
Kini Eiji keluar dan mengikuti kemana Akirra pergi, saat melihat Akirra mulai berhenti berlari ia pun mendekat dan terkejut melihat Akirra yang sedang menangis. Eiji pun menepuk bahu Akirra agar Akirra melihatnya.
“Hei kau kenapa?” tanya Eiji memulai.
“Hiks hiks ti..tidak aku tidak apa-apa” ‘aku tak mungkin bilang hal yang sebenarnya karena yang ku tahu kami dulu adalah sepasang anak yang berbeda jenis kelamin, sedangkan sekarang ini aku sedang menyamar jadi laki-laki, tak mungkin ia akan mengenalku yang sekarang ini menyamar’ batinku.
“Lalu kenapa kau menangis?” tanyanya lagi heran.
“Ah lagunya terlalu sedih dan aku terbawa suasana, hanya itu hehe” jawabku yang mulai menghapus jejak air mataku dan memaksa untuk tersenyum.
“Dasar cengeng kayak gadis aja” ejeknya.
“Memangnya kenapa kalau menangis karena terbawa suasana? Aku masih lah manusia yang berperasaan tau” kesalku padanya.
“Hn terserah” balasnya meninggalkanku yang sudah tak menangis.
“Hei mau kemana?” teriakku padanya.
“Ke lokasi syuting, setelah ini bukankah kau harusnya menyiapkan diri?” katanya mengingatkan.
“Ah iya aku harus syuting MV” kata Akirra yang akhirnya ingat hal yang penting.
Di lokasi syuting kegiatan mulai berlangsung, dan untuk melengkapi adegan di MV maka sutradara telah memilih bintang tamu yang akan berperan di MV pertama Akirra. Dan siapa sangka kalau dia adalah member HG yaitu Hasegawa Yuuna. Karena di lagu mengisahkan dua insan berbeda jenis yang ingin meraih impian bersama maka di adegan tersebut akan dilihatkan bagaimana Akirra dan Yuuna yang menjalin pertemanan dan memegang sebuah janji bersama namun malah berpisah saat ia dewasa. Hingga akhirnya mereka dipertemukan saat impian mereka sudah terwujud dan terlibat sebuah perasaan cinta diantara mereka.
Ken yang mendengar bahwa Yuuna, gadis incarannya akan ikut syuting maka ia pun datang dan menyaksikan gebetannya itu. Namun karena ia teringat perkataan Akirra yang mengatakan tipe gadis yang ia sukai sesuai dengan karakter Yuuna, itu membuatnya cemburu dan semakin membenci Akirra.
Di saat istirahat di sela-sela syuting Ken berusaha mendekati Yuuna, namun Yuuna malah sering memperhatikan Akirra, mulai memberinya tisu saat keringatan dan juga air minum saat kehausan. Itu membuat Ken semakin terbakar api cemburu. Ia pun mendekati Akirra dan melabraknya.
“Heh kau sengaja ya cari perhatian ke Yuuna?” kata Ken marah.
“Ha? Tidak, kenapa aku harus cari perhatian pada Hasegawa-san?” kata Akirra.
“Jangan pura-pura tidak tau deh, dari tadi Yuuna itu selalu dekat-dekat bahkan selalu perhatian padamu” kesal Ken.
“Eh? Aku tidak tau itu” ucapnya polos.
“Awas aja kalau kau mendekatinya maka kunyatakan kau adalah musuhku” putus Ken.
“Eh aku tidak mau mencari musuh, jika memang Yamada-san menyukai Hasegawa-san maka katakan saja padanya” nasehat Akirra membuat Ken semakin kesal.
“Kau tidak lihat aku sedang berusaha mendekatinya?” kata Ken.
“Ah.. kalau usahamu tak berhasil maka.... aku akan membantumu” ucap Akirra riang.
“Eeehh? Kau serius? Bukankah kita ini rival?” kejut Ken.
“Rival? Aku menganggapmu teman kok” ucap Akirra.
“Ja..jadi.. kau benar kan mau membantuku?” tanya Ken ragu.
“Tentu saja serahkan padaku” ucap Akirra percaya diri.
“Oke aku pegang kata-katamu ya?” kini Ken mulai percaya sama Akirra.
“Tentu” jawabnya dan memulai strategi pendekatan Ken dan Yuuna.
Akirra memulai dengan menyuruh Ken menunggu di sebuah kursi di taman dekat lokasi syuting, lalu tak lupa ia memberitau Yuuna agar kesana. Dan Yuuna yang mengira kalau Akirra lah yang akan menemuinya disana pun terlihat senang. Saat sampai di taman Yuuna heran karena tidak melihat Akirra, namun ternyata Akirra telah meniapkan beberapa bunga yang akan diberikan pada Yuuna melalui anak-anak yang kebetulan ada disana.
“Onee-chan ini ada bunga untuk nee-chan” satu anak berhasil memberikan bunga.
“Onee-san ini untukmu” anak yang lain pun ikut memberi bunga.
“Onee-sama ini bunga dari seseorang untukmu” dan sampai anak yang terakhir Yuuna kini telah berada di belakang kursi taman dan disana sudah ada Ken yang tengah duduk menunggu Yuuna.
“Permisi.... Eh Ken-kun kenapa kau disini?” tanya Yuuna terkejut. Ya Ken ini adalah teman dekat Satoru dan juga Yuuna dari mereka kecil, maka panggilan mereka pun sudah akrab.
“Ah Yuuna, iya aku lah yang menunggumu disini” jelasnya.
“Jadi.. bukan Akirra ya...” raut wajah Yuuna berubah sedih.
“Umm etto Yuuna, aku ingin berbicara padamu tentang hal penting” kata Ken memulai.
“Eehh hal penting apa?” tanya Yuuna.
“A...aku.. aku..”
“Ya...?”
“Daisuki Yuuna” dengan satu tarikan nafas ia pun berhasil mengungkaokan perasaannya.
“E...eeehhh?” kaget Yuuna sampai bunga yang ada ditangannya terjatuh semua.
“Ah umm go...gomen Ken-kun aku... aku hanya menganggapmu sebagai teman tidak lebih” tolak Yuuna tidak enak.
“Aaahhh haha begitu ya... haha seharusnya aku tau itu” tawa kikuk Ken.
“Gomen Ken-kun” sekali lagi Yuuna meminta maaf pada Ken karena tudak bisa menerima perasaannya.
“Ahahaha tak apa aku mengerti” kini Ken mulai menjauh dari sanan.
“Ah Yamada-san gi..gimana?” tanya Akirra.
“Gagal” jawab Ken langsung.
“Eh? Kenapa? Kan aku sudah membuatnya terkesan romantis” kejut Akirra.
“Yah aku kena friendzone” jawab Ken.
“Haah? Go...gomen” maaf Akirra.
“Ahahaha kenapa kau malah minta maaf, bukan salahmu” tawa hambar Ken membuat Akirra merasa bersalah.
“Sudahlah tak apa mungkin bukan jodoh” putus Ken bijak.
“Go... gomen Yamada-san “ sekali lagi Akirra minta maaf.
“Sudah kubilang kan ini bukan salahmu, ya sudah aku balik ke apartemen dulu ya, selesaikan syutingmu dengan benar” katanya sambil menepuk pundak Akirra dan beranjak pergi.
“Akirra sekarang gikiran dancemu yang akan kami rekam maka bersiaplah” kata sutradara.
“Hai’ sutradara” Akirra mulai beranjak untuk bersiap-siap syuting kembali.
Setelah syuting berakhir, Yuuna berpamitan dengan kru disana dan tak lupa ia pamit juga pada Akirra dan Eiji yang masih ada di lokasi syuting.
“Eiji-kun Akirra-kun aku pamit dulu ya.. Jaa” pamit Yuuna, kenapa Yuuna bisa tau nama asli mereka? Bukannya nama panggung? Karena hanya beberapa idol yang tau nama asli para member FB, termasuk HG yang sudah kenal lama dengan mereka.
Setelah Eiji dan Akirra juga berpamitan dengan sutradara dan para kru disana, kini mereka sudah berada di perjalanan menuju apartemen mereka. Dan karena hanya ada mereka berdua dan tentunya pak sopir yang mengemudi. Akirra penasaran dengan lagu ciptaan Eiji karena liriknya mengingatkannya pada kenangan terhadap teman kecilnya. Akhirnya Akirra pun memutuskan untuk bertanya.
“Ano Yokoyama-san boleh aku bertanya?” tanya Akirra.
“Hn?” jawabnya singkat.
“Hn mu itu iya kan?” tanyanya memastikan.
“Mau tanya apa?” balasnya kemudian.
“Begini lirik lagu yang kau ciptakan itu... apakah pengalamanmu?” tanyanya hati-hati.
Eiji menaikan alisnya heran dengan pertanyaan Akirra “Kenapa?” balas tanya balik Eiji.
“Ah aku hanya penasaran” jawabnya bohong.
“Ini hanya kisah lama, dulu waktu aku kecil aku berteman dengan gadis yang cerewet yang berjanji denganku untuk menggapai impian bersama, namun kami malah berpisah saat menginjak remaja, dan aku tidak tau kabarnya lagi sejak saat itu” entah kenapa Eiji malah bercerita tentang rahasianya yang bahkan semua member FB tidak tau. ‘kenapa aku bisa bercerita dengan lancar pada member baru?’ heran Eiji.
“Ah souka...” jawab Akirra, ‘jadi benar Eiji adalah teman masa kecilku? Aaahh betapa rindunya aku.. tapi.. mana mungkin aku bilang bahwa gadis kecik cerewet itu aku, aku kan sedang menyamar jadi laki-laki, kalau begitu aku simpan saja hal ini’ batin Akirra.
Setelah perbincangan tersebut akhirnya Eiji dan Akirra sudah sampai di depan apartemen, mereka pun turun dan masuk ke dalam apartemen. Sampainya disana Kanaye telah membuat party untuk merayakan singgel pertama Akirra. Akirra yang terkejut pun terharu akan semua tindakan Kanaye mulai dari ia yang mau menjadi teman akrabnya di grup ini dan sekarang ia merayakan singgel pertamanya. Sungguh Akirra sangat bersyukur dan membuatnya menitikkan air mata.
“Cengeng” Eiji yang melihat tangis haru Akirra menyindirnya.
“Biarin” balas Akirra cuek.
“Akirra kau tau tidak kalau kami saat pertama kali di dunia idol ini dipanggil untuk mengisi variety show bertema humor, jadi kami harus tampil lucu untuk menghibur semua penonton” jelas Kanaye.
“Ehh benarkah? Lalu?” tanya Akirra ingin tau bagaimana mereka menghibur penonton saat itu.
“Sebenarnya yang paling lucu adalah.... Eiji-kun” jawab Kanaye sambil melirik Eiji.
“Eehhh tidak mungkin, memang wajah triplek sepertinya bisa melucu?” kata Akirra meremehkan.
“Tentu saja bisa, Ah aku masih punya rekamannya” kata Kanaye kemudian.
“Tidak mungkin kau memiliki rekaman itu, acara itu sudah lama sekali” kata Eiji yakin.
“Tentu saja omongan Kanaye itu benar, kami pun kadang sering menontonnya” Isao mulai berkomentar.
“Hah mana mungkin” Eiji masih tidak percaya.
“Kalau begitu ayo aku tunjukan, Akirra ayo ikut aku” kini Kanaye mengajak Akirra ke ruang tengah dan mulai menyetel rekaman tersebut.
“Hei jangan coba-coba ya!!” Eiji mulai geram.
“Memang masih ada rekamannya?” tanyanya pada yang lain.
“Tentu saja masih” jawab mereka.
Eiji pun yang mendengar itu panik dan mengejar Kanaye dan Akirra menuju ruang tengah.
“Hei kalian jangan nyalakan! Jangan nyalakan itu” panik Eiji yang sudah sampai di ruang tengah.
Kanaye yang sudah berhasil menyalakan rekamannya berlari karena di kejar Eiji yang menyuruhnya mematikan TV yang menyiarkan rekaman tersebut. Sedangkan Akirra mulanya heran dengan rekaman tersebut selang beberapa detik ia pun tertawa terpingkal-pingkal melihat adegan yang merupakan aib Eiji.
“Bwaahahaha, itu.. itu hahaha sangat lucu, bagaimana bisa hahaha” tawa Akirra meledak.
“Jangan tertawa!!” bentak Eiji pada Akirra.