
Namaku Nakashima Ayaka anak dari Nakashima Kotaishi dan Nakashima Miyu, gadis umur 19 tahun yang bercita-cita menjadi Idol terkenal, namun tak diberi izin oleh Tou-channya. Dan akhirnya menyamar menjadi laki-laki demi mewujudkan mimpinya. Apakah ia mampu mewujudkan impiannya dengan identitas palsunya tanpa terbongkar?
FuyuBoys atau biasa disingkat FB boyband terkenal yang beranggota delapan pemuda tampan dengan karakter yang dingin dan cool sesuai nama panggungnya yang berarti musim dingin. Dan ada juga girlband yang bernama HaruGirls yang biasa disingkat HG dengan anggota tujuh gadis dengan karakter ceria dan lembut sesuai nama panggungnya yang berarti musim semi.
Disinilah kehidupan Ayaka akan berlangsung.
“Tou-chan Ayaka ingin melanjutkan kuliah di Tokyo Internasional Music University” dengan wajah riangnya gadis yang bernama Nakashima Ayaka itu mengutarakan keinginannya.
“Apa!!” tak disangka Kotaishi ayah dari gadis tersebut murka mendengar penuturan anak semata wayangannya.
“Ke..kenapa Tou-chan membentak Ayaka?” tanya gadis yang matanya kini mulai berkaca-kaca menahan bendungan air dimatanya.
“Tou-chan tidak setuju dengan keputusanmu Ayaka” jawabnya tegas.
“Tapi Tou-chan... ini impian Ayaka dari kecil...” katanya memelas.
“Tou-chan ingin kau kuliah di jurusan kedokteran” putusnya mutlak.
“Tapi Tou-chan Ayaka tidak ingin jadi dokter” tolak keras sang gadis.
“Tidak ada penolakan kau harus jadi dokter titik” putusnya yang tidak bisa diganggu gugat.
“Tidak Ayaka tidak mau, Ayaka tetap pada keputusan Ayaka untuk meraih impian Ayaka!” tolaknya keras yang semakin membuat Kotaishi murka.
“Dasar anak tidak tau diri”
PLAAAK
Tamparan keras mendarat tepat dipipi mulus gadis yang kini sudah menangis dan memegang bekas tamparan yg ia terima dipipi kirinya. Miyu yang baru saja tiba dari luar membelalakkan mata dan menutup mulutnya yang sudah menganga tak percaya dengan apa yg dilihatnya sekarang.
Ya.. ia melihat pertengkaran dua orang yang sangat ia cintai entah apa yang mereka ributkan hingga Kotaishi tega menampar anak kesayangannya tersebut.
“Ada apa ini?” tanya Miyu yg sangat terkejut dengan apa yang dilihatnya barusan.
“Ayaka benci Tou-chan” teriak Ayaka yang kini mulai pergi dari hadapan kedua orang tuanya yang memandangnya dengan tatapan berbeda dengan disertai tangisan.
Ayaka membanting dirinya diatas kasurnya sambil menangis sejadi-jadinya. Ia tak menyangka ayahnya tega menamparnya dengan keras. Hatinya sangat terluka orang yang selalu ia banggakan dan kagumi tega menampar dirinya hanya karena keinginannya yang ingin dia agar kuliah dijurusan kedokteran ditolaknya. Sekarang ia tak tau harus apa keinginannya untuk menggapai impiannya kandas sudah.
Miyu yang melihat anak semata wayangnya yang berlari dengan air mata pun memilih untuk mengikutinya. Ia pun menuju kamar sang anak yang kini sudah tertutup dengan suara tangisan di dalamnya.
Tok Tok
“Ayaka sayang... boleh Ka-chan masuk?” tanyanya meminta izin.
Ayaka yang masih menangis pun membuka pintu dan kembali ke kasurnya.
“Ayaka sayang... ada apa nak... apa yang membuatmu semarah itu pada Tou-chan? Dan kenapa sampai Tou-chan menampar Ayaka yang notabene anak kesayangan Tou-chan ini?” tanya Miyu lembut penuh pengertian.
“Ka... hiks chan... hiks.... Ayaka hanya ingin mengejar cita-cita Ayaka... hiks... Ka-chan” jawab Ayaka sambil terisak.
“Kalau Ka-chan boleh tau... apa cita-cita Ayaka? Mungkin Ka-chan bisa kasih pengertian ke Tou-chan agar Tou-chan mengizinkan Ayaka meraih cita-cita Ayaka” kata Miyu meyakinkan.
“Ayaka ingin jadi idol Ka-chan tapi sepertinya tidak mudah meyakinkan Tou-chan, tadi Ayaka sudah minta izin, tapi jadinya hiks... hiks...” pesimis Ayaka.
“Begini saja, jika Tou-chan masih bersi keras tidak mengizinkan Ayaka meraih cita-cita Ayaka, maka hanya ada satu cara kikiki” seringai muncul diwajah Miyu.
“Satu cara Ka-chan? Apa itu?” kata Ayaka mulai tertarik.
“Nanti akan Ka-chan beri tau saat kita bertemu seseorang” kata Miyu penuh misteri.
Akhirnya Ayaka mengiyakan saja apa cara yang akan mewujudkan impiannya tersebut dari Ka-channya.
Setelah Miyu meyakinkan Kotaishi yang sayangnya tidak berhasil, ia pun mulai menelfon orang yang akan membantu anaknya mewujudkan impiannya menjadi seorang idol.
“Moshi-moshi, aku ingin bertemu dan membicarakan hal penting” kata Miyu mengawali panggilannya di telefon.
“......”
“Nanti akan aku jelaskan semuanya, kita bertemu di cafe malam ini juga” putusnya sepihak.
“......”
“Ok sampai bertemu nanti” Miyu mengakhiri telefonnya begitu saja setelah disetujui oleh orang diseberang sana.
“OK dan sekarang aku harus memberitau Aya-chanku” kata Miyu beranjak pergi ke kamar anaknya tersayang.
Kini Miyu sudah berada di kamar Ayaka dan mengatakan kalau rencananya akan dimulai nanti malam. Ayaka yang masih tidak tau rencana Ka-channya hanya mengikuti perintahnya untuk menemaninya bertemu seseorang yang katanya penting nanti malam di cafe.
Malam pun tiba dan tepat pada jam perjanjian yang ditentukan tiba, Miyu dan Ayaka kini sedang menunggu seseorang yang akan menjadi jalan untuk Ayaka meraih cita-citanya. 15 menit berlalu akhirnya orang yang ditunggu pun datang.
“Hai juga Juro-Nii aku baik” jawabnya.
“Oh wah.. apakah ini keponakan manisku....? sudah besar ternyata” tanya Juro pada Miyu yang mengarah pada Ayaka.
“Oji-chan lama tidak bertemu... Ayaka kangen...” kata Ayaka menghambur ke pelukan Juro.
“Jadi apa rencana yang kau maksud Miyu?” tanya Juro mulai serius.
“Jadi begini Nii-chan... Aya –chan ingin sekali menjadi idol namun Kotaishi-kun tidak setuju, jadi aku meminta bantuanmu untuk.....”
Miyu menceritakan semua rencananya kepada Juro dan disetujuinya dan berakhirlah Ayaka di sebuah salon di mall terdekat disana. Tadi Miyu telah membeli beberapa pakaian untuk Ayaka pakai yang sekarang sudah merias diri dibantu kakak pemilik salon disana.
“Kyaaaaa.... Aya-chan.... apa benar ini kau...? eh tunggu aku mungkin harus mengubah sufiks chan menjadi kun... aaaahhh kau keren sekali....” teriak Miyu kegirangan.
“Kau benar Miyu-chan Aya-chan oops Aya-kun sangat keren” timpal Juro setuju.
“Mou... Ka-chan haruskah Ayaka melakukan ini?” runtuk Ayaka agak keberatan dengan rencana Ka-channya ini.
“Ini satu-satunya cara Ayaka sayang... dengan begini Tou-chanmu tak akan mengenalimu, kau bisa bergerak bebas dan mewujudkan impianmu itu dengan dibantu Juro-Nii.
“Baiklah Ka-chan demi impianku akan kulakukan apapun” semangat Ayaka muncul tiba-tiba.
Disebuah mansion megah di daerah Kyoto masuklah dua orang laki-laki yang disambut para maid disana. Lelaki yang cukup berumur mempersilahkan lelaki yang lebih muda ke dalam mansion tersebut.
“Jadi disinilah kau akan tinggal dan kau bisa memilih sendiri kamar yang akan kau tempati karena masih banyak kamar kosong karena aku tinggal disini sendiri” kata Juro.
“Baiklah Ji-chan, umm boleh aku bertanya? Mengapa Ji-chan tinggal sendiri? Dimana Oba-chan?” tanya Ayaka penasaran, ya lelaki muda itu tak lain adalah Ayaka.
“Ah Bibimu sedang di Tokyo mengurus Rumah Sakit dan aku ada pekerjaan disini” jawabnya.
“Ah begitu, baiklah aku akan memilih kamar atas, aku permisi Ji-chan” ucapnya lalu segera naik ke lantai atas.
“Ah iya Ayaka aku dan Miyu akan mengurus dokumen-dokumen yang diperlukan untukmu mendaftar di Universitas yang kau tuju, jadi persiapkan dirimu sebaik mungkin jangan sampai ketauan” nasehat Juro.
“Oki Doki Ji-chan” jawabnya semangat.
Kini Ayaka mulai merapikan bawaannya menuju lemari dan setelah selesai ia pun berbaring di kasur king size yang akan menjadi tempat tidurnya yang baru.
‘Hah... kehidupan baruku yang tak akan mudah harus kujalani dengan penuh kehati-hatian, yosh...a aku pasti bisa menjalaninya dengan baik’ batin pemuda err gadis di kamar yang cukup megah tersebut.
Keesokan paginya Ayaka sudah ada diruang makan dan sedang bersarapan tanpa adanya Juro disana yang menemani sarapan pagi pertamanya di mansion tersebut. Itu karena Juro sedang mengurus dokumen yang dibutuhkan Ayaka untuk berkuliah di Tokyo Internasional Music University.
Sekarang ini Ayaka merasa bosan terus berada di mansion, jadi ia memutuskan untuk berjalan-jalan sebentar. Kini Ayaka sudah berada di taman dan berkeliling sebentar dan akhirnya memutuskan duduk bersantai di kursi taman. Ya taman itu masih dekat dengan mansionnya jadi ia hanya berjalan kaki. Karena dipikir tak ada hal menarik disana akhirnya Ayaka memutuskan kembali ke mansion.
Tepat setelah ia sampai di mansion ternyata Juro sudah berada disana dengan beberapa lembar dokumen ditangannya. Saat Juro melihat Ayaka yang baru saja masuk, ia pun memanggilnya untuk mendekatinya.
“Oh Aya-chan kita sudah memiliki dokumennya dan aku pun sudah mendaftarkan dirimu di Universitas yang akan kau masuki tadi” kata Juro. Ya tadi pagi Juro ke Tokyo untuk mengurus semuanya.
“Hontouni? Kyaa arigatou Ji-chan” Ayaka berlari menghambur kepelukan Juro.
“Nah awal semester akan dimulai seminggu lagi, persiapkan dirimu” terang Juro.
“Yosha impianku aku datang” katanya semangat.
Seminggu setelahnya dan kini awal semester baru di Tokyo Internasional Music University dimulai, para Maba sudah mulai memasuki kawasan Universitas tersebut, begitu pun pemeran utama kita Nakashima Ayaka. Seperti halnya di Universitas lain disana pun terdapat Ospek. Kini para Maba sudah berada dilapangan dan melakukan Apel pagi sebagai permulaan.
Setelah beberapa sambutan dari kepala sekolah dan ketua BEM, Ospek pun dimulai. Kini semua Maba memperkenalkan diri, walau sudah memakai tanda pengenal tetap saja sebagai formalitas mereka pun melakukan apa yang disuruh Kating yang membina acara Ospek tersebut.
Satu persatu Maba di tunjuk dan kini giliran pemuda dengan kacamata aneh yang harus memperkenalkan dirinya.
“Ok giliran kau kacamata aneh” tunjuk Kating.
“Namaku Kondo Shino dan aku sangat menyukai serangga apapun jenisnya, cita-citaku selain menjadi pengoleksi berbagai serangga adalah ingin jadi dancer” ucapnya datar.
“Sekarang kau badan besar” tunjuk Kating pada pemuda bertubuh gemuk yang tak mau dikatai gemuk.
“Namaku Ogawa Choujuro, aku sangat suka kripik kentang, dan cita-citaku menjadi dancer pro, namun aku sangat tidak suka dikatai gendut atau gemuk” ucapnya sambil ngemil kripik kentang yang entah mengapa dibiarkan saja oleh Kating yang melihatnya makan.
Setelah sebagian besar Maba sudah memperkenalkan diri mereka dan cita-cita mereka kini giliran peran utama kita yang ditunjuk untuk memperkenalkan diri.
“Ok terakhir anak pendek berambut oren silahkan perkenalkan dirimu” tunjuk Kating.
“Namaku Matsumoto Akirra, aku sangat suka ramen dan cita-citaku adalah menjadi idol terkenal” ucapnya semangat.
Setelah perkenalan para Maba selesai akhirnya Ospekpun dimulai, selama tiga hari Ospek berlangsung dan kini mulailah pembelajaran bagi Maba yang sudah resmi menjadi anggota Universitas tersebut.
Selama Ospek Ayaka atau sekarang dipanggil Akirra sudah memiliki banyak teman di angkatannya dan juga dari kakak tingkatnya. Awal semester dimulai dengan semangat yang menggebu dan juga kehidupan baru Akirra aka Ayaka pun dimulai.