FALL IN LOVE

FALL IN LOVE
Pesta ulang tahun sekolah



~Happy Reading~


🌷🌷🌷🌷🌷🌼🌼🌷🌷🌷🌷🌷


Malam ini sekolah akan mengadakan pesta,Karena malam ini adalah acara puncak nya yang diwajibkan bagi seluruh murid untuk menghadiri acara tersebut.


Hal itu tentu membuat seluruh murid begitu antusias.Begitupun dengan kedua sahabat ini yang sangat menantikan pesta nanti malam.


Mereka bahkan berdebad tentang gaun yang akan mereka gunakan di pesta nanti.Lebih tepatnya gaun untuk Naya gunakan.Sedangkan Rania,dia sudah memilih gaun yang menurutnya cocok untuk dia gunakan untuk pesta nanti malam.


Saat ini Naya sedang berada di rumah Rania dan sekarang dia berada di kamar Rania yang besar.


"Ran gimana".Meminta pendapat tentang baju yang sedang dia coba.


"Emm..kalau menurut aku ga deh Ran.Terlalu terbuka". Sambung Naya lagi sambil melihat bagian dadanya terlalu terlihat.


"Iya,emang agak seksi.Yaudah ganti lagi aja Nay".Minta Rania lagi yang kesekian kalinya.


"Ya ampun Ran,ini udah baju yang ke berapa aku coba masa ga ada yang cocok si".Protes Naya,dia cape harus bulak balik kamar mandi.


"Haha...maaf maaf,coba satu lagi aja kali aja yang ini cocok.Oke".Ucap Rania yang kesekian kali.


Huff....


Membuang nafas kesal.


"Hemm".Ucap Naya malas.


"Hahaha..semangat Nay jangan di tekuk gitu mukanya".Ucap Rania menggoda Naya.


Tak berselang lama Naya kembali keluar dengan baju yang baru lagi.


"Tidak ada protes lagi".Ucap Naya kesal.


"Iya iya,lagian yang ini cocok tau di badan kamu dan juga ga seksi.Jadi pas".Puji Rania.


Huff...


"Syukur deh kalau gitu.Akhirnya selesai juga".Ucap Naya lega.


Hahaha


Rania tertawa lepas saat melihat wajah kesal sang sahabat.


"Kenapa?". Tanya Naya heran melihat Rania tertawa.


"Kamu itu lucu Nay,diluar sana banyak wanita yang suka memikirkan penampilan.Bagaimana agar mereka terlihat menarik di mata para pasangan masing masing".Ucap Rania.


"Itu kan mereka bukan aku Ran mana bisa di sama samain".Sambil meminum air mineral yang sudah disediakan.


"Emang kak Kevin tidak pernah komen masalah penampilan".Tanya Rania penasaran.


"Enggak,kak Kevin juga tidak pernah bertanya.". Meletakkan gelas yang sudah habis di minum saking hausnya.


"Hemm bagus si itu tandanya kak Kevin nerima kamu apa adanya.Dan seharusnya memang seperti itu iyakan". Melihat ke arah Naya.


"Iya aku harap juga begitu.Lagi pula aku belum mau memikirkan masalah penampilan dulu untuk saat ini,aku ingin cepat lulus sekolah dan mencari pekerjaan supaya bisa bantu ayah dan ibu".Sambil melihat ke arah depan dengan pandangan menerawang.


"Aku do'ain supaya semua impian kamu terwujud dan sahabat aku yang cantik ini bahagia aminnn".Rania memeluk Naya dengan sayang.


"Terima kasih ya atas do'a nya,aku do'ain juga kamu bahagia".Membalas pelukan Rania.


"Aminnn".Mengaminkan do'a Naya.


"Sekarang masih sore,masih ada waktu beberapa jam lagi untuk acara malam ini.Gimana kalau kita tidur dulu supaya nanti wajahnya lebih fress".Ajak Rania dan melepaskan pelukan mereka.


"Iya tapi aku hubungin ibu dulu ya kalau aku masih dirumah kamu.Takutnya ibu khawatir".Menggambil ponsel jadulnya.


Sebenarnya Kevin ingin membelikannya ponsel dengan keluaran terbaru,tapi Naya dengan tegas menolak niat baik Kevin tersebut.Dia tidak ingin merepotkan Kevin lagi pula menurutnya ponsel itu masih bisa digunakan dan masih bagus juga.


"Iya,aku tidur duluan ya".Merebahkan tubuh di atas kasur dan menarik selimutnya.


Naya mnggangguk dan beranjak ke arah balkon kamar Rania untuk menelpon ibunya dirumah.


tutt...


"Hallo Bu,ini Naya".Saat sambungannya tersambung.


"Iya Naya ada apa".Tanya ibu di seberang sana.


"Iya nak tidak apa,kesian kamunya nanti kalau harus pulang dulu kerumah.Mana jarak rumah kita ke acara pesta kan jauh".Ucap ibu Wati mengerti.


"Nanti bilangin juga sama ayah ya Bu.Tadi Naya tidak sempat pamit sama ayah".Pesan Naya.


"Iya nanti ibu sampaikan ya sudah sebaiknya kamu istirahat dulu,supaya badan kamu dalam keadaan baik nanti saat menghadiri acara nya".Nasihat sang ibu.


"Iya Bu,aku tutup dulu telpon nya".


"Iya nak".


Tutt...


sambungan terputus.


Saat ingin masuk ke dalam kamar lagi...


Tring..


Satu pesan masuk dari Kevin.


"Kak Kevin".Lalu membuka pesan tersebut.


"Masih dirumah Rania".Isi pesan dari Kevin.


Naya tersenyum membaca pesan tersebut,dia senang Kevin perhatian padanya.


"Iya,kakak di mana sekarang".Balas Naya dan langsung di baca oleh Kevin.


"Di cafe sama teman teman,lagi ngumpul".


"Nanti malam aku jemput ya".Tanya Kevin lagi


"*Sama kak Dimas dan Andri". Tanya Naya cepat.


"Tidak perlu kak aku perginya sama Rania aja.Kasian dia nanti sendirian perginya".


"Tidak perlu cemburu,disini tidak ada wanita jadi tenang saja.Tenang saja lagian aku tidak tertarik".Goda Kevin senang karena di cemburui.


"Ya udah kalau gitu".Balas Kevin lagi.


"Mana ada aku cemburu orang Naya nanya doang".Menyangkal kalau dia cemburu*.


"Mana ada aku cemburu orang cuma nanya masa di kira cemburu".Gerutu Naya pelan.


"Iya iya tau.Tapi kalau cemburu juga ga papa aku malah senang lo sayang".Goda Kevin semakin menjadi.


"Ih mana ada ya,yaudah aku mau istirahat dulu bayy".Akhir Naya dan langsung masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya di samping Rania dan terlelap dengan perasaan kesal.


Sedangkan di sebuah cafe Kevin sedang terkekeh geli saat membaca pesan yang di kirim Naya padanya.Apalagi Naya langsung menyudahi aksi berkirim pesannya.


Sungguh Kevin senang bisa dia bayangkan wajah Naya disana sedang kesal.Jika saja dia bisa melihatnya secara langsung pasti sangat menyenangkan.


"Ada apa Vin kelihatan bahagia banget".Tanya Andri penasaran mencoba melihat ponsel Kevin yang langsung mendapatkan tatapan tajam.


"Hehe maaf lagian kamu ketawa sendiri sih ga ngajak ngajak".Takut melihat pandangan tidak suka Kevin.


"Paling juga kirim pesan sama si Naya".Ucap Dimas menimpali.


"Oh.. gitu pantasan senyum senyum sendiri".Balas Andri,mengerti sekarang apa yang membuat sang sahabat tertawa.


"Vin kamu serius suka sama Naya ga si,atau cuma main main aja kaya yang udah udah".Tanya Dimas tiba tiba.


Kevin meletakkan ponselnya di atas meja dan melihat ke arah Dimas.


"Iya aku serius suka sama Naya dan bukan untuk main main seperti sebelumnya sebelumnya".Jawab Kevin yakin.


"Bagus deh kalau kamu serius, menurut ku Naya adalah gadis yang baik dan tidak pantas untuk jadi permainan kamu Vin".Ucap Dimas.


"Iya aku setuju Dim sama apa yang kamu pikirkan.Dia memang baik bahkan cantik bukan hanya di luar tapi jua cantik di dalam.Karena itu aku menyukainya".Jawab Kevin sambil melihat ke arah luar cafe sambil membayangkan wajah sang kekasih yang sedang tersenyum.


Bersambung.....


🌷🌷🌷🌷🌷💮💮🌷🌷🌷🌷🌷


****Ngetik pas lagi ngantuk ngatuknya,jadi merem melek buat ngetik dan Alhamdulillah selesai.Tetap pantengin ceritanya ya...Tetap jaga kesehatan dan di lancarkan rezekinya aminnn see you...🌺🌺🌺


Jangan lupa tinggalkan jejak....💐💐