
Satu tahun telah berlalu dan kini awal semester baru bagi Akirra menjadikan dirinya begitu populer di Universitas tersebut. Pasalnya ia adalah peraih penghargaan terbanyak dan terbaik di berbagai kompetisi dance maupun menyanyi.
Ya... kemampuan dance dan menyanyinya bisa dikatakan pro dan juga mungkin saja melebihi para idol jika ia sudah berhasil menjadi idol. Sekarang ini Akirra sedang berlatih di studio di Universitas tersebut.
“Wow Akirra kau memang terbaik” kagum sahabatnya yang tak lain adalah Choujuro.
“Kau sudah pantas menjadi idol Akirra” kali ini Shino yang berkomentar.
Ya semenjak Ospek mereka menjadi dekat dan kini menjadi sahabat, karena sama-sama menyukai dance tak jarang mereka pun berlatih bersama, makan bersama dan masih banyak hal yang dilakukan mereka bersama hingga menjadikan mereka makin dekat.
“Oh iya Akirra kudengar kau akan mengikuti lomba lagi, dan aku dengar ada audisi pencari bakat sebentar lagi apakah kau akan ikut?” tanya Shino.
“Ya semoga aku bisa menang lagi di lomba ini. Umm kalau soal audisi tersebut aku memang ingin ikut tapi aku belum minta izin pada Ji-chan” jawabnya.
Saat ketiga sahabat itu asik berbincang datanglah Ishihara Kotone Kating Akirra yang juga dekat dengannya memberitau hal penting.
“Akirra kau dipanggil wakil rektor” katanya.
“Ah baiklah aku akan menemuinya segera, aku pergi dulu teman-teman” pamitnya pada kedua sahabatnya.
“Baiklah kalau begitu aku permisi” pamit Kotone kemudian.
Setelah berjalan menelusuri koridor dan menaiki beberapa anak tangga Akirra pun sudah berdiri didepan pintu yang bertulis wakil rektor. Ia pun mengetuk pintu dan saat mendengar suara yang mengizinkan masuk, ia pun membuka pintu tersebut dan menghampiri wakil rektor.
“Ada apa Anda memanggil saya pak?” tanyanya formal.
“Ah Aya-chan begini...”
“Ehem Ji-chan ini di kampus jangan memanggil nama asliku dong” potong Akirra aka Ayaka yang tak lagi berbicara formal.
“Ahahaha iya iya maafkan Ji-chan, Ji-chan keceplosan” tawanya garing.
“Jadi ada apa memanggilku?” tanyanya sekali lagi.
“Begini kau tau kan sebentar lagi ada audisi pencari bakat?” tanyanya.
“iya aku tau, lalu?” jawab Akirra aka Ayaka.
“Apa kau juga tau bahwa Ji-chan termasuk agensi yang menghandel acara disana?” tanyanya sekali lagi.
"Sepertinya tidak" jawab Akirra.
“Akirra aku ingin kau bergabung di grup yg sudah aku pilih” Juro.
“Maksud Ji-chan? Oh tunggu jangan katakan kalau....”
“Bukan, bukan kau salah mengartikan” potong Juro.
“Jadi....?” tanyanya memastikan.
“Jadi begini karena Ji-chan tau kemampuanmu, maka Ji-chan sudah mendaftarkan namamu menjadi peserta disana dan tanpa ada orang dalam pun aku yakin kau pasti bisa lolos di audisi tersebut.” Jelas Juro.
“Apa?! Ji-chan telah mendaftarkanku?” kejutnya.
“Iya, maka persiapkan dirimu dua minggu lagi setelah kau mengikuti lomba” finalnya.
“Baiklah Ji-chan aku akan berusaha yang terbaik” tukasnya.
Setelah perbincangannya dengan pamannya selesai Akirra aka Ayaka pun kembali ke studio, mengecek apa sahabatnya masih berada disana atau tidak. Selama menyusuri koridor banyak mahasiswa yang menyapanya bahkan ada yang berteriak senang karena bisa melihatnya secara dekat. Baik laki-laki maupun perempuan terkagum-kagum dengan dirinya, sepopuler itukah dia? Namun dia hanya cuek walau masih mau menyapa jika ada yang menyapanya. Akhirnya ia pun sampai di studio dan benar dugaannya, kedua sahabatnya masih disana sedang berlatih.
“Yo Shino, Choujuro aku punya kabar untuk kalian” awalinya.
“Eh apa?” tanya keduanya.
“Aku akan ikut audisi dan aku telah terdaftar menjadi peserta audisi” terangnya.
“Hontouni?” tanya keduanya girang.
“Hm” jawabnya singkat.
“Aaaaa sahabatku akan jadi idol sebentar lagi” teriak keduanya OOC.
“Jadi apa persiapanmu?” tanya Shino yang berhasil kembali dari ke OOC annya.
“Umm aku akan mengarang lagu ciptaanku sendiri untuk audisi nanti dan untuk dancenya aku akan berlatih setelah lomba selesai.” Jelasnya.
“Ah kau bisa memberitau orang tuamu tentang kabar bagus ini” kata Choujuro spontan.
“Ah iya andai saja aku bisa” tiba-tiba raut muka Akirra aka Ayaka berubah sedih. ‘aku sih bisa memberi tau Ka-chan dan Ka-chan pasti senang, tapi lain halnya dengan Tou-chan, bahkan keberadaanku pun Tou-chan tak boleh sampai tau.
Shino yang melihat itu pun menyenggol lengan Choujuro memperingatkan, ia pun berbisik.
“Ish kau ini, kau lupa kah kalau Akirra yatim piatu?” kata Shino mengingatkan.
“Ah aku benar-benar lupa gomen” bisik Choujuro.
“Umm Akirra gomen aku tak bermaksud membuatmu sedih” kata Choujuro menyadarkan lamunan Akirra aka Ayaka.
“Eh ah, tak apa Choujuro bukan salahmu” kata Akirra aka Ayaka gelagapan dibuatnya. ‘ah iya merekakan taunya aku yatim piatu dan tanpa sadar aku murung karena perkataan Choujuro’ batinnya.
“Kalau begitu yuk kembali ke kelas” ajak Shino akhirnya.
“Ah kalian saja duluan aku akan berlatih sekali lagi untuk lomba besok” tolak Akirra aka Ayaka.
“Ah baiklah kalau begitu, semangat Akirra kau pasti akan memenangkan lomba itu lagi” ucap Shino yang mulai melangkah pergi diikuti Choujuro dari belakang.
“Yosh aku akan memberi tau Ka-chan tentang audisiku” ucapnya semangat.
From: Aya-chan
Ka-chan Ayaka sudah terdaftar menjadi peserta audisi, doakan Ayaka bisa lolos nanti ya...
Love you
Setelah mengirim pesan tersebut balasan pun datang.
To: Aya-chan
From: Ka-chan
Sungguh....? kalau begitu akan Ka-chan doakan semoga sukses Aya sayang... doa Ka-chan akan selalu menyertaimu.
Love you too Aya-chanku yang manis....
Ayaka pun tersenyum melihat balasan pesan dari Ka-channya, ia pun kembali bersemangat dan melanjutkan latihannya yang tertunda.
Lomba telah usai dan hari pun berlalu, kini audisi sudah didepan mata, Akirra telah bersiap dengan nomer urut didadanya menunggu gilirannya tiba di lobi tempat audisi. Kebanyakan peserta yang sudah masuk tampak sedih saat keluar dari studio audisi, melihat itu membuatnya gugup ‘sesulit itukah audisi ini?’ batinnya. Kini gilirannya untuk memasuki studio audisi, itu membuatnya berdebar-debar akankah ia berhasil? Atau akan sama seperti peserta yang lain?.
“Baiklah siapa namamu?” tanya salah satu juri disana.
“Ma....Matsumoto Akirra” jawabnya gugup.
“Ok dance or sing?” tanya juri lain.
“Keduanya dimulai dari dance dulu setelah itu menyanyi” jawabnya yakin.
“Baiklah kau bisa mulai sekarang” putus juri itu.
Akirra pun melakukan dance yang sangat rumit dan keren yang membuat semua juri terkagum walau ada satu juri yang menutupi kekagumannya dengan wajah datarnya. Setelah selesai menari ia pun memulai untuk menyanyi.
Hora ashimoto wo mite goran, Kore ga anata no ayumu michi
Perhatikanlah, coba lihat jalan kakimu, Begitulah jalan kehidupan kita
Hora mae wo mite goran, Are ga anata no mirai
perhatikalah kedepan dan itulah gambaran masa depan
Haha ga kureta takusan no yasashisa Ai wo idaite ayumeto kurikaeshita
sangat banyak tindakan kasih sayang yang telah diberikan ibu kita, dengan cintanya kita mengerti bahwa kehidupan itu silih berganti
Ano toki wa mada osanakute imi nado shiranai
dahulu itu diriku ini masih terlalu dini kecil mengerti segalanya
Sonna watashi no te wo nigiri Isshoni ayundekita
namun itu membawaku selalu untuk menapak masadepan
Yume wa itsumo sora takaku aru kara
kita telah membuat cita-cita kita hingga setinggi langit
Todokanakute kowai ne dakedo oitsuzukeru no
kadang memang tidak tergapai dan menjadi menyedihkan meskipun begitu jangan pernah menyerah
Jibun no sutoori dakara koso akirametakunai, Fuan ni naruto te wo nigiri
tetapkan lah tujuan sebagai masa depanmu, dan jangan pernah menyerah cemas apalagi takut
Isshoni ayundekita
karena doa dari seorang ibu akan selalu menyertai kita
Sono yasashisa wo toki ni wa iyagari, Hanareta haha e sunao ni narezu
dulunya kita tidak menyadari dari kasih sayang ibu itu, dan membuat dia sakit hati namun setelah kita jauh kini tersadar akhirnya
Hora ashimoto wo mite goran, Kore ga anata no ayumu michi
Perhatikanlah, coba lihat jalan kakimu, Begitulah jalan kehidupan kita
Hora mae wo mite goran, Are ga anata no mirai
perhatikalah kedepan dan itulah gambaran masa depan
-intro-
Sono yasashisa wo toki ni wa iyagari, Hanareta haha e sunao ni narezu
dulunya kita tidak menyadari dari kasih sayang ibu itu, dan membuat dia sakit hati namun setelah kita jauh kini tersadar akhirnya
Hora ashimoto wo mite goran, Kore ga anata no ayumu michi
Perhatikanlah, coba lihat jalan kakimu, Begitulah jalan kehidupan kita
Hora mae wo mite goran, Are ga anata no mirai
perhatikalah kedepan dan itulah gambaran masa depan