FALL INTO THE DARKSIDE

FALL INTO THE DARKSIDE
Episode 2 (Bibir yang bertaut)



"Batrisyia mari kita bergabung dengan mereka kenapa kau sendirian disini, mereka juga keluargamu" Ucap Helen sembari menarik tangan Batrisya dan dibalas senyuman olehnya


"Ini kakak pertamaku Batrisyia" Kata Helen memperkenalkan kakaknya dengan calon suaminya


"Hallo, saya pangeran mahkota Kristoffer"


Di momen perkenalan itu tangan mereka saling bertaut


"Hai, saya ... Batrisyia" Balasnya dengan senyuman awkward


Batrisyia merasakan sesuatu yang aneh saat bersentuhan tangan dengan Kristoffer dan ia memegang dada nya tanda menenangkan diri atas perasaannya yang sangat aneh


...****************...


Setelah acara selesai Batrisyia mengunjungi kamar orang tua nya


"Tuan Putri Pertama Batrisyia Ingin Memasuki Ruangan" Teriakan salah satu penjaga di depan kamar lalu membukakan pintu besar yang berlapis berlian


"Ada apa nak? Sudah malam kau tidak istirahat?" Kata Raymond


"Sebanarnya kedatanganku disini ingin menanyakan sesuatu ayah... Aku berusaha untuk tidak memikirkan hal itu namun hati ku berkata lain" Jawab Batrisyia


"Memangnya apa yang kau pikirkan nak?" Emily Roland yang awalnya duduk di depan cermin tiba-tiba berdiri menghadap putri kesayangannya itu


"Aku adalah putri pertama disini, seharusnya aku yang terlebih dahulu menikah tapi kenapa Helen ayah?" Dengan rasa sedikit tenang Batrisyia mencoba memberanikan dirinya


"Itu sudah menjadi pilihan dari keluarga kerajaan Etienne Batrisyia" Jawab Raymond


"Ya aku bisa memahami bahwa itu pilihan mereka, tapi apakah tidak bisa diundur sampai aku memiliki pasangan hidupku?" -Batrsyia


"Nak.... Itu juga kesepakatan dari keluarga Kerajaan Etienne jika ayahmu menolaknya kita akan dipermalukan, kita memiliki hutang yang sangat banyak kepada kerajaan itu" Jawab Emily


"Hutang? Kerajaan kita kaya ibu...kita sanggup membiayai hidup rakyat kenapa harus hutang?" Dengan sedikit keheranan Batrisyia menanyai ibunya dengan nada tinggi


"Bukan masalah uang,emas,berlian dan lainnya tapi masalah kemerdekaan nak, jika tidak ada bala bantuan Etienne kau dan adik-adikmu tidak akan lahir" -Emily


"Kenapa kalian lebih mementingkan itu daripada harga diri anak pertamamu Ibu? Oh apakah aku bukan anak kandung kalian?"


Raymond mendengar kata itu bergegas menarik bahu Batrisyia sehingga tubuh yang awalnya membelakangi Raymond menjadi menghadapnya tidak lama setelah itu tamparan keras melayang di pipi kiri Batrisyia


"Ayah menyayangi kalian semua, tidak ada yang dibeda-bedakan, semua sudah ayah atur dan untuk jodohmu kau hanya perlu menunggu, karena ayah sudah menemukan pria yang cocok untukmu" Kata Raymond


Batrisyia tidak bisa menerima tamparan itu semua yang diucapkan Raymond seakan akan hanya omong kosong, Ia mendengarkan Raymond tapi seolah-olah pikirannya tidak tertuju dengan omongan Raymond. Setelah itu Batrisyia pergi ke kamarnya dengan menangis sesenggukan


"Seharusnya kau tidak perlu menamparnya" Ucap Emily


...****************...


Pagi hari saat matahari akan menampakkan sinarnya Helen berjalan menuju gudang ingin mengambil pedang khusus untuk latihan, tiba-tiba ia mendengar sesuatu


"Shht....sssht"


Helen menengok kanan dan kiri dirasa tidak ada orang Helen langsung membuka pintu gudang dan mengambil pedangnya


Terdengar kembali suara asing


"Ssshht.... Shhht"


Dengan hati-hati Helen berjalan kedepan namun Helen merasakan dibelakang tubuhnya ada penguntit


Helen langsung berbalik dan melayangkan pedang di leher penguntit tersebut


Namun sang penguntit malah memberi senyuman manis


"Hai calon istriku" Kata Kristoffer yang tidak ada takutnya


"Kristof kenapa kau disini! Dasar bodoh bagaimana jika aku tidak bisa mengendalikan tanganku tadi!" Teriak Helen


"Apa kau takut jika kehilangan aku? Hehe" Ucap Kristoffer sambil ketawa malu-malu


"Ti ti.. tidak... Aku takut jika aku dipenjara nanti. Ah sudahlah kau ini menggangguku, aku mau latihan pedang dulu" Bentak Helen lalu berbalik meninggalkan kristoffer


"Tantangan macam apa itu, tidak bisa" tolak Helen


"Kau takut? Yah wanita yang sangat kuat pun tidak akan bisa mengalahkan pria tangguh seperti diriku" Kristoffer berjalan mendekati Helen dan memancingnya


"Apa ini sifat aslimu? Sangat menyebalkan sekali! Baiklah siapa takut. Akan ku buktikan aku bukan wanita sembarangan!." Kata Helen


"Dasar anak sombong dia pikir hanya pria yang bisa tangguh dia belum tau kekuatanku, aku bahkan bisa mengangkat kuda nya dan melemparnya ke Etienne" Helen berjalan meninggalkan Kristoffer sambil bergumam kecil tapi Kristoffer masih bisa mendengarnya dan hanya dibalas kekehan kecil


***


Perang antara dua anak manusia itu sedang berlangsung suara nyaring pedang yang terus menerus menguasai setiap gerakan mereka membuat keringat didahi Helen bercucuran


Helen hampir terjatuh saat kedua pedang saling bertaut namun kekuaran Helen melemah, tangan Kristoffer sontak menarik tangan Helen alhasil mereka saling berpelukan. Helen menatap matanya seakan-akan mengecoh Kristoffer kemudian didorongnya tubuh Kristoffer dengan sekuat tenaga sampai terseret 5 meter dari tempatnya berdiri


"Yeah aku menang, sekarang sudah terbukti wanita tidak selemah yang kau pikirkan, jangan pernah berkata lagi seperti itu atau mulutmu akan ku...."


"Cium!" Ucap Kristoffer menyela omongan Helen, yang membuat Helen seketika kaget


"Hah aku lupa bahwa ini adalah tantangan! Dasar Helen bodoh" gerutu Helen dalam hatinya


"Tapi kau yang kalah aku tidak kalah aku mendorongmu!" Bentak Helen


"Tanpa bantuan tanganku kau pasti sudah tersungkur kesakitan aku menyelamatkanmu, dasar tidak tau terimakasih!" Dengan tenang Kristoffer membalas ocehan Helen


Setelah beberapa perdebatan dan paksaan dari Kristoffer, Helen pun mendekati Kristoffer dan perlahan-lahan mencium dengan lembut bibir indah milik Pangeran Mahkota Etienne


Kristoffer tidak membalas ciuman tersebut tapi gairah seorang laki-laki dewasa tidak bisa ditahan


Kristoffer membalas ciuman itu dengan sangat brutal sehingga tubuh Helen disandarkan pada tembok yang berada disamping mereka


Helen bingung dengan rasa yang sangat aneh ini mengingat usianya yang masih remaja dan belum tau lebih jauh tentang cinta ia hanya bisa diam dan merasakan hal baru yang ia alami, lama kelamaan Helen mendorong tubuh Kristoffer dengan nafas yang terpenggal-penggal..


"Kau sebaiknya segera pulang, aku harus menemui ayahku untuk membicaran acara pernikahan kita" Kata Helen agar Kristoffer segera pergi


"Baiklah kalau begitu, aku juga akan berbicara dengan ayahku perihal apa yang baru saja kita lakukan ini" goda Kristoffer, Helen sontak melotot dan melayangkan tangannya ke tubuh lawannya itu namun tidak terkena


...****************...


Batrisyia melangkah ke dapur untuk melihat hidangan apa yang akan menjadi jamuan makan malam hari ini, pelayan yang mengetahui kedatangan Batrisyia terkejut tidak seperti biasanya ia mau melangkahkan kaki cantiknya di dapur penuh makanan dan daging mentah


......................


Makan malam pun tiba, Para pelayan menghidangkan makanan sehat serta pencuci mulut untuk seluruh keluarga kerajaan


Namun semua mata tertuju pada Batrisyia yang hanya memakan beberapa irisan wortel dan daun salad itu pun tidak banyak


"Pelayan kenapa Batrisyia hanya diberi salad?" Tanya Helen


"Apa kau sedang diet Batrisyia?" tanya sang adik bungsunya yaitu Selen


"Tidak... aku hanya sedang tidak ingin makan" Jawab Batrisyia


"Pelayan, tolong tambahkan daging dan buah dipiring Batrisyia" Perintah sang ayah, Raymond


"Maaf Yang Mulia... tapi bahan makanan kita sudah habis, kebun milik kerajaan belum panen dan bahan makanan yang dibeli dari sebagian rakyat sudah habis Yang Mulia" Kata salah satu pelayan


"Apa! Kira-kira kapan kebun kita akan panen?" Tanya Raymond


"Kurang lebih 2 hari lagi yang mulia" Jawab sang pelayan


"Apa kau ingin keluargaku mati?!" Bentak Raymond


"Berhentilah marah disaat situasi genting, kita juga tidak pernah memantau keadaan perkebunan, ini sepenuhnya bukan salah pelayan suamiku..." dengan cara bicaranya yang lembut Emily menenangkan suaminya


"Apakah kita masih memiliki persediaan gandum?" Tanya Emily kepada pelayan


"Masih Ratu namun tidak banyak" Jawab pelayan


"Yasudah Berikan kami gandum saat sarapan besok, dan peras susu sapinya, sembelih lah 10 ekor sapi untuk sarapan kita semua, serta para pelayan bisa mengambil sebagian" -Emily dengan kebijakannya