Father to My Son

Father to My Son
Part 8



Sesampainya Putri didepan lobby, Putri langsung menuju bagian resepsionis untuk menanyakan ruang interview.


"Selamat siang, Mbak." ucap Putri


"Selamat siang, Bu, Ada yang bisa saya bantu?" balas seorang wanita yang berada dimeja resepsionis, meyapa Putri kembali dengan ramah


"Hemm ..begini mbak, saya mau melamar pekerjaan, ruangan HRDnya dimana ya?" tanya Putri


"Disini hanya ada lowongan untuk bagian office girl, Bu. Apa Ibu bersedia bekerja sebagai office girl?" tanya wanita tersebut.


"iya, saya bersedia Mbak." jawab Putri tersenyum


"Baiklah, tunggu sebentar ya Bu. Saya hubungi bagian HRDnya dulu." ucapnya


"Baik ..."


Wanita tersebut kemudian menghubungi bagian HRD, tak berapa lama ia menutup teleponnya. "Baiklah Bu, terimakasih." ucap wanita itu ditelepon mengakhiri teleponnya.


"Ibu langsung naik kelantai 2 aja. Keluar lift, ibu belok kanan, ruangannya paling ujung ya Bu. Nanti bertemu dengan Bu Siska bagian HRD." ucap resepsionis tersebut.


"Baik, terimakasih ya Mbak." ucap Putri


"iya, sama-sama Bu."


diruang HRD, Putri sedang melakukan interview. Pertanyaan demi pertanyaan ia jawab, hingga sesi tanya jawab pun telah selesai. Putri merasa senang, karena dirinya diterima bekerja diperusahaan tersebut.


"Baiklah Putri, mulai besok kamu sudah bisa masuk. Saya tugaskan kamu untuk diruangan Ceo yang paling utama ya, setelah selesai semua pekerjaan diruangan Ceo kamu bisa bantu-bantu temanmu yang lain. Kamu juga bisa membersihkan ruangannya sebelum beliau datang atau sesudah beliau pulang. Ingat, jangan membuat kesalahan ya." ucap bu Siska


"Baik Bu. Terimakasih sudah mau menerima saya bekerja disini." ucap Putri


"Sama-sama Putri. besok jangan sampai terlambat ya! jam 7 sudah sampai disini. Karena ceo kita tidak suka karyawannya yang terlambat dan beliau tidak menyukai ruangannya terlihat kotor." ucap bu Siska mengingatkan


"Baik Bu. Insyaallah saya tidak akan terlambat. kalau begitu saya undur diri dulu, permisi Bu!" pamit Putri


"Ya ..."


"Semoga ini yang terakhir kalinya. Semoga Putri tidak membuat kesalahan seperti yang sebelum-sebelumnya. Benar-benar merepotkan memiliki pimpinan yang dingin dan arogan." keluh bu Siska setelah kepergian Putri, sambil menghela napas dengan berat. Mengingat bulan ini sudah yang kelima kalinya mengganti seorang office girl atau office boy hanya karena kesalahan kecil.


Dengan perasaan senang Putri melangkahkan kakinya menuju lobby. didepan lobby Putri melihat jam yang melingkar ditangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 02.30wib, sebentar lagi memasuki waktu ashar. Putri memutuskan untuk sholat terlebih dahulu, Putri mencari mushala terdekat untuk menunaikan sholatnya. menatap sekeliling, Putri melihat mushala yang tak terlalu besar disamping perusahaan itu. Putri pun langsung menuju mushala dan menunaikan sholatnya. Selesai sholat Putri menuju halte bus, Putri tak sabar untuk bertemu putranya dan bercerita kepada ibunya bahwa dirinya mendapatkan pekerjaan baru.


****


Sesampainya Putri dirumah, tak lupa Putri mengucapkan salam dan langsung mencari putranya. melihat putranya yang sedang bermain, Putri langsung menghampiri putranya. Putri memberikan begitu banyak ciuman diwajah Sakha dan memeluknya dengan erat. Rasa lelah dan letih setelah Putri berjalan seharian mencari pekerjaan, hilang begitu saja setelah melihat anaknya.


"Kamu sudah pulang, Nak?" tanya ibunya saat melihat Putri sedang bersama putranya.


"Sudah Bu." ucap Putri


"Kamu sudah makan?" tanyanya kembali


"Tadi dijalan Putri sudah makan, Bu. Oiya Bu, hari ini Putri mendapatkan pekerjaan baru." ucap Putri dengan senang


"Alhamdulillah Nak, kamu sudah mendapatkan pekerjaan baru. Bekerja dimana, Nak?"


"Putri bekerja diperusahaan WK Group daerah Jaksel, Bu. Gedungnya tinggi sekali bu. Jarak dari rumah menuju sana yah lumayan jauh sih bu, tapi buat Putri tidak masalah karena disana bekerja tidak sampai larut malam. Tapi bu, Putri bekerja disana hanya sebagai office girl." ucap Putri dengan senang saat bercerita kepada ibunya, namun murung ketika mengatakan tentang pekerjaanya.


"Tidak apa-apa, Nak. Apapun pekerjaannya kita tetap harus bersyukur. Yang penting pekerjaan itu halal." nasihat sang ibu


"Iya bu ..." ucap Putri yang kembali merasa senang karena ibunya tidak mempermasalahkan tentang pekerjaannya.


Setelah bermain sebentar dengan putranya, Putri menuju kamar untuk membersihkan tubuhnya yang terasa lengket setelah berjalan seharian. Setelah selesai mandi Putri merebahkan tubuhnya diranjang sejenak seusai berpakaian.


Didepan teras Putri sedang meyuapi anaknya sambil menemani Sakha menggambar. Melihat gambar yang dibuat anaknya yang tak terlalu jelas bentuknya, Putri pun menanyakan gambar tersebut.


"Wah ...Bagus sekali gambarnya, Nak! Ini gambar apa Nak?" puji Putri sekaligus menanyakan gambar yang dibuat Sakha


"Kata Unda bagus, tapi ko tana (tanya) gambal apa!" rajuk sang anak, "Ini tuh gambal olang Unda, ini tuh iang, telus Unda, yang encil Sakha, dan yang ini papa." ucap Sakha kembali sambil menunjuk gambar eyang, bunda, Sakha dan papanya.


Putri pun langsung bersedih mengingat putranya yang pernah menanyakan ayahnya. Namun Putri tidak bisa berbuat apapun karena Sakha belum mengerti bahwa ayahnya telah meninggal dunia.


"Unda, katana mau beli tobot Unda!" ucap Sakha, menyadarkan Putri dari lamunannya.


"iya Nak, hari minggu ya. Nanti kita pergi ke mall terus kita beli robot yang Sakha mau. Nanti disana Sakha mau tidak bermain ditempat permainanya?" tanya Putri


"Horeee ...Mau Unda!" sorak Sakha gembira


"Ya sudah, sekarang habiskan dulu makannya, Aaaa!"


"Oke Unda ..."


Putri senang melihat putranya yang begitu gembira menanti dirinya, dibelikannya robot yang diinginkannya.


Malam pun telah tiba, Putri saat ini sedang berada dalam kamarnya menemani putranya untuk tidur. Dengan menepuk-nepuk punggung putranya dengan pelan, Putri menyanyikan lagu pengantar tidur. Setelah dilihat putranya sudah tertidur pulas, Putri pun ikut memejamkan matanya menyusul putranya yang tertidur pulas dengan memeluk putranya. Sebelum tertidur sambil memejamkan matanya, Putri berharap esok pekerjaannya berjalan dengan lancar. Tak lama Putri pun terlelap dalam tidurnya.