Dream High

Dream High
Chapter 9



Tepukan meriah diberikan kepada mereka dari para fans yang sudah menampilkan penampilan yang bagus bagi para fans mereka. Kini acara konser berakhir dengan sukses dan lancar.


Saat semua member FB turun dari panggung, para idol memuji penampilan mereka khususnya member baru mereka yaitu Fuyu Kyuu.


“Wow kau benar-benar hebat Fuyu Kyuu” kata salah satu member idol disana.


“Ya benar walau terbilang baru di dunia idol tapi penampilanmu begitu memukau, lihatlah sorakan para fans kalian yang semua memuji Fuyu Kyuu, mereka begitu antusias meneriakan namamu” member lain pun ikut memuji.


“A...ano Fuyu Kyuu... bolehkah aku berfoto denganmu?” member HG yang bernama Emi mulai mendekati Akirra dan meminta foto bersama.


“Eh ah bo..boleh, silahkan” gugup Akirra tak menyangka akan dimintai foto oleh member idol senior.


“Kyaaa teman-teman ayo kita foto bersama dengan Fuyu Kyuu...” teriak Emi kepada teman-teman grupnya.


“Ah kau boleh tolong foto kan....” tunjuk Emi kepada Ken.


“Cih yang benar saja” Ken ngedumel tapi tetap ia melakukannya.


Akhirnya Ken pun memfoto semua member HG dengan Akirra ditengah-tengah mereka dengan berbagai pose.


“Cih, beruntung sekali dia sekali tampil sudah dapat fans banyak dan sekarang bisa berfoto dengan idol terkenal lagi” gerutu Ken sangat iri.


“Terima kasih Fuyu Kyuu... kau benar-benar keren” tanpa aba-aba Emi memeluk Akirra, dan Akirra yang dipeluk agak kaget dengan tindakan Emi.


“Emm Ishikawa-san bi..bisa kau lepas pelukanmu?” kata Akirra tak nyaman dipeluk, yah walau sesama perempuan tapi kalau baru saja kenal dan malah main peluk itu agak... ya begitulah.


“Ehh? Kau tidak suka di peluk ya... bagaimana kalau..... kiss?” goda Emi pada Akirra.


“Na...nani?!” kejut Akirra shock dan dengan tiba-tiba ia mundur dan menjauhi Emi.


Semua yang ada disana heran, bukankan kalau ada laki-laki yang ingin dicium perempuan akan senang? Dan ini dia malah terkejut dan menjauh, benar-benar aneh pikir mereka.


“Ah mou... aku hanya bercanda kok, jangan menjauh seperti itu dong...” cemberut Emi tak suka diperlakukan seperti orang cabul.


“Sudah sudah, Emi mari kita pergi, jangan kau goda terus, nanti dia bisa enek sama kamu” kini Harumi menengahi tindakan Emi terhadap Akirra.


“Hai’ kapten” pasrah Emi yang sudah mulai dilerai saat menggoda pemuda yang manis dihadapannya.


Member HG pun pergi dari gedung yang digunakan untuk acara besar tersebut dan pamit untuk pulang ke apartemen mereka. Ya mereka sepertinya sudah lelah dan ingin istirahat.


“Baiklah semua kami pamit terlebih dulu ne... Jaa” pamit Harumi mewakili teman-temannya.


Akirra yang tadi sempat melihat ibunya di tempat VVIP penonton, izin pamit untuk menemui ibunya diam-diam.


“A...ano teman-teman aku permisi pergi sebentar ne...” pamitnya pada teman-teman segrupnya.


“Mau kemana?” tanya Kanaye.


“To..toilet, ya toilet” bohongnya.


“Ah baiklah cepat ya...” kata Kano.


“Hai’ permisi” pamitnya dan langsung menghilang dari sana.


To : Ka-chan


From : Aya-chan


Ka-chan masih disini kan...? Bolehkah aku menemui Ka-chan... Aya kangen.... sekali.


Drrrrrtt Drrrrtttt


Ponsel Miyu berdering dan menunjukkan bahwa ada pesan masuk, dan ternyata dari anaknya tersayang.


To : Aya-chan


From : Ka-chan


Iya Aya-chanku Ka-chan masih disini kok, silahkan ke lobi saja ya Ka-chan sedang menunggu teman Ka-chan disini.


To : Ka-chan


From : Aya-chan


Baik Ka-chan Aya segera kesana.


Ayaka atau yang di kenal sebagai Akirra ini langsung berlari menuju lobi. Dengan bergegas ia akhirnya sampai disana dan melihat wanita paruh baya yang sedang duduk menunggu disana.


“Ka-chan” panggil Ayaka saat sudah dekat dengan Ka-channya.


“Aaaahhh Aya-chanku... Ka-chan kangen... apa kabar kamu nak... bagaimana? Kamu masih bisa menyembunyikannya kan?” tanya Miyu sambil memeluk anaknya tersayang.


“Tentu Ka-chan kan Aya terus berhati-hati dalam bertindak agar tidak ketahuan” jawabnya percaya diri.


“Bagus bagus anak Ka-chan memang hebat” puji Miyu pada anak tersayangnya.


“Aduh kau belum ganti baju? Kalau ada yang mengenali bagaimana?” panik Miyu.


“Ah aku lupa Ka-chan” kata Ayaka baru sadar.


“Ish kau ini tadi sudah PD bilang nggak bakal ketahuan, eh sekarang malah ceroboh” cibir Miyu.


“Ya sudah temu kangennya sudahan ya... sebelum ada yang lihat dan mengenalimu, dah kembali sana” perintah Miyu.


“Mou.... Ka-chan.... Aya masih kangen...” rengek Ayaka.


“Lain kali kita ketemu lagi ya... tapi dengan penampilan lain oke” putus Miyu.


“Hai’ hai’ Ka-chan, Aya pergi dulu, Jaa ne” pamit Ayaka pada Ka-channya dan segera meninggalkan lobi.


Sesampainya di aula gedung yang tadinya di adakan konser, ia pun segera ke ruang rias dan bergamti baju, sedangkan member FB lainnya sudah berganti pakaian dan bersiap pulang hanya saja sedang menunggu Akirra yang masih berganti baju.


“Akirra kau sudah selesai belum... cepetan ya..” teriak Kano dari luar ruangan.


“Hai’ tunggu sebentar, ini mau selesai” balas teriak Akirra dari dalam ruang rias.


Kini Akirra telah memakai pakaian hariannya dan menuju ke mobil yang akan mengantarnya ke apartemen dan di mobil itu sudah ada member lainnya. Setelah masuk mobil, ia duduk dengan tenang di bagian belakang mobil bersama Kanaye, Ken dan Kano. Sedangkan yang lain berada di tengah dan di depan.


“Ke toilet aja lama” sewot Ken.


“Hehe gomen” cengir Akirra.


Mobil mereka sudah berjalan cukup jauh dan sebentar lagi akan sampai di apartemen mereka. Sesaat sebelum sampai di apartemen Kano berbicara pada Eiji.


“Ne.. Eiji tadi aku melihat Ibumu di kursi VVIP penonton, apa kau menemuinya tadi?” tanya Kano penasaran, soalnya tadi juga saat Akirra izin ke kamar mandi Eiji juga pergi ke suatu tempat.


“Hn” hanya dua kata itu yang menjawab pertanyaan Kano.


Flashback on


Di ruang dekat lobi ada seorang wanita paruh baya yang menunggu seseorang.


“Ka-sama ada apa? Dan ini adalah pertama kalinya Ka-sama menonton konserku secara langsung” kata seseorang saat sudah masuk ke ruang itu.


“Eiji-kun aku hanya ingin menonton dirimu secara langsung kok, apa tidak boleh?” jawabnya menyembunyikan niat aslinya.


“Sungguh? Sepertinya tidak begitu” kata Eiji curiga.


“Ahahaa ketauan ya... ada maksud lain” ucap Makoto cengengesan bak anak kecil yang ketauan berbohong.


“Ceritakan ada apa Ka-sama” tanyanya tegas.


“Yah sebenarnya... aku tertarik dengan member baru di grupmu, dan aku hanya ingin melihatnya langsung itu saja” jelas Makoto.


“Akirra?” tanyanya memastikan.


“Jadi namanya Akirra? Apa marganya?” tanyanya antusias.


“Matsumoto dia keponakan manajerku” jawabnya.


“Ah... Souka” angguknya mengerti.


“Yap baiklah aku akan pergi, sampaikan salamku pada Akirra-chan ne...” pamitnya undur diri.


“Ah iya... boleh kah aku meminta satu hal?” tanyanya sebelum pergi.


“Nani?” tanya Eiji.


“Aku ingin kau berfoto dengan Akirra-chan dan jangan lupa harus ada tanda tangannya” pinta Makoto.


“Foto?”


“Ya harus yang mesra” godanya.


“Nani?!” Eiji shock mendengar permintaan aneh ibunya, laki-laki dengan laki-laki berfoto mesra? Apa ibunya ini sudah gila.


“Ka-sama bercanda kan?” tanya Eiji memastikan tadi itu cuma candaan doang.


“Tidak, aku serius, kalian terlihat sangat serasi jika disandingkan berdua” godanya lagi.


“Ka-sama apa perlu aku panggilkan dokter? Sepertinya Ka-sama sedang tak sehat” katanya sambil mencoba menghubungi dokter keluarga.


“Mana ada, aku tidak sakit, aku benar-benar sehat” bantahnya.


“Hah apa harus aku lakukan itu? Foto bersama? Dengan mesra? Itu gila” frustrasi Eiji.


“Hm kalau kau tidak melakukannya maka aku tidak akan berbicara padamu langsung ataupun dari telefon” putusnya.


“Ka-sama serius? Kenapa harus Eiji yang melakukan hal gila yang Ka-sama pinta?” sedikit marah Eiji tak terima dengan permintaan ibunya.


“Tentu saja Ka-chan serius, sudah pokoknya kau harus penuhi permintaan Ka-chan kalau tidak tanggung konsekuensinya” ngambek Makoto.


“Hah baiklah akan aku lakukan, K-sama puas sekarang?” pasrahnya.


“Yah sangat puas, jadi cepat kirimkan segera foto mesra kalian dengan tanda tangan kalian juga, oke aku pergi Jaa” sekarang Makoto benar-benar pergi.


“Hah Ka-sama ini maunya aneh-aneh saja” gumamnya sebelum kembali ke yang lain.


Flasback off