
Tak terasa seminggu telah berlalu dari hari saat Juro-san meminta Eiji untuk membuat lagu baru untuk debut pertama Akirra, dan lagu itu pun telah selesai. Eiji telah menyerahkannya pada Juro-san dan kini Juro-san memanggil Akirra untuk berlatih agar rekamannya lancar.
“Akirra kemari dan hafalkan lagu ini, setelah itu kau latihan, rekaman akan dilaksanakan seminggu lagi maka persiapkan dirimu” kata Juro-san.
“Baik Ji-chan” ucap Akirra dan mulai menghafal lagu tersebut.
“Ah untuk MVnya masih akan dipikirkan, jadi siap-siap saja” tambahnya.
“Baik Ji-chan” ucap Akirra lagi.
“Aku tak yakin kau bisa dengan baik melakukannya” ledek Eiji meremehkan.
“Huh kita lihat saja nanti” sewot Akirra yang kemudian berlalu meninggalkan Eiji dan memilih untuk berlatih di balkon.
Akirra mulai mendengarkan irama lagunya dan membaca liriknya, ia tadi sudah mendengarkan lagu asli yang dinyanyikan Eiji karena dialah yang menciptakannya, jadi kini ia mulai latihan bernyanyi dengan mengepaskan lirik dengan iramanya. Karena ia berbakat dan berprestasi akan bidang musik, maka latihan pun berjalan lancar.
Kini Akirra mulai melatih gerakan dancenya untuk lagu yang akan menjadi singgel pertamanya. Karena liriknya ini cenderung mengarah ke sedih, maka Akirra menyesuaikan gerakannya sesuai apa yang tertuang di lirik lagu tersebut. Sebenarnya saat menghafal lirik itu ia seakan mengingat sesuatu taoi tidak ia gubris. Setelah ia selesai berlatih Kanaye datang dan mengajak Akirra ke suatu tempat.
“Yo Akirra aku ingin mengajakmu ke suatu tempat” katanya yang kini telah merangkul Akirra.
“Kemana?” tanya Akirra.
“Uuumm nanti juga kau akan tau” katanya sok misterius.
“Ah baiklah tapi aku ganti baju dulu sebentar” pamit Akirra karena bajunya telah basah karena keringat.
“Oh ya jangan lupa penyamaran” tambahnya.
“Ah oke” jawab Akirra mengerti apa yang dimaksud penyamaran.
Ya karena mereka adalah idol yang menyembunyikan identitas asli mereka maka setiap akan pergi ke kerumunan orang maka harus menyamar agar tidak diketahui masyarakat dan tidak menimbulkan kehebohan karena kehadiran mereka. Akirra yang sudah berganti pakaian pun menuju luar apartemen yang sepertinya Kanaye telah menunggunya disana.
“Ah Akirra sudah datang, maka mari bersenang-senang” teriak Kanaye yang telah melihat Akirra keluar dari apartemen.
“Eh.. yang lain juga ikutan?” tanya Akirra yang tidak tau akan kemana mereka pergi bersama-sama dengan penyamaran.
“Tentu saja mumpung hari ini free tidak ada kerjaan maka kita akan bersenang-senang di game center” ucap Kanaye menjelaskan.
“Aaahhh begitu ya...” jawab Akirra mengerti.
“Ya sudah ayo kita berangkat” semangat Kanaye membara.
“Haaah dasar selalu saja terlampau semangat dasar ulat ijo” sindir Kano.
“Apaan sih serah gue dong dasar ikan piranha” Kanaye membalas dengan mengejek Kano.
“Mulai lagi deh” kata Isao bosan melihat pertengkaran teman sekamarnya ini.
“Sudah berhenti atau kita tak jadi jalan” kini Hirasaki ikut berkomentar karena ia juga kesal dengan pertengkaran dua makhluk ini.
“Huh” kata mereka kompak dengan memalingkan wajah masing-masing agar tak bertatapan.
Setelah itu kami pun pergi dengan menggunakan bus karena tak mungkin kami menggunakan mobil dinas hihi ya sebut aja itu mobil dinas karena memang milik agensi kami. Kalau kami pakai mobil itu pasti para fans kami akan langsung menyerbu kami, maka dari itu kami pun berjalan ke halte terdekat dan menaiki bus untuk ke game center.
Satoru dan Hiro memulai dengan memainkan game balap mobil, keduanya cukup serius dan mereka saling bersaing siapa nanti yang akan memenangkan permainan ini. Hirasaki memilih game pukul drum dan ia sangat menikmatinya. Kano dan Isao memilih permainan basket dan sama halnya Satoru dan Hiro mereka pun bersaing siapa yang paling banyak memasukkan bola ke dalam ring. Ken mencoba permainan memukul samsak dan dengan kekuatan tubuh sehat dan kuatnya ia mampu mengalahkan nilai pemain sebelumnya. Sedangkan Akirra dan Kanaye sedang mencoba permainan jepit boneka, Eiji hanya diam dan memperhatikan.
“Ayo Kanaye, kiri kiri ah sedikit ke kanan nah sudah pas ayo japit” heboh Akirra.
Namun saat boneka sudah terjepit dan akan memasuki lubang keluarnya boneka, ternyata japitan itu terlepas membuat Akirra dan Kanaye kecewa.
“Yaaaahh gagal” ucap mereka kecewa.
“Dasar Nibui” Eiji masih memperhatikan permainan Kanaye dan Akirra sebagai penyemangat.
“Ayo sekali lagi, mungkin kali ini akan berhasil” semangat Akirra kembali.
“Iya kita lakukan lagi” jawab Kanaye.
Lagi-lagi mereka gagal, Eiji yang masih memperhatikan pun mendekati mereka dan mencoba mengambil alih.
“Sini biar aku aja, kalian benar-benar payah” katanya sambil meremehkan.
“Huh coba kau tunjukan jika memang kau hebat” sungut Akirra menantang.
“Kau menantangku? Oke” jawabnya.
Eiji memulai permainannya dengan menggesek kartu terlebih dahulu, lalu memulai dengan alat kendali pada capitan setelah memilih bonekanya ia pun menekan tombol agar capitan itu turun dan menjapit boneka yang ia pilih. Tap, ia pun berhasil menjapit boneka itu dan... Blung... masuklah boneka itu ke dalam lubang keluarnya boneka. Akirra dan Kanaye bersorak gembira mereka adu tos sambik melompat-lompat kayak anak kecil yang memenangkan hadiah.
“Yeeeaaaayyy berhasil dapat” teriak Kanaye dan Akirra bersamaan.
“Nih untukmu” Eiji menyerahkan boneka itu pada Akirra.
“Arigatou” Akirra menerima boneka itu dengan senang hati.
“Dasar bocah” ejek Eiji.
“Apa kau bilang?” tanya Akirra yang tidak terlalu mendengarkan ejekannya Eiji.
“Hn” balasnya singkat.
Kali ini Ken yang sudah selesai dengan permainan pukul samsak, ia menantang Akirra untuk duel dance di dance simulation mechine. Tentunya Akirra tak menolak itu karena dance adalah favoritnya. Jadi mereka memulai dengan menggosok kartu tentunya, setelah itu mereka memilih lagu untuk mereka mainkan. Ken yang sangat percaya diri akan menang ia memilih lagu yang ngebeat dan dengan gerakan yang cukup rumit. Saat lagu telah terpilih mereka pun memukai permainannya.
Saat mereka memulai gerakan badan mereka, para pengunjung disana berhenti dan memperhatikan, tak terasa sudah banyak pengunjung yang menjadi penonton dadakan mereka berdua. Akirra dan Ken sangat serius dengan permainan mereka hingga tak sadar telah diperhatikan banyak pasang mata disana. Saat gerakan makin rumit dan musik yang makin cepat iramanya, Ken mulai kewalahan sedangkan Akirra masih santai dengan gerakan badan yang mengagumkan para penonton dadakan disana.
Saat irama lagu telah selesai skor menunjukkan bahwa nilai Ken jauh di bawah nilai Akirra dan Akirra menjadi pemenangnya. Tepuk tangan riuh dihadiahkan pada mereka oleh pengunjung yang menjadi penonton dadakan disana. Para pengunjung tak menyadari bahwa mereka adalah seorang idol terkenal. Ya semua karena penyamaran mereka jadi mereka tidak dikenali sebagai anggota FuyuBoys.
Prok Prok Prok
“Sugoii ne...” teriak beberapa pengunjung dengan tepuk tangan meriah.
“Kalian berdua benar-benar keren” pengunjung lain ikut berkomentar.
Akirra dan Ken hanya tertawa gugup, untung saja mereka sedang menyamar jadi tak akan ada yang mengerumuni mereka untuk meminta foto atau pun tanda tangan. Sedangkan member FB yang lainnya menonton dari jauh kerumunan pengunjung yang masih berkerumun di mesin permainan dance. Setelah puas bermain mereka pun memutuskan untuk makan malam di resto sebentar sebelum pulang.