FALL INTO THE DARKSIDE

FALL INTO THE DARKSIDE
Episode 11



Helen gundah karena ia merasa sangat kesepian adiknya Selen sedang menempuh pendidikannya, sedangkan Batrisyia pasti sibuk dengan urusan kenegaraannya mengingat dia sudah menjadi ratu


Helen berjalan menyusuri jembatan yang dibawahnya terdapat danau didekat paviliun nya


"Hem... suasana ramai namun mengapa aku seperti kesepian, jika aku bicara dengan baldy disini orang-orang akan menyebutku gila" Batin Helen yang sedang melihat lihat danau


"Nona... Nonna...." Teriak Baldy dari kejauhan lalu ia hinggap di tangan Helen


"Ada apa Baldy" Tanya Helen dengan nada cemas


"Pergilah ke kamar Batrisyia maka kau akan menemukan sesuatu" Kata Baldy


"Maksudmu apa?" Helen mengangkat 1 alisnya dengan keheranan


"Jika aku mengatakannya padamu, kau akan menuduhku, jadi pergilah sekarang!" Perintah Baldy yang kelihatan serius kemudian Helen berlari menuju kamar Batrisyia


...----------------...


"Sian... Bagaimana kau bisa tahu jika Kristoffer memiliki sifat yang buruk dan pemarah?" Tanya Batrisyia yang berada di depan cermin dengan sian yang menghias rambut cantik milik Batrisyia


"Aku mendengar dari seorang pelayan yang mulia, dia mantan pekerja disana dan pindah disini karena suaminya seorang penjaga di Angelise" Jawab Sian dengan jujur


"Tapi berkat dirimu aku bisa melancarkan rencanaku walaupun aku tidak bisa melihat jasad Helen setidaknya aku tidak bertemu dengannya sampai penobatanku terlaksana" Ucap Batrisyia


"Tapi kabar bahwa anda diculik itu apakah benar yang mulia?" Tanya Sian yang ia sendiri masih tidak menyangka Batrisyia sangat licik


"Tentu saja tidak, aku mereka-reka cerita saja, orang yang dibunuh ayah itu sudah ku jaya kan keluarganya, dia terlilit banyak hutang dan semua keluarganya terancam mati, jadi dia rela berkorman demi keluarganya" Jelas Batrisyia


Sian mengangkat alisnya "Benar kan dia ini seperti iblis" Batin sian


"Aku memberikan rumah,kebun, 3 kotak uang dan 3 kotak koin emas keluarganya sudah tentram sekarang hahahah bukankah aku pintar sian?" Kata Batrisyia meninggikan dirinya


"Kau memang pintar Batrisyia, tapi juga licik. Aku pikir kau tulus menolongku tapi ternyata kau hanya ingin mendengar berita kematianku?" Kata Helen yang tiba-tiba saja muncul dari belakang hingga wajahnya terpantul dari cermin


"Apa yang harus ku lakukan sekarang? Membiarkanmu atau membunuhmu!?" Helen tak habis pikir dengan apa yang dilakukan kakaknya itu, dia meninggikan suaranya hingga terdengar oleh Raymond dan Emily


"Aku menyayangimu, tidak pernah terlintas sedikitpun di otakku untuk berniat jahat padamu tapi mengapa kau setega itu padaku!" Wajah Helen yang cantik seketika berubah merah karena luapan emosi dibarengi dengan kedatangan Raymond dan Emily


Batrisyia yang awalnya panik, dengan adanya Raymond dan Emily inilah kesempatan dia untuk membuka semua yang dia rasakan selama ini


"Kau ini bodoh atau hanya pura-pura lagi? Semua orang melihatmu sebagai putri yang cantik putri yang hebat. Apa bedanya denganku? Aku calon ratu mengapa semua perhatian hanya terpusat kepadamu tak terkecuali ayah dan ibu yang selalu memanjakanmu sampai mereka melupakan bahwa memiliki 2 anak perempuan yang juga ingin dimanjakan!" Bentak Batrisyia dengan tangisan seperti orang tersakiti


"Apa kau pura-pura tuli saat semua orang mengolokku dan mengatakan aku memiliki penyakit menular karena aku tidak kunjung ada yang meminang! Apa kau tuli Helen? Kau tidak tahu perasaanku saat itu!" Lanjut Batrisyia sambil memegangi dadanya yang terasa sesak


"Apa?" Ucap Emily tidak tega melihat apa yang telah dilalui anaknya


Emily menghampiri Helen menarik tangannya kemudian menampar Helen dengan begitu keras


Helen yang awalnya sedang mencerna omongan Batrisyia terkejut dengan 1 tamparan dari ibunya


"Apa kamu tidak tahu berterimakasih Helen? Apakah selama ini ajaran ayah dan ibu kau lupakan?" 1 kata menyakitkan dikeluarkan Emily


"Batrisyia telah menyelamatkanmu dan merekrut banyak prajurit demi kau Helen, kau malah ingin membunuh saudarimu? Apa yang kau inginkan?? Tahta?" 1 ucapan menyakitkan Raymond juga terdengar jelas ditelinga Helen


"Ayah Ibu... Batrisyia membuat rencana busuk agar aku mat..."


Plaak plakk


2 tamparan dari Raymond yang mendarat dipipi kanan dan kiri helen membuat sang empu meringik kesakitan serta tak percaya apakah ini mimpi atau memang terjadi adanya


"Diamlah di dalam kamarmu jangan pernah kau melangkahkan kaki dari paviliunmu kau hanya membuat onar saja" Kata Raymond kemudian pergi membawa istrinya


Air mata Batrisyia yang menetes deras seketika diusapnya lembut sambil menunggingkan sudut bibirnya


"Sudah tahu kan kekuatanku? Apa kau masih berani melawanku?" Kata Batrisyia menatap Helen


"Apa kau orang yang telah merencanakan pengosongan makanan? Agar semua orang terfokus dengan stok makanan sehingga pernikahanku ditunda dan...." Kata Helen terengah-engah ia tak sanggup melanjutkannya lagi


Namun kata-kata itu dilanjutkan oleh mulut jagat Batrisyia


"Dan aku sudah mengetahui sifat dari calon suamimu bahwa ia sangatlah pemarah dan tidak bisa mendapat penolakan. Kemudian ayah menunda pernikahannya sehingga terciptalah pemberontakan HaHaHaHa" Ucap Batrisyia dengan gelak tawa kecil namun terdengan jahat


"Penjaga... Bawa Helen masuk ke Paviliun nya ayah telah menerintahkan dia untuk tidak keluar dari Paviliun" Perintah Batrisyia


"Tidak perlu, aku bisa jalan sendiri!" Tatapan Helen kosong seolah olah hidupnya telah hancur mendengar kenyataan ternyata kakaknya ingin dia mati dan perkataan kedua orangtua nya sangatlah tidak layak didengar oleh telinga Helen


"Mengapa seketika semua orang berubah... Bagaimana aku menjelaskan kepada ayah dan ibu hiikkk" Helen menangis sesenggukan di dalam kamarnya ditemani oleh Baldy


"Kau memang wanita kuat Helen aku berharap akan ada lelaki yang menikahi mu sehingga kau bahagia bersama pasangamu tanpa melihat saudarimu itu aku pun muak melihatnya" Ucap Baldy


...****************...


Sementara itu di dunia immortal sedang ricuh karena penyelamatan manusia yang didukung oleh sang raja sendiri, makhluk makhluk immortal merasa dirinya lebih kuat dengan manusia.


Dan karena dendam masalalu kematian Alphonsus menjadi ancaman besar bagi makhluk immortal, manusia semena-mena kepada makhluk immortal masuk begitu saja dan mulai merusak pembatas antara dunia manusia dan dunia immortal


Manusia ingin menghancurkan makhluk immortal karena kejahatan yang diperbuat Alphonsus namun banyak Makhluk immortal yang tidak terlibat juga terkena dampaknya maka dari itu mereka mulai membenci bangsa manusia


Banyak makhluk dunia immortal memboikot Victor, tapi Victor tidak takut malah ia semakin membuat rakyatnya marah dengan keputusannya untuk berdamai dengan manusia


Keputusan Victor tentunya ditentang namun banyak dari mereka juga setuju jika mereka berdamai dengan manusia


"Kalian yang berani menentangku aku tidak akan ragu untuk membunuh kalian. Tidak adanya kalian disini juga aku tidak rugi, lebih baik kehilangan banyak rakyat daripada harus mempertahankan rakyat yang memiliki sifat buruk dan bengis" Ucap Victor dengan lantang


.


Seluruh makhluk yang mendengar suara Victor menjadi takut dan bergidik ngeri, Victor sangatlah kejam jika menghukum manusia. Apalagi jika harus menghukum rakyatnya hingga mati


Seketika mereka semua setuju untuk berdamai dengan manusia namun dengan satu syarat


Mereka menginginkan Manusia yang telah berbuat buruk semasa hidupnya akan disiksa oleh rakyat Hylos bukan lagi Raja Victor dan hal itu disetujui oleh Victor


...****************...


...BERSAMBUNG...