
"Tahan lah sebentar lagi istriku... aku yakin kau dan bayi kita selamat" Suara parau dari seorang laki laki bangsawan dalam malam gelap serta hujan lebat
...----------------...
Hujan badai disertai petir yang terus bergemuruh, semua orang di kerajaan Angelise khawatir dengan keadaan sang Ratu yang sedari lusa merasakan sakit yang sangat amat sakit diperut, Tabib mengatakan sudah waktunya bayi yang dikandungnya keluar dan lahir menjadi seorang anak bangsawan namun, bayi yang dikandung sang Ratu tak kunjung keluar menyebabkan Sang Ratu menangis menjerit kesakitan sepanjang malam dan mengakibatkan seluruh penjaga serta pelayan tidak bisa beristirahat, pelayan yang sudah berganti jam terus saja mengeluh atas rintihan Sang Ratu
"Apa yang harus kita lakukan, kita sudah melakukan banyak hal untuk Ratu tapi kenapa bayinya tidak mau keluar juga, aku sangat lelah dan ingin sekali beristirahat"
Ucap salah satu pelayan yang sedang berkumpul dengan rombongannya.
"Tabib! Lakukan sebisa mu asal istriku tidak merasakan kesakitan lagi!" Perintah Raja Raymond
Tabib yang siap siaga berada di samping Ratu gelisah "Baik yang mulia saya akan terus berusaha agar Bayinya bisa lahir hari ini" Kata Tabib
"Apa aku bisa mempercayaimu lagi? Jika hari ini bayi ku tidak kunjung lahir aku akan membunuhmu dan aku akan mencari tabib kerajaan baru yang lebih pintar dari mu!" Bentak Raja Raymond
"Baik Yang Mulia" Raut ketakutan Tabib tidak bisa berbohong betapa menyeramkannya Raymond ketika marah ditambah petir yang terus bergemuruh membuat suasana panas didalam diri tabib semakin menjadi-jadi.
Setelah beberapa jam berlalu tabib kerajaan bekerja keras membuat ramuan yang belum pernah ada sebelumnya seperti keadaan Sang Ratu yang belum pernah terjadi sebelumya, Ratu merasakan 2x lipat sakit di perutnya dan mencoba mendorongkan perutnya agar bayi yang sedang dikandung segera lahir.
Dan tibalah waktu dimana suara nyaring bergelora diseluruh penjuru istana, bayi yang dikandung selama 9 bulan telah lahir sebagai anak seorang bangsawan Angelise
Raja bahagia melihat anaknya telah lahir, sembari mengusap kepala Ratu yang terbaring lemah di atas ranjangnya.
Selang waktu berlalu, bayi yang telah dibersihkan dibawa oleh pelayan dan dikembalikan kepada orang tuanya.
"Anakku berjenis kelamin perempuan..." Ucap Raja dengan wajah sedih bercampur bahagia sembari meneteskan air mata
"Akan kuberi nama Isabela Helen Tzeitel. Yang berarti Aku bersumpah atas putriku, dia akan menjadi sinar yang paling terang diantara kegelapan"
Kelahiran seorang anak kedua, Raja Raymond dan Ratu Emily
...****************...
"Ayah tidak memiliki seorang putra, jadi... Siapa yang akan meneruskan ayah menjadi raja?" Tanya Isabella Helen yang sering dipanggil Helen
"Aku yang akan menjadi ratu karena aku anak pertama yang harus menjadi pewaris tahta, benar kan ayah?" Celetuk gadis gadis dewasa bernama Batrisyia
Raja Raymond menganggap kedua putrinya sedang berbicara layaknya anak kecil dan ia membalas gurauan putrinya..
"Tentu saja semua putri ayah akan mendapat kedudukan yang layak nantinya" Ucap Raymond sembari menggendong anak ketiga yang bernama Selen
Dengan jarak umur yang terpantau 10 tahun Batrisyia tentu saja sudah banyak belajar dan banyak mendapatkan ilmu dibanding adiknya yaitu Helen, Raymond berencana melatih Helen setiap hari di Black Forest, mengapa dinamakan Black Forest karena hutannya sangat lebat hingga cahaya matahari hanya sedikit yang bisa menjamah hutan tersebut.
Sudah beberapa pekan Helen berlatih dan sudah menguasai beberapa ilmu dari guru nya.
Suatu hari saat Helen sedang berlatih Raymond datang beserta rombongannya namun ada yang berbeda, Raymond membawa rombongan prajurit dari kerajaan lain, Yaitu kerajaan Etienne
"Wah putrimu itu seperti panglima, cara nya memegang pedang bak orang yang sudah ahli" Ucap Raja Etienne Javier yang tergakum oleh pesona Helen
Mendengar pujian itu Helen berhenti mengayunkan tangannya yang sedang memegang pedang dan menatap Raja Javier
Helen menunduk tanda memberi salam rasa hormat
"Tidak apa-apa ayah hanya ingin melihat perkembanganmu dan kebetulan ada tamu dari Etienne" Jawab Raymond
...****************...
Di sore hari, tiba-tiba Raymond mengadakan acara keluarga dengan Kerajaan Etienne
"Aduh pelayan bisa dipercepat tidak! aku ingin menjadi wanita paling cantik diantara semua wanita yang ada di sana" Celetuk Batrisyia
Semua pelayan sibuk merias Putri-Putri Raja, disisi lain Helen sudah rapih dengan gaun elegan yang dikenakannya.
"Apakah kakak dan adikku sudah memasuki ruang acara?" Tanya Helen kepada salah satu pelayan
"Putri Selen sudah memasuki ruang acara Tuan Putri sedangkan Putri Batrisyia masih sibuk dengan riasannya..... Tuan Putri riasan anda sudah selesai sekarang tinggal menata rambut" Ucap sang pelayan
"Yah baiklah kalau begitu masih ada orang yang bisa menemani ku datang ke ruangan nanti, setidaknya aku tidak berjalan sendirian" Kata Helen sambil tersenyum
setelah semua selesai Batrisyia dan Helen berpapasan di atas anak tangga, kemudian keduanya berjalan bersama-sama menuju ruang acara.
Pintu ruangan yang besar dan mewah terbuka menampilkan dua sosok gadis anggun, semua orang terpana oleh kecantikan Putri Kerajaan Angelise tak terkecuali keluarga kerajaan Etienne
Tiba-tiba seorang pangeran tampan,tinggi,dengan kulit halus yang ada di sekujur tubuhnya mendatangi kedua Putri tersebut, Batrisyia yang sudah merias wajahnya dengan cantik memberi salam dan tersenyum, agar sang pangeran mengulurkan tangannya untuk menggandeng Batrisyia
Pangeran memperkenalkan dirinya kepada dua putri yang cantik itu, dan mengulurkan tangannya
namun bukan Batrisyia melainkan Helen, Helen berjalan sembari bergandengan menuju kedua orang tua mereka meninggalkan Batrisyia yang sendirian di karpet merah
"Ini kah calon istri ku nanti ayah?" Tanya Pangeran Mahkota Etienne Kristoffer
"Iya nak, cantik kan? Dia juga pejuang yang hebat dengan umurnya yang masih 15 tahun, sebentar lagi adalah penobatan mu menjadi seorang raja, maka dari itu sebelum menjadi raja kau harus memiliki seorang ratu" Javier memberi penjelasan kepada Kristoffer
"Apa ini ayah? perjodohan? kenapa ayah tidak berdiskusi denganku terlebih dahulu?" Kata Helen
"Maafkan Ayah Helen, Raja Javier baru saja datang dan ingin mempersunting dirimu untuk anak semata wayangnya" Kata Raymond
"Putri Helen... Jika kau menolak lamaran kami maka kami akan menerima dengan lapang dada, kami tidak akan memaksa dirimu" Ucap Javier
Helen memperhatikan kedua orang tuanya Helen merasa iba jika dia menolak lamaran ini pasti kedua orang tuanya sangat malu
tak luput juga Helen memperhatikan calon suaminya, mata mereka saling menyorot satu sama lain dan membuat getaran di sekujur tubuh mereka
Helen yang sedang menikmati keindahan ciptaan Tuhan itu tersadar
"Emm.... baiklah ayah aku menerima lamaran ini" Jawab Helen disertai senyuman kepada semua orang yang membuat hati pangeran berdegup kencang serta rasa bahagia Raja Javier dan Ratu Rosemary
kebahagiaan itu tidak disenangi oleh Batrisyia, ia masih tidak terima dengan perlakuan sang pangeran yang tidak sopan kepadanya. Namun hal itu langsung lenyap seketika disebabkan oleh perbincangan yang membahas masalah perjodohan.
"Kenapa Ayah menjodohkan Helen sementara aku belum menikah apakah ini adil? seharusnya aku dulu yang menikah" Celetuk Batrisyia
di momen bahagia itu Helen yang melihat Batrisyia sendirian lalu menghampirinya dan mengajak bergabung untuk bersenang-senang bersama
"Batrisyia mari kita bergabung dengan mereka kenapa kau sendirian disini, mereka juga keluargamu" Ucap Helen