FALL INTO THE DARKSIDE

FALL INTO THE DARKSIDE
Episode 6



Semua prajurit sudah menemukan para perampok dan dibunuh didepan keluarga kerajaan, selang beberapa hari setelah penemuan Batrisyia... Kerajaan Angelise mendapatkan masalah lagi


Penyusup berjubah hitam berada di wilayah kerajaan, Para prajurit berbondong bondong melawan penyusup tak terkecuali Raja Raymond yang melindungi Paviliun anak anaknya.


Helen yang mengetahui Ayahnya dalam bahaya ia lantas ikut serta melawan orang berjubah hitam, Helen menampik pedang ke punggung salah satu penyusup yang sedang melawan Raymond, kemudian dibalas oleh sang penyusup hingga mereka beradu pedang dan na'as nya Helen terkunci badannya oleh penyusup


"Helen" Raymond terkejut ketika Helen berada di dekapan penyusup


"Jika kau berani mendekat, akan ku pastikan kepala putrimu terpisah dengan badannya" Sahut penyusup


dalam hati helen berkata "Jika aku berhasil lolos di tanganmu dan menemukan siapa dirimu tak akan ku lepaskan sebelum aku memenggal kepalamu"


Helen tidak bodoh, dia meraba kantong bagian belakang milik penyusup dan menemukan benda tumpul seperti giok.


Lantas Helen langsung memukul tulang rusuk menggunakan sikunya dan Raymond langsung menebaskan pedang sehingga penyusup tersebut mati.


Salah satu grombolan penyusup meniupkan peluitnya


"Munduur!!!" teriak salah satu penyusup


"Kejar mereka cari tahu darimana mereka berasal!" Perintah Raymond kepada para prajuritnya


...----------------...


Helen membuka benda tumpul yang terbungkus kain hitam dan menemukan giok berukir bendera Ettiene


Helen menarik nafas nya "Haa?? Ini milik kerajaan Ettiene, atas landasan apa mereka menyerang kita"


"Apakah manusia berjubah hitam yang ada di pasar waktu itu juga salah satu orang suruhan Ettiene?" Lanjut Helen bertanya tanya


"Zong! Cepat kerahkan semua pasukan untuk menyerang Ettiene kita batalkan acara pernikahannya" Kata Raymond kepada Panglima besar Kerajaan Angelise


"Baik yang mulia" Sahut Zong


Kemudian hari, sebelum pelaksanaan penyerangan di Ettiene, Pasukan Ettiene terlebih dahulu menyerang bangsa Angelise tanpa Aba-aba sehingga mereka berhasil menculik putri kedua yaitu Helen.


Raymond mengerahkan banyak pasukan untuk menyelamatkan Helen hingga satu persatu para pasukan Angelise mati karena jumlah pasukan yang terlalu sedikit 1000 orang banding 2000 orang


Hari-hari berlalu Helen dikurung dipenjara khusus, tubuh Helen yang awalnya berisi menjadi kurus kering, kulit yang putih menjadi lusuh, dan mata yang membengkak


"Aku sudah menyuruh keluarga mu untuk mempercepat pernikahan kita mengapa mereka terus saja menunda aku calon raja yang tidak suka dibantah kau tau itu!!!" Bentak Kristoffer


"Dimana otakmu! Dimana hati nurani mu! Saudaraku hilang entah kemana, sampai ibuku hampir gila kau masih saja memikirkan keinginanmu! Apa orang tua mu tidak mengajarimu adab?" Sentak Helen


PLAAKK!


1 tamparan telah mengenai pipi merah Helen


"Sekali lagi kau menghina orang tua ku, maka kerajaanmu akan menjadi kuasa ku!"


"Silahkan saja jika kau bisa, dan aku bersumpah tidak akan mati sebelum aku membunuhmu! Kau pikir aku takut?" Ucap Helen


Kristoffer tersenyum sinis lalu menarik rambut Helen "Dasar wanita tak berguna" dan menjebloskan kepala Helen ke Tembok penjara yang kasar alhasil menciptakan luka dikeningnya


...----------------...


"Tidak ada Helen disini, harusnya aku senang perhatian ibu dan ayah menjadi terpusat kepadaku" Ucap Batrisyia


"Tuan Putri saatnya makan malam bersama keluarga kerajaan" Ucap Sian wanita paruh baya kepercayaan Batrisyia


.


.


.


Makan malam pun berjalan dengan hangat, hingga suara Raymond yang berdehem membuat istri serta anak anaknya menatapnya


Emily langsung mengambilkan minum di gelas cantik berlapis emas untuk Raymond "Berhati hati lah ketika makan"


"Tidak apa-apa, aku hanya memikirkan sesuatu" Kata Raymond


"Apa itu Ayah?" Tanya Batrisyia


"Ayah mendapat surat dari Ettiene bahwa Helen baik baik saja" Ucap Raymond tersenyum tipis


"Berbaik sangkalah ayah, lagipula Kristoffer sangat mencintai Helen, dia menginginkan pernikahan diadakan secepatnya tapi karna aku mereka harus menunda pernikahan itu" Balas Batrisyia


Sembari satu suapan buah semangka yang sudah dipotong potong masuk ke dalam mulut Raymond ia berucap


"Iya, setidaknya dengan damai kita bisa membicarakan baik-baik lagi namun Kristoffer tidak mau"


"Aku yakin helen akan baik-baik saja disana, tenangkan pikiranmu itu kau terlalu banyak berfikir, setidaknya kita tahu keadaan Helen Kristoffer telah berbaik hati mengirimkan pesan daripada tidak sama sekali" Sahut Emily


Mendengar istrinya berkata seperti itu pikiran Raymond sedikit tenang


makan malam pun telah usai semua keluarga kerajaan beranjak tidur, namun berbeda dengan Batrisyia, dia pergi menyamar dengan berpakaian layaknya pelayan dan memakai kain untuk menutupi bagian kepalanya ia keluar istana bersama pelayan lain yang sudah selesai bertugas


...****************...


Flashback


Siang hari


"Tolong kirimkan surat ini ke Raja Raymond" .....


"Baik yang mulia, sebelum saya pergi...., Putri Mahkota Kerajaan Angelise mengirimkan surat untuk anda"


"Batrisyia? bawa kemari dan pergilah"


Pelayan tersebut langsung pergi setelah memberikan sepucuk surat untuk Kristoffer


"Kepada Yang Mulia Kristoffer..... aku tahu rasa suka mu terhadap adikku mulai memudar dan menjadi rasa benci, jika kau ingin mengambil alih kerajaanku dengan menjadikan Helen sebagai ancaman itu salah besar! Jika kau ingin membunuhnya segera lakukanlah karena aku ingin melihat jasadnya, tenang saja aku sengaja tidak menambahkan prajurit baru setelah penyeranganmu itu, dan ayahku tidak akan berani melawanmu, tapi jika kau berani melangkahkan kaki di wilayahku, ingatlah 6 kerajaan sudah bekerja sama denganku kapanpun aku membutuhkan mereka pasti mereka datang....


Dari Batrisyia "