah. Kalau eneng namanya siapa?"
"Owh ...Bu Idah, nama saya Putri Bu." balasnya
Selesai makan Putri berpamitan kepada bu Idah, untuk menuju ke perusahaan "WK Group" yang dikatakan bu Idah tadi. Sebelum pergi tak lupa Putri membayar makanan yang Putri pesan tadi, serta mengucapkan terimakasih kepada bu Idah karena telah memberikan ia info tentang lowongan pekerjaan.
****
Setelah berjalan kurang lebih 200 meter, akhirnya Putri sampai ditempat tujuan. Saat ini Putri sedang berdiri didepan gedung yang menjulang tinggi, Putri menatap gedung yang berlantaikan 40 lantai tersebut. "Wah ...tinggi sekali gedung ini!" gumam Putri dengan takjub.
Putri menuju pos penjagaan, didepan pos tersebut terlihat seorang penjaga sedang mengawasi sekeliling area perusahaan tersebut. Putri pun menghampiri penjaga tersebut untuk menanyakan ada atau tidaknya lowongan pekerjaan seperti yang diinfokan bu Idah tadi.
"Assalamualaikum ...Selamat siang, Pak?" ucap Putri, menyapa sang petugas.
"Walaikumsalam ...Selamat siang, Ada yang bisa saya bantu Bu?" tanya petugas bernama Tono, saat melihat nametag yang ia kenakan.
"Saya mau tanya Pak, Saya dapat info dari seseorang. Apa betul disini sedang ada lowongan pekerjaan?" jawab Putri, kemudian menanyakan tentang lowongan tersebut.
Pak Tono penampilan Putri dari bawah keatas.
"Iya betul ada. Tapi, Bu disini sedang ada lowongan untuk office girl. Apa Ibu tidak keberatan bekerja sebagai office girl?" tanya petugas tersebut. Setelah pak Tono melihat Putri yang cukup cantik, membuat pak Tono ragu untuk menyarankan pekerjaan sebagai office girl.
sambil tersenyum Putri pun menjawab, "tidak apa-apa, Pak! pekerjaan apa saja, saya kerjakan yang penting halal." ucapnya.
"Ya sudah, Ibu langsung saja kelobi, kebagian resepsionis. nanti akan diarahkan kembali." jawab pak Tono
"Baik Pak, Terimakasih." ucap Putri, dan beranjak menuju lobi
"Sama-sama, Bu." balasnya