
"Yasudah Berikan kami gandum saat sarapan besok, dan peras susu sapinya, sembelih lah 10 ekor sapi untuk sarapan kita semua, serta para pelayan bisa mengambil sebagian" -Emily dengan kebijakannya
"Baik Yang Mulia Ratu" Ucap Pelayan
...****************...
Dibalik tembok beton kokoh,indah nan tinggi Raymond berfikir keras mengapa Angelise bisa kehabisan stok makanan setelah 70 tahun lalu waktu Kerajaan Angelise dijajah oleh Kerajaan Lagarde, Kerajaan Angelise sangatlah aman dan makmur berkat bantuan dari Kerajaan Etienne
"Ayah... apakah aku harus melihat bagaimana pertumbuhan kebun kita? Aku akan mencari tahu penyebab tanaman susah berkembang" Kata Helen yang berdiri didepan Raymond
Batrisyia spontan menatap Helen dengan panik namun ia mencoba tidak memperlihatkannya
"Ee... tidak perlu biar aku saja jika ayah memerintahkannya, dan kau bisa keliling desa untuk mencari kebun yang paling banyak buah dan sayurnya jika sudah mendapatkannya kau bisa membeli sebagian makanan itu" Saran Batrisyia
"Apa yang dikatakan Batrisyia benar, sebaiknya kalian bekerja sama, Batrisyia bagian perkebunan milik kita dan kau Helen Pergi lah ke Desa, akan ku perintahkan prajurit untuk mendampingimu" Perintah Raymond
"Baik Ayah" Ucap Batrisyia dan Helen bersamaan.
...****************...
Helen menunggangi kuda melewati perumahan warga melihat perkebunan mereka serta ia juga tak lupa melewati pasar
"Bagaimana Tuan Putri.. Bahkan di pasar pun sangat sedikit orang yang berjualan sayur ataupun buah, daging pun tidak ada." Kata Salah satu prajurit
"Kita bisa membeli semua makanan mereka kan?" Lalu Prajurit lain juga ikut berpendapat
"Tidak, Jika kita membeli semua makanan mereka, lalu mereka akan makan apa? hidup tanpa uang bisa tapi hidup tanpa makanan sangatlah susah, dan kita sedang mengalami itu" Ucap Helen
"Kita tidak boleh tamak, memang benar kita berkuasa tapi jika tidak ada mereka... Angelise tidak mungkin ada, bahkan aku bukanlah seorang putri raja" Lanjutnya...
ditengah perjalanan Mata Helen dan Telinga Helen tertuju pada suatu keributan
"Ada apa? tolong kau lihat" Seru Helen kepada prajurit yang selalu disampingnya
Prajurit itupun langsung berlari melihat kejadian itu.
saat prajurit tiba dan berkata
"Ada seorang pembunuh Tuan Putri..."
Helen langsung menghampiri keramaian itu dengan raut wajah marah
"Beraninya kau membunuh seseorang dihadapan ku!" Teriak Helen kepada pembunuh yang membelakanginya
"Siapa kau berani membentakku" dengan pelan dan halus pembunuh itu berkata lalu membalikkan tubuhnya menghadap Helen
Pria itu menutupi wajah serta tubuhnya dengan jubah hitam sehingga Helen tidak bisa mengenali lebih jelas pria tersebut
"Aku adalah Putri kedua dari Kerajaan Angelise, Aku bisa membawamu kedalam penjara karena kau telah membunuh seseorang tanpa ada alasan dan bukti yang jelas" Seru Helen
"Aku membunuh seseorang karena perintah dan pasti orang yang ku bunuh, dia adalah manusia yang sangat tidak berguna. jika kau tidak tahu apa-apa sebaiknya diam" Kata pria tersebut
Helen mendekati pria itu tanpa rasa takut untuk membuka penutup kepalanya agar bisa melihat dengan jelas namun dengan sangat sigap pria itu memegang tangan Helen
"Apa ... kenapa seluruh tubuhku bergetar... aku tidak kuat menahannya... rasanya seperti tidak ingin menyakiti wanita ini"
Pria itu melepaskan cengkramannya dengan nafas terengah-engah, kemudian ia pergi menghilang dengan asap asap hitam
"Dimana perginya?"
"Dimana dia?"
"Wah jangan-jangan dia bukan manusia"
seruan seluruh orang membuat Helen bingung dan ingin terus mencari orang tersebut.
...****************...
sementara itu Batrisyia yang berada di kebun mulai memberikan serbuk yang bisa membuat tumbuhan berbuah dengan cepat.
...******FLASHBACK******...
Batrisyia melangkah ke dapur untuk melihat hidangan apa yang akan menjadi jamuan makan malam hari ini, pelayan yang mengetahui kedatangan Batrisyia terkejut tidak seperti biasanya ia mau melangkahkan kaki cantiknya di dapur penuh makanan dan daging mentah
"Kurangi Porsi makan untuk keluarga kerajaan. dan simpan Makanan kalian" Perintah Batrisyia
"Ada apa Tuan Putri?" Tanya salah satu koki disana
"Kau berani melawanku!"
Koki itu spontan menundukkan kepala nya
"Dan sediakan sedikit sayur di piring makan ku nanti, jika ada yang bertanya. jawablah kalau persediaan makanan sudah habis" Jelas sang Putri
"Tapi jika Raja masih menemukan banyak makanan di kebun bagaimana Putri?" -Pelayan
"Pakaikan serbuk mematikan ini ke tanaman yang sudah tumbuh agar segera membusuk"
"Baiklah Tuan Putri"
sedikit demi sedikit Batrisyia melancarkan rencana nya dengan sangat mulus.
...****************...
dimulai dari Helen
"Semua ladang milik warga desa sebagian sudah ada yang berbuah Ayah namun sedikit aku tidak tega jika ingin mengambilnya, Aku hanya membeli 5 karung gandum saja untuk sarapan kita serta para penghuni istana"
"Baiklah, 5 karung gandum itu sangat berharga ayah akan memikirkan bagaimana cara 5 gandum itu cukup untuk seluruh penghuni istana" Kata Raymond
Giliran Batrisyia yang memberikan laporan
"Banyak tanaman yang sudah busuk ayah... itu disebabkan karena terdapat jamur yang menginfeksi buah dan sayuran disana, tapi aku sudah menanganinya dengan cara menggantikan lahan sebelumnya dengan lahan kosong menjadi kebun, lagipula lahan itu sangat luas dan selalu terkena terik matahari, berbeda dengan lahan kita yang sebelumnya terlalu kecil dan sangat dekat dengan dapur"
"Aku memerintahkan para pelayan agar membangun sesuka hati mereka untuk beristirahat di lahan bekas perkebunan itu jika ayah memerintahkannya" Celetuk Batrisyia
"Ayah bangga padamu kau memiliki pemikiran yang bagus nak, kalau begitu segera perintahkan para pelayan seperti rencanamu itu" Kata Raymond
Batrisyia mengangkat kepalanya dengan sombong
Tak lama kemudian Raja Etienne berserta pangeran datang ke dan memberi salam kepada Raymond
mereka membicarakan perihal pernikahan yang akan dilaksanakan
"Begini... kedatanagan kami kemarin karena putra kami, ingin hari pernikahan dipercepat" Kata Javier
"Tapi kami belum banyak persiapan..."
"bagaimana ini... bahkan Angelise sedang kekurangan bahan pangan bagaimana aku bisa mengadakan acara pernikahan" Kata Raymond dalam benaknya
Batrisyia sadar dan paham dengan apa yang dipikirkan ayahnya
"Ee ayah... aku akan mengatur semua, untuk hidangan para tamu aku akan mengaturnya jadi jangan risau" Ucap Batrisyia
"Apa kau yakin nak?" Tanya Raymond meyakinkan Putrinya itu dan dibalas dengan 2x anggukan
setelah semua selesai akhirnya keputusan untuk menikah diadakan 2 hari setelah pembicaraan ini
Batrisyia mengajak Adiknya serta calon iparnya itu keliling desa
"Jika kau ingin menjadi adikku kau harus memperkenalkan dirimu pada seluruh rakyat di Angelise" Seru Batrisyia kepada Kristoffer dibalas dengan senyum lebar di bibirnya
"Baiklah baiklah.... jika kau memaksa mari kita berangkat" Kristoffer berjalan paling depan dan disusul oleh kedua Putri Raja tersebut meninggalkan 2 Raja gagah di kursi kebesarannya
sesampainya mereka di desa Batrisyia berteriak dan memperkenalkan Kristoffer
"Perkenalkan Dia adalah calon adik iparku Kristoffer dari kerajaan Etienne, sekaligus Putra Mahkota Etienne, dia akan menikah dengan adikku Helen, Beri salam kepada Pangeran Kristoffer"
"Apa? Putri Helen akan menikah?"
"Memang Putri Batrisyia sudah menikah?"
"Aku rasa belum menikah, tapi kenapa adiknya yang akan menikah terlebih dahulu"
"Aku rasa tidak ada yang mau dengan Putri galak seperti Batrisyia"
"Iya, mana ada yang mau dengannya lagi pula Helen lebih cantik"
cemooh para warga desa terdengar oleh 3 anak bangsawan tersebut tanpa disadari air mata Batrisyia menetes
"Kakakku juga akan menikah, pernikahan akan dilangsungkan bersamaan dengan pernikahanku" Teriak Helen agar semua warga terdiam
Batrisyia terkejut dengan pernyataan Helen
"Lalu dimana Calon suami Putri Batrisyia" Tanya salah satu warga
"Dia adalah seorang raja yang sedang berjuang mempertahankan kerajaannya, dia tidak bisa datang hari ini" Alasan yang sangat bagus bagi Helen
Batrisyia berlari jauh menelusuri hutan, Kristoffer dan Helen menyusul dengan sekuat tenaga mereka hingga akhirnya tibalah mereka di suatu sungai
Batrisyia menangis sesenggukan
"Berkali-kali aku mengalah padamu, tapi balasanku hanya seperti ini. mengapa semua orang hanya perduli kepada mu Helen?" Ucap Batrisyia sambil menangis
lalu Helen memeluknya
"Apa benar aku bukan keluarga kalian, aku hanya orang asing yang kalian anggap sebagai keluarga" Lanjut Batrisyia
"Diamlah Batrisyia kau ini bicara apa. aku tidak akan membiarkan siapapun berkata buruk kepadamu. aku janji akan melindungimu seperti halnya kau melindungimu" Kata Helen
Helen mengusap air mata yang ada di pipinya dan berkata
"Tidak perlu cemaskan aku, aku baik-baik saja ini adalah hari bahagiamu aku tidak boleh merusaknya. Kristoffer, kau juga harus memperkenalkan Helen pada Rakyat mu" Seru Batrisyia
Kristoffer memandang sedih kakak iparnya itu yang sedang menguatkan diri sendiri.
"Kau harus ikut kami ke Etienne aku akan membelikanmu barang yang tidak akan ada di wilayah kerajaanmu, sebagai tanda terimakasihku" Ucap Kristoffer
"Benarkah? tapi aku juga ingin mahkota yang terdapat berlian biru, berikan padaku sebagai tanda kau akan menjadi adikku"