
Sesampainya di supermarket mereka mulai memilih bahan makanan yang akan mereka beli dan menaruh di troli belanja mereka. Banyak yang mereka beli dari mulai sayuran, ikan, daging dan juga buah, mereka pun membeli beberapa camilan untuk jaga-jaga kalau mereka ingin nyemil.
Karena Akirra merupakan anggota baru, ia agak canggung dengan Satoru dan Hiro, apalagi kedua pemuda tersebut hanya diam sedari tadi, ya memang begitulah sikap mereka cenderung pendiam dan irit bicara. Sesampainya di kasir pun Akirra tak berhasil mengakrabkan diri dengan mereka alhasil hanya suasana canggung saja yang ia dapat. Setelah membayar semua belanjaan mereka, mereka pun pulang ke apartemen dengan suasana hening di dalam mobil membuat Akirra semakin tak nyaman.
Namun ia tidak berani mengawali pembicaraan akhirnya hanya hening yang terjadi hingga sampai di apartemen. Dan inilah hari-hari yang akan dilewati Akirra, entah apa akan seru atau kah biasa saja kita akan tau nanti.
Matahari kini telah berganti dengan bulan, kini anggota FB sedang bersantai di ruang tengah. Jam makan malam tiba dan Akirra aka Ayaka berinisiatif untuk memasak makan malam untuk keluarga barunya. Ya Akirra menganggap kalau mereka merupakan keluarga baru di hidupnya saat ini, karena ia akan banyak menghabiskan waktu bersama dengan mereka.
“Ano... malam ini aku yang akan memasak, apakah kalian tak keberatan?” tanya Akirra.
“Tak apa bukan kah tadi pagi juga kau yang memasak?”kata Satoru.
“Ah baiklah kalian ingin aku memasak masakan apa? Jepang atau Barat mungkin?” tanya Akirra lagi.
“Jepang saja aku mulai bosan makan masakan Barat, tak apakan teman-teman?”kini Kano berkomentar.
“Yah tak apa” jawab yang lain.
“Yosha aku akan mulai memasak dattebane” semangat Akirra.
Kini Akirra aka Ayaka sedang berkutat dengan alat dan bahan makanan di dapur, ia akan membuat berbagai macam masakan Jepang seperti tempura, udon, sukiyaki, sop miso, chirashizushi dan tentunya makanan kesukaannya yaitu ramen. Satu per satu masakan telah jadi dan ia pun menata di meja makan makanan-makanan tersebut. Aroma yang harum tercium oleh anggota FB yang berada di ruang tengah.
“Wah... harum sekali aroma masakannya” komentar Ken.
“Kau benar Ken jadi tak sabar ingin memakannya bahkan mungkin aku akan makan sampai kekenyangan” timpal Kanaye.
“Yosh ayo kita ke ruang makan, sepertinya Akirra sudah akan selesai memasaknya”Kano tak sabar ingin makan.
“Ah merepotkan aku pun sudah lapar” kata Hirasaki.
“Baiklah semuanya silahkan kemari semua sudah siap” kali ini Akirra memanggil mereka semua.
Mereka pun beranjak dan pergi ke ruang makan dan dibuat terkejut dengan semua hidangan yang nampak sederhana namun menggugah selera makan mereka.
“Wuaaahhh kau membuat ini semua Akirra? Sugoi ne”ucap Ken takjub.
“Kalau kau perempuan sudah dipastikan akan jadi istri idaman” Isao dengan ucapannya membuat Akirra terlihat merona.
“Hei hei kau ini laki-laki kenapa di puji begitu saja kau malah merona?” ejek Ken menggoda.
“Hahaha kau lucu juga Akirra” kali ini Hiro bersuara membuat yang lain agak terkejut karena Hiro mampu tertawa karena hal kecil.
“Sudahlah jangan goda Akirra terus ayo kita mulai makan saja” ucap Satoru membela.
“Sudahlah ayo kita segera makan selagi masih panas” Hirasaki.
Mereka pun memulai makan, Ken memulai dengan memakan tempura, lalu disusul Kano yang memilih untuk makan udon terlebih dahulu, sedang Kanaye memilih memakan sukiyaki, Isao sama dengan Ken yang memulai dengan makan tempura, Hiro memilih untuk makan chirashizusi yang menurutnya sangat enak. Satoru lebih memilih sup miso selagi masih panas dan Hirasaki dan Eiji memilih memakan ramen yang tentu saja itu jadi pilihan Akirra aka Ayaka juga. Merekapun mulai menikmati masakan Akirra.
“Oishi.....”ucap Kanaye, Ken dan Kano berbarengan.
“Hontouni? Yokatta” lega Akirra karena membuat teman-temannya puas.
“Ne..ne Akirra selanjutnya kau yang akan jadi chef kita disini ok” putus Kanaye seenaknya.
“Setuju”kata Kano.
“Tumben kau satu pemikiran dengan Kanaye?” tanya Isao.
“Ah hanya kebetulan mana mungkin aku satu pemikiran dengannya” jawab Kano tak terima di samakan oleh Kanaye.
“Dasar tsundere” ketus Isao.
Setelah semua menyelesaikan acara makan mereka, kini mereka bersantai sebentar untuk mencerna makanan mereka dalam perut sebelum beranjak untuk tidur. Ada yang menonton TV, membaca komik, bermain game dan ada juga yang sedang asik dengan androidnya. Setelah cukup lama bersantai kantuk pun datang, kini mereka mulai beranjak ke kamar masing masing.
Di kamar satu Eiji sudah mulai tidur diikuti Ken lalu Akirra pun ikut tidur, posisi mereka sama dengan waktu pertama ia berada di kamar tersebut, Eiji di kanan Akirra di tengah dan Ken di kiri. Sedang Kamar kedua sudah mulai sepi dan hanya terdengar dengkuran pelan dari nafas masing-masing penghuni kamar tersebut. Dan di kamar ketiga nampaknya tidak seperti pertama kali mereka berbagi kamar, ya nampak Kanaye dan Kano yang tertegun karena sebuah kata-kata yang dilontarkan Isao saat mereka ingin mulai berdebat. Kini semuanya sudah terlelap hingga mentari mulai menyapa mereka.
Akirra yang terbiasa bangun pagi dikejutkan oleh dua pasang lengan dari kiri dan kanannya yang sudah berada diatas tubuhnya, sontak saja ia pun akan berteriak namun diurungkannya. Kini ia mencoba untuk menyingkirkan lengan tersebut, namun sepertinya ia kewalahan karena berat mereka berdua. Ya kini Akirra sedang dipeluk oleh dua pemuda yang menjadi teman sekamarnya.
Tak disangka ia akan mengalami hal ini secepat ini, mungkin mereka kelelahan hingga membuat posisi tidur mereka asal-asalan hingga mendekat ke futon Akirra. Akirra berusaha mati-matian menyingkirkan kedua lengan dan dengan usahanya ia berhasil lepas dari pelukan kedua pemuda disana. Ia pun segera mandi dan berganti baju agar masih bisa menutupi identitas aslinya.
Pagi telah berlalu sarapan pun telah usai dan kini mereka berada di studio untuk berlatih dance. Walau Akirra adalah anggota baru tapi ia sama sekali tak melakukan kesalahan saat latihan dimulai hingga selesai. Para anggota yang lain takjub akan kehebatan Ayaka atau yang mereka kenal dengan nama Akirra.
“Wow Akirra kau sangat keren” puji Kanaye dengan gaya lebay.
“Arigatou” Akirra tersipu.
“Kau lihat Eiji dia benar-benar hebat, akui lah” ucap Kano pada Eiji yang nampaknya memperhatikan Akirra dari tadi.
“Hn” jawabnya singkat.
“Hei Nibui(bodoh/tidak peka), nih” Eiji menyerahkan lembaran kertas yang berisi semua lagu mereka kepada Akirra untuk ia hafal.
“Apa maksudmu memanggilku Nibui? Aku tidak bodoh tau” kesal Akirra tak terima dikatai Nibui.
“Hn”
Muncul persimpangan di kepala Naruto “Dasar Uzaeee(orang menjengkelkan) muka triplek” Akirra mulai marah.
“Sudahlah Akirra dia memang begitu, kau mulai saja menghafal lagu kami dan mulai latihan menyanyi” kata Kanaye menenangkan.
Akirra aka Ayaka pun mulai menghafalkan semua lagu yang ada di lembaran kertas tersebut dan dengan mudahnya ia berhasil menghafal di luar kepala hanya dengan waktu 30 menit. Hal yang sangat tak terduga itu membuat yang lain terkagum-kagum dibuatnya. Kini latihan telah usai dan mereka mulai menuju kamar mandi di studio tersebut, Akirra kini mulai gelisah.
‘bagaimana ini, haruskah aku bergabung dengan mereka? Ah tidak tidak itu akan berbahanya, aku akan ke apartemen saja’ batinnya gelisah.
“Yo Akirra sedang apa kau berdiri mematung disana ayo segera masuk dan bersihkan badanmu” ucap Ken sembari mulai mendorong Akirra kedalam kamar mandi.
“Eh ah aku tidak ikut, aku akan mandi di apartemen” tolak Akirra sebisa mungkin.
“Eh kenapa? Kan lebih dekat disini daripada di apartemen?” tanya Ken.
“Ah jadi begini aku punya luka ditubuhku jadi aku agak malu jika dilihat orang lain” bohongnya.
“Ahhh aku mengerti baiklah kau bisa pergi” ucap Ken mengerti.
Akirra mulai berlari meninggalkan yang lain dan pergi ke apartemen untuk membersihkan diri sesegera mungkin agar selepas mereka datang ia sudah berganti baju dan ia pun masih bisa menyembunyikan identitasnya.
Malam harinya mereka bersantai dengan menonton TV bersama diruang tengah, semuanya memandangi TV yang sedang menampilkan konser dari sebuah Girlband terkenal, ya siapa lagi kalau bukan HaruGirls yang biasanya disingkat HG. Dan yang paling heboh adalah Kano, itu karena disana ada gadis yang telah diincarnya dan berusaha didekatinya.
“Aaaaa liat-liat dia begitu cantik bukan?” teriaknya lebay.
“Eh siapa?” tanya Akirra tak tau siapa yang dimaksud Kano.
“Kau tak tau Akirra dia itu fanboynya Murakami-san, lebih tepatnya sih dia stalkernya hihihi” ledek Kanaye.
“Eh?”
“Enak saja kau memanggilku stalker aku bukan stalker lah” elak Kano tak terima dikatai stalker.
“Memang benar stalker kan...? kemana-mana selalu kepoin Murakami-san bahkan apa yang dibenci dan disukainya kau sudah mengetahuinya, dan kalau ada dia kau malah sembunyi-sembunyi mengikutinya kemana saja, apa itu tidak disebut stalker?” jelas Kanaye.
“Itu namanya PDKT tau” elak Kano.
“Emang ada PDKT seperti itu? Itu mah tak wajar kali” bantah Kanaye.
“Sudahlah kalian ini sedikit-sedikit bertengkar kayak kucing dan tikus aja”kata Isao.
“Mana ada” kompak mereka berdua.
“Nah gitu dong akur” tambah Isao.
“Apanya yang akur” jawab mereka serempak.
“Tuh kompak” ucap Isao dengan senyuman andalannya.
“Jadi Kiyomizu-san suka sama Murakami-san?” tanya Akirra yang rada lola.
“Bukan suka lagi Akirra tapi tergila-gila padanya”Kanaye masih saja mengejek Kano.
“Ma..ma Akirra kalau menurutmu siapa yang bisa menjadi tipemu?” Ken mulai menggoda Akirra.
“Eh tipeku?” tanya Akirra, ‘aku ini kan perempuan bagaimana aku bisa menyebutkan tipeku diantara sejenisku?’ batin Akirra aka Ayaka bingung.
“Ku beri klu deh, kau suka gadis yang ramah, lembut dan keibuan, atau yang ceria, tegas dan cantik, atau yang barbar, agresif dan seenaknya sendiri, yah diantara ketiga itu mana yang tipemu?” tanya Ken dan menjelaskan klu tipe karakter kebanyakan perempuan.
“Uumm” Akirra berpikir ‘karena aku suka sifat Ka-chan yang ramah, lembut dan keibuan mungkin ini bisa jadi tipe , yah walau kadang Ka-chan tegas dan agak barbar sih, oops maaf Ka-chan’ Akirra menimang-nimang. “Aku suka pilihan yang pertama sepertinya” kata Akirra agak ragu.
“Eh kalau klu yang pertama sih merujuk ke Hasegawa Yuuna bukan begitu Ken?” tanya Kanaye ke Ken.
“I..iya kau benar” kata Ken tergagap, ‘jadi aku memiliki rival dong?’batin Ken.
“Ne... Akirra jika kau menyukai Hasegawa-san kau bisa bertanya pada Satoru tentangnya” saran Kanaye.
“Eh... Satoru? Ah benar marga mereka sama, apa mereka dari keluarga yang sama?” tanya Akirra.
“Kau tidak tau? Satoru dan Hasegawa-san ah maksudku Yuuna-chan adalah kakak adik” terang Kanaye.
“Ahh begitu...” akhirnya Akirra paham.
“Dasar Nibui, begitu saja tak tau” ejek Eiji.
“Apa sih aku kan baru di dunia idol, jadi mana aku tau tentang status para idol” jengkel Akirra.
“Hn”