
"Apa salahnya kita mencari Batrisyia disana, dia juga bisa saja terdampar disana" Balas Helen
Nahkoda melajukan kapalnya.
Helen melihat Tanda palang yang bertuliskan ARUBA ISLAND
"Jadi ini nama Pulau Aruba, seperti pulau mati tidak berpenghuni" Ucap Helen Samar
Helen mulai berjalan dengan membawa pedangnya
setelah menelusuri pulau yang dipenuhi dengan pohon-pohon besar nan lebar tanpa rasa takut sedikitpun Helen terus meneriaki nama Batrisyia...
Tolong....
Batrisyia mendengar suara seseorang namun tidak jelas, ia pun menghiraukan suara tersebut
jika kamu orang baik tolong aku....
Lagi-lagi suara itu muncul Helen yakin bahwa itu suara manusia yang meminta pertolongan
"KAU DIMANA?!" Teriak Helen sambil berlari mencari asal suara
Tolong....
"Katakan kau ada dimana"
Saat Helen tengah berlari tiba-tiba ia melihat jauh disebelah kiri nya terdapat Batrisyia yang sedang dipasung kakinya dan tangan yang terikat tali
"Batrisyia!" Teriak Helen
"Helen tolong lepaskan aku dari sini, aku takut... hik hik..." Ucap Batrisyia
Helen melepaskan pengikat tali yang ada di tangan saudaranya itu.
kemudian darah bersimpuh di tangan Helen karena tali begitu kuat mengikat tangan Batrisya
Helen terkejut dan mata tak dapat membendung airnya untuk mengalir
lalu Helen membuka kunci pasung dengan bantuan jepit rambutnya
"Mari kita pulang, dan cerita kan kejadian yang kau alami kepada ku saat kau tenang nanti ya..." Kata Helen sambil mengusap air mata Batrisyia
......................
Kapal melaju menuju langsung ke Lautan Angelise.
Batrisyia mulai menceritakan kejadian yang ia alami setelah percobaan bunuh diri nya
"Apa yang kau alami waktu itu?" Tanya Helen
"Sebenarnya....."
......................
...FLASHBACK...
......................
Ombak membawa tubuh mungil Batrisyia yang kelelahan.
Air terus menerus menyerangnya hingga akhirnya Batrisyia tidak sadarkan diri
"Ada orang tenggelam, coba lihat" Kata Salah seorang preman laut bernama Bavol
Sontak semua yang ada di dalam kapal itu keluar melihat Putri cantik yang berada di tengah laut
"Bukankah itu Putri Batrisyia, dari Angelise"
"Wahh mangsa besar! jika kita dapat menjualnya untung banyak lagi pula jika dia tidak mau dijual kita kembalikan dengan tebusan yang banyak!"
"kita kaya ..... kita kaya...." Sorak dari 4 orang preman kemudia ia mengambil Batrisyia yang lemah
Preman tersebut bernama Ashton sebagai pemimpin dari 3 anak buahnya
Mereka merampas harta para pelayar yang lewat di perbatasannya.
Harta tersebut berupa hasil rampasan perang, Hasil perikanan, serta Minyak bahan bakar
Setelah usaha menyadarkan sang putri mereka mengikat seluruh tubuh Batrisyia
Kapal berlabel Blackton itu membawa Batrisyia kearah yang ia tidak ketahui
"Kau mau membawaku kemana, lepaskan aku!" Ucap Batrisyia
"Aku akan menjualmu kepada orang kaya untuk dijadikan budak nafsu nya. tidak usah takut cantik" Kata Ashton sebagai pemimpin
"Gadis secantik ini sebelum kita jual dan digunakan oleh kepala suku bajingan itu lebih baik kita gunakan lebih dahulu hhhaa haaa..." Ujar Bavol dengan kata kotor nya
"Kau benar sayang sekali gadis mahal ini jika kita sia-sia kan" Balas Arley dan dilanjutkan dengan ketawa jahat para preman itu
Lantas Bert yang pergi mengambil botol air keras meminumkannya pada Batrisyia dengan paksa.
Batrisyia memberontak sekuat tenaga, namun tubuhnya terikat yang menjadikan ia tidak bisa berbuat apa-apa
Batrisyia semakin lemah karena meminum alkohol yang diberikan Bert
"Sebentar lagi kita akan sampai di Pulau Bacaramanga, cepat lepas tali dan pakaiannya" Perintah Ashton
Batrisyia tersadar namun tubuhnya sudah tak berdaya mata berkunang-kunang dan kepala yang seperti terhantam batu raksasa
Para preman itu melucuti pakaian Batrisyia dan mulai meraba tubuhnya.
Ashton memerintahkan kepada anak buahnya bahwa hanya dirinya lah yang akan merasakan tubuh indah Batrisyia
"Aku yang akan mengawalinya" Ashton menciumi mulut hingga turun ke dada Batrisyia tak lupa juga meremas apa yang ia pegang pada tubuh Sang Putri
setelah hasratnya terpuaskan Ashton memerintahkan anak buahnya untuk mencicipi hasil buruan mereka juga.
tidak menunggu lama mereka langsung mengerumuni tubuh indah Batrisyia
Ashton melihat ada beberapa kapal dan banyak orang memakai baju seperti pengawal kerajaan berada di pulau yang akan mereka tuju
"KITA HARUS CEPAT PERGI DARI SINI! KITA BAWA DIA KE PULAU ARUBA" Teriak Ashton kemudian buru-buru memutar kemudi kapal
"Ada apa?" Tanya Bert
"Banyak prajurit kerajaan disana dan aku rasa dia tengah mencari Batrisyia" Jawab Ashton
Mereka telah sampai di Pulau Aruba yang sepi tak berpenghuni
Asthon lantas memasung dan mengikat tangan Batrisyia
"Biarkan dia disini sendiri kita harus mencari hasil rampasan, jika dirasa sudah aman kita bawa dia pada kepala suku bodoh itu" Kata Ashton
"Baiklah" Ucap Arley dilanjut dengan kedua temannya
...****************...
...FLASHBACK OFF...
...****************...
"Bacaramanga.... bukankah kita juga ada disana waktu itu Putri?" Tanya seorang prajurit kepada Helen
"Iya.... tapi kita tidak tahu kapan kapal itu datang disana pasalnya kita berada disana 5 hari setelah hilangnya Batrisyia, lagipula Para Prajurit berada Di Bacaramanga sudah berhari-hari" Jawab Helen dengan raut wajah kesal karena mendengar cerita Batrisyia yang sudah dilecehkan orang orang tidak bertanggung jawab
"Cari preman itu sampai dapat dan hukum mati dia!" Perintah Helen
"Tapi bagaimana dengan perizinan Raja Putri?" Tanya Prajurit
"Aku tidak butuh perizinan Raja, jika Raja tau mungkin dia juga akan berpendapat yang sama denganku" Kata Helen
"Baiklah kami akan bersatu mencari preman laut itu dan membunuh tepat dihadapan Putri Batrisyia" Ucap sang Prajurit