FALL INTO THE DARKSIDE

FALL INTO THE DARKSIDE
Episode 4 (Hilangnya Batrisyia)



"Benarkah? tapi aku juga ingin mahkota yang terdapat berlian biru, berikan padaku sebagai tanda kau akan menjadi adikku" Lanjut Batrisyia


Mereka menunggangi kuda menuju Etienne


selang beberapa jam mereka telah sampai dan mereka melewati perumahan warga desa,kota hingga ke pelosok


Kristoffer dengan bangga mengumumkan ia akan menikah dan ia memperkenalkan calon istrinya banyak yang memuji atas kecantikan Helen


Namun tak luput dari Batrisyia yang juga tak kalah cantik, salah seorang warga desa bertanya kepada Kristoffer


"Lalu siapa gadis cantik yang berada di sebelah calon istrimu Pangeran?" dengan nada lembut seakan menghormati sang pangeran


"Dia adalah kakak pertama calon istriku sekaligus Pemegang tahta utama kerajaan angelise" Jelas Kristoffer


Saat mereka sedang asik berbahagia dan saling bertanya kepada sang pangeran.


perempuan yang baru saja datang dengan temannya berbisik


"Bukankah itu keluarga Kerajaan Angelise. jadi pangeran akan menikah dengan Putri kedua?"


"Aku heran padahal Putri pertama belum menikah mengapa pangeran memilih putri kedua dan pihak kerajaan angelise menyetujuinya" Jawab seorang temannya


"Hhhaa Putri Pertama belum menikah?" Perempuan itu terkejut dan sontak berteriak sehingga seluruh orang disana mendengarnya


semua orang saling menatap keheranan pasalnya anak pertama harus menikah terlebih dahulu sebelum adik adiknya,


jika tidak itu seperti aib baginya dan akan dipandang buruk


"Jangan-jangan Putri Pertama memiliki penyakit menular atau penyakit mematikan sehingga tidak ada pria 1 pun yang ingin hidup berdampingan dengannya" Ucap seorang pria


"Atau mungkin dia menggunakan sihir atas kecantikannya" Balas seseorang yang berada disamping pria tersebut


Lagi-lagi Batrisyia mendapatkan cemoohan yang kurang enak didengar ia berlari tak tau arah


Hingga ia mendapati Laut biru pekat yang terkenal akan ombak besarnya.


Batrisyia berlari beradu dengan ombak disana hingga tubuhnya yang kecil tak dapat melawan ombak mengerikan itu


Helen ingin menghentikan aksi Batrisyia namun dihentikan oleh Kristoffer.


Helen terus memberontak sambil menangis hingga akhirnya tubuh mungil Batrisyia tak dapat dilihatnya lagi.


"Seharusnya kau tidak mengentikan ku untuk menyelamatkan Batrisyia!. apa kau senang dengan semua ini?" Suara samar Helen yang beradu dengan suara Ombak


"Jika kau menyelamatkan Batrisyia aku akan kehilangan dirimu dan kita tidak akan menikah Helen tolong berpikirlah" Balas Kristoffer


"Menikah? saat kakak ku berujung pada kematiannya kau masih memikirkan akan menikahiku!" Teriak Helen lalu pergi meninggalkan Kristoffer


Namun Kristoffer selalu menghentikan Helen dan memegang tangan Helen, berkali-kali Helen melepaskannya,


Tapi Kristoffer sudah sangat Frustasi lalu memegang erat tangan Helen


"Aku berjanji padamu akan mencari Batrisyia walaupun sampai ujung dunia, asal kita bisa menikah" -Kristoffer


Mata mereka saling memandang lama, Helen pun sampai terpedaya oleh mata indahnya


......................


Sesampainya di Angelise Helen serta Kristoffer mengatakan kepada keluarga nya hal apa yang baru saja terjadi pada mereka


"Apa kau tidak mengehentikan kakakmu itu?" Tanya Emily


Tapi Lidah Helen sangat kelu ia sudah berusaha ingin menyelamatkan Batrisyia


Namun dihentikan oleh Kristoffer, Helen pun tidak akan tega jika menyalahkan calon suami nya


"Jawab Helen! Apa kau diam saja seperti ini saat Batrisyia dalam bahaya?!" Nada bicara Emily mulai tinggi


"Kenapa Kristoffer hanya diam saat aku dalam masalah" Batin Helen


Wajah Kristoffer yang ketakutan juga tidak bisa berbohong ia tidak berani berucap 1 patah kata pun


Tamparan keras melayang dipipi Helen.


Raymond spontan mendekati ibu dan anaknya itu


"Tenanglah Emily kita pasti menemukan Batrisyia" Kata Raymond


"Lihatlah Putri kesayanganmu ini. Melihat kakaknya dalam bahaya dia hanya diam dan memikirkan pernikahannya saja" Ucap Emily


"Lihatlah penderitaan Batrisyia bagaimana orang-orang berkata hal buruk padanya. itu semua karena kamu" Lanjut Emily menangis sesenggukan sambil menggoncang goncang tubuh Helen


"Aku sudah berusaha menolongnya ibu... tapi ombak sangat besar hik... hik..." Jawab Helen


Emily tersungkur, mata yang sembab dan berkunang kunang hingga akhirnya matanya terpejam lemas tak berdaya


"Ibu..." -Selen yang langsung menangkap ibunya


"Emily..." Raymond


Emily bergegas dibawa oleh Raymond ke kamarnya.


"Perintahkan seluruh prajurit untuk mencari Batrisyia" Perintah Raymond


......................


Helen menangis semalaman, ia pun tidak bisa tertidur merasa bersalah kepada sang kakak


Helen terus merutuki dirinya sendiri ia tidak ingin bertemu dengan siapapun ia hanya ingin sendiri dan entah mengapa Batrisyia selalu ada didalam pikiran Helen


Tok Tok Tok.....


"Helen apakah aku boleh masuk?"


Tokk Tok Tok


"Helen kau baik-baik saja? aku akan masuk"


Selen memegang Handle pintu yang mewah berlapis emas kemudian dibuka nya dengan sangat hati-hati


Selen mengintip kanan dan kiri mencari sosok yang tengah ia cari


Selen menghampiri Helen yang terus menerus menangis


"Helen.... semua orang di dalam istana menangis, tak terkecuali aku" Ujar Selen


"Kau adalah orang yang bijak, Apakah ada jalan keluar jika hanya dengan menangis?" Lanjut Selen


"Sudah berhari-hari setelah kepergian Batrisyia kau masih menangis.... kita ingin Batrisyia kembali, namun kita hanya menangis itu sangat tidak berguna" Kata Selen dengan bijak


mengingat umur Selen dan Helen tidak terlalu jauh hanya terpaut 3 tahun,


sekarang mereka tumbuh dengan wajah dan tinggi yang sangat mirip seperti anak kembar.


Helen yang mendengar perkataan Selen pun tersadar


"Kau benar, ada kalanya aku harus berusaha mencari Batrisyia" Kata Helen lalu meninggalkan Selen yang berada di kamarnya


Helen berbalik "Terimakasih Selen" mengucapkan kata terimakasih kepada adiknya yang telah menguatkannya


"Ayah aku ingin mencari Batrisyia juga" Kata Helen


"Apakah harus ayah temani nak? terlalu bahaya untukmu" Ujar Raymond


"Jika ayah ikut denganku siapa yang akan mengurus istana ini sementara keadaan ibu sedang tidak memungkinkan" Balas Helen


"Aku akan menemani mu Helen" Saut Selen dari belakang


"Apa kau melupakan ibu? kau harus terus berada di samping ibu, lagi pula ini salahku." Jawab Helen kepada Selen


"Tolong izin kan aku mencari Batrisyia ayah


... hanya aku yang tau bagaimana kejadian itu terjadi kemungkinan aku bisa membawa Batrisyia kembali" Yakin Helen kepada Raymond


mau tak mau Raymond menyetujui Perkataan Helen


...****************...


Helen meninggalkan baju kebesarannya dan berganti dengan pakaian orang biasa


Dengan menunggangi kuda ia menuju Laut Biru.


Sesampainya Helen disana, ia bertemu dengan ratusan prajurit yang kewalahan mencari Batrisyia


"Jika disekitar sini tidak ditemukan, kemungkinan besar Batrisyia berada di wilayah lain" Ucapnya.


Helen dengan beberapa prajurit mengarungi samudra dengan ombak yang besar menuju ke beberapa pulau untuk mencari Batrisyia


Sudah 5 pulau ia kunjungi namun Batrisyia masih tidak di temukan


"Dewa Air aku disini berniat baik mencari saudaraku aku tidak ada niat untuk merusak rumahmu tolong arahkan aku menuju dimana saudaraku berada" Helen yang sudah menyerah pun ia berdoa kepada sang Dewa.


pasalnya Helen mencari Batrisyia tidak hanya 1 hari namun sudah 3 hari


Mata Hazel yang indah itu melihat menampakan pulau kecil yang tak jauh dari kapalnya


"Kita turun di pulau itu" Perintah Helen


"Tapi seperti nya disana pulau yang tidak berpenghuni Tuan Putri" Kata salah seorang Prajurit


"Apa salahnya kita mencari Batrisyia disana, dia juga bisa saja terdampar dipulau itu" Balas Helen