
Setelah pengakuan marga Alexa 2 gadis itu terdiam sejenak mereka mencerna dengan baik baik ucapan Alexa, tapi 2 gadis itu tidak akan menyerah dengan mudah mereka tidak seperti gadis lain yang jika keluarga mereka lebih rendah dari orang lain maka akan merasa malu tapi sebaliknya Diana dan Bella semakin membela diri dengan menghina Alexa suasan di ruang kepala sekolah sekarang mulai tegang karena menjadi perdebatan 3 wanita yang sama sama tidak ingin disalahkan dan tidak ingin saling memaafkan,begitupun semua yang ada di ruang kepala sekolah itu tidak ada yang melerainya mereka malah hanya melihat saja karena takut akan bicara.
Orangtua Alexa khawatir jika anak putrinya ini kembali seperti dulu lagi sebenarnya Orangtua Alexa menyukai Alexa yang kuat tapi demi nama baik keluarg Alexander mereka tidak ingin di cap jelek oleh orang lain.
Diana:"wah wah terus jika ngaku anak dari pengusaha ternama gua bakal takut ?haha ya ngga lah "ucapnya dengan memain kuku Diana dan Bella tampak tenang karena menurut mereka Marga bukan masalah jika berhadapan dengan mereka
Bella:"kasian banget lo cuma ngandelin marga Lo doanh itupun juga uang nyokap bokap lo sadar dong Lo itu cuma numpang nama keluarga lo aja,cih kalo gua jadi lo gua bakalan malu"ucap Bella angkuh
Mama Rasyapun sekarang mulai terlalu khawatir bagaimana kalah sifat putrinya yang keras itu keluar itu akan membuat malu keluarga sebenarnya tidak masalah dengan nama baik keluarganya walaupun akan tercoreng tapi bagaimana jika Alexa yang akan mendapatkan masalah nantinya sungguh sekarang Papa Andre dan Mama Rasya tidak tau apa yang akan dilakukannya sekarang dia hanya bisa pasrah jika sifat putrinya itu keluar
Alexa yang mendengar itupun mulai merasa emosi sekarang emosinya sudah berada dipuncak tidak bisa dikontrol lagi apalagi apalagi 2 gadis tadi membawa bawa nama keluarganya itu sungguh tidak bisa dimaafkan sekarang Alexa hanya bisa berfikir bagaimana cara membungkam mulut 2 gadis yang ada dihadapannya itu.
"heh napa lo diam aja?ga berani nglwan"ucap Bella
Alexa menghela nafasnya dan mencoba menetralkan emosinya karena bukan ini saatnya dia menunjukkan sifat aslinya jadi Alexa berfikir lebih kedepan dan satu satunya cara adalah lepas dari marga Alexander agar dia bisa Melakukan apapun tanpa mempermalukan keluarga Alexander.
"ok memang benar gua cuma beban di keluarga Alexander jadi mulai sekarang nama gua Alexa hanya Alexa gua cuma minjem nama Alexa doang kok ga usah ada tambahan marga gua hanya orang biasa yang hanya numpang hidup kepada Tuan Andre dan Nyonya Rasya"orangtua Alexa syok dengan apa yang baru saja Alexa ucapkan orangtua Alexa hampir tidak percaya dengan apa yang baru saja mereka dengar ini.
"jadi mulai sekarang gua akan pergi dan gua akan kembali dengan kemampuan gua sendiri maka dari itu jangan sampai kalian berdua membawa masalah kepada keluarga gua"ucap Alexa dengan penuh keyakinan
"suatu saat gua akan merusak keluarga kalian dengan tangan gua sendiri dan gua hanya butuh waktu 1 tahun oh ya buat kalian berdua gua minta tolong sebelum gua kembali sampai ada yang tau bahwa gua dari keluarga Alexander,dan terutama lo Ketua OSIS sialan jika lo bocorin identitas gua pastiin lo ga bakal hidup tenang,kalau begitu semuanya maaf atas semua kekacauan ini"Alexa kemudian pergi dari keributan yang dia buat tadi saat Alexa hendak keluar ruangan dia memanggil Callista untuk ikut dengannya orangtua Alexa sempat syok dan Mama Rasya hampir pingsan segeralah dia berlari menyusul putrinya yang hendak akan pergi
"sayang tunggu"ucap mama Rasya sambil berlari mengejar Alexa dibelakang disusul dengan Papa Andre
"Mama!?"
"Nak jangan pergi mama akan sendirian mama ga kuat"ucap mama Rasya sambil menangis tersedu-sedu
Sebenarnya Alexa tidak tega untuk meninggalkan mamanya tapi karena dari dulu semua orang menganggap Alexa hanya mengandalkan nama keluarga saja hanya seorang anak numpang tenar,dan itu sungguh membuat Alexa muak ditambah lagi perkataan 2 gadis tadi yang mengayat hati Alexa dengan ingatan masa lalunya.
"tenang aja ma Alexa cuma pergi 1 tahun saja kok "Alexa tersenyum sambil mengelus-elus pundak Mamanya
"j-jangan pergi nak mama ngga kuat hiks "Callista yang melihat adegan seperti itupun tidak peduli karena hanya akan menggores lukanya yang melihat seorang anak dan ibu yang sedang berpelukan
"baiklah jika itu keputusan kamu jika kamu butuh uang kamu kabari mama saja "
"tidak Ma sementara ini aku tidak membutuhkan uang dari Mama Papa aku akan mencari dengan keringatku sendiri dan akan aku buktikan kalau semua orang hanya melihatku dengan sebelah mata saja"
"Baiklah,jadi kamu akan pergi kemana?"
"maaf Ma Alexa tidak tau jika Alexa sudah menemukan tempat Alexa akan langsung menghubungi Mama"
setelah Alexa menenangkan Mamanya kemudian Alexa pergi dengan Callista menuju Apartemen, setelah mereka sampai di apartemen kemudian mereka duduk di ruang tamu untuk membahas ala yang diucapkan Alexa di ruang kepsek tadi mereka merencanakan akan pergi dimana dan rencana ala yang akan mereka lakukan.
"lo bener mau pergi? padahal cuma masalah gitu doang"ucap Callista
"gitu doang jidatlo, gua udah muak sama orang-orang yang ngagap gua cuma numpang tenar doang"ucap Alexa kesal
"terus lo mau pergi kemana ? emang apa yang mau lo lakuin saat lo pergi?"tanya Callista nampak kebingungan
"gua mau ke jepang"
"wtf serius lo?"Kaget Callista dengan menggebrak meja
"iya gua kan juga pintar udh dari lair jadi masuk SMA atau universitas manapun itu gampang bagi gua dan gua akan kerja sambilan disana"ucap Alexa dengan penuh keyakinan
"terus lo dapet uang darimana ?lo kan tadi ngomong kalo lo ga bakal minjem uang orangtua lo?"
"hmm kalo itu sih gampang gua udah nabung dari kecil yah buat jaga jaga kalo gua udah ga betah sama kehidupan kaya gini"ucap Alexa menghela nafas panjang
"ok gua juga ikut "Alexa nampak tak percaya jika Callista akan mengikuti dia padahal baru beberapa hari yang lalu mereka bertemu tapi kenapa seperti sudah bertahun tahun sampai Callista mengikut Alexa dalam masalah padahal kelihatannya dia tadi tidak sepeduli itu
Beberapa menit Alexa dan Callista berfikir untuk menyetujui ide dadakan ini, setelah mereka yakin dengan keputusan yang mereka ambil kemudian mereka bangkit dari tempat duduk untuk pergi keluar mencari perlengkapan pindah seperti surat surat kepindahan dan berpamitan kepada keluarga masing masing,karena hanya memiliki 1 tahun untuk Alexa berdiri dengan kakinya sendiri jadi mereka mempercepat persiapannya.