
Helen memasuki gerbang seluruh orang menatap Helen tak terkecuali Raymond beserta istri dan 2 anaknya itu, semua langsung memeluk Helen
"Terimakasih Batrisyia berkat kau aku masih hidup sekarang" Kata Helen sambil memeluk kakaknya itu
Batrisyia membalas pelukannya dan berkata dalam hati "Aku pikir kau sudah mati karena 1 prajurit pun tidak mengetahui keberadaanmu, ternyata Kristoffer bodoh itu belum membunuhmu juga. Dasar bodoh".
"Apapun demi adikku ini" Ucap Batrisyia sambil mencubit pipi merah Helen
Semua orang sangat gembira terkecuali Batrisyia
"Bagaimana dia bisa masih bernafas walaupun terdapat bekas luka yang banyak di tubuhnya, aku yakin Kristoffer sudah mencoba membunuhnya tapi bagaimana mungkin dia bisa lolos" Gerutu Batrisyia didalam kamarnya
FLASHBACK
Didalam penjara, Kristoffer melempar Helen selepas mendengar kabar penyerangan
"Kau tak apa-apa Helen? Apa kau masih kuat?" Tanya Jo Hui
"Iyah aku tidak apa-apa, kerajaanku mulai menyerang?" Tanya Helen
"Iya, mungkin yang dimaksud oleh burung camar waktu itu adalah kerajaan mu Helen" Kata Jo hui
"Helen.... Maukah kau membantuku?" Pinta Jo Hui dengan serius
"Apa?" Jawab Helen
"Ikutlah bersamaku menuju dunia immortal untuk mengelabuhi Kristoffer, aku melihat kau adalah tawanan yang berharga bagi nya jadi jika dia melihatmu kabur dia akan berusaha mengejarmu" Jelas Jo Hui
"Lalu?" Tanya Helen
"Raja Victor akan membunuhnya di dunia immortal karena jika Kristoffer mengetahui keberadaan Dewa dia akan berubah menjadi Alphonsus dan dunia akan hancur, maka dari itu biarlah mereka saling melawan di dunia immortal" Jelas Jo Hui lagi dan Helen pun menyetujuinya lagipula Helen sudah berjanji akan membantu Jo Hui jika Jo Hui juga membantunya
Hong datang dan membukakan segel penjara
"Pergilah dengan selamat, kembalilah ke asal kalian masing-masing" Titah Hong
"Terimakasih Hong" Jo Hui menepuk pundak Hong dengan pelan dan menciptakan sebuah senyuman pertanda salam perpisahan
Jo Hui dan Helen berlari Jo Hui mengetahu keberadaan Victor dan memanggilnya dalam hati sehingga Victor mengetahui keberadaan mereka
Disisi lain Batrisyia serta panglima Changlee membunuh banyak prajurit besar di Ettiene, Prajurit yang tersisa berpencar mencari keberadaan Helen namun nihil tidak di temukan
"Maaf Ratu... Kami tidak menemukan Putri Helen maafkan kami" Kata Prajurit itu dengan rasa takut
dalam hati Batrisyia berkata "Apakah Helen sudah mati?, syukurlah kalau begitu"
"Berarti Helen tidak ada disini kita akan mencari kepenjuru tempat, Kristoffer pasti menyembunyikan Helen" Ucap Helen kepada semua prajuritnya
"Pasti Ratu senang dengan hasilnya" kata changlee dalam hati
Setibanya di istana Angelise tiba-tiba raut wajah Batrisyia berubah cemas
Batrisyia memasuki ruangan ayahnya
"Ayah.... Ibu.... Helen tidak ditemukan aku dudah membunuh banyak pasukan dan mencari keberadaan helen namun nihil, aku yakin Kristoffer menyembunyikannya ditempat lain" Kata Batrisyia
"Kau benar nak, kita akan mencari Helen sesegara mungkin" Kata Raymond diangguki oleh Emily
"Iya ayah kau benar"
"Terimakasih sudah bekerja keras nak" Kata Emily langsung memeluk Batrisyia dengan bangga
"Sudah menjadi kewajiban seorang ratu dan seorang kakak ibu... Aku juga mencemaskan adiku" kata Batrisyia membual
FLASHBACK OFF
Helen tengah mengobati luka yang ada disekujur tubunya, dalam lamunannya itu burung camar yang ia temui saat dipenjara tiba-tiba hinggap di atas mejanya
"Bukankah ini burung camar itu? Apa ada suatu hal hingga dia kemari?" Batin Helen bertanya tanya
Burung camar itu membawa surat dan 1 kantong berisi bunga Camellia merah, Helen membuka surat itu dan membaca isi suratnya
"Dari Dewa Finnian..., Terimakasih Helen... Sudah membantu Dewa Victor membunuh Alphonsus sebagai tanda terimakasihku kepada mu, aku mengirim burung kesayanganku untuk menjagamu, makan lah bunga yang sudah aku kirim maka kau akan dengan mudah berbicara dengan burung camar ini"
Helen menuruti isi surat tersebut dan memakan bunga camellia merah itu, setelah habis tertelan burung itu mulai berbicara
"Bagaimana rasanya?" Tanya burung itu
Helen terkejut "Haa bagaimana ini bisa terjadi"
"Perkenalkan namaku Baldy burung camar kesayangan Deea Finnian aku sudah tahu tentang dirimu melalui Jo Hui" Kata Burung camar itu
"Jika dewa finnian mengirimmu kemari untuk menjaga ku, memang apa keahlianmu?" Tanya Helen
"Kau akan tahu nanti aku ini mata-mata paling hebat kau tahu" Balas Baldy
"Cuma itu saja?"
"Jangan meremehkanku nona, lihatlah banyak orang munafik disekitarmu aku akan memperlihatkannya padamu nanti" Kata Baldy
"Baiklah, aku ingin jika ada suatu masalah kau bisa menjadi pendengar yang baik yah" pinta Helen pada Baldy dan Baldy menyetujui nya dengan senang hati