Dream High

Dream High
Chapter 10



Para member FB kini telah berada di apartemennya, namun sang leader tengah bingung karena permintaan ibunya tadi. Dia melirik Akirra yang sedang tertawa mengobrol dengan Kanaye. Ya Kanaye adalah satu-satunya member FB yang paling dekat dengan Akirra, entah karena sifatnya yang sama-sama ceria atau bagaimana itu menjadikannya dekat dengan Akirra, sedangkan Akirra tentu sangat senang bisa dekat dengan salah satu member FB karena termasuk anggota baru ia juga kurang bisa bergauk dengan yang lain karena perbedaan karakter para member yang lain.


“Hah ini benar-benar merepotkan, apa aku harus benar-benar melakukannya?” gerutu Eiji tak jelas.


Ting


Pesan masuk dari Makoto dan segera dibaca oleh Eiji dan disana tertulis bahwa jika ia tidak melakukan permintaannya maka ia benar-benar harus menanggung konsekuensi yang tadi sudah dikatakan Makoto pada Eiji di ruang di dalam gedung di daerah Shibuya.


“Huh Kalau begini aku benar-benar harus melakukannya” putusnya.


“Hei Nibui, sini” perintahnya tiba-tiba.


“Apa? Dibilang aku bukan Nibui masih saja memanggilku Nibui” ketus Akirra.


“Kemari dan ikuti aku” perintahnya mutlak.


“Huh baiklah tuan Uzaeee” pasrahnya.


Kini mereka menuju balkon di apartemen tersebut, dan setelah disana Eiji menarik lengan Akirra dan mendekatkannya pada dirinya sehingga tanpa aba-aba Akirra jatuh ke pelukan Eiji. Dan tanpa menunggu lama ia pun menyalakan kamera dan memfoto dirinya dan Akirra yang sedang berada dipelukannya. Akirra yang melihat ada flash kamera pun mengarahkan wajahnya ke cahaya tersebut dan fotonya pun jadi, tinggal tanda tangan mereka yang harus dibubuhi di foto tersebut. Dengan aplikasi edit foto Eiji pun mulai menandatangani foto tersebut, dan kemudian menyuruh Akirra melakukan hal yang sama.


“Nih gilaranmu tanda tangan” Eiji menyerahkan ponselnya untuk ditanda tangani oleh Akirra.


“Tunggu apa maksudnya ini?” Akirra yang masih terkejut pun bertanya.


“Permintaan dari salah satu fansmu, kau keberatan?” terangnya.


“Ouh permintaan fans” Akirra pun mengerti dan mulai menandatangani foto tersebut.


“Kau benar-benar Nibui” sindirnya karena begitu mudah membuatnya menandatangani dan menerima permintaan yang gila seperti ini.


“Nani?” sepertinya Akirra tak mendengar sindirannya karena terlalu fokus dengan apa yang tengah dilakukannya yaitu menandatangani fotonya dengan Eiji yang sedang berpelukan dengan mesra.


‘Sangat aneh, kenapa kulit laki-laki bisa selembut itu? Dan lagi bahunya juga kecil saat aku memeluknya tadi, bukankah seharusnya bahu seorang laki-laki itu lebar ya? Huh orang yang aneh’ batin Eiji.


“Selesai aku tanda tangani, apa ini akan di kirimkan pada fansku?” tanyanya antusias.


“Hn” jawabnya singkat.


“Baiklah kalau permintaannya sudah selesai aku akan masuk ke dalam” pamitnya.


“Ah tunggu”


“Hmm?”


“Kau juga dapat salam dari fansmu” kata Eiji


“Ah iya ucapkan terima kasih padanya jika kamu bertemu fansku itu aku sangat bersyukur karena dia mau jadi fansku” ucap Akirra sangat bersyukur.


“Hn” balasnya.


“Ah aku harus memasak sekarang” gumamnya sambil masuk ke dalam.


Kini Akirra sedang menuju dapur dan mulai memasak, menu makanan kali ini adalah, sabu-sabu, sop miso, sushi, ebi furai, kare dan juga tak pernah tertinggal dari menu makan malam yaitu ramen yang merupakan makanan favoritnya.


Setelah lama berkutat di dapur, akhirnya semua masakan selesai dan mulai dihidangkan di meja makan. Ia pun memanggil yang lain untuk menghampirinya di ruang makan karena makanan sudah siap. Para member FB yang tadi sedang bersantai di ruang tengah dengan kegiatannya masing-masing mulai bangkit dan pergi menuju ruang makan. Sesampainya disana mereka duduk di tempatnya masing-masing dan mulai makan.


“Ne.. Akirra kau memang benar-benar perfect, apapun yang kau lakukan kau selalu hebat” puji Kanaye bersemangat.


“Aku masih harus banyak belajar Kanaye-san, jangan terlalu memujiku, nanti aku bisa terbang tinggi, dan kalau aku terbang tinggi siapa yang akan membuatku turun?” candanya diiringi tawa yang lain kecuali Eiji.


“Jika kau tak mampu turun, biar aku yang menarikmu turun” kini Kano berkomentar.


“Aku akan menggunakan tali **** dan hap jika **** itu tepat mengenaimu maka akan aku tarik kau turun hahaha” canda Kano membuat yang lain tertawa kecuali Eiji.


“Memangnya kau sedang melakukan itu pada banteng? Aku manusia bukan banteng” kata Akirra tak terima jika ia disamakan dengan banteng.


“Bagaimana kalau aku ikat anak panah dengan tali dan aku gunakan busur untuk mengenaimu tepat di jantungmu dengan anak panah yang sudah terikat tali tersebut” Eiji ikut berkomentar namun komentar tersebut membuat yang lain ngeri.


“Heii kau mau membunuhku?!” marah Akirra pada Eiji.


“Aku hanya bercanda kenapa kau serius menanggapinya” balas Eiji cuek.


“Psst baru kali ini Eiji ikut bercanda biasanya akan selalu diam dan cuek” bisik Isao pada Ken yang ada di sebelahnya.


‘Cih, bahkan dia bisa mengubah leader yang cuek menjadi orang yang berbeda, aku benar-benar membencinya sekarang, dia bahkan sudah menjadi rivalku karena menyulai Yuuna, aku tak akan menyerahkan Yuuna padanya’ batin Ken kesal.


“Ah iya aku dengar kita akan dimasukkan ke kampus di Tokyo, dan kita harus tinggal di asrama” Satoru mulai berbicara serius karena ini penting.


“Iya aku dengar juga begitu” Hiro pun ikut serius.


“Hah ini akan sangat merepotkan jika harus pergi ke kampus dan menjadi idol sekaligus” komentar Hirasaki agak keberatan dengan ide sang manajer.


“Aemm mmm kammmm pus aemmm? Kam aemm pus aemm mana?” tanya Kanaye yang mulutnya masih penuh.


“Heh makan yang benar dan habiskan dulu baru bicara, tuh mulut masih penuh nanti muncrat kemana mana aku nggak mau jadi salah satu orang yang terkena muncratan ludahmu” ucap Kano jijik.


“Kalau tidak salah di Kampus Tokyo Internasional Music University” kata Satoru.


“Byuuurr” Akirra tiba-tiba tersedak dan menyemburkan air minum yang baru saja ia minum.


“Hei hati-hati” bentak Ken membersihkan bajunya yang terkena air muncratan Akirra karena ia berada di hadapannya.


“Ah go..gomen aku tidak sengaja” maafnya pada Ken.


“Huh” balas Ken.


“Kau kenapa sampai tersedak begitu Akirra?” tanya Kanaye penhertian.


“Ah itu tadi kampus yang di sebutkan Satoru-san adalah kampus yang sama dimana aku juga berkuliah disana” balas Akirra.


“Ouh... Ehh kau kuliah disana? Sungguh? Padahal itu kampus elit lo... kau hebat sekali” kagum Kanaye.


“I..iya ini berkat Ji-chan yang sebagai wakil rektor” kata Akirra merendah.


“Apanya kau memang pantas untuk masuk ke kampus tersebut, bakatmu itu luar biasa” puji Kanaye dengan penuh semangat.


“Kanaye-san kau terlalu memuji” Akirra tersipu.


“Apaan tuh kau lagi-lagi tersipu seperti seorang gadis” kata Kano memperhatikan tingkah aneh Akirra.


‘Aish Ayaka Aku lagi-lagi bertingkah aneh sebagai seorang laki-laki, bisa gawat kalau ketauan’ batin Akirra membenahi tingkahnya.


“Ah hehe mana mungkin aku seperti seorang gadis, aku laki-laki tulen tau” sanggah Akirra sambil tertawa.


“Hari semakin gelap sebaiknya kita istirahat” putus Satoru.


“Hai’ balas yang lain.


Mereka pun menuju kamar masing-masing dan segera tidur, tidak dengan Eiji yang mulai membuka buku nada yang akan ia gunakan untuk mengaransemen lagu baru yang belum ia selesaikan dan ini akan menjadi lagu singgel untuk Akirra. Ya sesuai permintaan manajer Juro ia sebenarnya sebelum manajernya meminta membuat lagu baru ia telah lama membuat lagu baru tersebut. Tapi ia tak mengira lagu barunya ini akan diberikan pada Akirra sang member baru. Saat yang lain tertidur Eiji masih berkutat dengan buku nada dan pensilnya, setelah dirasa itu cukup untuk sekarang ia pun beranjak dan pergi untuk tidur.